
Pagi itu, terlihat cansu yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.
Farel yang melihat kejadian itu langsung mendekati istrinya.
" Sayang apakah Kau sedang sakit kenapa dari tadi kamu muntah-muntah terus?" Farel sambil membantu memijit tengkuk cansu yang terus saja memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
Cansu kemudian berlari menuju kamarnya, mengambil kalender yang biasanya dia taruh di atas nakas di samping tempat tidurnya.
" Ya ampun aku sudah telat halangan lebih dari 2 bulan!" ucap Cansu.
" Ada apa sayang?" Farel yang kelihatan bingung melihat istrinya yang kini terduduk lemas di kasur.
"Tampaknya Aku sedang hamil!" ucap cansu.
Farel terperanjat seketika dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Kau tampaknya bahagia sekali!" cansu protes melihat suaminya yang kini bahkan menciumi dirinya.
"Tentu saja, Sayang! Aku bahagia karena kita dipercaya untuk memiliki anak lagi!" ucap Farel sambil mencium bibir istrinya.
"Tetapi anak pertama kita saja belum genap 2 tahun. Sekarang aku malah hamil lagi, itu pasti nanti akan sangat merepotkan!" ucap Cansu dengan kesal, melihat ke arah suaminya.
"Tenanglah Sayang aku akan mencarikan Baby Sister untuk anak-anak kita! Jadi kamu bisa hanya fokus mengurus ku saja!" ucap Farel sambil menggenggam tangan istrinya.
"Kamu senangnya memiliki anak lagi, sementara aku yang kesusahan mengandungnya selama 9 bulan lebih!" cansu kemudian dia pun membaringkan tubuhnya di kasur karena saat ini dia sangat lemah sekali Setelah sejak tadi selalu muntah-muntah.
" Sayang, Mas mengambil makanan untukmu dan juga obat untuk mengurangi mual mu!" ucap Farel kemudian meninggalkan istrinya.
Tidak lama kemudian, Farel pun datang dengan membawa makanan untuk serta beberapa obat yang dia dapatkan resepnya dari dokter langganan mereka.
"Aku nggak mau minum sembarangan obat berbahaya lagi hamil itu harusnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan obat yang benar dan tepat!" ucap cansu menolak obat yang dibawa oleh Farel.
Farel kemudian menyuapi istrinya untuk makan dan dia menyimpan kembali obat-obatan yang tadi dia bawa.
" Ya sudah kamu istirahat ya?" ucap Farel sambil mencium kening.
Cansu hanya mengangguk saja, kemudian dia pun membaringkan tubuhnya di ranjangdan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Farel hari itu memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor. Rencananya nanti siang setelah bangun dia akan membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kehamilan istrinya.
Farel menghubungi ayahnya untuk memberitahukan kemungkinan tentang kehamilan Cansu saat ini.
"Tolong doakan yang terbaik ya Pah semoga cucu udah menantu Papa baik-baik saja!" ucap Farel kepada ayahnya.
" Apakah kau sudah membawa istrimu ke rumah sakit?" tanya ayahnya Farel.
" Belum Pah, rencananya baru siang ini karena cansu pun baru menyadarinya!" ucap Farel kemudian dia pun berpamitan kepada ayahnya.
Karena Farel mendengar Cansu yang berteriak-teriak memanggilnya.
" Ada apa Sayang kenapa kau berteriak kau bikin saya takut?" ucapkan Farel ketika sudah berada di dekat istrinya.
" Kau pergi ke mana Jangan jauh-jauh aku jadi tidak bisa tidur kalau nggak ada kau!" ucap Cansu sambil memeluk tubuh suaminya.
" Ayah tadi kan Pak Mas hanya minta izin saja ke kantor dan mengabarkan papa kalau kita akan ke rumah sakit hari ini!" ucap Farel menjelaskan tentang dirinya yang tadi meninggalkan istrinya.
Cansu kemudian mulai memejamkan matanya kembali.
Farel terus memperhatikan istrinya yang kini sudah mulai terlelap.
