
Prabowo kini sedang berhadapan dengan orang tuanya. Prabowo berencana untuk membicarakan tentang rencana pernikahannya bersama dengan siska.
"Mah Prabowo ingin rencana pernikahan itu tetap dilanjutkan. Prabowo tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Siska saat itu Mama dan Papa harus mengaturnya agar pernikahan itu tetap berjalan!" ucap Prabowo kepada kedua orang tuanya.
"Tapi Mama sangat tidak suka dengan cara Siska mengatakan pendapatnya kemarin dia terkesan tidak menghargai kita!" ucap ibunya Prabowo kepada putranya.
"Pasti dia mengatakan hal seperti itu, agar kita membatalkan rencana kita. Untuk menjodohkan mereka berdua. Bukankah hal itu biasanya dilakukan oleh anak muda yang menolak perjodohan yang di lakukan oleh orang tua mereka?" ucap ayahnya Prabowo.
"Prabowo pun berpikir sama seperti itu. Hanya saja Prabowo tidak peduli tentang hal seperti itu. Pah, mah, yang penting saya ingin menikahi dia. Karena saya sangat menyukai dia Sejak pertama kali saya melihat dia!" Prabowo menjelaskan keinginannya kepada kedua orang tuanya.
"Kamu akan hidup menderita nak, menikahi perempuan seperti dia. Sudahlah kau Menyerah saja. Masih banyak wanita lain di luar sana. Kau itu anak kami yang berharga kami tidak rela kalau kau tidak bahagia dalam pernikahanmu!" ucap ibunya lagi.
"Tidak mah! Saaya hanya ingin menikahi dia. Pokoknya Saya tidak ingin tahu! Saya ingin kalian bisa mengatur pernikahan kami berdua!" ucap Prabowo dengan menatap tajam kepada kedua orang tuanya lalu meninggalkan ke mereka dalam tanda tanya yang besar.
"Ada sih dengan Putra kita? Kenapa dia ngotot sekali ingin menikahi Siska? Padahal perempuan itu benar-benar membuat mama merasa marah!" ibunya Prabowo merasa jengkel kepada putranya sendiri.
Ayahnya Prabowo menatap sang istri dengan tajam. Dia pun sama memiliki perasaan yang sama dengan sang istri. Tidak suka dengan Siska. Tetapi Putra mereka sudah pasti dan telah memutuskan. Mereka mau tidak mau harus menerima itu semua.
" Ya sudah! Papa akan menghubungi orang tuanya Siska dan membicarakan kembali rencana pernikahan itu. Semoga saja semuanya lancar dan Putra kita bisa mendapatkan apa yang dia inginkan!" suaminya kemudian meninggalkan sang istri yang masih terus menatap suaminya dengan lekat.
Sejujurnya, Kalau mengikuti hati nuraninya, dia sama sekali tidak menginginkan Siska untuk menjadi menantunya. Perbuatan Siska waktu dalam pertemuan kemarin betul-betul telah melukai hatinya dan juga harga dirinya.
"Entah apa yang dilihat oleh Putraku dari perempuan itu. Sehingga dia sangat ngotot ingin menikahinya. Tetapi apa daya, daripada Putraku tidak menikah. Biarlah tidak apa-apa yang penting Putraku bahagia mendapatkan apa yang dia mau!" ucap ibunya Prabowo pada akhirnya menyerah dengan keinginan putranya yang sangat dia kasihi.
__ADS_1
"Nanti aku bisa membimbingnya untuk menjadi seorang wanita yang sholehah dan menjadi seorang istri yang baik untuk Putraku!" ucap ibunya Prabowo dengan yakin dan mantap.
visualisasi Prabowo Hutama, calon suami Siska Suganda.
Kemudian ibunya Prabowo pun meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kamarnya. Dia ingin membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, karena terlalu banyak memikirkan tentang putranya.
"Semoga suamiku bisa membujuk perempuan itu, agar mau menerima Putraku menjadi suaminya. Kasihan Putraku terlalu lama hidup sendiri, setelah istrinya meninggal!" ucap ibunya Prabowo kemudian memutuskan untuk pergi tidur. Dia berusaha untuk mengistirahatkan pikiran dan hatinya dari memikirkan Putra tersayangnya.
