
Pagi itu Cansu dan Farel berjanji akan menemui pihak WO yang mengurus rencana pernikahan mereka berdua. Cansu masih terlelap di kamarnya, saat Farel sudah datang untuk menjemputnya. Farel langsung masuk ke kamar Cansu, Farel berdecak saat melihat tunangan nya tersebut masih terlelap di kasurnya.
"Ckckck, tadi malam merengek bilang jangan terlambat, lah, sendirinya malah masih terlelap! Perlu aku kerjain kayanya!" lalu dengan usil Farel membuka sepatunya, lalu membuka dasi dan kemeja serta jasnya. Terakhir Farel membuka celananya. Oh ya, ada yang lupa. Farel mengunci kamar Cansu, agar keusilannya mengerjai Cansu lancar tanpa hambatan.
Cansu yang menggunakan gaun tipis ketika tidur. membuat Farel kesulitan menelan ludahnya. Melihat kemolekan tubuh tunangannya. Farel lalu mencari jarum di nakas Cansu. Dengan usilnya, Farel lalu menusuk jarinya sendiri, lalu darahnya dia taruh di seprai Cansu, tepat di dekat area sensitif sang tunangan tercinta. "Sempurna!" lalu Farel mengacak-acak kasur Cansu sehingga nampak seperti habis kena gempa 12,5 SR.
"Aku mau lihat reaksinya kalau melihat semua ini!" lalu dengan senyum usilnya, Farel masuk ke dalam selimut Cansu, hanya dengan CD nya saja. Farel menarik tubuh Cansu agar dekat dengan dirinya. Farel lalu memejamkan matanya. Niatnya mau usilin Cansu, Eh, mungkin karena hangatnya tubuh Cansu yang menempel di kulitnya, Farel malah kebablasan tidur. Kini Farel malah sudah mendengkur halus. Dengan memeluk tubuh polos Cansu. Loh kok? Ya, tadi Farel meloloskan gaun tidur Cansu dari tubuhnya, demi menyempurnakan niatnya ngerjain sang tunangan.
Mereka berdua kini tidur lelap dalam satu selimut tanpa sehelai benang pun. Hanya Farel yang pakai CD nya. Kebiasaan Cansu memang kalau tidur tidak pakai daleman, makanya kerjaan Fadel tadi ekspres, cuma narik gaun tidurnya Cansu lalu melemparkan ke sembarang arah.
Ada sekitar dua jam, mereka berdua terlelap dalam satu selimut. Cansu tadi malam memang bergadang, banyak tugas kantor yang dia kerjakan. Di tambah, Farel yang mengganggu dirinya dengan menelpon berjam-jam, jadilah jam tiga tadi Cansu baru bisa tidur. Setelah selesai mengerjakan tugas kantornya.
Hari ini jadwal Cansu pagi-pagi menemani Farel untuk menemui WO mereka, terus jam 14.00 nanti ada rapat dengan klien dari Singapura.
Farel tadi sudah membatakw janji temu dengan pihak WO, diganti nanti sore. Sekitar jam 17.00 setelah jam kerjanya selesai. Karena Farel pribadi memang ngantuk juga. Tadinya dia mau lanjut tidur. Tapi ingat tadi malam tunangannya mewanti-wanti agar datang menjemput jangan telat. Pas datang, Cansu malah masih nyenyak tidur. Jadilah, keisengan Farel berkerja.
Hingga....
Cansu membuka matanya, tangannya mengelus dada bidang Farel yang keras dan roti sobek yang berjejer Rafi di sana. Cansu mengira dirinya sedang bermimpi, dia mencium bibir Farel yang saat ini ada di hadapannya. Mata Cansu masih tertutup, begitu juga Farel.
Refleks alamai, Farel juga mungkin sedang bermimpi, hingga mereka berdua akhirnya saling ***** dengan mata tertutup, hingga ciuman itu makin menuntut dan makin bergairah, hasrat kelelakian Farel di bangkitkan dengan elusan tangan Cansu yang menjalari tubuhnya.
__ADS_1
Hingga..
Tiba-tiba mata Cansu terbuka, matanya auto melotot melihat Farel yang sedang menutup matanya dan mengelus area sensitif miliknya.
