Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
53. Armando Menemui Kedua Orang Tua Natalia


__ADS_3

Keesokan harinya, kedua orang tuanya Natalia sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta. Tetapi di tengah perjalanannya mereka bertemu dengan Armando yang tampak tergesa-gesa menuju apartemennya Natalia.


Kedua orang tua Natalia tampak terheran, ketika melihat Armando yang malah berjalan menuju ke arah mereka berdua, "Apa yang akan dilakukan pria brengsek itu, menuju ke arah kita, Mah? Apa jangan-jangan dia ingin menemui kita?" tanya ayahnya Natalia dengan tatapan sinisnya. Tampaknya dia sangat membenci Armando laki-laki yang telah menyebabkan putrinya meninggal sia-sia.


"Pah! Tolonglah! Berhentilah bersikap seperti itu. Bagaimanapun laki-laki yang Papa benci itu adalah laki-laki yang dicintai oleh Natalia. Sudahlah, Pah! Biarkanlah Natalia tenang di alam sana. Jangan membuat dendam dalam hati Papa. Dendam sama sekali tidak bisa menyelesaikan masalah apapun!" ibunya Natalia berusaha untuk menasehati suaminya agar tidak menyimpan dendam di dalam hatinya.


"Papa tidak menyimpan dendam. Papa hanya merasa kesal dan jengkel saja melihat laki-laki itu yang sok ketampanan itu!" tidak disangka ibunya Natalia malah tertawa demi mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Hahaha! Papa ini benar-benar sangat lucu. Jadi Papa sebenarnya tidak benci sama Armando, hanya merasa tersaingi saja karena kalah ganteng dari dia?" ucap istrinya yang sontak membuat suaminya malah melotot menjadi semakin kesal.


"Sudah lah mah! Papa tidak mau lagi mengurus tentang anak itu. Mama saja, yang menemuinya. Papa malas!" ucap ayahnya Natalia.


Kemudian dia pun langsung masuk ke mobil menunggu istrinya menemui Armando yang tampak serius.


"Selamat siang tante! Maafkan saya kalau saya mengganggu. Saya ingin sekali berkunjung ke makamnya Natalia di Indonesia. Apakah tante berkenan, apabila saya ikut bersama kalian kembali ke Indonesia!" minta Armando dengan wajah yang berkaca-kaca tampak sekali kalau dia sedang menahan air mata.

__ADS_1


"Kalau kamu memang ingin mengunjungi Natalia tidak apa-apa. Ayo! Pergilah bersama kami ke Indonesia. Tante harap dengan kedatanganmu akan membuat Natalia merasa senang di alam sana!" kemudian ibunya Natalia pun mengajak Armando untuk bersama-sama dengannya dan suaminya untuk bersama ke Indonesia.


"Terima kasih, Tante, atas kebaikan Tante terhadap saya. Saya berjanji, Tante saya pasti akan menjaga perasaan cinta saya untuk Natalia!" ucap Armando dengan berderai air mata, tampaknya dia sudah tidak mampu lagi membendung kesedihan yang ada di dalam hatinya.


"Tidak perlu seperti itu, Armando! Biarkan Natalia tenang dalam sana. Kau bisa melanjutkan kembali hidupmu dan raihlah kebahagiaanmu. Kau adalah seorang anak laki-laki, pasti keluargamu membutuhkan keturunan untuk melanjutkan garis keturunan mereka!" ucap ibunya Natalia sambil menepuk punggung Armando untuk memberikan semangat kepada pemuda yang mencintai putrinya tersebut.


"Seandainya saja saya mengetahui lebih awal tentang kehamilan Natalia. Saya pasti akan langsung menikahinya, Tante! Tidak akan saya biarkan Natalia melakukan hal bodoh seperti itu!" ucap Armando dengan kesedihan yang tiada tara.


"Sudahlah tidak usah dibicarakan lagi. Maut, rezeki dan juga jodoh itu adalah rahasia Tuhan. Kita tidak bisa mengaturnya dengan sesuka hati kita. Yang penting kita sudah berusaha. Ya sudahlah hasilnya seperti ini, mau apa lagi? Kita hanya bisa berdoa semoga Natalia kini tenang dalam sana!" ucap ibunya Natalia berusaha untuk lapang dada dalam menerima meninggalnya putri satu-satunya yang meninggal mengenaskan.


