Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
44. Bejokah?


__ADS_3

Bejo saat ini sedang termenung di balkon rumahnya, Bejo tampak menyesap segelas wine. Ya, sejak bercerai dengan Arini, Bejo jadi mempunyai hobby baru, termenung!


Bejo mengingat kejadian beberapa malam sebelumnya, di sebuah dermaga. Saat itu dirinya akan mengunjungi Reynaldi. Niatnya ingin membicarakan tentang Arini. Tapi di perjalanan, Bejo bertemu dengan seorang wanita yang tampaknya ingin melemparkan dirinya ke jalan raya.


Bejo yang terkejut, tentu saja menolong wanita tersebut. Bejo membawa wanita itu ke dekat mobilnya. Menasehati wanita itu, agar pulang saja ke rumahnya. Setelah itu Bejo tidak jadi mengunjungi Reynaldi, karena moodnya sudah rusak, gara-gara melihat seorang wanita yang berniat akan bunuh diri. Kejadian itulah yang di lihat di CCTV oleh Reynaldi. Kejadian saat Bejo menasehati Natalia. Sayangnya, Reynaldi tidak meriksa CCTV di pinggir jalan raya juga, tempat di mana Natalia berniat untuk bunuh diri.


Bejo kembali mengingat kejadian itu, oleh sebab itu, Bejo sangat terkejut saat mendengar berita bahwa ada seorang gadis yang melompat ke laut pada malam itu.


"Ah! Seandainya saja waktu itu aku membawa gadis itu bersamaku! Mungkin gadis itu sampai saat ini masih hidup. Kenapa aku begitu bodoh? Meninggalkan gadis itu di dermaga sendirian pada malam itu? Tampaknya, dia berada dalam masalah besar, sehingga dia begitu ingin membunuh dirinya sendiri!" ucap Bejo, lalu termenung lagi, menatap langit malam yang semakin terang dengan cahaya bulan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Reynaldi, Farel, Arini serta Cansu. Sudah sampai di dermaga. Mereka ingin memeriksa CCTV di kejadian yang diingat oleh Reynaldi pada malam naas itu.


Mereka berempat kemudian mendatangi petugas Dermaga tersebut. Mereka yingin kembali melihat CCTV di tempat yang dilihat oleh Renaldi. Tempat Natalia sedang berdebat dengan seorang pria menggunakan mobil hitam dan pakaian hitam. Pria yang sebenarnya itu adalah Bejo. Saat dia sedang membujuk Natalia untuk tidak melakukan bunuh diri di pinggir jalan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari petugas Dermaga, Mereka pun melihat CCTV tersebut secara seksama. Di sana terlihat seorang pria yang sedang berbicara dengan Natalia. Sementara Natalia tampak menangis tersedu-sedu seketika Arini tiba-tiba saja berteriak.


"Itu Bejo! Mantan suamiku!" mereka semua yang ada di situ tampak terkejut. Mendengar apa yang dikatakan oleh Arini, yang mengatakan bahwa pria yang ada di dalam CCTV tersebut adalah Bejo. Sang mantan suami.


"Apakah kau yakin Arini? Bahwa ini adalah Bejo? Dari mana kau memiliki keyakinan seperti itu? Hati-hati loh, ini bisa jadi fitnah nantinya! Dan bisa berbahaya juga untuk Bejo!" ucap Cansu dengan nada khawatir.


"Aku yakin Mbak, itu adalah mobilnya Bejo! Aku sangat kenal mobil itu! Karena mobil itu kan, setiap hari selalu ada di garasiku. Lihatlah plat mobil itu! Itu adalah nomor plat mobilnya Bejo! Lihatlah! Platnya pun terlihat jelas di sana. Itu ada mobilnya Bejo, mantan suami aku! Farel dan Reynaldi saling pandang.


"Apakah kita bisa melaporkan penemuan ini kepada kantor polisi? Siapa tahu polisi bisa menyelidiki Kejadian ini lebih detail. Kita juga tidak mungkin kan menyelidiki ini secara sendiri? Tidak akan mempunyai kekuatan hukum apapun!" ucap Farel kepada Reynaldi.