"Aaaaaaaaaaaa......!" Teriak Cansu histeris saat melihat tangan Farel dengan nakalnya sedang menari-nari di area sensitif dirinya! Cansu langsung turun dari kasurnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, saat selimut dia tarik, menyisakan tubub Farel yang polos dengan CDnya yang sudah menggembung.
Farel yang kaget dengan teriakan Cansu serta merasa heran dengan tubuhnya yang terasa sangat dingin, lalu pelan-pelan membuka matanya.
"Sayang, kenapa pagi-pagi kamu sudah teriak-teriak? Nanti di kira orang, aku memperkosa kamu, loh!" protes Fadel, lalu menutup matanya lagi. Cansu yang panik ketika melihat darah di seprai miliknya, auto langsung mukul badan Farel.
"Bangun, Farel! Apa yang kau lakukan di kamar aku, huh? Bangun! Dasar pria kurang ajar!" Cansu sekarang melemparkan semua yang bisa dia raih ke arah Farel. Cansu melongo saat melihat kamarnya yang kaya kapal pecah.
"Bangun, Farel!" Cansu sudah menangis meraung-raung. Meratapi nasibnya saat ini.
Farel lalu membuka matanya, masih mengumpulkan nyawanya yang masih berterbangan di alam mimpi.
"Duh, sayang! Kamu berisik sekali, aku tadi lagi mimpi bercinta dengan kamu, sayang! Sini, peluk dong! Masih kangen!" ucap Farel dengan wajah innocence miliknya. Bikin author jadi ikut gemes!
"Apa yang kamu lakukan sama aku? Ke ke kenapa ada bercak darah di seprai aku?" tanya Cansu gugup bukan main.
"Ya Allah, masa kamu lupa sayang? Kamu loh, tadi malam yang merkosa aku, maksa aku buat masuk ke kamar kamu. Maksa aku buat Bobo bareng kamu!" ucap Farel memulai kejahilannya.
__ADS_1
"Gak mungkin! Kamu pasti bohong! Aku tadi malam tidur sendiri! Kamu datang jam berapa, huh? Kenapa aku gak ingat kalau kamu semalaman datang ke rumahku?" tanya Cansu dengan panik.
"Ya udah, lah, sayang! Gak usah panik! Aku pasti tanggungjawab kok, kita langsung nikah besok aja gimana? Aku takut kalau kamu hamil, sayang!" ucap Farel dengan senyum tengilnya.
"Ha.. Hamil?" tanya Cansu gugup, tanpa terasa air matanya berderai. Cansu sudah melorot ke lantai.
Farel yang hanya pakai CD saja, turun lalu berusaha memeluk Cansu, namun Cansu malah berontak dari pelukan Farel.
"Jangan sentuh aku!" teriak Cansu dengan frustasi dan air mata makin berderai.
"Sayang, kita sudah bertunangan kalau kau ingat! Udah, besok kita ke catatan sipil, daftarkan pernikahan kita. Rencana pernikahan kita untuk resepsi saja. Yang penting besok kita sah aja dulu. Atau kalau kamu mau, kita menikah sekarang aja, bagaimana sayang?" tanya Farel sambil tersenyum manis kepada Cansu yang masih terisak.
"Betul kau mau menikahiku hari ini juga?" tanya Cansu dalam isaknya.
" Iya, sayang! Ayo cepatlah kau mandi! Aku akan urus pernikahan kita hari ini juga. Udah, sana mandi dulu! Jangan nangis lagi!" ucap Farel sambil mencium pipi Cansu yang berderai air mata. Farel tersenyum penuh kemenangan.
'Maafkan hamba, ya Allah! Yang sudah usilin calon istri ku tercinta ini! Aku hanya ingin, agar pernikahan ini segera dilaksanakan! Gak tahan juga kalau berlama-lama bersama tunangan yang cantiknya luar biasa seperti Cansu!' Bathin Farel.
Cansu lalu ke kamar mandi dan bergegas bersiap-siap untuk ke catatan sipil.Mendaftar pernikahan mereka dulu. Yang penting sah, jangan sampai nanti anaknya lahir tanpa ayah. Itu isi otaknya Cansu saat ini, ya! Catat!
Farel, keusilanmu memang gak ada lawan! Sampai bikin anak orang buru-buru minta di sahkan aja. Para pembaca jangan di tiru ya, usilnya Farel ini. Ckckck... Farel oh Farel.....
__ADS_1