Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
31. Kunjungan Reynaldi Di Tengah Malam


__ADS_3

Perasaan Reynaldi sangat sedih dan marah ketika mengetahui nasib pernikahan Arini dan Bejo. Ya, Reynaldi tidak rela, wanita yang dia cintai dengan sepenuh hati, kini dikhianati oleh suaminya. Yang ternyata suka main perempuan malam.


Sekarang, Reynaldi tanpa dia sadari telah berdiri di depan rumah Arini, menatap syahdu ke sana, berharap Arini saat ini keluar dari gerbang rumahnya. Reynaldi berharap bisa melihat Arini walaupun dari kejauhan. Hati Reynaldi sangat pilu mengetahui wanita yang dicintainya ternyata menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih mencekamkan dari pada sebuah pemakaman.


"Kalau aku tahu, laki-laki yang kau nikahi seperti itu, sejak dulu, aku akan bersikeras untuk memperjuangkan cinta kita. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup dalam penderitaan semacam ini. Maafkan atas kelemahan dan kebodohanku, Arini!" hati Renaldi seakan tercapek-cabek memikirkan hari-hari yang dilalui oleh hari ini dengan bersuamikan seorang laki-laki yang lebih senang bermain pelacur di luar ketimbang menemani istrinya di rumah. Dan membiarkan istrinya kesepian seorang diri.


"Aku rela melakukan apapun! Asal bisa mengganti hari-hari kita yang berlalu. Aku bisa melakukan apapun! Asal Bisa merengkuhmu dalam pelukanku lagi!" air mata Renaldy terus merembes di kelopak matanya badannya sudah lelah karena terlalu banyak menangis malam ini meratapi nasib percintaannya yang kandas begitu saja tanpa dia ketahui harus berbuat apa.


Tidak disangka-sangka, ternyata Arini keluar dari rumahnya. Tampak Arini membawa sebuah kresek besar yang berisi sampah dan menuju ke tempat sampah yang ada di depan pintu gerbangnya. Renaldi menatap Arini dengan sendu dan tatapan penuh kerinduan.


Selama beberapa saat mata mereka bersirobok, bertemu pandang! Renaldi tidak mengerti bagaimana perasaannya saat ini, Arinipun tidak tahu akan berbuat apa. Waktu seakan berhenti ketika itu. Darah seakan berhenti mengalir, detak jantung semakin berdetak dengan cepat.


Tanpa mereka sadari, keduanya sama-sama berlari mendekat, ingin merengkuh satu sama lain. Arini kini menangis dalam pelukan Renaldi. Begitu pula dengan Reynaldi yang merasakan hatinya begitu hancur, melihat kekasih hatinya, yang sangat dia cintai, tubuhnya kini kurus, matanya tampak cekung. Tergambar penderitaan di sana, kesepian yang tiada berujung.


"Aku merindukanmu!" ucap Renaldi seakan tersekat di tenggorokan. Arini hanya bisa menangis dalam pelukan kekasih hatinya yang selama ini selalu menjadi kembang tidurnya disetiap malam-malamnya yang sunyi.


"Apakah ini nyata?" ucap Arini pilu.

__ADS_1


Renaldi terus mendekap tubuh Arini, seakan tidak ingin melepaskannya satu sama lain. Arinipun semakin memeluk erat tubuh Renaldi. Kekasih yang sudah lama ingin dia rengkuh, tetapi tidak pernah kesampaian karena ulah sang ayah yang menolak Reynaldi.


"Bagaimana kau bisa di sini? Apakah kau sengaja datang untuk mencariku?" tanya Arini, ketika berhasil menenangkan dirinya. Reynaldi hanya bisa mengangguk.


"Apakah nanti ini tidak akan menjadi masalah bagi rencana pernikahanmu? Bagaimana kalau Natalie, calon istrimu tidak suka dengan kehadiranmu di sini!" suara Arini terdengar serak. Itu semakin meyakinkan Renaldi bahwa banyak malam-malam Arini yang dihiasi dengan tangis dan air mata. Reynaldi mencium ubun-ubun Arini.


"Aku tidak akan pernah menikahi wanita yang tidak kucintai! Selama ini, aku sudah menunggumu. Dan aku tidak keberatan untuk menunggumu 10 tahun lagi ataupun 20 tahun lagi. Pasti aku akan menunggu kamu, untuk kita bisa sama-sama mengharungi kehidupan ini menyelami cinta kita berdua." Ucap Reynaldi dengan air mata yang berderai tanpa henti. Hati Arini semakin pilu.


