Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
81. Menikah juga


__ADS_3

Siska merasa kesel ketika melihat Prawira yang kini semakin kurang ajar dan semakin membuat dia kesal dengan tangannya yang tidak mau diam merayap-rayap di atas tubuhnya.


" Apa kau tidak bisa diam aku saat ini sedang pusing baju apa yang kau gunakan keluar sementara di lemari ini semuanya baju yang mengumbar aurat!" ucap Siska dengan penuh kesal sambil menatap kepada Prawira yang matanya seperti singa kelaparan menatap dirinya saat ini.


" Tolong kau singkirkan tanganmu dari tubuhku cepat dapatkan pakaian Untukku Aku sudah kedinginan!" ucap Siska mulai kesal terhadap Prawira Yang sepertinya tidak mengindahkan apa yang dia katakan.


" Sayang kok Insya Allah lebih menarik tanpa pakaian aku akan jauh lebih mencintaimu ketika kau melakukan itu!" ucap Prawira dengan seringai liciknya dan dia mulai kembali merayap-rayap di atas tubuh Siska sehingga Siska merasa kegelian dibuatnya.


Siska terus berusaha menepis tangan nakal mirip Prawira sehingga dia bisa terbebas dari laki-laki mesum itu.


"Kau sebetulnya berniat menikah denganku atau tidak? Cepatlah bergegas! Kalau sudah siang antrian pasti akan semakin panjang dan kau akan semakin lama untuk menikah denganku!" Siska kembali mengingatkan kepada Prawira mengenai rencana pernikahannya hari ini.


Rencananya mereka berdua hanya akan mendaftarkan pernikahan mereka di KUA setempat. Baru kemudian akan mengadakan pesta setelah satu minggu kemudian. Karena mereka butuh untuk mempersiapkan segalanya agar pernikahan itu tampak meriah di mata para kolega Prawira maupun keluarga besarnya.


"Baiklah sayang, kau tunggu sebentar! Aku akan mengambil pakaian yang layak kau menggunakannya di luar ruangan. Di kamarku tampaknya ada beberapa pakaian yang layak Kau pakai!" ucap Prawira pelan, kemudian dia meninggalkan Siska sendiri di dalam kamar.


"Ckck Berapa banyak koleksi wanita yang pernah ada di dalam hidupnya sehingga dia memiliki begitu banyak perempuan dan juga pakaian-pakaian sialan ini di kamar ini!" ucap Siska sambil menendang lemari yang tidak bersalah itu untuk mengungkapkan perasaan kesalnya terhadap laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Benar-benar seorang casanova! Entah bagaimana nasibku menjadi istri dari laki-laki semacam dia. Semoga saja Tuhan memberikan umur panjang padaku, sehingga aku bisa tahan menjadi istrinya!" ucap Siska masih menggerutu di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamarnya, Prawira sedang mengacak-acak isi lemarinya untuk mencari sebuah pakaian yang kira-kira bisa digunakan oleh Siska menuju KUA sehingga mereka berdua bisa mendaftarkan pernikahan mereka.


"Tampaknya pakaian ini masih bisa dia gunakan untuk ke KUA. Lumayan bagus juga dan bagus juga sih, kalau digunakan di tubuh dia! atau nanti aku akan membawa dia ke butik dan mencarikan pakaian yang lebih layak sehingga dia bisa lebih cantik di hari pernikahan kami!" setelah merasa puas dengan pilihan dirinya Prawira langsung membawa pakaian itu ke dalam kamar Siska.


"Pakailah dulu pakaian ini. Nanti aku akan membawamu ke butik dan kau bisa mendapatkan pakaian yang kau mau!" Prawira sambil menyerah tanpa pakaian yang ada di tangannya kepada Siska.


Siska mengerutkan keningnya melihat pakaian laki-laki yang dipegang oleh perwira sejenis pakaian kasual.


