Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
90. Lamaran herman


__ADS_3

Herman tampak salah tingkah sekarang dia kesulitan untuk menelan salivanya sendiri berkali-kali dia salah bicara di hadapan Amanda.


"Sayang aku menanjakmu bertemu karena aku ingin melamarmu aku ingin kita menikah secepatnya! Apakah aku bersedia?" tanya Herman dengan gugup Karena sejujurnya Dia sangat takut kalau Amanda ternyata tahu hubungannya bersama dengan Ayu.


'Siapakah orang yang sudah lancang sekali mengirimkan foto-foto itu kepada Amanda? Sungguh lancang sekali! Dia berani sekali melakukan hal seperti ini! Untung saja tidak ada wajahku. Kalau sampai ada wajahku. Aku tidak akan berani menghadapi Amanda lagi!' batin Herman merasa terancam dengan orang yang sudah mengirimkan foto tersebut.


'Kalau ada yang mengirimkan foto-foto itu. Itu berarti ada orang yang selalu mengikutiku bersama dengan Ayu. Mulai sekarang aku harus berhati-hati kalau bertemu dengan Ayu. Jangan sampai hubunganku dengan Ayu terendus oleh Amanda. Itu bisa bahaya! Masa depanku bisa hancur dan aku bisa kehilangan ATM berjalanku!' batin Herman sambil terus menatap Amanda yang masih sedang asik menikmati makanannya.


"Apakah kau tidak tahu kalau kedua orang tuaku sudah menjodohkanku dengan anak rekan bisnisnya? pernikahanku dengan dia hanya tinggal 6 hari lagi!" ucap Amanda kepada Herman.


"Apa? Kau akan menikahi laki-laki lain? Tidak boleh sayang! Kau hanya boleh menikah denganku. Karena aku mencintaimu dan kau pun mencintaiku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu menikahi laki-laki lain!" ucap Herman sambil menggenggam kedua tangan Amanda sehingga Amanda merasa kesakitan.


"Sakit! Apa yang kau lakukan?" ucap Amanda sambil menatap tajam kepada Herman yang sekarang tampak seperti ketakutan.


Iyalah ketakutan! Herman kan takut kalau Armanda menikahi laki-laki lain. Sehingga dia kehilangan wanita kaya raya yang akan dia jadikan sebagai ATM berjalannya. Bahkan Herman sudah merencanakan akan merebut seluruh harta kekayaan keluarga Amanda setelah pernikahan mereka berdua.


Herman tampak berdiri kemudian dia menarik tangan Amanda untuk masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba saja Amanda sudah ditarik oleh seseorang sehingga membuat Herman terperanjat dan marah kepada orang tersebut.


"Siapa Kau berani sekali menggangguku dan juga Kekasihku?" tanya Herman dengan melotot menatap orang tersebut yang ternyata adalah Suganda calon suami Amanda.

__ADS_1


"Apakah kau tidak apa-apa? Apakah laki-laki Brengsek itu menyakitimu?" tanya Suganda khawatir dengan keadaan Amanda karena tadi dia melihat Herman menarik paksa Amanda ke dalam mobilnya.


"Siapa kamu berani sekali mengganggu urusanku bersama kekasihku?" Herman kembali mengulang pertanyaannya kepada Suganda tetapi Suganda tampak Acuh dengan laki-laki itu sehingga membuat Herman merasa marah dan jengkel.


Dengan tergesa-gesa Herman langsung menarik tangan Amanda dari genggaman tangan Suganda dan berniat untuk membawa Amanda pergi dari tempat itu.


"Lepaskan dia! Kau sebagai seorang laki-laki tidak punya malu sama sekali memaksa seorang perempuan untuk mengikutimu!" ucap Suganda sambil meberikan bogem mentah kepada Herman agar Herman bisa melepaskan tangannya dari Amanda.


