
Prawira tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang disampaikan oleh Siska kepadanya.
"Lucu!" ucap Prawira sambil menatap kepada Siska Sambil tertawa yang sekarang menatapnya dengan keheranan.
"Apanya yang lucu? Jangan bilang padaku kalau kau telah menjadi orang gila!" ucap Siska dengan mata penuh ketakutan ketika melihat Prawira yang semakin mendekat ke arahnya saat ini.
"Benarlah kau lucu! Dulu kau memintaku untuk menikahimu. Sekarang ketika aku ingin menikahimu kau malah menolakku dengan alasan bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi apakah itu tidak lucu?" ucap Prawira sambil tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Siska menjadi jengkel dan kesal terhadapnya.
Siska melemparkan bantal-bantal yang ada di sekitarnya ke arah Prawira. Tetapi bukannya marah, Prawira malah mendekat kepada Siska dan memeluknya dengan erat.
"Apa kau tahu sayang? Sifat liarmu ini yang membuatku semakin menginginkanmu untuk menjadi istriku!" ucap Prawira berbisik di telinga Siska yang kini mulai bergidik ngeri dengan seringai licik yang timbul di wajah Prawira.
"Percayalah, aku pasti akan bisa membuatmu jatuh cinta lagi padaku. Tentu saja setelah kita menikah aku akan membuatmu tidak akan pernah melupakanku!" ucap Prawira kemudian mencium bibir Siska.
Siska yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari Prawira. Dia tidak mampu untuk melawan kuasa seorang laki-laki seperti perwira yang kuat dan gagah perkasa.
"Kau pria gila! Cepat menjauh dari hidupku! Aku tidak Sudi untuk menjadi istrimu!" demi mendengarkan Makian yang diucapkan oleh Siska membuat Prawira menjadi gelap mata dan dia akhirnya melampiaskan yang sejak tadi dia tahan terhadap Siska wanita yang sejak tadi selalu memaki dan mencacinya.
"Ternyata walaupun sering aku pakai, kau masih terasa begitu nikmat! Tidak apa-apa lah memang kau yang selalu bisa membuat aku puas selama ini! Dari pada para ****** yang ada di luar sana kau masih lebih baik!" ucap Prawira dengan tersenyum penuh kemenangan Setelah dia berhasil menggagahi Siska malam itu.
Siska hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya yang kini berada di bawah kuasa seorang Prawira. Laki-laki bejat yang seperti seorang psikopat yang hanya bisa menyakiti hati seorang perempuan.
__ADS_1
"Aku harap hanya aku yang menjadi korbanmu jangan ada lagi perempuan lain yang kau sakiti hatinya seperti aku!" ucap Siska sambil terisak. Kemudian dia berbaring di ranjangnya dan menutup wajahnya dengan selimit. Siska tidak ingin melihat Prawira lagi.
"Maka menikahlah denganku sayang dan aku akan bisa menjanjikan hal itu padamu!" Prawira kemudian dia memeluk tubuh Siska yang meringkuk di sampingnya.
'Entah kenapa, aku selalu merasa damai apabila di antara disampingnya dan selama ini, hanya dia yang bisa membuatku bisa takluk di hadapannya!' bathin Prawira.
Prawira kemudian tertidur dengan memeluk Siska dengan erat. Hingga pagi menjelang, barulah mereka berdua bangun dengan badan yang pegel-pegel.
Siska membuka matanya dan melihat pria tampan yang ada di sampingnya yang masih setia memeluk tubuhnya.
"Kau sebenarnya seorang laki-laki yang baik. Seandainya saja kau mengurangi sifat jahatmu, aku pasti akan sangat mudah untuk mencintaimu kembali!" ucap Siska pelan. Dia bermonologi dengan dirinya sendiri sambil melukis wajah Prawira dalam ingatannya.
"Aku tahu bahwa aku adalah laki-laki yang sangat tampan dan juga mempesona dan aku juga tahu bahwa kau memang mencintaiku!" tiba-tiba saja Prawira sudah membuka matanya dan menatap tajam kepada Siska yang sontak merasa terkejut karena dia Ketangkap basah sedang mengagumi ketampanan Prawira.
"Dia sangat menggemaskan sekali kalau sudah seperti itu. Aku yakin aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta lagi padaku. Kita akan lihat itu Siska!" ucap Prawira dengan senyum bahagia di bibirnya. Kemudian dia menyusul Siska di kamar mandi.
