
Setelah kasus pembunuhan pembantunya Prabowo berhasil diungkap. Pelakunya akan langsung masuk penjara dan akan segera diadili di pengadilan.
Ternyata kasus pembunuhan itu, semula dilatarbelakangi dari anak angkat dari pembantunya Prabowo. Anak itu yang selalu meminta uang untuk bermain judi.
Sang anak angkat meminta uang, tetapi pembantunya Prabowo tidak mau memberikan uang tersebut.
Sehingga dia akhirnya gelap mata dan langsung menusuk Ibu angkatnya tersebut dengan sebuah pisau yang kebetulan dia lihat ada di atas meja dapur.
Karena semua saksi dan bukti-bukti sudah lengkap. Sehingga kasus pembunuhan itu langsung ditutup dan langsung diberikan keputusan oleh Hakim yang bertugas. Anak tersebut dihukum 20 tahun penjara.
Sementara anak kandung dari pembantu itu, sekarang telah kembali ke kampung halamannya. Bersama dengan jenazah sang ibu. Prabowo dan keluarganya yang memfasilitasi semua prosesi pemakaman tersebut. Sebagai hadiah terakhir untuk pembantunya yang telah setia selama puluhan tahun bekerja di keluarga mereka.
"Alhamdulillah kasus ini cepat selesai dan kita tidak perlu terseret di dalamnya. Semoga arwahnya diterima oleh Allah?" doa Siska.
" Iya Mas juga bersyukur karena kasus ini bisa segera terpecahkan. Padahal Mas tadinya sudah ketakutan sekali kalau kita akan terseret di dalamnya?" ucap Prabowo sambil menatap tajam kepada istrinya yang sekarang sudah mulai bisa menerima kehadirannya sebagai seorang suami.
Kasus pembunuhan tersebut, sedikit banyak memang memberikan nilai positif kepada pernikahan Prabowo dan Siska.
Siska ingat ketika terjadi kasus pembunuhan itu. Betapa Prabowo sangat melindunginya dan sangat ketakutan kalau sampai Siska mengalami luka di saat itu.
"Ya udah! Ayo, sebaiknya kita sekarang segera berpindahan ke rumah yang baru. Untung saja kita bisa segera mendapatkannya. Kalau tidak kita pasti harus tinggal di rumah kedua orang tuaku?" ucap Prabowo merasa lega karena dia dipermudah untuk mendapatkan rumah baru.
Siska hanya menuruti segala apa yang sudah diatur oleh suaminya. Siska sekarang menjadi seorang istri yang penurut dan tidak banyak membangkang.
Siska merasa sangat bersyukur. Walaupun dirinya bukanlah seorang gadis perawan ketika mereka melakukan malam pertama.
Tetapi Prabowo yang perjaka tulen, dia masih mau menerima dirinya walaupun dalam keadaan dirinya yang tidak utuh sebagai seorang gadis.
Hal itulah yang melatarbelakangi Siska kini berubah total menjadi seorang gadis yang sangat penurut kepada Prabowo.
Kedua orang tua Siska sangat bahagia. Ketika melihat Siska bisa menerima pernikahan mereka berdua dengan cepat. Tanpa harus melihat begitu banyak drama pernikahan. Seperti Kebanyakan orang yang menikah karena terpaksa.
"Alhamdulillah ya Pah! Karena Siska bisa menerima pernikahan itu dengan cepat. Awalnya Mama khawatir kalau Siska tidak bisa bahagia dengan pernikahan yang dijalani secara tergesa-gesa!" ucap ibunya Siska merasa sangat bahagia sekali melihat kebahagiaan putrinya saat ini.
__ADS_1
Prabowo pun merasa bersyukur karena sekarang Siska sudah mau menerima dirinya sebagai suaminya.
Mereka kini berangkat ke kampus selalu bersama. Siska kini telah menjadi seorang mahasiswa yang baik dan tidak pernah kabur lagi dari jam kuliah suaminya. Yang dulu sangat Dia benci dan selalu dia hindari.
Sementara itu, Bejo masih dengan hidupnya yang dulu. Bejo masih dengan aktivitasnya yang bekerja di taman. Sekarang Bejo sudah tidak pernah mendatangi lagi dermaga yang selama ini selalu di datangi di saat pikirannya galau. Bejo mengikuti saran dari kakek itu.
Bejo selalu merasa merinding, setiap mengingat setiap kejadian apa saja yang pernah dialami ketika di dermaga itu. Yang selama ini tidak pernah dia pikirkan.
"Tidak disangka, kalau dermaga yang begitu tenang, ternyata menyimpan sejuta misteri!" ucap Bejo sambil terus bekerja.
Bejo sekarang sedang sibuk menyapu daun-daun kering yang berjatuhan di bawah pohon. Hati Bejo terasa ringan, ketika dia mengayunkan sapu untuk membersihkan daun-daun itu.
