Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
73. Menikah


__ADS_3

Prabowo sudah persiapan untuk meninggalkan rumah sakit tetapi tiba-tiba saja perawat memanggil mereka untuk menemui pasien yaitu Siska.


"Keluarga Ibu Siska, silakan untuk menemui pasien!" ucap perawat tersebut yang mengagetkan mereka bertiga yang sedang bicara serius tentang masalah pernikahan antara Prabowo dan Siska.


Dengan lesu Prabowo mengikuti kedua orang tua Siska yang kini masuk ke ruangan perawatan Siska.


Sejujurnya saat ini hati Prabowo sangat sedih. Karena mengingat tentang rencana pernikahannya dengan Siska akan dibatalkan.


"Mah, Pah!" ucap Siska dengan pelan.


"Ya, sayang!" ucap ibunya Siska sambil memegang tangan putrinya yang terlihat sangat lemas dan tidak bercahaya wajahnya.


"Mas Prabowo?" ucap Siska lemah.


Prabowo yang saat ini perasaannya sedangkan galau dan sedih. Tampak dia berusaha sangat keras untuk bersikap baik baik saja saat ini.


"Segeralah persiapkan pernikahan Siska dengan mas Prabowo!" ucap Siska pelan, nampak mata Siska berkaca-kaca.


"Sayang, jangan memutuskan hal sebesar itu dengan emosional. Kalau tidak, nanti kamu akan menyesalinya!" ucap ibunya Siska sambil menatap wajah putrinya yang kene mulai menangis dengan sangat pilu.


"Justru saat ini, pikiran Siska benar-benar baik Mah! Tolong persiapkanlah pernikahan saya sekarang Mas Prabowo secepatnya!" ucap Siska sambil melihat Prabowo yang saat ini sedang terkejut ketika mendengarkan keputusannya seakan tidak percaya dengan apa yang saat ini dikatakan oleh Siska.


"Apa kau yakin?" ucap Prabowo dengan suara gemetar berusaha mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Siska tadi.


"Saat ini, aku sangat yakin. Bahwa aku akan menikah denganmu. Maafkan kebodohanku beberapa wsktu yang lalu, yang sudah menolakmu untuk menjadi calon suamiku!" ucap Siska dengan suara gemetar dan dia mulai menghapus air mata yang mengalir dari matanya. Siska berusaha tersenyum.


Prabowo dapat merasakan senyum getir itu tetapi dia pun tidak bisa kalau harus melewatkan kesempatan itu kesempatan Siska menerimanya menjadi calon suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyiapkan pernikahannya sekarang juga. Apakah kau bersedia kalau kita menikah di sini sekarang, Siska?" tanya Prabowo mencoba peruntungan dirinya sendiri pada hari ini.


"Ya, lakukanlah! Lakukanlah apa yang sekiranya baik. Jangan menunda hal yang baik!" ucap Siska dengan berderai di air mata.


"Siska kau memutuskan untuk menikah, tetapi dengan air mata yang mengalir. Apakah benar apa yang akan kujalani ini nak?" tanya ibunya Siska sudah khawatir dengan putrinya.


"Siska menangis bukan karena seperti itu, Mah! Siska menangis karena kebodohan Siska selama ini, yang telah memperjuangkan laki-laki yang sama sekali tidak menghargai cinta Siska!" ucap Siska dengan suara gemetar.


"Siska lelah untuk mengejar fatamorgana. Siska ingin hidup di dunia nyata dan ingin menjalani kehidupan yang normal seperti orang lain!" ucap Siska dengan terisak.


Prabowo meninggalkan rumah sakit setelah berpamitan kepada kedua orang tua Siska Dia segera mempersiapkan pernikahannya hari ini juga di rumah sakit.


"Apa tidak salah Prabowo? Bagaimana mungkin kalian menikah sesederhana itu? Kami tidak bisa menerimanya kalau seperti ini!" protes ibunya Prabowo tidak senang pernikahan putranya hanya terjadi begitu saja.


