
Setelah berkutat seharian dengan tugas-tugas yang diberikan oleh Farel, Reynaldi yang baru satu bulan kembali ke perusahaan keluarganya, kini berada di bawah Farel. Bersiap untuk menjadi pewaris Bramantyo Group. Farel sudah memutuskan akan mengurus perusahaan yang sudah dia bangun sendiri dan akan menyatukan perusahaan milik keluarga Cansu.
"Ayolah, Reynaldi! Kenapa kau tampak tidak semangat seperti itu? Aku melakukan ini demi kamu! Supaya hubungan kamu dengan Arini semakin mulus!" ucap Farel. Reynaldi memutar bola matanya dengan malas.
"Bilang saja kalau malas untuk mengurus perusahaan keluarga kita! Tak perlu kau bawa-bawa hubunganku dengan Arini!" sengit Reynaldi kesal.
Farel hanya tersenyum, melihat adiknya misuh. "Mas, aku tuh ingin jalan-jalan naik kapal pesiar aku ke Turkey! Mas sudah menghancurkan segalanya!" ucap Reynaldi super kesal. Farel hanya menatap sang adik. Lalu mendekati Reynaldi dengan mata elangnya yang menusuk itu.
"Kau itu seorang pria! Jangan kau hanya memikirkan kesenangan saja! Ada tanggungjawab dan juga kepentingan bagi keluarga kamu nanti! Stop bersikap manja, Adikku! Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang suami!" ucap Farel berusaha menasehati sang adik.
"Stop, Mas! Aku udah lelah! Aku Pergi!" Tanpa menghiraukan perkataan Farel, Reynaldi langsung pergi dari kantor. Niatnya akan ke pelabuhan. Menyendiri di kapal pesiar milik pribadinya. Ya, hobby Reynaldi adalah melakukan pelayanan seorang diri, menjelajahi dunia ini.
Reynaldi pernah pergi ke Maroko, ke Spanyol, bahkan pernah pergi ke laut Marmara! Sungguh seorang petualang sejati. Reynaldi suka kebebasan dan kemandirian. Walaupun dirinya tidak berkerja, saham miliknya di Bramantyo Group sebesar 20% sudah cukup membiayai gaya hidupnya. Dividen dari saham itu, sudah membuat Reynaldi puas. Reynaldi bukanlah type orang yang serakah. Hidupnya merdeka dan berdaulat.
Kalau bukan karena masalah kedua orang tuanya Arini, yang menginginkan Arini memiliki seorang suami orang kantoran dan seorang pewaris, Reynaldi malas pergi ke kantor dan menghabiskan waktu disana.
Saat Reynaldi sedang asyik menatap burung camar yang sedang terbang di laut bebas, tanpa sengaja, mata Reynaldi memihat sesosok wanita yang sedang menatap laut di dermaga, matanya kosong dan hampa. Reynaldi bangun dari duduknya. Melihat wajah wanita itu lebih dekat. "Seperti Natalia! Sedang apa dia disana?" tanya Reynaldi kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Reynaldi lalu memutuskan untuk mendekati wanita itu, tetapi tiba-tiba saja wanita itu sudah tidak ada di hadapannya. Hanya sekilas Reynaldi memalingkan wajahnya, untuk menaruh gelas wine di tangannya. Tapi wanita itu sudah tidak ada di tempatnya berdiri.
Reynaldi panik, takut ada apa-apa dengan wanita yang mirip seperti Natalia itu. Reynaldi mencari ke segala penjuru, tapi tidak ditemukan keberadaan wanita tersebut.
Reynaldi seketika matanya melihat ke arah laut, tampak berriak, persis seperti ada seseorang yang meloncat kesana. Dengan panik, Reynaldi lari ke arah penjaga dermaga. "Pak, tolong lihat CCTV di sana. 10 menit yang lalu! Cepat, Pak!" ucap Reynaldi kebingungan.
"Ada apa memangnya, Mas?" tanya penjaga itu, tampak bingung juga.
"Saya curiga, ada seseorang yang meloncat ke laut, Pak!" ucap Reynaldi dengan panik. "Cepat, Pak! Kalau benar wanita itu melompat ke laut, semakin lama, kita kehilangan waktu untuk menyelamatkan nyawa dia!" ucap Reynaldi.
