
"Kalau kamu bekerja di perusahaan Suganda maka kesempatan kamu untuk bisa berinteraksi dengan Siska jauh lebih besar!" ibunya Prabowo sambil menatap Sang putra.
Prabowo tampak berpikir kemudian dia tersenyum kepada ibunya.
"Tetapi setahuku, Siska tidak bekerja di kantor mah dia masih menyelesaikan kuliahnya!" ucap Prabowo kepada ibunya.
"Maka kau bisa mencoba untuk menjadi seorang dosen di tempat Siska melanjutkan studinya!" ucap ibunya dengan tersenyum.
"Aku kembali ke profesiku yang dulu? Lalu, bagaimana dalam perusahaan kita? Bukankah perusahaan juga membutuhkanku?" tanya Prabowo tampak ragu-ragu.
"Masalah perusahaan, kau tidak usah memikirkannya. Papa masih bisa untuk menghandle itu semua. Kau bisa fokus untuk mendekati calon istrimu, sehingga rencana Perjodohan ini akan berhasil!" ucap ayahnya Prabowo sambil tersenyum kepada putranya.
"Terima kasih ya, Pah mah! Sudah mendukung Prabowo untuk mewaujudkan cintaku pada Siska. Aku berharap kami bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia, dan bisa memberikan kebahagiaan pada kalian berdua dengan kehadiran seorang cucu!" ucap Prabowo tersenyum ke arah kedua orang tuanya.
"Kami hanya berharap kebahagiaanmu itu sudah lebih dari cukup!" ucap ayahnya Prabowo sambil mengelus tangan Sang putra.
Mereka pun kemudian berpisah untuk istirahat di kamar mereka masing-masing.
Tampak Prabowo yang kini diam melamun di balkon kamarnya. Dia memikirkan apa yang di sampaikan oleh kedua orang tuanya, rencana mengenai dirinya yang menjadi seorang dosen kembali dan mendekati Siska.
"Aku harap rencana itu akan berhasil dengan baik, sehingga pernikahan kami bisa terwujud!" ucap Prabowo memberikan semangat kepada dirinya sendiri. Agar bisa berjuang dan berusaha untuk mendapatkan cinta seorang Siska.
"Baiklah aku akan mendaftar kembali menjadi seorang dosen, kembali kepada profesiku yang dulu. Demi cinta aku pasti bisa untuk melakukannya!" ucap Prabowo dengan semangat membara.
Setelah itu, Prabowo pun pergi tidur untuk mempersiapkan dirinya. Besok dirinya akan kembali melamar menjadi seorang dosen.
Sewaktu masih menjalani pendidikan S2 nya, Prabowo memang pernah menjadi seorang dosen, selama beberapa tahun. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membantu ayahnya dalam mengembangkan perusahaan keluarga milik mereka.
__ADS_1
Keesokan paginya Prabowo dengan semangat di dalam hatinya dia langsung pergi ke kampus di mana Siska sedang melanjutkan kuliah S2 nya.
Tentu saja pihak kampus merasa sangat senang, karena kehadiran Prabowo sebagai seorang praktisi bisnis yang mempunyai pengalaman yang sangat banyak di dalam maupun di luar negeri. Sehingga akan sangat bagus untuk para mahasiswa bisa belajar langsung kepadanya.
"Kami sangat menantikan kerjasama kita. Saya sangat berharap sekali dengan keberadaan anda di kampus ini, akan memberikan Aura positif bagi para mahasiswa sehingga mereka bisa belajar lebih banyak lagi tentang bisnis!" ucapkan kampus tersebut.
"Saya juga sangat berharap, semoga dengan keberadaan saya di sini, bisa memberikan kontribusi positif dan saya harap saya tidak akan memberikan masalah yang akan memberatkan pihak universitas!" ucap Prabowo menyatakan harapannya.
"Tentu kita selalu berharap yang terbaik untuk semuanya. Selamat bergabung bersama kami Dan semoga Anda betah telah terjadi di sini!" ucap dekan lalu kemudian mereka pun bersalaman dan berpisah.
Reputasi Prabowo di dunia bisnis, memang patut diacungi jempol. Dia tidak bisa dianggap remeh. Karena dia bisa dikatakan sebagai seorang entrepreneur muda yang sukses dan terkenal di dalam negeri maupun ke luar negeri.
