Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
68. Ziarah


__ADS_3

Pagi itu, Bejo sudah bersiap-siap akan pergi ke makam Arini dan Reynaldi. Bejo sudah mantap hatinya akan meminta maaf kepada mantan istrinya itu, atas semua perbuatan buruknya selama menjadi suami dari Arini.


"Aku harap Arini akan menyukai bunga ini. Betapa Aku ini seorang suami yang sangat buruk. Bahkan aku tidak mengetahui, apa kesukaan dari istriku sendiri, padahal 2 tahun Arini, telah menjadi istriku!" ucap Bejo sambil memegang satu buket bunga mawar ada tangannya. Yang dia beli di toko bunga yang dekat dengan makam.


Dengan langkah gontai Bejo melangkahkan kakinya ke area pemakaman umum, yang masih sangat sepi, karena hari masih terlalu pagi untuk sebuah kunjungan ke sana.


"Arini, aku mengunjungimu. Maafkan Aku ya? Karena selama kamu menjadi istriku, aku tidak pernah memperhatikanmu dan hanya memberikan air mata untukmu. Maafkan Aku!" ucap Bejo sambil meneteskan air mata kesedihannya dan rasa penyesalannya.


Sangat lama sekali, Bejo berada di makam itu, membersihkannya dan juga berdoa untuk Arini dan Reynaldi.


"Rey, aku kira kamu akan membahagiakannya, aku sudah senang Arini menikah denganmu. Tapi ternyata, kau malah membawa dia menuju kematiannya. Cinta apa sebenarnya yang kau tawarkan untuk Arini, huh?" tanya Bejo sambil melihat ke arah makam Reynaldi.


" Aku sangat percaya padamu. Oleh karena itu, aku membiarkanmu untuk memiliki Arini dan merelakannya untuk hidup bahagia bersamamu. Tapi kenapa? Arini baru menikah denganmu, belum nyampe satu Minggu dan kau sudah membawa Arini dari dunia ini? Kau, sungguh suami yang lebih buruk daripada aku!" ucap Bejo dengan air mata yang terus meleleh di dalam kelopak matanya.


"Selama Arini menjadi istriku, walaupun aku hanya menyakitinya, setidaknya dia hidup dan sehat. Tapi kenapa? Ketika Arini menjadi istrimu, dia harus meninggalkan dunia ini? Apa kau sekarang melihat? Betapa sedihnya kedua orang tuanya Arini? Mereka bahkan sampai jatuh pingsan terus-menerus!" Bejo mengatakannya sambil menahan amarah yang berada di hatinya.


Bejo tidak mengetahui, bahwa jauh di sana, tampak Siska sedang memperhatikannya. Dia pun menangis melihat kesedihan yang ada di mata Bejo saat ini.


Dengan langkah perlahan, Siska mendekati Bejo yang masih mencurahkan perasaan hatinya kepada Arini dan Reynaldi, sehingga dia tidak menyadari kedatangan Siska ke makam tersebut.


"Bejo, sudah hentikanlah semua itu. Biarkan mereka tenang di alam sana, jangan lagi membebani dengan urusan di dunia!" ucap Siska sambil memegang bahu Bejo.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau seperti hantu, huh? Kau ada di mana-mana?" tanya Bejo dengan suara sinisnya.


Bagaimanapun Bejo saat ini sedang terluka hatinya, apalagi ketika melihat di pemakaman Arini kemarin, Siska dan kedua orang tuanya begitu dekat dengan Prabowo. Dalam hati Bejo, dia sudah berpikir bahwa Siska adalah milik Prabowo.


"Aku hanya mengkhawatirkanmu, karenanya aku mengikutimu sampai ke sini!" ucap Siska.


baju masih menatap lekat ke arah Batu Nisan yang bertuliskan nama Arini.


"Pergilah! Aku tidak butuh perhatianmu, kau kembalilah ke calon suamimu dan jangan pernah menggangguku lagi!" ucap Bejo dengan suara lantang.


"Siapa yang calon suamiku? Aku tidak punya calon suami!" ucap Siska lebih keras daripada Bejo, perasaan kesal yang ada di hatinya yang membuat dia menjadi lepas kendali.