"Baiklah, Pak! Tolong kami minta salinan untuk rekaman ini. Karena kami akan menggunakan ini sebagai alat bukti. Untuk menyelidiki kasus kematian Natalia. Gadis yang beberapa hari lalu terjun ke laut di Dermaga ini!" ucap Farel kepada petugas Dermaga tersebut. Dan petugas itu pun akhirnya memberikan salinan dari rekaman tersebut. Mereka berempat juga memiliki salinan masing-masing di ponsel mereka. Hal itu dilakukan untuk menjaga, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Setelah mereka berhasil mendapatkan rekaman CCTV tersebut. Mereka pun mendatangi keluarga Natalia dan menyampaikan apa yang mereka temukan.


"Begini Om dan Tante. Kami berempat tadi datang ke Dermaga dan menyelidiki CCTV di sekitar sana. Kami menemukan bahwa sesaat sebelum Natalia meloncat ke laut, dia tampak sedang berbicara dengan seorang laki-laki dan ternyata itu adalah mantan suami dari Arini, Bejo!" Kemudian Reynaldi menunjukkan rekaman CCTV tersebut. Betapa terkejutnya kedua orang tua Natalia, ketika mereka mendapatkan kenyataan itu.

__ADS_1


"Kami tidak mengenal laki-laki yang bernama Bejo itu. Bagaimana mungkin? Dia bisa menjadi kekasihnya Natalia? Setahu kami, Natalia tidak pernah memiliki kekasih siapapun. Tetapi, melihat visum yang mengatakan bahwa Natalia sedang hamil, itu sungguh benar-benar membuat kami shock! Kami sendiri tidak tahu, siapa kekasihnya Natalia. Tapi, kamu sendiri tidak yakin bahwa pria yang ada di dalam CTV itu adalah kekasihnya Natalia. Karena kami sama sekali tidak pernah bertemu dengan pria itu!" ucap ibunya Natalia dengan terbata-bata. Tampaknya dia masih belum bisa menerima tentang kematian Natalia yang secara tiba-tiba.


"Terima kasih atas bantuan kalian semuanya! Dengan memberitahukan kami tentang fakta baru ini. Kami akan berdiskusi dengan Polisi mengenai penemuan baru ini. Nanti kami akan memutuskan apakah akan melaporkan kasus ini sebagai tindak pembunuhan ataupun menutup kasus ini karena tanpa bukti yang jelas!" ucap ayahnya Natalia dengan tegas.


Ada rasa takut dan segan di mata Reynaldi ketika menatap wajah ayahnya Natalia. Bagaimanapun, dia juga merasa bersalah dengan kematian Natalia. Kalau bukan karena dia yang sudah membatalkan pernikahan dengan Natalia mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi.


Mungkin saat ini Natalia dan dirinya sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Aesuai dengan rencana keluarga besar mereka. Tetapi bukannya malah terbujur kaku di kuburan hanya tinggal nama saja.


"Ya sudah Om dan Tante! Kami Permisi dulu! Mohon maaf karena kami sudah mengganggu waktu kalian. Dan, kami mengucapkan Bela suka yang sedalam-dalamnya. Atas kehilangan Om dan Tante. Semoga arwah Natalia bisa tenang di alam sana dan kasus ini segera ditemukan titik penyelesaiannya!" ucap Cansu.


Setelah mereka berpamitan, mereka pun kemudian kembali ke tempat masing-masing. Reynaldi tampaknya masih melamun memikirkan tentang kejadian tersebut.


"Ada apa lagi Rei? Apakah kamu masih memiliki rasa penasaran tentang kasusnya Natalia itu? Kasus itu betul-betul murni bunuh diri, Rey! Tidak ada insdikasi kasus pembunuhan di sini. Mungkin saja, itu hanya kebetulan saja, Bejo berada di sana. Nanti aku akan bertemu dengan Bejo, untuk menanyakan hal itu. Agar ada titik terang mengenai hal ini!" ucap Arini.


"Jangan kau coba-coba berani menemui Bejo! Aku tidak ingin hal buruk terjadi kepadamu. Sudah! Kita akan menyerahkan ini ke kantor polisi! Kau jangan coba-coba untuk ikut campur dalam masalah ini dengan itu Arini!" Reynaldi memperingati Arini dengan keras. Agar Arini tidak ikut campur dalam kasus itu.

__ADS_1


__ADS_2