Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
55. Kembali Ke Amerika


__ADS_3

Tujuannya datang ke Indonesia sudah tercapai. Armando pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Amerika. Karena harus segera melanjutkan studinya.


Orang tua Armando menginginkan agar dirinya segera kembali ke Meksiko, sehingga dia harus segera menyelesaikan kuliahnya.


Armando tinggal di Indonesia selama satu minggu dan kini dia sudah bersiap untuk kembali ke Amerika.


"Aku harus pamit dulu kepada kedua orang tuanya Natalia dan setelah itu, aku akan angsung berangkat ke Amerika!" ucapnya.


Setelah membereskan barang-barangnya, Armando pun menyimpan kopernya di ruang tamu. Kemudian dia pergi ke kediaman keluarganya Natalia untuk berpamitan kepada mereka berdua yang telah berbaik hati meminjakan apartemen tersebut.


"Mereka berdua adalah orang baik. Semoga kehidupan mereka akan baik-baik saja, walaupun kini tanpa Natalia berada di samping mereka!" ucap Armando mulai sedih lagi. Tapi kini dia berusaha untuk tegar karena dia tahu, bahwa ayahnya Natalia tidak suka. Kalau melihat dirinya selalu cengeng apabila berhadapan dengan mereka.


"Semoga mereka berdua ada di rumah dan kedatanganku tidak sia-sia!" ucap Armando.


Armando langsung turun dari taksi dan menuju ke kediaman keluarganya Natalia. Begitu sampai di depan pintu rumah Natalia, Armandopun memencet bel dan tidak lama kemudian pembantu yang bekerja di rumah itu membukakan pintu untuk Armando.


"Maaf mencari siapa ya?" tanyanya.


"Apakah orang tuanya Natalia ada?" tanya Armando dengan senyum terbaiknya.


"Ada! Tuan dan Nyonya sedang beristirahat di dalam. Mari masuk! Biar saya panggilkan beliau!" Armando kemudian masuk dan duduk di sofa ruang tamu kediaman tersebut.


Armando menatap ke sekeliling rumah megah tersebut. Tampak foto keluarga Natalia yang begitu anggun dan mewah. Tanpa terasa, air mata Armando kembali berderai, ketika melihat foto Natalia yang begitu cantik dengan senyumnya yang khas yang selalu membuat dirinya merindukan Natalia.


Armando kemudian memotret foto keluarga tersebut, untuk menjadi kenang-kenangannya saat berada di rumah Natalia.


Tidak lama kemudian, keluarlah kedua orang tuanya Natalia dari kamar mereka. Armando langsung berdiri untuk menghormati kehadiran mereka berdua.


"Duduklah Nak Armando! Tidak perlu begitu sungkan! Anggap saja rumahmu sendiri." ucap ibunya Natalia ramah.


"Mau apa lagi kau menemui kami?" tanya Ayahnya Natalia masih sinis.

__ADS_1


"Papah kenapa sih? Nggak bisa bicara baik-baik kah?"tegur istrinya. Akhirnya ayahnya Natalia hanya bisa diam.


"Maafkan kalau kedatangan saya mengganggu Om dan Tante. Saya mau berpamitan untuk kembali ke Amerika. Kebetulan, kuliah Saya sudah menunggu dan orang tua saya juga selalu menelpon saya. Agar kembali kuliah karena mereka ingin saya segera menyelesaikan. Agar bisa kembali ke Meksiko lagi!" ucap Armando menjelaskan maksud kedatangannya kepada kedua orang tuanya Natalia.


"Iya! Selamat jalan ya! Dan titip salam untuk teman-teman Natalia yang di Amerika. Sampaikan Maaf kami sebagai kedua orang tuanya Natalia. Apabila Natalia memiliki kesalahan kepada mereka. Tolong disampaikan ya, Nak Armando!" pinta ibunya Natalia dengan berderai air mata kesedihan.


"Yah pasti, tante! Pasti akan saya sampaikan pada mereka!" ucap Armando sambil manggut-manggutkan kepalanya. Karena air matanya terus saja mengalir tanpa henti.


"Om harap, kamu menjalani kehidupanmu dengan benar. Jangan lagi kau ulangi perbuatanmu seperti terhadap anak kami. Terhadap wanita lain. Cukup anak kami saja dan keluarga kami yang mengalami penderitaan semacam ini. Apakah kau bisa berjanji pada kami?" tanya ayahnya Natalia dengan mata tajam yang menusuk, menatap Armando yang kini tertunduk lesu.


