
segala persiapan pernikahan sudah beres. ini Para keluarga dan tamu undangan sudah hadir. Bahkan Reynaldi sudah duduk di depan penghulu. Arini sedang dirias di kamarnya. Suasana semuanya tampak bahagia.
"Akhirnya kamu menikah juga dengan Reynaldi. Laki-laki yang kamu cintai!" ucap sahabatnya. Lolita.
"Makasih ya Ta, udah datang. Padahal kamu kan lagi kuliah di luar negeri. Tapi nyempetin buat datang ke sini." ucap Arini sambil tersenyum.
tok tok
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dan ibunya Arini menampakan wajahnya di sana.
"Cepat riasannya itu penghulunya sudah datang!" ucap beliau sambil meminta kepada MoA untuk mempercepat pekerjaannya.
Setelah Arini siap, ibunya langsung menggandeng tangan putrinya tersebut. Menuju ke depan penghulu di mana Reynaldi tengah menunggunya.
Reynaldi terpesona menetap kecantikan Arini yang paripurna. Wanita yang sudah sangat lama sekali dia nantikan untuk menjadi istrinya.
"Apakah kalian sudah siap untuk pernikahan ini?" tanya mereka semua.
"Kami siap!" ucap kedua mempelai kompak.
Tampak kedua orang tua Reynaldi menitikan air matanya, melihat Putra mereka akhirnya menikahi perempuan yang dia cintai.
"Mama berdoa, semoga pernikahan mereka langgeng dan mendapatkan kebahagiaan!" Sementara di sana terjadi ijab kabul yang sakral. Tanpa terasa Arini berderai air matanya karena bahagia.
"Semoga ya, pernikahan Reynaldi dan Arini tidak akan mengalami gangguan yang berarti. Perjuangan mereka sudah berhasil." ucap Farel sambil tersenyum.
"Iya semoga perjuangan itu tidak sia-sia!" ucap Cansu sambil menatap suaminya.
Setelah ijab kabul selesai, kedua pengantin pun disandingkan di atas pelaminan. Kedua pengantin begitu berbahagia. Karena akhirnya cinta mereka bersatu dalam ikatan suci pernikahan.
"Selamat ya Rey! Selamat ya Arini semoga pernikahan kalian diparingi kebahagiaan dunia dan akhirat!" doa Cansu ketika dirinya dan Farel naik ke atas pelaminan dan mengucapkan selamat untuk kedua mempelai.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Mbak. Semoga kita bisa menjadi saudara yang baik dan saling mendukung!" ucap Arini sambil memeluk Cansu.
"Ingat setelah menjadi seorang suami, kau harus belajar setia. Ndak boleh matamu jelalatan lagi lihat perempuan di luar!" ucap Farel ketika bersalaman dengan Reynaldi.
Farel mendapatkan hadiah sikutan dari Cansu, yang merasa tidak senang dengan suaminya yang selalu menggoda adiknya itu.
"Apa sih Yang? Kan aku cuman memberi nasehat saja!" protes Farel tidak suka.
Cansu langsung menarik Farel turun dari pelaminan. Karena sudah banyak orang mengantri untuk bersalaman dengan kedua mempelai.
Reynaldi dan Arini tampak tersenyum melihat kedua Kakaknya tampak harmonis dan bahagia. "Semoga rumah tangga kita juga seperti mereka ya? Mompak dan bahagia." ucap Arini sambil tersenyum melirik kepada suaminya.
"Farel tampak nurut sekali dengan Cansu dan hanya Cansu yang bisa mengendalikan dia!" ucap Reynaldi sambil tersenyum ketika Cansu dan Farel kini sedang berdebat gara-gara Cansu tidak suka, ketika Farel di atas panggung tadi.
" Ya udah yang, minta maaf janji nggak ulangi lagi!" akhirnya para mengalah karena tidak mau melihat istrinya yang cemberut terus.
Cansu pun menghadiahi sebuah ciuman di pipi Farel sehingga Farelpun merasa sangat bahagia. Farel berbisik di telinga Cansu.
"Sayang kita masuk ke kamarku di atas yuk. Aku rindu padamu!" bisik Farel.
" Ya udah sayang. Kita pulang aja yuk ke rumah kita. Aku mau kita.... " ucapan Farel di gantung, tetapi Cansu paham yang diinginkan oleh Farel, suaminya.