Ketika sore, saat suami dan Prabowo kembali dari kantor mereka masing-masing. Mereka pun kembali membicarakan perihal rencana pernikahan Prabowo dengan Siska.
"Bagaimana, Pah? Tentang pembicaraan dengan Pak Suganda. Apakah dia masih mau meneruskan rencana pernikahan kami?" tanya Prabowo tampak tidak sabar mendapatkan kabar berita dari ayahnya.
"Mama bisa kok nanti membimbing Siska untuk menjadi istri yang baik untuk Prabowo. Kalian bisa mempercayakan hal itu kepada saya!" janji ibunya Prabowo kepada suami dan anaknya.
" Sebenarnya apa yang menjadi dasar mu ingin sekali menikahi Siska yang jelas-jelas menolak rencana pernikahan ini!" tanya ayahnya kepada Prabowo.
"Prabowo sendiri tidak tahu, Pah! Tapi yang jelas, hati Prabowo sangat condong kepadanya. Sudah beberapa kali melakukan istikharah selalu wajah dia yang muncul di kelopak mataku. Kita hanya harus berusaha untuk mendapatkan hatinya!" ucap Prabowo dengan yakin dan mantap.
Kedua orang tua Prabowo tampak menganggukkan kepalanya. Mereka percaya dengan penjelasan Putra mereka yang selama ini memang sangat susah untuk jatuh cinta kepada seorang perempuan, semenjak kematian istrinya.
"Kamu harus berusaha untuk mendapatkan hati Siska mulailah melakukan pendekatan kepadanya Bapak percaya ketulusanmu bisa menyentuh hatinya!" ayahnya sambil tersenyum kepada Prabowo.
__ADS_1
"Saya akan mulai pendekatan itu. Dan saya berharap akan ada kabar baik di antara kami!" ucap Prabowo sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya.
"Ya sudah! Ayo kita semua makan malam. Kalian pasti sangat lapar setelah bekerja seharian di luar!" ajak ibunya Prabowo kepada suami dan juga putranya.
Kapan kemudian fokus dengan makan malam karena pikiran mereka sendiri sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Prabowo sedang memikirkan Bagaimana cara dan strateginya untuk bisa mengambil hati Siska agar mau menjadi istrinya.
Sementara ibunya Prabowo Sedang berpikir bagaimana caranya dia akan mendidik seorang Siska yang tampaknya keras dan susah diatur agar bisa menjadi istri solehah bagi putranya.
Itu Ayahnya Prabowo sedang pusing memikirkan cara untuk membujuk Siska agar mau menerima Perjodohan itu.
Suasana Hening yang tercipta di meja makan itu, membuat merinding para pekerja yang ada di rumah itu. Karena tidak biasanya majikan mereka, semuanya terdiam begitu saat makan malam.
"Ya sudah Mama akan membantumu untuk bisa menaklukkan Siska sehingga mau menerima Perjodohan ini!" tiba-tiba saja ibunya Prabowo memecahkan dengan diantara mereka.
"Habiskan saja dulu makananmu, Mah! Tidak baik bicara sambil makan. Papa juga pusing memikirkannya!" ucap suaminya kepada sang istri. Istrinyapun akhirnya terdiam.
"Betul Mah! Membicarakan sesuatu saat makan dan membicarakan hal yang buruk itu, bisa mengakibatkan pencernaan kita menjadi tidak baik. Lebih baik kita diam dulu Saja, sambil menyelesaikan makanan ini!" ucap Prabowo sambil tersenyum ke arah ibunya.
Mereka bertiga pun akhirnya fokus dengan makan malam mereka. Setelah selesai baru mereka melanjutkan diskusi mereka tentang rencana pernikahan Prabowo dan Siska.
"Apakah kalau kamu Mama pinta untuk bekerja di perusahaan Suganda kamu bersedia?" tanya ibunya tiba-tiba saja kepada Prabowo.
__ADS_1
" Kenapa harus melakukan seperti itu, Mah?" Prabowo tampak heran.