Penjaga dermaga seketika pucat wajahnya, lalu langsung membawa Reynaldi ke ruang CCTV, memutar waktu yang dikatakan oleh Reynaldi. Tampak seorang wanita yang sedang menatap lautan dengan wajah kosongnya. Lalu, wanita itu benar-benar melompat ke laut!
"Hallo, Pah! Apakah Papah memiliki nomor telepon keluarga Natalia? Tolong hubungi, apakah Natalia dalam keadaan aman saat ini?" tanya Reynaldi panik.
"Memang ada apa? Kenapa kamu panik sekali?" tanya Ayahnya. "Saat ini, Rey ada di dermaga, Pah! Tadi Reynaldi melihat seorang wanita yang mirip dengan Natalia, dia melompat ke laut! Kini team SAR setempat sedang mencari wanita itu!" ucap Reynaldi.
"Apa kau bilang? Ya sudah, Papah telpon dulu keluarga Natalia!" kemudian panggilan di putuskan.
__ADS_1
Reynaldi kini berdiri di tepi dermaga, tempat wanita tadi berdiri di sana. Sekitar 30 menit kemudian, ayahnya Reynaldi dan ayahnya Natalia datang bersama.
"Rey, apa benar, Natalia meloncat ke laut?" tampaknya ayahnya Natalia tidak percaya dengan keterangan Reynaldi. Reynaldi kemudian mengajak mereka untuk pergi ke ruangan CCTV, untuk melihat dan membuktikan apa yang dikatakan oleh Reynaldi.
"Kau benar! Itu adalah Natalia! Anakku!" Ayahnya Natalia langsung berlari ke luar dan berteriak histeris memanggil nama anaknya.
"Natalia! Natalia! Kamu di mana?" beliau terus menangis dan menatap laut yang begitu tenang dan dalam. Setelah beberapa saat, tampak beberapa team SAR yang tadi di kerahkan petugas yang menjaga dermaga tersebut, tampak seseorang yang menggendong seorang wanita dalam pelukannya. Tubub itu sudah lemas terkulai.
Ayahnya Natalia langsung lari menuju petugas tersebut, matanya langsung nyalang, melihat jasad putrinya yang kini telah kaku. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Tidak lama kemudian, ibunya Natalia juga datang, langsung histeris ketika melihat jenazah putrinya.
"Natalia! Hiks hiks! Putriku!" beliau menangis histeris. Menatap sang putri satu-satunya mereka. Hati Reynaldi seketika mencelos, menyalahkan dirinya sendiri, seandainya dirinya bisa lebih cepat, mendekati Natalia, pasti dirinya bisa menyelamatkan gadis itu.
"Reynaldi apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Ayahnya, khawatir Reynaldi akan kena kasus dalam masalah itu.
"Tadi, Reynaldi sedang duduk di kapalnya Rey, Pah! Tiba-tiba Natalia datang dari arah sana! Lama berdiam di arah situ. Tadinya Reynaldi tidak paham, kalau itu Natalia. Tapi ketika dia menoleh ke arah Reynaldi, mungkin merasa kalau Reynaldi memerhatikan dirinya, saat Reynaldi akan mendekati dia, dalam satu menit, dia sudah gak ada. Reynaldi langsung ke ruangan CCTV, untuk memastikan ada apa yang terjadi. Setelah di konfirmasi, bahwa itu benar-benar Natalia yang melompat ke laut, Reynaldi dan petugas keamanan langsung mengerahkan petugas SAR gabungan untuk. menyelamatkan nyawa Natalia! Tapi, tampaknya kami terlambat!" kedua orang tuanya Natalia mendengarkan penjelasan Reynaldi yang dibenarkan oleh petugas dermaga yang tadi menemani Reynaldi melihat CCTV.
Jenazah Natalia langsung di bawa ke kediaman keluarga besarnya. Suasana haru sudah nampak menyelimuti keluarga itu, tampak mata-mata aneh yang menatap ke arah Reynaldi. Rata-rata mereka berbisik, seakan-akan menyalahkan Reynaldi yang sudah membatalkan rencana pertunangan mereka berdua.
__ADS_1
"Apa iya, Natalia bunuh diri karena masalah pertunangan itu?" tanya Reynaldi seakan tidak percaya.
Reynaldi meminta kepada petugas dermaga, agar menyimpan rekaman CCTV kejadian pada hari itu, dari radius 100 meter dari lokasi. Reynaldi melihat semua rekaman itu.