"Pulanglah, Bejo bisa pulang kapan saja. Hal itu akan sangat berbahaya untuk kita berdua, pulanglah!" pinta Arini dengan berlinang air mata.


"Tidak! Suamimu tidak akan pulang dengan tiba-tiba! Karena dia sekarang sedang menikmati sayuran di tempat lain. Dia sedang tidak ingin menyantap daging di rumahnya!" ucap Reynaldi geram. Arini tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Reynaldi.


"Lupakanlah perkataanku yang sembarangan itu! Tidak ada hal yang penting! Sudah, masuk lah! Nanti kau bisa masuk angin. Kalau lama-lama di luar." Arini kembali menatap manik mata Reynaldi, mencari sesuatu yang mungkin di sembunyikan pria yang dia cintai.


"Tapi aku masih merindukanmu!" rengek Arini, tidak mau melepaskan pelukannya. Reynaldi kembali mencium bibir kekasihnya, sehingga Arini terkesiap untuk seaat.


"Pulanglah! Nanti kita bisa bertemu lagi! Kau tinggal chatting aku. Aku pasti akan datang untukmu!" Reynaldi menghapus jejak air mata di kelopak mata Arini.

__ADS_1


"Aku berjanji padamu! Aku akan mencoba untuk perjuangkan cinta kita! Percayalah padaku!" sekali lagi Renaldi menatap Arini dengan perasaan kalut. Tanpa disadari, mereka berdua saling mendekat, rindu dendam yang selama ini mereka pendam, menghantarkan getaran dalam relung jiwa mereka.


Bibir mereka bertaut satu sama lain. Dunia seakan berhenti berputar. Seluruh syaraf di tubuhnya seakan lumpuh, ciuman yang memabukkan. Arini dan Reynaldi hilang akal dan logikanya untuk sesaat. Ketika kesadaran itu datang, keduanya menunduk, merasa malu dan hati diliputi perasaan sesal yang tidak berujung.


" Percayalah! Aku akan berjuang, Agar suatu saat nanti kita bisa bersama lagi. Sekarang kau masuklah! Percayalah padaku!" untuk terakhir kalinya, mereka berdua kembali berciuman. Sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk berpisah. Ya, Arini takut kalau tiba-tiba Bejo pulang dan memergoki dirinya bertemu dengan Reynaldi secara diam-diam di tengah malam buta begini.


Arini kemudian masuk ke dalam kamarnya. Kemudian dia berendam di bathtub. Arini kembali merenungkan apa yang dilewatinya malam ini. Kehadiran Reynaldi yang tiba-tiba, dan janji mereka berdua yang akan berjuang untuk mempersatukan cinta mereka kembali. Perasaan itu membuat semangat Arini yang sempat padam selama beberapa bulan lalu, kini kembali mencuat, berkobar!


Sepanjang malam, hati Arini sangat bahagia. Arini terjatuh dalam alam mimpinya. Bahkan ketika Bejo pulang dan masuk ke kamarnya, Arini tidak tahu.


Bejo yang sudah mabuk, dan kenyang bermain perempuan di luar tadi, sama sekali hilang memiliki minat untuk menyentuh Arini, sang istri. Bejo langsung pergi ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya.


Bejo langsung lelap. Hidup Bejo saat ini sungguh beruntung, sama dengan arti namanya. Bejo yang artinya beruntung. Ayahnya Arini selalu percaya apapun yang di laporkan oleh Bejo mengenai kehidupan anak gadisnya.


Apapun permintaan Bejo, asal menyebutkan nama Arini, ayahnya pasti akan langsung meluluskan tanpa banyak bicara ataupun banyak bertanya.


Arini sendiri merasa keheranan dengan sikap ayahnya, yang dinilai terlalu berlebihan. Ayahnya bahkan membelikan Bejo sebuah mobil dan membangunkan sebuah perusahaan keamanan untuk suaminya. Ayahnya bertindak di luar kebiasaannya, sungguh membuat bingung Arini maupun ibunya.

__ADS_1


"Apa Ayahmu itu dipelet ya, sama Bejo? Sehingga dia tuh tampaknya begitu nurut sekali sama Bejo!" ucap ibunya Arini pada suatu hari. Tetapi Arini tidak mempercayai hal-hal klenik dan mistis semacam itu.


" Ah tidak mungkin lama, Mah!" sanggah Arini tidak percaya dengan tebakan ibunya.


__ADS_2