Oleh karena itu desain di tempat pesta belajar menuntut ilmu sangat merasa bahagia sekali dengan kehadiran seorang Prabowo Hutama di kampus mereka.
Mulai hari itu juga, Prabowo langsung mengajar di kelas Siska, sehingga Siska merasa terkejut ketika mendapatkan laki-laki itu berada di kelasnya.
"Ada apa Siska? Kenapa kau tampaknya tidak senang?" tanya Maryam sahabatnya Siska.
"Tuh orang yang di depan sana! Dia itu orang yang dijodohkan orang tuaku denganku. Aku sudah menolaknya. Entah kenapa dia berada di sini!" ucap Siska dengan nada arogan.
Maryam kemudian menatap ke arah tempat yang ditunjuk oleh Siska tadi dan dia terpesona ketika melihat ketampanan seorang Prabowo Hutama.
"Ya ampun itu kan Prabowo Hutama pewaris dari Hutama grup!" Maryam berteriak heboh sehingga membuat Siska menjadi Jengah karenanya dan kemudian pergi meninggalkan Maryam seorang diri.
"Dasar norak laki-laki kayak gitu aja di puja-puja!" ucap Siska kemudian pergi.
Siska memilih untuk bolos dari kelasnya daripada harus melihat Prabowo berada di sana juga.
__ADS_1
Prabowo yang melihat kepergian Siska sejenak terdiam kemudian dia langsung berlari ke arah Siska dan menarik tangannya untuk masuk kembali ke dalam kelas.
"Lepaskan tanganku! Apa yang kau lakukan?" Siska berusaha memberontak dari cekalan tangan Prabowo yang begitu kuat.
"Kau itu datang ke kampus untuk belajar. Kenapa ketika dosen mau datang, kau malah pergi Apakah itu adalah sopan santunmu sebagai seorang mahasiswa?" Prabowo dengan menatap tajam ke arah Siska.
"Dosenku? Jadi maksudmu, Kau sekarang menjadi dosenku?" tanya Siska seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
"Benar! Mulai sekarang, aku akan menjadi dosenmu dalam bidang studi manajemen bisnis. Jadi kau harus bersiap-siap untuk menerima pelajaran dariku. Ayo cepat kita masuk bahwa sudah membuat mahasiswa lain yang menunggu!" ucap Prabowo dengan nada tegas, tidak ingin dibantah oleh Siska.
Akhirnya Siska dengan berat hati, mengikuti Prabowo kembali ke kelas dan dengan wajah cemberut, dia mengikuti pelajaran selama 2 jam dengan ditatap langsung oleh Prabowo.
"Benar-benar pria yang aneh! Kenapa dia mengajar di sini? Sungguh membuat mood jadi hancur saja!" ucap Siska dengan lirih.
Maryam yang duduk di sampingnya tampak keheranan dengan Siska yang sejak tadi selalu saja cemberut ketika menatap dosen baru mereka.
" Oh Ayolah Siska! Jangan seperti itu. Kau sangat tidak menarik untuk dilihat. Cobalah tersenyumlah sedikit. Bukankah sangat menyenangkan? Kita memiliki dosen setampan dia?" ucap Maryam.
"Tampan dari Hongkong?" ucap Siska dengan sinis sambil menatap tajam ke arah Prabowo.
"Kau itu sungguh aneh, Siska. Dijodohkan dengan laki-laki seperti dia, kau malah marah-marah tidak jelas. Memangnya laki-laki seperti apa yang kau inginkan?" tanya Maryam kepada sahabatnya.
"Tentu saja aku memiliki pujaanku sendiri! Memangnya ini jaman Siti Nurbaya? Masih dijodohkan oleh orang tua kita? Aku pasti memiliki Pilihanku sendiri!" ucap Siska sambil tersenyum ke arah Maryam.
Tiba-tiba hati Siska merasa bahagia ketika memikirkan Bejo laki-laki yang dia cintai.
"Kalau aku pasti sangat senang sekali, kalau dijodohkan dengan laki-laki seperti Pak Prabowo itu!" ucap Maryam dengan wajah berbinar, sambil tersenyum kepada Siska.
__ADS_1