Tiba-tiba saja Bejo dikagetkan oleh kehadiran sekretarisnya. Bejo mengurutkan keningnya karena tidak biasanya sekretarisnya itu datang secara tiba-tiba ke tempat dia bekerja.
Bejo menghentikan aktivitasnya. Kemudian dia meminta kepada sekretarisnya untuk duduk di bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya saat ini berdiri.
"Ada apa? Tumben kau datang ke sini. Biasanya kan kalau ada apa-apa, kau selalu nelponku untuk datang ke kantor!" Tanya Bejo tampak keheranan terhadap perilaku sekretaris yang tidak biasa.
"Tuan, saat ini, di kantor para karyawan sedang meminta untuk kenaikan gaji dan para anggota direksi sedang menunggu Anda untuk memutuskan hal itu!" ucap sekretarisnya Bejo. Sambil menatap atasannya yang kini kulitnya semakin hitam.
"Tinggal berikan saja! Bukankah, itu memang hak mereka? Selama ini, sudah biasa kan kalau awal tahun selalu menaikkan gaji untuk karyawan? Emangnya masalahnya ada di mana?" tanya Bejo sambil melirik pada sekretarisnya yang kini menatapnya dengan lekat. Tampak sekarang sekretarisnya Bejo menarik nafas dengan dalam.
"Masalahnya tidak sesimpel itu, Tuan! Ayolah kita ke kantor dan anda dengarkan semua permintaan para karyawan itu!" bujuk sekretarisnya Bejo yang bernama Ambar itu.
Bejo menatap Ambar dengan lekat kemudian dia menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak bisa! Saat ini saya sedang bekerja jam kerja saya di sini belum berakhir?" ucap Bejo sambil meninggalkan Ambar
Ambar saat ini sedang pusing sekali, ketika dia melihat kelakuan atasannya yang seakan tidak mempedulikan perusahaannya yang saat ini sedang mengalami krisis.
"Tuan! Ayolah kita kembali ke kantor! Tuan tidak bisa mengabaikan kepentingan kantor seperti ini. Akan ada banyak karyawan yang dikorbankan di sini tuan!" ucap sekretarisnya Bejo, dia terus mengikuti Atasannya itu.
"Kenapa kau mengikutiku terus? Aku sedang bekerja tidak bisa bermain-main denganmu!" tegur Bejo merasa hatinya tidak senang diikuti oleh Ambar.
__ADS_1
"Tuan, kalau anda tidak ikut dengan saya ke kantor. Saat ini pasti ribuan karyawan sudah dipecat oleh dewan direksi!" ucap Ambar dengan raut wajah sedihnya.
"Apa maksud kamu? Saya tidak mengerti!" Kemudian Bejo menghentikan langkahnya. Kemudian dia memutar tubuhnya untuk bisa berhadapan dengan Ambar.
"Dewan direksi tidak menyetujui untuk kenaikan gaji tersebut. Sebagai gantinya dewan direksi sedang merencanakan untuk memecat para provokator yang menjadi dalang dari aksi tersebut!" ucap Ambar dengan penuh kesedihan.
Bagaimanapun, dirinya juga rakyat kecil. Pasti dia merasakan kesusahan para karyawan itu. Mereka yang harus berjuang setiap hari. Demi keluarga mereka selama ini
Tetapi bukannya mendapat gaji yang naik, sekarang mereka malah terancam dipecat secara tidak terhormat oleh perusahaan.
Bejo sangat geram sekali mendapatkan laporan seperti itu dari sekretarisnya.
"Berani sekali! Para tua bangka, tua bangka itu! Sungguh, beraninya mereka memecat karyawan-karyawanku!" ucal Bejo dengan penuh kemarahan di wajahnya.
Yuk Mampir ke novel author yang baru, yang berjudul "Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan"
Deskripsi tentang novel terbaru author
Hilya menggantikan kakaknya untuk menikah dengan seorang Zaki, putra dari Kiai tempat dia mondok saat ini.
Menjadi pengantin pengganti sang kakak di usianya yang masih 20 tahun. Hilya harus menerima status barunya sebagai istri seorang Zaki. Dosen muda yang mengajar di kampus tempatnya kuliah.
Ketika sebuah cinta mulai di pertanyaan, apakah Hilya akan sanggup melalui pernikahan dengan kondisi semacam itu?
Dimana satu sama lain sudah tidak saling menghargai dan tidak saling membutuhkan keberadaan satu sama lain.
Mampukah Zaki dan Hilya membina pernikahan mereka yang mulai di pertanyaankan rasa cinta terhadap pasangan nya masing-masing?
Bagaimana keduanya akan sanggup bertahan dalam rumah tangga yang dari awal memang tanpa cinta terhadap satu sama lain?
Yuk saksikan kisah mereka sampai akhir dan jadilah saksi, bagaimana Hilya akan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Zaki.
__ADS_1
Sanggupkah Hilya membuat suaminya jatuh cinta kepada dirinya??