Siska yang sedang fokus membersihkan tubuhnya yang lengket gara-gara perbuatan Prawira tadi malam. Dia merasa terkejut ketika mendapatkan laki-laki itu sudah berdiri di belakangnya dan memeluk tubuhnya yang polos dan penuh dengan busa sabun.
"Oh, sayang! Kau sungguh mampu membuat aku selalu ingin menyentuh kamu!" ucap Prawira sambil mencium punggung Siska yang terekspos sempurna di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan? Cepatlah keluar! Jangan ganggu aku! Apa tadi malam belum puas juga? Lau sudah membuat tubuhku lemas dan pegal sampai sekarang! Masih belum puas juga?" Siska kemudian segera mengambil handuk yang ada di sebelahnya dan menyingkirkan tangan nakal Prawira yang mulai travelling ke mana-mana.
__ADS_1
"Aku tidak pernah merasa puas dengan kamu sayang! Kalau kau tahu, kau selalu berhasil membuatku selalu ketagihan dengan tubuhmu sayang!" Prawira masih mencium punggung Siska yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kuasanya.
"Cepatlah kau urus pernikahan kita! Aku tidak mau terus berbuat dosa denganmu!" akhirnya Siska menyerah juga dengan menyetujui pernikahannya dengan Prawira.
"Akhirnya kau menyetujui juga lamaranku sayang! Aku akan segera membeli cincin untuk meresmikan pernikahan kita!" ucap Prawira dan kemudian dia pun ikut mandi bersama Siska.
Siska yanv memang sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi. Dia langsung keluar dan meninggalkan Prawira seorang diri di sana. "Ya Allah! Bisa-bisa aku sport jantung terus kalau dekat-dekat dengan dia! Biarlah aku terima pernikahan ini. Semoga dengan dia menikah denganku, akan membuat dia menjadi sadar dan menjadi orang yang lebih baik!" ucap Siska bermonolog kepada dirinya sendiri. Kemudian dia pun mulai berpakaian.
"Entah Pakaian siapa ini. Tapi aku tidak peduli sama sekali. Daripada aku bertelanjang, aku rasa pakaian ini masih jauh lebih baik!" ucap Siska sambil memilih pakaian yang ada di dalam lemari.
"Ya Allah tipe perempuan macam apakah yang pernah tinggal di kamar ini? Kenapa pakaiannya ngeri semua? Apakah Prawira itu memang seorang playboy kelas kakap? Pasti dia selalu membawa perempuannya ke apartemen ini dan bercinta dengan mereka!" menggeleng-gelengkan kepalanya merasa ngeri dengan pakaian yang ada di dalam lemari itu.
Tiba-tiba saja sebuah tangan kokoh sudah melingkar sempurna di pinggang Siska yang tadi masih sempat melamun memikirkan pemilik dari pakaian-pakaian itu.
"Pakaian siapa ini semuanya? Kenapa begitu seksi dan menerawang? Apakah kau selalu membawa para pelacur mu ke dalam apartemen ini?" tanya Siska kesal.
"Kenapa Sayang? Apakah Kau merasa cemburu dengan pemilik pakaian-pakaian itu? Hmmmmm? Kau bisa memiliki semua itu Kalau kau menginginkannya!" ucap Prawira sambil tersenyum kepada Siska yang saat ini merasa jengkel terhadap laki-laki satu itu.
"Baru tadi di kamar mandi, kau melamarku dan ingin menjadikanku seorang istrimu. Tapi di lemari ini, aku melihat begitu banyak pakaian perempuan. Heh, berapa banyak koleksi perempuan yang kau jadikan istri untukmu?" tanya Siska sambil menatap sinis kepada Prawira.
"Ya ampun Sayang saat kau dalam keadaan cemburu seperti ini, kau sungguh-sungguh amat menggemaskan! Aku jadi semakin menginginkanmu untuk menjadikan istriku!" ucap Prawira sambil mencium tengkuk Siska yang saat ini masih terekspos karena masih menggunakan handuknya.
__ADS_1
Saat Siska memilih pakaian di lemari itu. Dia merasa bingung. Apa yang bisa dia gunakan karena semuanya pakai yang seksi yang tidak layak digunakan di luar ruangan.
Itulah yang membuat Siska merasa sangat kesal ketika melihat tangan Prawira yang sekarang mulai traveling lagi di tubuhnya.