"Kau sungguh perempuan yang keji! Laki-laki itu selalu ada di sampingmu. Selalu Setia ke manapun kau pergi dan kau mempertanyakan status dia? Apa kau berpikir kau itu adalah seorang manusia?" tanya Bejo sampai menatap tajam wajah Siska.


"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti!" tanya Siska.


"Hargailah cinta yang ada di dalam hidupmu, sebelum kau kehilangannya dan kau akan menyesalinya!" ucap Bejo, kalau bangkit dari duduknya dan meninggalkan Siska seorang diri di sana.


Siska langsung mengejar kepergian Bejo dan menarik tangannya untuk mendekat ke arah dirinya.


"Apa maksud dari pertanyaanmu tadi? Aku mencintaimu tetapi kau tidak pernah menghargaiku! Seharusnya kata-kata itu diucapkan olehku padamu!" ucap Siska sambil menatap nyalang kepada Bejo.

__ADS_1


"Tetapi cintamu padaku, itu tidak direstui orang tuamu. Sehingga itu menjadikan Cinta Kita menjadi tidak ada artinya sama sekali!" ucap Bejo dengan suara yang mulai pelan.


"Itulah sebabnya kita harus berjuang untuk membuktikan, bahwa cinta kita itu nggak salah. Tapi kamu menyerah, kau tidak mau berjuang!" teriak Siska dengan histeris.


"Dengarkan aku Siska!" Bejo berhenti dari langkahnya kemudian dia menatap Siska dengan lekat.


"Aku mencintaimu dengan caraku, tetapi cintaku, tidak akan membiarkanmu untuk menjadi anak yang durhaka terhadap kedua orang tuamu! Bahagiakanlah kedua orang tuamu, dengan menerima apa yang sudah mereka rencanakan untuk masa depanmu! Aku tahu, bahwa laki-laki itu mencintaimu. Dan Kau pasti bisa bahagia bersamanya, asal kau bisa membuka hatimu dan menerima dia!" Bejo kemudian langsung meninggalkan Siska tidak peduli lagi dengan teriakan perempuan itu yang memanggil namanya sambil menangis.


Prabowo melihat semua yang terjadi di makam itu. Dan dia menitikkan air matanya. Dia merasakan keterharuan dari sikap tegas seorang Bejo terhadap Siska.


"Siska! Ayo kita pulang, jangan seperti ini. Ini adalah area pemakaman, butuh ketenangan Ayo pulang bersamaku!" Prabowo lalu membangunkan Siska yang sedang menangis di atas tanah dengan menelungkupkan wajahnya di kedua kakinya yang dia lipat. Tampak kesedihan di wajah cantik Siska.


"Kenapa kau harus hadir di antara kami? Kalau tidak ada kamu dia pasti tidak akan meninggalkanku seperti ini!" ucap Siska sambil berlari dan kemudian meninggalkan Prabowo yang saat itu sedang terbengong, ketika mendengarkan apa yang diucapkan oleh Siska gadis yang dia cintai.


"Aku juga ingin memperjuangkan cintaku. Apakah itu salah?" ucap Prabowo dengan Lirih, kemudian dia pun meninggalkan area pemakaman itu, untuk menyusul Siska yang telah pergi menggunakan mobilnya sendiri.


"Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cintamu Aku percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil!" ucap Prabowo dengan penuh keyakinan kemudian dia pun Melarikan mobilnya menuju area kampus karena dia ada jadwal mengajar hari ini.


Ketika sampai di kampus, Prabowo mendapatkan sebuah kenyataan, bahwa ternyata Siska tidak masuk hari ini ke kampus padahal hari ini ada jadwal kuliah.


"Ke mana Siska? Kenapa dia tidak berangkat kuliah? Padahal seharusnya dia sudah mempersiapkan tesisnya. Tetapi dia, aku lihat, sepertinya sangat santai sekali!" kemudian Prabowo pun pergi ke ruangannya dan memperhatikan nilai-nilai Siska selama ini yang sudah dilimpahkan oleh dosen sebelumnya kepada dirinya.

__ADS_1


"Sebenarnya Dia gadis yang pintar. Hanya saja tampaknya dia tidak terlalu serius dengan kuliahnya. Terkesan main-main Oleh karena itu dia lama sekali untuk bisa wisuda!" setelah itu Prabowo pun masuk ke kelasnya.


__ADS_2