Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
82. Bejo Berjuang


__ADS_3

Hari itu Bejo menemui seluruh karyawan yang mendapatkan surat PHK dari dewan direksi di perusahaannya secara tidak adil. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah diberikan oleh ayahnya Arini yang sudah berjanji akan menerima mereka untuk bekerja di perusahaan Suganda yang dipimpin olehnya.


"Saya minta maaf kalau selama kalian bekerja di perusahaan ini, saya sudah memberikan waktu terburuk dengan pemecatan secara tidak adil ini. Saya mengakui, bahwa saya ikut andil di dalamnya. Karena saya yang terlalu sibuk dengan diri saya sendiri dan jarang masuk ke kantor. Saya minta maaf atas kesalahan yang sudah saya lakukan itu!" ucap Bejo sambil menundukkan kepalanya 45° di hadapan para karyawan yang saat ini sedang melihatnya dengan penuh kekesalan dan kemarahan.


"Anda sebagai owner dari perusahaan ini, tetapi tidak pernah peduli dengan nasib kami. Anda hanya peduli dengan diri Anda sendiri. Entah maksud Anda apa sebenarnya, dengan mengumpulkan kami semua di sini!" ucap salah seorang pria paruh baya mewakili teman-temannya.


"Sudah! Turun saja anda di situ! Kami tidak butuh janji-janji manis yang diberikan oleh Anda, kalau tidak ada bukti!" ucap salah satu karyawan yang lain dengan penuh amarah yang mengguncah di dadanya.


Bahkan ada di antara mereka yang melemparkan botol kosong ke arah Bejo. Sehingga membuat Bejo merasa sakit pada dahinya yang terkena lemparan botol itu.


Sementara itu, Prawira yang saat ini sedang melihat kejadian itu. Dia hanya tersenyum sinis, ketika melihat Bejo yang saat ini sedang kena bully oleh para karyawan yang di-phk olehnya mengatasnamakan dewan direksi perusahaan itu.


"Lihatlah orang bodoh itu, yang berpikir mereka akan berterima kasih dengan sifat heronya. Tetapi yang dia dapatkan hanyalah hinaan dan cacian dari orang-orang yang beringas itu!" ucap Prawira dengan penuh sindiran dan hinaan.


Tetapi kemudian kening Prawira mengkerut. Ketika dia melihat owner dari Suganda Group kini berdiri di antara para karyawan tersebut, dia berdiri di samping Bejo yang saat ini sedang memegangi keningnya yang tadi kena lemparan botol oleh para karyawan yang sedang mengamuk karena di PHK secara tidak adil oleh Prawira.


"Mau apa tuh tua bangka itu di sana?" ucap Prawira dengan penuh rasa kesal ketika dia melihat musuh besarnya ada di antara mereka.

__ADS_1


Memang yang menjadi alasan utama. Kenapa Prawira sampai mengincar perusahaan milik Bejo. Adakah karena Prawira tahu perusahaan itu dulu dibangun oleh Suganda. Laki-laki yang telah memberikan banyak luka di hati ibunya. Sampai Akhir hayatnya.


Dendam kesumat yang begitu besar yang akhirnya melahirkan aksi untuk membalaskan sakit hatinya kepada Suganda, yang akhirnya membuat para karyawan Bejo menjadi korbannya. Manusia-manusia yang tak bersalah dijadikan korbannya Prawira hanya demi memuaskan rasa bahagia karena merasa berhasil membalas sakit hatinya.


"Tampaknya apa yang telah aku rencanakan akan segera berhasil. Aku yakin kalau pria tua itu akan menampung para sampah itu di perusahaannya. Sedikit demi sedikit, mereka akan menggerogoti perusahaan itu. Sehingga menjadi hancur dan rencanaku akan berhasil lancar dan jaya! Hahaha!" ucap Prawira sambil tertawa begitu bahagia. Ketika dia menyadari bahwa Rencananya akan segera berhasil untuk menghancurkan perusahaan Suganda sedikit demi sedikit.


Tidak disangka. Apa yang diucapkan oleh Prawira tersebut, didengarkan oleh salah satu manajer yang bekerja di perusahaan itu. Laki-laki paruh baya yang selama ini selalu setia kepada Bejo.