"Ya ampun! Apakah kau tidak bisa berpikir lebih waras sedikit? Bagaimana mungkin aku bisa pergi keluar dengan menggunakan pakaian laki-laki kau mau membuatku malu?" ucap Siska protes kepada Prawira karena dia diberikan pakaian seorang laki-laki yang kemungkinan besar itu adalah pakaian Prawira sendiri.


" Ayolah Sayang! Cepat kau gunakan ini untuk sementara nanti aku akan membawamu ke butik untuk mendapatkan pakaian yang lebih cantik yang layak Kau pakai untuk hari pernikahan kita!" Prawira membujuk Siska untuk mau menggunakan pakaian itu.


"Kukira kau punya banyak koleksi pakaian perempuan atau kau pura-pura memberikan pakaian ini padaku, untuk kau sembunyikan para koleksi wanitamu?" tanya Siska dengan menatap penuh kecurigaan kepada Prawira.


Prawira yang saat ini sedang fokus menyetir hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan semua tuduhan Siska kepada dirinya.


"Terserah padamu mau berpendapat apa tentang diriku. Yang jelas saat ini aku sudah yakin untuk menikah denganmu dan tolong kau menghargai keyakinanku itu!" Prawira sambil melirik kepada Siska yang saat ini tampak cemberut dan memalingkan wajahnya menuju jendela.


Prawira hanya melirik sekilas Apa yang dilakukan oleh Siska saat ini.

__ADS_1


'Bahkan dalam keadaan marah seperti itu, dia sangat cantik sekali, dia memang telah 100% menawan hatiku!' bathin Prawira sambil melirik kepada Siska.


Setelah mereka sampai di KUA. Mereka Langsung menyerahkan berkas-berkas mereka untuk segera mendapatkan surat nikah mereka. Sehingga mereka resmi menjadi suami istri mulai hari itu.


" Alhamdulillah akhirnya sekarang aku resmi menjadi suamimu kau sekarang tidak bisa lari lagi dariku!" ucap Prswira sambil melirik genit kepada istrinya.


" Ya ampun kau memang benar-benar laki-laki mesum otakmu hanya berpusat ke sana apa kau tidak mempunyai pemikiran yang lain?" siap Siska sambil mencepikan bibirnya merasa kesal dengan Prawira yang sejak kemarin otaknya hanya memikirkan tentang hal semacam itu yang membuat dia menjadi gerah dan malu.


"Tapi bukankah memang tujuan pernikahan kita adalah ke sana agar aku tidak melakukan dosa zina bersamamu?" Prawira sambil menggenggam tangan Siska yang kini sudah resmi menjadi istrinya secara negara maupun agama.


Mereka hanya tinggal melakukan acara resepsi pernikahan dan mengundang para rekan bisnis maupun teman-teman mereka untuk mengumumkan bahwa mereka berdua telah resmi menjadi suami istri.


" Aku hanya berharap kau menghargaiku sebagai istrimu dan tidak hanya menggunakan ku untuk melampiaskan nafsu bejatmu!" ucap Siska sambil melirik tajam kepada Prawira yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


" Tenanglah aku pasti akan menghargaimu sebagai istriku. Aku tidak akan pernah berbuat kasar kepadamu selama kamu juga selalubmenurutku dan memberikan apa yang kau inginkan!" Prawira sambil mengelus dagu Siska yang saat ini sedang cemberut kepadanya.


" Kenapa kau tidak mencari seorang pembantu saja yang akan selalu menuruti apapun yang kau inginkan Kenapa kau repot-repot menikahiku sebagai istrimu? Dasar laki-laki aneh! Isi otakmu itu tidak bisa aku terima sama sekali!" ucap Siska kemudian dia memilih untuk memejamkan matanya Karena dia sudah malas untuk berdebat dengan Prawira yang tidak pernah mau kalah dari dirinya.


"Kita akan menginap di hotel ya sayang? Untuk merayakan pernikahan kita ini. Setelah resepsi pernikahan kita, kita akan melakukan honeymoon keliling Eropa! Bagaimana menurutmu Apakah kau suka?" tanya Prawira sambil melirik kepada Siska yang saat ini sudah lelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2