Walaupun Suganda tidak mencintai Amanda. Tetapi dia mengenal Amanda secara baik dan dia merasa kasihan kepada Amanda, yang telah disakiti dan dikhianati oleh kekasihnya dan juga sahabatnya sendiri. Oleh karena itu Suganda sengaja datang ke tempat itu untuk menolong Amanda. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Ternyata apa yang ditakutkan oleh Suganda terjadi Herman berniat untuk menculik Amanda terbukti tadi Herman menarik tangan Amanda secara paksa untuk naik ke dalam mobilnya Untung saja Suganda datang tepat waktu sehingga niat jahat Herman bisa digagalkan oleh Suganda.


Dulu Suganda dan Silvia hanya melakukan hal seperti itu satu kali itu pun karena kehilafan mereka berdua saat mereka terjebak di dalam hujan dan mereka berhenti di dalam sebuah gubuk yang akhirnya setan menguasai pikiran mereka dan melakukan hal tersebut itu sehingga akhirnya membuat Silvia hamil di luar nikah.


Sampai sekarang Suganda belum mengetahui bagaimana kabar Silvia desanya. Karena dia sudah kehilangan kontak dengan wanita itu.


Orang tua Suganda sudah mengambil ponselnya dan memberikan ponsel yang baru sehingga Suganda tidak bisa menghubungi Silvia lagi.


" Ayo Amanda Aku antar mengantarkanmu ke kedua orang tuamu kau jangan bertemu lagi dengan manusia brengsek ini itu akan sangat berbahaya untuk keselamatanmu?" ucap Suganda kemudian dia menarik Amanda ke dalam mobilnya Dia sudah tidak memperdulikan keadaan Herman yang saat ini sudah babak belur gara-gara dia hajar tadi.

__ADS_1


Dari dalam restoran. Tampak Ayu keluar dan dia melihat Herman yang saat ini sudah babak belur dan hampir pingsan gara-gara dihajar oleh Suganda.


Sebenarnya ada perasaan sakit hati dalam diri Ayu tetapi rasa cintanya kepada Herman begitu besar sehingga dia mengabaikan semua sakit hati yang tadi dia rasakan ketika mendengarkan semua hinaan Herman atas dirinya.


" Herman Apakah kau baik-baik saja ayo aku akan mengantarmu ke rumah sakit!" ucap Ayu kemudian dia langsung memapah Herman ke dalam mobilnya dan dengan sekatan Ayu langsung mengemudikan mobil Herman menuju rumah sakit.


Herman yang hampir pingsan sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi pada dirinya dia hanya mengikuti apa saja yang dilakukan oleh Ayu Karena dia sudah hilang kesadarannya.


"Tolong dokter selamatkan kekasih saya dia dipukuli oleh orang jahat!" ucap Ayu ketika dia bertemu dengan dokter di rumah sakit.


Para petugas medis langsung mengangkat tubuh Herman yang saat ini sudah mulai terkulai lemas karena dipukuli secara membuta oleh Suganda.


" Awas kamu Amanda aku pasti akan menuntut balas atas apa yang dilakukan oleh calon suamimu terhadap Herman. Aku tidak akan memaafkanmu!" ucap Ayu dengan mata penuh kebencian mengingat Betapa babak belurnya Herman gara-gara dihajar oleh Suganda.


Ketika kejadian Herman dihajar oleh Suganda. Waktu itu Ayu sedang membayar tagihan makanannya. Jadi dia tidak melihat secara langsung wajah Suganda. Dia hanya melihat dari kejauhan bahwa Herman sedang dipukuli oleh seorang laki-laki. Ayo kemudian mendekati Herman yang sudah terkapar di tengah jalan setelah kepergian Amanda dan Suganda.


"Aku akan melaporkan kejadian ini kepada pihak polisi. Biar mereka bisa dipenjara!" ucap Ayu dengan geram.


Tidak lama kemudian. Dokter yang menangani Herman keluar dari ruangan itu dan menemui Ayu yang saat ini sedang kalut pikirannya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan kekasih saya dokter? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Ayu merasa khawatir dengan keadaan Firman.


__ADS_2