"Rupanya itu adalah rencana dia untuk menghancurkan perusahaan Suganda group dengan cara menghancurkan perusahaan ini. Aku harus segera melaporkan tentang hal ini kepada Tuan Bejo dan juga Tuan Suganda!" ucap Manager tersebut yang sudah merekam apa yang dikatakan oleh Rrawira tadi dalam ketidaksadarannya karena terlalu bahagia bahwa Rencananya akan segera berhasil untuk menghancurkan Suganda group melalui para karyawan yang sudah dia PHK.


Manager itu dengan berhati-hati meninggalkan tempat di mana dia tadi bersembunyi agar tidak diketahui oleh Prawira yang saat ini masih asik melihat adegan yang sangat membuat dia bahagia.


"Silahkan Tuan berdua untuk mendengarkan rekaman ini!" Siap Pak Lukman sambil memberikan ponselnya kepada Bejo yang tampak heran dengan manajernya tersebut yang tiba-tiba saja memanggilnya untuk bertemu secara pribadi bersama dengan Pak Suganda, mantan mertuanya.


Rekaman on


"Lihatlah orang bodoh itu, yang berpikir mereka akan berterima kasih dengan sifat heronya. Tetapi yang dia dapatkan hanyalah hinaan dan cacian dari orang-orang yang beringas itu!"

__ADS_1


"Mau apa tuh tua bangka itu di sana?"


"Tampaknya apa yang telah aku rencanakan akan segera berhasil. Aku yakin kalau pria tua itu akan menampung para sampah itu di perusahaannya. Sedikit demi sedikit, mereka akan menggerogoti perusahaan itu. Sehingga menjadi hancur dan rencanaku akan berhasil lancar dan jaya! Hahaha!"


Rekaman off


Pak Suganda dan juga Bejo saling menatap satu sama lain. Mereka seakan baru disadarkan melalui rekaman itu. Bahwa kalau mereka melaksanakan rencana yang sudah mereka jalankan. Itu artinya mereka telah jatuh ke dalam jebakan Prawira untuk menghancurkan perusahaan Suganda Group.


"Saya bingung, bagaimana mungkin? Dengan Tuan menerima para karyawan itu untuk bekerja di perusahaan Tuan, maka hal itu akan menghancurkan Suganda Group?" Bejo kepada Suganda karena dia benar-benar tidak mengerti dengan skema yang telah dibuat oleh Prawira dalam hal itu.


"Kalau Tuan Suganda menerima para karyawan yang telah di pecat di dalam perusahaan kami. Maka perusahaan kami akan mengalami banyak kerugian. Karena secara otomatis, kami harus menggaji mereka satu persatu. Bukankah itu artinya akan menambah beban di dalam perusahaan kami? Sementara, mungkin saja pendapatan perusahaan kami akan berkurang ataukah tetap. Tetapi pengeluaran sudah pasti akan semakin bertambah setiap bulannya dengan menerima mereka di dalam perusahaan kami!" ucap direktur keuangan.


Direktur keuangan yang kebetulan saat itu mengikuti Pak Suganda untuk bertemu dengan Bejo dan bertemu dengan para karyawan yang sudah dipecat yang rencananya akan ditampung oleh perusahaan Suganda group.


"Ya Allah hampir saja aku menghancurkan perusahaan lain. Hanya demi keegoisan diriku sendiri. Untung saja Paman Lukman memberikan rekaman ini, sehingga bisa membuka mata hati kami untuk tidak jatuh ke dalam jebakan Prawira!" Bejo menyadari kesalahan yang hampir saja dia buat untuk menerima para karyawan tersebut di perusahaan Suganda Group.


"Tuan, para karyawan yang dipecat itu memang layak menerimanya. Mereka selama ini selalu bermalas-malasan dan juga kinerja mereka sangat buruk. Aaya sudah memeriksa satu persatu dari mereka dan mereka memang layak untuk dapat PHK! kejarangan Anda hadir di perusahaan membuat mereka merasa merdeka untuk melakukan sesuatu dan mereka berpikir tidak akan ada yang berani menyentuh mereka!" siapa Lukman membeberkan sebuah fakta di hadapan Bejo.

__ADS_1


" Ya Allah ternyata aku telah memberikan begitu banyak mudarat kepada perusahaan ini di saat aku sedang menyelami perasaanku dan rasa sakitku ketika kehilangan Arini sebagai istriku. Ternyata selama ini, aku telah memberikan luka kepada banyak orang. Ya Allah! Tolong kau ampunkan dosaku!" ucap Bejo lirih menyesali segala yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.


__ADS_2