Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
78. Rencana


__ADS_3

Bejo meninggalkan perusahaannya. Kemudian dia langsung menemui para karyawannya yang telah dipecat oleh dewan direksi yang dipimpin oleh Prawira.


" Tolong sampaikan kepada teman-teman kalian yang sudah dipecat secara tidak adil oleh perusahaan ini untuk berkumpul besok Karena saya mempunyai pengumuman untuk kalian!" ucap Bejo kepada salah satu perwakilan para karyawan yang telah dipecat secara tidak adil oleh perusahaannya.


"Baiklah Tuan saya akan memanggil teman-teman besok untuk berkumpul di sini!" Bejo kemudian meninggalkan orang tersebut dan kembali ke apartemennya.


Di apartemennya Bejo terus berpikir bagaimana caranya untuk menanggulangi para karyawan yang dipecat secara tidak adil oleh dewan direksi yang dipimpin oleh Prawira.


"Aku akan mencoba untuk minta tolong kepada Pak Suganda. Siapa tahu dia bernama mau bantu!" kemudian menghubungi nomor telepon mantan mertuanya ayahnya Arini.


"Apakah kita bisa bertemu Tuan?" tanya Bejo begitu panggilannya diangkat oleh ayahnya Arini.


" Ada apa kau ingin bertemu denganku Bejo apakah ada urusan penting?" punya ayahnya Arini tampak penasaran dengan maksud Bejo yang tiba-tiba saja menginginkan untuk bertemu dengannya.


Cuaca yang begitu dingin sehingga membuat Bejo tampak menggigil dia sudah mematikan AC di dalam ruangannya tetapi badannya terasa masih begitu menggigil.


"Saya memang punya kebutuhan untuk bertemu dengan Anda Tuan Saya harap anda mau bertemu dengan saya!" ucap bejo dengan penuh kerendahan hati.


"Baiklah kalau kau ingin bertemu denganku. Datanglah hari ini kebutulan aku tidak ada pekerjaan!" ucap ayahnya Arini kemudian menutup panggilan telepon.


Kemudian ada pesan masuk dari ayahnya Arini yang memberitahukan keberadaannya saat ini dan meminta Bejo untuk segera datang ke sana.


Bejo langsung mau ngambil kunci mobilnya dan langsung berlari ke tempat di mana ayahnya Arini saat ini sedang berada.


Begitu bertemu dengan ayahnya Arini, Bejo langsung menyampaikan apa yang ingin dia bicarakan dengan Pak Suganda.


"Katakanlah apa yang kau inginkan dariku!" tanya Pak Suganda tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Dewan dideksi di perusahaanku secara sepihak telah memecat beberapa orang karyawanku Apakah kira-kira Tuan bisa untuk mereka di terima bekerja di perusahaan Tuan??" tanya Bejo sambil menatap ayahnya Arini dengan serius sekali.


Tampak Pak Suganda tertawa ketika melihat Bejo seperti itu.


"Kenapa Bapak malah tertawa? Apakah ada yang lucu dengan diri saya?" punya Bejo seakan terganggu dengan ya saat ini dilakukan oleh ayahnya Arini.


"Bapak hanya merasa heran dari seorang laki-laki yang tidak berguna. Sekarang engkau memiliki hati yang begitu mulia. Bahkan engkau memikirkan karyawanmu yang sudah dipecat. Bapak sungguh sangat kagumi sekali denganmu!" ucap ayahnya Arini dengan penuh kekaguman terhadap Bejo yang telah banyak berubah.


"Bapak bersyukur karena kau telah berubah menjadi orang yang baik dan juga berhati mulia. Sayang, kenapa perubahanmu adalah setelah bercerai dengan Arini? Kalau dulu kau seperti ini mungkin Arini tidak mungkin bercerai denganmu. Dan mungkin saat ini dia masih hidup bersama kita!" ucap ayahnya Arini dengan suara yang gemetar.


"Setidaknya walaupun batin Arini menderita hidup bersamamu. Tetapi dia masih hidup dan masih bisa kami temui. Dibandingkan dia bahagia bersama Reynaldi tetapi Reynaldi membawa dia kepada kematian!" ucap ayahnya Arini sambil terisak sedih.


Seakan menyesali keputusannya telah menyetujui pernikahan Arini bersama Reynaldi sehingga sekarang putrinya telah meninggal.


