Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
91. Pendapat Orang Tua Herman


__ADS_3

Tidak lama kemudian. Dokter yang menangani Herman keluar dari ruangan itu dan menemui Ayu yang saat ini sedang kalut pikirannya.


"Bagaimana dengan keadaan kekasih saya dokter? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Ayu merasa khawatir dengan keadaan Firman.


"Tenanglah saudara Herman baik-baik saja dia hanya merasa kesakitan di luka luar setelah kami mengobatinya Dia bisa pulang tapi sebaiknya biarkan dia istirahat dulu selama sehari di sini agar kondisinya kembali Fit!" ucap dokter tersebut kemudian dia meninggalkan Ayu yang sudah mulai tenang pikirannya karena mengetahui bahwa Herman baik-baik saja.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja setidaknya aku tidak perlu mengkhawatirkan dia! aku harus meminta visum kepada pihak rumah sakit untuk dijadikan bukti dalam menuntut Amanda dan juga calon suaminya yang berperilaku Barbar itu!" Ayu kemudian mendatangi pihak administrasi Rumah Sakit meminta visum dilakukan kepada Herman Sebagai bukti untuk dilaporkan kepada kantor polisi.


"Tolong buatkan laporan visum untuk kekasih saya. Saya akan menggunakan laporan itu untuk melapor ke kantor polisi. Karena kekasih Saya telah dianiaya oleh calon suami dari mantan kekasihnya!" ucap Ayu meminta sebuah visum kepada rumah sakit.


"Baiklah kami akan mengurusnya!" ucap petugas administrasi itu.


"Terima kasih saya akan menunggu hasilnya sehingga saya bisa memberikan surat resume itu kepada pihak Kepolisian! Saya tidak rela penganiaya kekasih saya bisa bebas begitu saja!" ucap Ayu dengan wajah kesalnya.


Tidak lama kemudian, tampak Herman didorong oleh petugas medis menuju ruang perawatannya.


"Dia masih tidur tadi kami memberikan bius untuknya. Ketika kami menjahit luka-luka yang terbuka sekitar 3 jam lagi dia bisa terbangun!" ucap Suster merikan penjelasan kepada Ayu.


"Baiklah kami permisi dulu Anda boleh menunggu pasien tapi ingat nggak boleh membuat keributan!" ucap suster tersebut memberikan pesan kepada Ayu sebelum dia meninggalkan ruangan perawatan.


"Aku harus menghubungi orang tuanya Herman jangan sampai nanti mereka berpikir kalau Herman melarikan diri!" Ayu kemudian mengambil ponsel Herman yang ada di saku celananya mencari nomor telepon kedua orang tuanya Herman.


Begitu menemukan nomor telepon kedua orang tuanya Herman ayo langsung menghubungi mereka menggunakan ponsel Herman.

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" Ayo mengucapkan salam kepada ibunya Herman yang ada di seberang sana.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kamu siapa Kenapa kamu bisa menggunakan ponsel Putraku?" tanya ibunya Herman dengan terheran karena tidak biasanya putranya memberikan ponselnya kepada orang lain.


"Maaf Tante! Nama saya Ayu. Saya adalah kekasihnya Herman. Saat ini Herman sedang berada di rumah sakit setelah dihajar oleh calon suaminya Amanda!" ucap Ayu mengabarkan tentang keadaan Herman saat ini kepada ibunya.


"Astaghfirullahaladzim! Kenapa Putraku bisa dihajar oleh orang? Sekarang kalian ada di rumah sakit mana? Saya dan ayahnya Herman akan langsung ke sana!" tanya ibunya Herman merasa khawatir dengan keadaan putranya.


"Kami ada di rumah sakit Sumber Waras!" ucap Ayu memberikan informasi keberadaannya kepada ibunya Herman.


"Baiklah kau tunggu sebentar saya akan menunggu suami saya pulang dulu dari kantor saya tidak bisa meninggalkan rumah kalau suami saya tidak ada!" ucap ibunya Herman meminta kepada Ayu untuk menunggunya di rumah sakit.


"Baiklah jangan khawatir tante Saya akan menunggu Herman sampai kalian datang!" langsung menutup panggilan telepon tersebut karena dia sudah lapar ingin makan.


Ayu mengambil foto Herman yang sedang berbaring di atas ranjang Rumah Sakit. Kemudian dia mengirimkan foto tersebut kepada Amanda.


"Lihatlah apa yang sudah kau lakukan kepada diriku. Apakah sekarang kau puas?" Ayu mengirimkan pesan itu menggunakan ponsel Herman.