"Saya berjanji Om dan Tante. Saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Kalian bisa pegang janji saya!" janji Armando dengan suara yang bergetar karena menahan Isak tangisnya.


"Ya sudah! Hati-hati di jalan. Kami percaya dengan ketulusan hatimu. Dan tolong jangan menghianati kami dengan berbuat keburukan atau kami akan menyesal karena sudah memaafkanmu!" ucap ayahnya Natalia kini mulai melunak suaranya.


Armando kemudian memeluk kedua orang tua Natalia sebagai salam perpisahan darinya untuk yang terakhir. Sebelum kembali ke Amerika. Saat memeluk ibunya Natalia, tiada hentinya Armando mengucapkan permohonan maafnya atas kesalahannya terhadap Natalia. Air matanya terus menggenang karena kesedihan yang tidak bisa dia tahan.


"Maafkan saya Om dan Tante! Maafkan saya!!Tolong maafkan saya! Saya betul-betul menyesal sekali dengan apa yang sudah pernah saya lakukan terhadap Natalia!" ucap Armando dengan suara yang bergetar.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Natalia. Armando pun kemudian kembali ke apartemennya dan bersiap untuk pergi ke bandara. Karena pesawatnya akan segera lepas landas.


"Selamat tinggal Natalia! Aku berdoa, semoga kamu tenang di alam sana. Dan semoga ada kesempatan bagiku, untuk bisa bertemu lagi denganmu suatu saat nanti!" ucapnya, ketika menatap foto yang tadi dia potret di kediamaan Natalia.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dokumen dan surat-surat miliknya, Armando akhirnya masuk ke pesawat dan terbang kembali ke Amerika. Meninggalkan cintanya yang kini terbaring kaku di Pusara.


*Selamat tinggal kekasihku


akan ku ukir namamu di kharibaan malamku kan ku ingat segala kenangan yang pernah kita lalui


ku sebut namamu dia hembusan nafasku


aku akan terbang jauh mencari dirimu

__ADS_1


pergi pergi pergi jauh di kedalaman dirgantara


Selamat tinggal kekasihku


Damailah engkau di sana


cintamu akan abadi di dalam hatiku


tanah merah di pasaranmu menjadi saksi


bahwa engkau kini telah terbaring di sana dalam kedinginan dan kesepian


Aku di sini merintih merindukanmu*


Armando menuliskan sebuah puisi untuk kekasihnya yang kini telah terbaring kaku di tanah. Beristirahat dalam damai.


"Semua kenanganmu akan hidup di hatiku Natalia!" ucap Armando dengan derai air matanya.


Sementara itu Reynaldi dan Arini yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka pun tahu tentang kedatangan Armando. Laki-laki yang telah menjadi alasan kenapa Natalia begitu nekat bunuh diri dengan loncat ke tengah laut.


" Syukurlah kalau pria itu bertobat dan meminta maaf, kepada kedua orang tuanya Natalia dan juga Natalia aku merasa senang dan tenang!" ucap Reynaldi bahagia.


"Aku bisa melihat kok kalau dia mencintai Natalia!" ucap Arini.


Mereka berempat menyaksikan ketika Armando datang ke makam Natalia pada hari itu. Bahkan mereka pun melihat ketika Armando hujan-hujanan, masih saja setia bersimpuh di depan pusar Natalia.


Pada saat itu Reynaldi akan turun dan hendak menghajar Armando. Tetapi dihalangi oleh Farel dan juga Arini yang menentang keras tindakan Barbar Renaldi tersebut.


"Apa kau tidak melihat? Bahkan kedua orang tuanya Natalia saja sudah memaafkan laki-laki itu. Lalu apa lagi yang menjadi masalah kamu? Kenapa kamu seperti ini sih?" kesal Arini di buatnya.


"Aku harus memberi pelajaran kepada laki-laki itu. Agar dia tidak mengulangi lagi perbuatan buruknya itu terhadap perempuan lain!" jawab Reynaldi kesal dan jengkel.

__ADS_1


"Tidak perlu menghakimi orang lain! Sudah Rey! Berhentilah bersikap seperti itu!" Farel mencoba menasehati adiknya.


__ADS_2