"Sabarlah Pak dan tawakallah kepada Allah. Adapun kematian itu adalah rahasia Allah.Kita tidak boleh mengatakan hal seperti itu!" ucap Bejo sambil mengelus tangan ayahnya Arini.


"Jangan khawatir Saya pasti akan membantumu untuk menanggulangi masalah karyawanmu yang dipecat secara sepihak oleh dewan direksimu. Suruhlah mereka untuk mendaftar ke perusahaan. Saya pasti akan menerima mereka. Pastikan mereka membawa surat rekomendasi dari kamu!" ucap ayahnya hari ini memberikan keputusannya bahwa dia akan membantu Bejo dalam menanggulangi para karyawan yang sudah di PHK.


" Makasih banyak Pak atas bantuan Bapak Semoga Allah yang akan membalas kebaikan ini!" ayahnya Arini hanya tersenyum mendengarkan perkataan Bejo yang sekarang semakin berbobot dan terasa menyejukkan di hatinya.


"Perubahanmu sungguh luar biasa sekali Saya sangat bangga!" ucap ayahnya Arini.


Kemudian mereka pun makan malam bersama setelah sekian lama mereka tidak bertemu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di apartemennya Prawira tampak pertengkaran antara Prawira dan sekretarisnya Bejo.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak mau melepaskan perusahaan itu emangnya kau mempunyai dendam apa pada mereka?" tanya Siska seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari kekasihnya Prawira.


" Aku tidak akan pernah melepaskan perusahaan itu walaupun kau memintanya dengan bersujud di kakiku!" Prawira tetap kekeh tidak mau melepaskan perusahaan Bejo dari tangannya.


"Aku tidak tahu kalau kau memiliki sisi jahat semacam ini. Kalau tidak, aku tidak akan pernah membantumu untuk mendapatkan perusahaan Pak Bejo yang baik hati itu!" Siska kemudian meninggalkan apartemen Prawira dengan perasaan kesal dan jengkel.


Tetapi belum sampai Siska keluar dari pintu apartemen Prawira langsung menyeretnya dan memasukkan dia ke dalam kamarnya.


"Kau tinggal di sini! Apakah kau kira aku akan membiarkanmu hidup bebas setelah kau mengetahui begitu banyak rahasiaku?" ucap Prawira dengan senyum liciknya.


Kemudian Dia mendekati Siska yang kini sedang ketakutan melihat senyuman menakutkan yang ditunjukkan oleh Prawira terhadapnya.


"Kau jangan mendekat padaku! Aku tidak akan pernah mau lagi untuk kau dekati!" Siska sudah ketakutan ketika melihat Prawira yang seperti hendak memangsanya.


"Bukankah, tidak hanya satu dua kali kita melakukan hubungan semacam itu? Bukankah kau juga menikmatinya? Kau tidak usah munafik!" Siska sudah ketakutan melihat sungai licik yang diperlihatkan oleh Prawira malam ini.


"Aku berjanji padamu. Aku akan berusaha tetap merasahasiakan semua yang kau lakukan terhadap perusahaan Pak Bojo. Tapi tolong lepaskan aku! Aku akan pergi dari kota ini dan melupakan semua yang terjadi di antara kita!" ucap Siska dengan suara gemetar dia sudah sangat ketakutan melihat Prawira yang semakin mendekat kepadanya.


Tetapi Prawira tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan Siska, dia malah membuat dia semakin bahagia.


"Kenapa kau begitu ketakutan padaku, sayang? Bukankah dulu kau mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku?" ucap Prawira sambil memainkan sebuah pisau di wajah Siska yang kini semakin ketakutan menetapnya.


"Tolong jauhkan pisau itu berbahaya kalau sampai tiba-tiba kau kepleset itu bisa melukai orang lain!" ucap Siska sambil berusaha untuk menghindari pisau itu agar tidak melukai wajahnya.


"Apa kau tahu? Hanya orang mati yang bisa dipercaya. Apakah kau berfikir aku akan membiarmu hidup, setelah mengetahui begitu banyak rahasia dalam hidupku?" ucap Prawira dengan seringai menakutkan.


Ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Prawira. Siska sudah ketakutkan sekali. Badannya sudah gemetar dan keringat dingin sudah bercucuran di dalam tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2