Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
58. Haruskah?


__ADS_3

Saat ini Bejo sedang bersama dengan Siska, sepupunya Arini. Bejo tampak murung dan Siska menghiburnya.


"Lupakanlah Arini, Arini sekarang sudah bahagia bersama Reynaldi. Cobalah kau juga untuk bahagia!" ucap Siska sambil mengelus tangan Bejo.


Bejo menatap Siska, saat ini hatinya sangat galau. Pernikahan Arini dan Reynaldi Benar-benar telah melukai hatinya.


"Saat aku dulu menikah dengan Arini, Aku sama sekali tidak pernah memperhatikannya dan memperlakukan dia sebagai istriku! Aku hanya sibuk mengejar kesenangan di luar sana!" ucap Bejo dengan sedih.


"Cobalah buka pintu hatimu. Pasti ada seseorang yang juga mencintaimu." ucap Siska, sambil menyentuh paha Bejo. Bejo yang saat ini sedang galau, hanya menatap Siska dengan mata berkabut, begitu juga dengan Siska.


Bagi Siska, hubungan dengan seorang pria di luar nikah bukanlah perkara besar. Kehidupan sehari-hari dia adalah clubing dan menjalani one night stand dengan pria yang mau melakukan hal itu.


Oleh karena itu, ketika Bejo menyingkap roknya, dan mulai bergerilya di sana, Siska hanya menikmati saja. "Apakah kau mau melakukan hal itu denganku, malam ini?" bisik Bejo di telinga Siska.


Siska hanya menggaguk saja, tak lama kemudian, Bejo akhirnya membopong tubuh Siska ke dalam kamarnya. Mereka menikmatinya dengan baik. Bejo yang sejak bercerai dengan Arini, sudah meninggalkan dunia malam. seakan mendapatkan angin segar.


Malam itu mereka berdua bekerja sama dalam meraih kenikmatan dunia. Memberikan kebahagiaan bagi yang lainnya. Dalam hubungan terlarang, yang akhirnya membuat mereka terikat satu sama lain.


"Kamu ternyata ganas juga! Kalau tahu, aku pasti sejak dulu sudah tergila-gila kepada kamu!" ucap Bejo sambil terus berlomba mengejar kenikmatan dunia. Siska hanya bisa menikmati apa yang di suguhkan oleh mantan suami sepupunya itu.


"Kamu juga begitu mempesona, sangat bodoh sekali, Arini tidak bisa memiliki badan dan juga hati kamu. Aku yang akan mendapatkan semua itu!" ucap Siska sambil meraih tengkuk Bejo dan menciumnya dengan rakus.


"Aku akan memiliki kamu untuk selamanya!" ucap Siska di sela-sela ciuman panas mereka. Bejo hanya diam saja.


"Kita akan lihat, apakah kamu mampu memiliki Aku untuk selamanya!" ucap Bejo sambil berguling di sampingnya Siska, yang kini memeluk tubuhnya.


"Aku pasti bisa memiliki kamu!" ucap Siska lagi.


"Ayo kita tidur! Cukup untuk hari ini!" ucap Bejo kemudian menutup matanya.

__ADS_1


"Kau cukup menikmati makan malam kamu, aku yang akan menentukan hidangan semuanya!" ucap Siska sambil naik ke atas tubuh Bejo yang kini tampak kelelahan.


"Ayolah Siska! Aku lelah!" ucap Bejo mulai kesal.


"Tapi aku masih rindu dengan kamu!" ucap Siska mulia kesal juga.


"Tidur lah! Masih ada hari esok!" ucap Bejo sambil menarik tubuh Siska ke dalam pelukannya.


"Apakah itu benar?" tanya Siska tampak berbinar-binar.


"Kalau kau bersedia menikah denganku, akan banyak hari-hari semacam ini dalam kehidupan kita!" ucap Bejo sambil menutup matanya.


"Apakah kau mencintaiku?" tanya Siska sambil menatap Bejo yang mulai terlelap dalam tidurnya.


"Cinta bisa datang kemudian setelah kita hidup bersama!" ucap Bejo sambil melirik ke arah Siska yang terus menatapnya dengan lekat.