" Sayang cepat bangun kita harus segera ke rumah sakit jam janji kamu sudah semakin dekat!" berusaha membangunkan cansu yang masih terlelap.
Cansu yang mulai menggeliat dan mengucek matanya sambil memicingkan matanya ke arah Farel.
"Tapi aku masih mengantuk!" ucap Cansu sambil menguap.
" Cepatlah mandi setelah mandi tidak akan mengantuk lagi!" kemudian menggendong tubuh istrinya untuk masuk ke kamar mandi.
Kehamilan kedua ini membuat cansu begitu manja terhadap suaminya.
Dan Farel dengan senang hati memanjakan sang istri yang sangat dia cintai.
Setelah memakai pakaian yang rapih dan juga bersiap-siap akhirnya mereka berdua pun berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan cansu saat ini.
"Selamat ya bu cansu dan Pak Farel kalian akan menjadi ayah dan ibu!" ucap Dokter tersebut sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Farel sangat bahagia sekali mendengar berita itu. sepanjang perjalanan dia terus tersenyum dan menggenggam tangan cansu dengan erat.
" Makasih ya sayang karena kamu sudah memberikan seorang anak Lagi Untukku!" Farel sambil tersenyum begitu bahagia.
"Katakan sama Mas kok ingin hadiah apa?" Farel sambil menatap ke arah Cansu.
Cansu merasa senang kalau suaminya begitu bahagia dengan kehamilannya saat ini.
"Aku hanya memintamu untuk setia padaku dan terus mencintaiku!" ucap Cansu sambil menatap serius ke arah suaminya.
" Aku akan mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku dan akan ku hadiahkan kesetiaanku hanya untukmu!" ucap Farel kemudian mencium tangan istrinya.
Tidak ada yang lebih membahagiakan hati Cansu saat ini, selain janji para yang akan selalu mencintaimu dan selalu setia terhadapmu.
"Kita ke rumah Papah dulu ya untuk mengambil Arman!" ucap Farel meminta persetujuan kepada istrinya.
"Terserah padamu aku mengikutimu!" Farel pun mengarahkan mobilnya menuju kediaman utama Bramantyo.
Disana, mereka telah disambut oleh kedua orang tuanya Farel dan juga kakeknya.
" Makasih ya cansu karena kamu akan memberikan kami lagi cucu memberikan lagi kami anggota keluarga!" ucap kakek dengan berlinang air mata.
Sejak meninggalnya Reynaldi dan Arini orang tuanya Farel semakin menyayangi Arman putranya Farel.
" Iya kek doakan semoga saya dan anak yang ada di dalam kandungan Saya sehat!" ucap Cansu sambil memegang tangan sang kakek yang sudah semakin tua.
Mereka semua kemudian makan malam bersama di kediaman utama Bramantyo. Mereka merayakan kebahagiaan anggota baru yang akan segera datang meramaikan keluarga besar mereka.
Setelahlah jam 09.00 malam, Farel dan cansu berniat untuk pulang, tetapi dihentikan oleh ayahnya.
" Kalian bertiga menginap saja di sini ingat istrimu sedang hamil jangan keluar malam-malam berbahaya!" ayahnya Farel memberikan peringatan kepada putranya.
Akhirnya mereka bertiga pun menginap di kediaman utama Bramantyo.
Keesokan paginya, Mereka pun langsung pulang kembali ke kediaman mereka.
" Tolong dijaga anak yang ada di dalam kandunganmu Kami sangat mengharapkan kehadirannya!" ucal ibu tirinya Farel.
__ADS_1
Sejak Reynaldi meninggal, kasih sayang yang ada di dalam hatinya, dia curahkan kepada Arman. Dia sangat menyayangi Arman. Putranya Farel dan Cansu.
" Iya Mah saya pasti akan menjaga anak ini doakan saja yang terbaik untuk kami semua agar sehat dan selamat lahir ke dunia!" Mereka pun kembali ke kediaman mereka.