"Sudahlah sebanyak apapun air mata yang Kau tumpahkan tidak akan pernah bisa mengembalikan putri kami ke dunia ini. Lebih baik kau banyak bertobat dan banyak berdoa untuk putri kami. Sehingga putri kami tenang di alam sana. Jangan kau menambah lagi beban putri kami dengan membawa-bawa namanya dalam setiap rengekanmu yang tidak berguna itu!" ucap ayahnya Natalia dengan sengit. Sangking kesal dan jengkelnya melihat laki-laki yang ada di sampingnya itu, terus menangis sejak tadi.


"Sudahlah, Pah! Bisa nggak sih, kamu tuh bersikap lebih lembut. Jangan terlalu kasar jadi orang. Semua orang tuh punya perasaan. Sudahlah! Tidak ada gunanya juga Papa menyimpan dendam seperti itu. Anak kita tidak akan mungkin hidup lagi Pah!" kembali lagi Ibunya Natalia berusaha untuk menasehati sang suami yang hatinya mulai panas lagi gara-gara melihat Armando.


"Tidak apa-apa Tante! Memang saya layak mendapatkan semua kebencian itu. Saya memang tidak pantas untuk mendapatkan maaf dari kalian. Kalian sungguh orang-orang Baik yang bisa dengan lapang hati memaafkan saya. Saya sungguh benar-benar bersyukur bisa mengenal kalian!" ucap Armando dengan suara gemetar karena menahan rasa haru dalam hatinya.

__ADS_1


"Kau merasa bersyukur, mengenal kami. Tapi saya merasa kena musibah gara-gara putri saya mengenal kamu! Kalau tidak, putri saya pasti sekarang masih hidup dan hidup bahagia bersama suaminya!" sengit ayahnya Natalia yang tampak merasa sangat kesal.


"Pah lebih baik kau diam daripada kata-katamu cuma menyakiti hati orang lain!" akhirnya ayahnya Natalia pun memilih untuk diam saja. Daripada ribut dengan sang istri gara-gara Armando laki-laki yang sudah membuat putrinya mati mengenaskan.


Sepanjang perjalanan menuju bandara Armandi dan kedua orang tua Natalia tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Apakah semua dokumen-dokumen perjalananmu, sudah siap atau tidak Armando?" tanya ibunya Natalia mengecek kesiapan segala dokumen yang dibutuhkan oleh Armando sebelum berangkat ke Indonesia.


"Sudah siap semuanya Tante, saya sudah mempersiapkannya dari kemarin. Karena saya memang sudah berniat sekali ingin menemui Natalia di Indonesia! Saya ingin meminta maaf terhadap Natalia secara langsing" ucap Armando parau suaranya.


"Bisakah kau berhenti menangis? Kau tahu tangisanmu itu menyayat hatiku. Ingin sekali rasanya saya mencabij-cabik kamu untuk membalaskan rasa kesal di hati saya karena kehilangan putri yang sangat saya sayangi!" ucap ayahnya Natalia yang sudah sangat geram dan juga marah terhadap Armando yang sejak tadi terus saja merengek dan menangis seperti anak kecil.


Jauh di dalam hati ayahnya Natalia, dia pun merasakan kesedihan yang sama. Hanya saja dia tidak sanggup untuk menangis karena sudah terlalu banyak air mata yang mengalir di matanya. Ketika mengetahui putrinya yang dia sangat cintai ternyata meninggal begitu saja, karena perbuatan seorang laki-laki yang kini duduk di sampingnya.


Apakah kalian bisa merasakan bagaimana perasaan ayahnya Natalia saat ini? Perasaan itu benar-benar sakit dan sangat perih. Tetapi dia tidak bisa mengeluarkannya karena istrinya yang menginginkan untuk melupakan kejadian itu. Dan berusaha untuk memaafkan Armando agar putrinya dalam sana bisa beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2