"Aku bukan anak konglomerat seperti Arini. Apa kau tidak keberatan?" tanya Siska dengan ragu-ragu.


"Apakah kau sungguh-sungguh ingin menikah denganku?" tanya Siska seakan tidak percaya.


"Aku sudah lelah hidup seperti itu. Hidup berpetualang dan menyakiti hati orang lain. Aku ingin hidup menetap dan menyandarkan kapalku. Aku ingin hidup tenang, dan membentuk keluarga yang sehat!" ucap Bejo.


" Apakah kau serius? Ingin melakukan itu denganku?" tanya Siska masih tetap tidak percaya juga.


"Aku tidak tahu apa itu cinta dalam hidup ini. Tapi aku tahu aku nyaman bersama kamu. Kita memiliki pemikiran dan pandangan yang sama. Gaya hidup kita juga mungkin sama!" ucap Bejo sambil mengelus rambut Siska yang kini ada dalam pelukannya.


"Baiklah aku mau menikah denganmu. Tapi kamu harus janji padaku bahwa kamu harus melupakan Arini!" ucap Siska dengan mata berkaca-kaca.


"Arini sudah menikah dengan Reynaldi, untuk apa aku mengingatnya tidak penting sama sekali!" ucap Bejo dengan sedikit tinggi nada bicaranya.

__ADS_1


"Ya aku takut saja kalau kamu masih mencintai dia!" ucap Siska tampak Waspada kepada Bejo.


"Bahkan selama dia menjadi istriku , aku tidak pernah menyentuh Arini. Apalagi saat ini setelah dia menjadi istri orang lain!" ucap Bejo.


"Baiklah aku percaya padamu. Kau boleh datang kepada kedua orang tuaku untuk melamarku dan aku akan menerimamu!" ucap Siska dengan mata berbinar-binar.


Bejo menatap Siska sedangkan tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. "Alangkah bagusnya! Kalau kau bicara dengan kedua orang tuamu, menjajaki. Apakah mereka mau menerima lamaranku atau tidak!" ucap Bejo merasa khawatir.


"Bagaimanapun masalah aku menjadi suami dari Arini di masa lalu, pasti mempengaruhi pola pikir dan cara pandang mereka terhadapku!" ucap Bejo merasa minder.


"Tenanglah, kedua orang tuaku bukan orang yang kolot kok! Mereka, yang penting aku mau pasti mereka tidak akan menolak!" ucap Siska sambil menguelus dada Bejo.


"Kau jangan menggodaku! Nanti kau tidak bisa tidur kalau aku sampai tergoda!"ancam Bejo memperingati Siska.


Siska tertawa mendengarkan ucapan Bejo saat ini.


"Ya sudah aku pulang dulu ya? Aku akan menyampaikan kepada kedua orang tuaku, tentang niatmu untuk melamarku!" Siska pun akhirnya pergi dari rumah Bejo setelah mendapatkan persetujuan dari pemiliknya.


Saat ini Siska sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya. Sudah beberapa kali Siska membujuk kedua orang tuanya untuk menerima Bejo, menjadi calon suaminya tetapi masih belum di-acc juga.


"Siska lagi hamil mah! Jadi kalian harus menerima Bejo untuk menjadi suamiku!" ucap Siska lalu pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


"Apa kau gila? Bagaimana mungkin kau mau melakukan hal seperti itu dengan mantan suami sepupumu sendiri!" teriak ibunya dengan histeris.


"Apa yang akan dikatakan oleh keluarga Suganda kalau mengetahui kamu menikah dengan mantan suaminya Arini?" ucap ayahnya Siska, tidak kalah marah seperti ibunya Siska.


"Gugurkan saja kandunganmu. Kami tidak peduli sama sekali. Kami tidak sudi, mempunyai seorang menantu mata duitan seperti dia!" teriak ibunya sambil menatap Siska. Tapi Siska tidak peduli dengan mereka berdua.


"Siska akan menikah dengan Bejo, dengan persetujuan kalian ataupun tidak!" ucap Siska sambil meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Kedua orang tuanya Siska tampak frustasi melihat tingkah Putri mereka yang tidak bisa diatur. "Punya anak cuma bikin pusing saja!" ucap ayahnya Siska.


__ADS_2