"Ini hanya ijab kabulnya saja dulu, yang penting sah secara negara dan agama. Nanti setelah Siska keluar dari rumah sakit kita akan membuat resepsi pernikahan yang ramai dan bisa mengundang semua kerabat dan rekan bisnis kita!" ucap Prabowo memberikan pengertian kepada ibunya.


"Baiklah kalau itu memang yang terbaik. Tidak apa-apa kalian ijab kabul dulu di rumah sakit. Nanti setelah Siska pulang, kita pokoknya harus membuat resepsi yang besar-besaran. Untuk memberitahukan kepada khalayak tentang keluarga kita yang berbesanan dengan keluarga Suganda!" ucap ibunya Prabowo akhirnya menyetujui keinginan putranya yang sangat dia sayangi.


Prabowo langsung memeluk dan mencium ibunya itu dengan penuh rasa bersyukur dan penuh kebahagiaan.


"Terima kasih Mah! Karena mama sudah berbaik hati dan legowo untuk menerima pernikahan Prabowo saat ini!" ucap Prabowo dengan perasaan haru.


Setelah semua persiapan pernikahan selesai Prabowo beserta keluarganya langsung mendatangi rumah sakit dan menikah di sana.


Setelah mengucapkan Ijab Kabul secara hikmat. Akhirnya Prabowo dan Siska telah resmi menjadi suami istri.


Suasana bahagia terlihat jelas di rumah sakit itu. Di mana Prabowo akhirnya berhasil menikah dengan Siska.

__ADS_1


Berbeda dengan seseorang yang saat ini sedang berdiri tidak jauh dari kamar Siska. Tampak air matanya berderai.


Tadinya Bejo datang ke rumah sakit untuk menengok Siska. Karena dia mendengarkan kabar tentang Siska yang masuk rumah sakit dari sahabatnya, yang kebetulan bekerja di rumah sakit memberitahukan tentang keadaan Siska saat ini.


Siapa yang menduga ketika Bejo akan masuk ruangan itu ternyata di sana sedang dilaksanakan proses ijab qabul antara Prabowo dan Siska.


"Semoga kamu selalu bahagia dengan pernikahanmu. Aku akan selalu berdoa yang terbaik untuk kalian berdua!" Bejo melemparkan buah mawar yang tadi dia bawah untuk Siska di depan pintu kamar perawatan Siska.


Ketika kedua orang tua Siska hendaj keluar dari ruangan itu, ibunya Siska tidak sengaja menginjak bunga itu.


"Bunga siapa ini Pah?" tanya ibunya Siska keheranan.


"Papa tidak tahu, tinggal kau baca saja catatannya. Kan mungkin saja ada di sana!" ucap suaminya sambil melihat kepada istrinya.


Punya siska kemudian mengambil bunga itu dan mencari catatan yang tertulis di dalam sebuah kertas kecil.


"To Siska I love you, from Bejo" ketika ibunya Siska membaca catatan itu, dia langsung melemparkan bunga yang ada di tangannya langsung masuk ke tong sampah yang tidak jauh dari tempat dia berdiri saat ini.


"Ada apa Mah? Memangnya apa isi suratnya Kenapa kok bereaksi seperti itu?" tanya ayahnya Siska merasa keheranan dengan istrinya yang bersikap aneh.


Ibunya Siska kemudian menyerahkan surat yang ada di dalam bunga tadi kepada suaminya. Siska membaca catatan kecil itu dan dia mengurutkan keningnya.


"Apa-apaan laki-laki ini? Sungguh lancang! Dia sudah mencampakkan Putri kita begitu saja. Sekarang tiba-tiba dia datang ke sini, dengan membawa hal seperti ini?" ucap ayahnya Siska dengan perasaan geram rasa tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Bejo saat ini terhadap putrinya.


"Robek saja, Pah! Kertasnya jangan sampai Prabowo dan Siska melihat itu. Nanti bisa bahaya dengan pernikahan mereka!" ucap ibunya Siska sambil terus melirik ke dalam takut kedua orang tuanya Prabowo atau Prabowo keluar dari ruangan itu.


Ayahnya Siska kemudian merobek kertas itu dan langsung membuangnya ke tempat sampah.

__ADS_1


__ADS_2