Bagaimanapun juga sampai hari ini Ayu Belum berani secara terang-terangan mengakui hubungannya bersama Herman. Bagaimanapun dia masih membutuhkan segala fasilitas yang diberikan oleh keluarga Amanda terhadap keluarganya.


"Adikku dua orang masih membutuhkan biaya kuliah. Aku tidak boleh macam-macam kepada Amanda. Kalau tidak adik-adikku pasti akan berhenti kuliah. Kalau sampai mereka mencabut fasilitas yang mereka berikan kepada keluargaku!" ucap Amanda sambil melihat ke arah Herman yang saat ini masih terbaring lemas di ranjang rumah sakit.


Karena merasa lelah akhirnya Ayu memutuskan untuk tidur di sofa yang tersedia di dalam ruangan Herman.

__ADS_1


Sangking lelapnya bahkan Ayu tidak tahu kedatangan kedua orang tuanya Herman ke dalam ruangan itu.


"Siapa gadis itu Herman? Kenapa tadi dia menelpon Ibu mengatakan kalau dia adalah Kekasihmu? Bukankah kekasihmu itu Amanda?" ibunya Herman seperti tidak suka dengan Ayu yang sudah lancang mengaku sebagai kekasih putranya.


Herman hanya menundukkan kepalanya karena saat ini dia sangat pusing sekali memikirkan hubungannya bersama dengan Amanda yang berada di ujung tanduk.


"Amanda sebentar lagi akan menikah dengan anaknya konglomerat tadi yang menghajar Herman adalah calon suaminya!" ucap Herman dengan terbata-bata.


"Pasti itu karena Amanda tahu tentang hubungan gelapmu bersama perempuan itu oleh karena itu Amanda menerima perjodohannya dengan laki-laki dari anak orang kaya itu!" ucap ibunya Herman sambil menatap kecewa kepada putranya.


"Apakah benar kalau Amanda sudah tahu mengenai hubunganku dengan Ayu?" seketika Herman mengingat kembali ketika tadi di restoran Amanda menunjukkan foto-foto Ayu bersama dengan seorang laki-laki Walaupun memang di skip wajah laki-laki itu tetapi bisa dipastikan bahwa laki-laki itu adalah dirinya dilihat dari jam tangan yang digunakan.


Karena jam yang digunakan olehnya itu adalah hadiah pemberian dari Amanda ketika mereka anniversary yang ketiga.


"Ibu yakin kalau Amanda pasti sudah tahu hubunganmu dengan Ayu. Oleh karena itu dia mau menerima pertunangan paksa itu! Ibukan selama ini tahu kalau Amanda tuh sangat mencintaimu. Buktinya dia selalu memberikan apapun yang kamu mau. Bahkan mobil pun adalah hadiah dari Amanda kan?" tanya ibunya Herman kepada putranya yang saat ini sedang memejamkan matanya.


'Mungkin saja benar kata ibu. Kalau Amanda sudah tahu hubunganku dengan Ayu. Ya Tuhan! Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak mungkin bisa kehilangan Amanda karena aku sangat mencintai dia!' batin Herman sambil menyesali kesalahan yang sudah Dia perbuat selama ini.


"Kamu itu bodoh sekali Herman. Kamu telah menukar sebuah permata dengan batu kali benar-benar tolol sekali kau itu!" ucap ibunya Herman sambil memukuli putranya yang saat ini sedang pusing memikirkan hubungannya dengan Amanda yang sudah dipastikan akan berakhir karena pernikahan Amanda tinggal 6 hari lagi bersama dengan Suganda.


"Sudahlah Bu! Jangan bicara lagi. Kepala Herman rasanya sudah mau meledak Ibu kalau mau berisik terus lebih baik pulang saja deh daripada Herman malah jadi tersiksa begini!" Herman sambil memijit pelipisnya sangat pusing sekali sekarang kepalanya memikirkan hubungannya bersama dengan Amanda dan juga Ayu.


"Ayah juga setuju dengan ibumu. Kenapa kau bisa menjadi orang bodoh seperti ini Herman? Kau melepaskan seorang gadis baik seperti Amanda demi seorang perempuan yang seperti dia. Yang bahkan mau kau sentuh sebelum resmi menikah! Dia bukan garis baik-baik yang bisa dijadikan sebagai istri Herman. Ayah tidak akan Merestui Pernikahan kalian!" ucap ayahnya Herman memberikan pendapatnya sehingga menambah kepusingan yang ada di kepala putranya.

__ADS_1


"Sebaiknya ayah dan ibu pulang saja!" ucap Herman.


__ADS_2