"Nggak enak lah kalau kita pulang duluan. Ini kan pernikahan adikmu." cansu tanpa keberatan dengan permintaan Farel tersebut.
"Tapi sayang gimana nih, Aku sangat menginginkan kamu sekarang!" ucap Farel terus menempel kepada istrinya.
"Aku tunggu di mobil ya? Kau sana yang berpamitan kepada mereka!" Farel langsung berlari ke arah parkiran dan langsung masuk ke mobilnya. Sementara Cansu, walaupun malas mengikuti suaminya, akhirnya menurut juga. Karena tidak mau ribut dengan Farel.
Kemudian Farel dan Cansu pun pulang, setelah berpamitan dengan kedua mempelai serta kedua orang tuanya Arini.
"Gara-gara kau, aku jadi malu di depan orang. Mereka tadi berbisik-bisik mengenai kita!" ucap Cansu sambil cemberut.
__ADS_1
"Nggak usah pikirin mereka, yang penting kan kita berbahagia!" Farel langsung mencium bibir istrinya dengan tidak sabar.
"Ayo kita pulang! Kamu apaan sih, main nyerang aja!" protes Cansu.
Akhirnya Farelpun melajukan kendaraannya menuju rumahnya. Karena sudah tidak sabar ingin menggempur istrinya.
Siapa yang menikah. Siapa yang ribut malam pertama. Farel sungguh lucu sekali.
Begitu sampai di rumah mereka, Farel langsung menggendong istrinya ala bridal style. Sehingga membuat Cansu menjerit.
Untung saja pembantu mereka dikirimkan semua ke keluarga Suganda. Untuk membantu kegiatan acara pernikahan di sana. Kalau tidak mereka berdua pasti malu dilihatin pembantu mereka.
Begitu sampai di rumah, tanpa banyak basa basi, Farel langsung mencium bibir istrinya dan mendorong pintu kamar tamu, karena kalau harus naik ke lantai atas, di kamar mereka, Farel tampaknya sudah tidak sanggup menahan hasratnya lagi.
Cansu sampai kelapakan melayani suaminya yang tampak begitu menggebu. Mungkin karena efek menghadiri pernikahan, membuat dirinya merasakan dejavu. Seperti pernikahan mereka dahulu.
"Sayang, ko kamu makin cantik saja sih? Aku jadi gak berdaya di hadapan pesona kamu!" ucap Farel di sela-sela aktifitas mereka. Cansu hanya menikmati suguhan suaminya yang selalu berhasil membawa dirinya melayang ke langit ke tujuh.
Dengan peluh yang membanjir, Farel menghentikan kegiatan dirinya. Kemudian berbaring di samping istrinya. Kelelahan.
Cansu memeluk suaminya dengan bahagia. Mereka kemudian berbincang obrolan ringan. Putra mereka sedang di asuh oleh ayah ibunya Farel, jadi mereka serasa pengantin baru lagi.
"Kamu itu, siapa juga yang menikah. Siapa juga yang ribut kayak ginian!" protes Cansu dengan pipinya yang merona karena malu.
Farel mencium bibir istrinya lalu menariknya agar lebih dekat lagi. "Kita tidur sebentar ya, lalu balik lagi ke acara resepsi. Nanti Reynaldi pasti ngamuk, kalau kita gak balik lagi ke sana!" ucap Farel.
Keduanya kemudian tidur, karena kelelahan setelah berolahraga ranjang siang itu.
Begitulah Farel, selalu mengeksperesikan cintanya kepada sang istri.
Kehidupan mereka berdua selalu hangat dan penuh dengan cinta. Selalu membuat iri teman-teman mereka.
__ADS_1
Kecantikan Cansu, yang khas wanita timur tengah, ketampanan Farel yang paripurna, selalu membuat histeris para gadis kalau melihat Farel berjalan seorang diri di keramaian. Di kira single.
Oleh karena itu, Farel selalu mengajak sang istri setiap pergi kemanapun. Menjaga agar tidak jadi buruan para gadis yang tergila-gila kepada dirinya. Bahkan pernah ada seorang ibu-ibu yang memperhatikan Farel dan invit menikahkan dirinya dengan putrinya yang baru lulus SMA. Farel sampe bergidig ngeri setiap ingat akan kejadian itu.