
Alhamdulillah novel ini telah sampai di angka bab 61 di bulan ini. Semoga Author diberikan inspirasi dan kesehatan untuk terus bisa update setiap hari. Mohon dukungan kalian semua ya readerku tersayang, dengan like, favorite, vote, gift semampu kalian dan komen agar menjadi semangat untuk Author update novel ini setiap harinya. Terimakasih semuanya, tanpa kalian semua, Author bukan apa-apa dan tidak akan sampai ke mana-mana.
Yuk kita langsung dengan novel kita, yang makin seru saja, alur serta konflik yang ada di dalamnya.
Happy reading for All.
Siska langsung berlari meninggalkan Bejo, yang tampaknya tidak mempedulikan lagi perasaannya, saat ini hatinya hancur.
"Sebenarnya terbuat dari apa hatinya itu? Kenapa dia begitu tega dan begitu kejam padaku?" ucap Siska dalam deraian air matanya.
Sungguh sesuatu yang tidak bisa dirinya untuk kendalikan, yaitu perasaan seseorang terhadap dirinya.
"Aku harus ngapain, sih? Supaya dia percaya padaku, bahwa aku mencintainya?" Siska terus saya bertanya kepada dirinya sendiri tentang Bejo. Yang pastinya tidak ada jawaban sama sekali.
Sementara itu, Bejo yang masih di taman, yang kini telah selesai mengerjakan semua tugas-tugasnya. Bejo kini duduk termenung di kursi taman. Yang tadi diduduki oleh Siska dan dirinya.
Bejo menatap lurus ke depan, memperhatikan lalu-lalang orang-orang yang tengah asyik menikmati waktu mereka bersama dengan keluarganya.
Ada perasaan sedih di dalam hati Bejo saat ini. Ketika dia mengingat kembali rumah tangganya bersama Arini. Pernikahan yang berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Bahkan tidak ada anak di antara mereka berdua.
"Seandainya dulu aku serius menjalani kehidupan Rumah tanggaku bersama Arini, mungkin telah ada anak-anak di antara kami berdua. Dan hidup kami akan bahagia selamanya!" Sesal Bejo di dalam hatinya.
Bejo kembali mengingat dan mengenang segala apa yang terjadi ketika pernikahannya bersama dengan Arini, yang berlangsung lebih dari 2 Tahun Lamanya.
__ADS_1
Betapa dia mengingat, lebih banyak keburukan daripada kebaikan. Dalam perannya sebagai seorang suami bagi Arini. Gadis baik yang telah bersedia menikah dan menerima dirinya dengan segala kekurangan yang dia miliki.
Seorang gadis kaya raya, yang mau menerima dirinya yang hanya orang biasa saja. Tanpa syarat dan tanpa banyak permintaan. Tetapi dirinya tidak menghargai itu semua. Malah menjadikan Arini hanya sebagai tambang emas. Untuk dirinya bisa mendapatkan kekayaan dari kedua orang tuanya Arini.
Bejo merutuki dirinya sendiri yang tidak bersyukur, ketika diberikan seorang istri yang begitu baik seperti Arini. Sekarang ketika Arini telah menikah dengan pria yang dia cintai, hati Bejo merana seperti tertusuk oleh sembilu, begitu sakit.
Bahkan yang didengarkan olehnya di berita televisi, tentang gosip para kaum orang kaya. Di sana mengatakan bahwa Arini dan Reynaldi saat ini sedang berkeliling dunia dengan menggunakan kapal pesiar yang dimiliki oleh Reynaldi.
"Betapa sekarang Arini hidupnya penuh dengan kebahagiaan, bersama pria yang mencintai dia. Berbeda denganku, hidupku begitu hancur dan kesepian, setelah perpisahan kami berdua!" ucap Bejo terus merenungkan kehidupannya yang menurutnya telah gagal.
Sementara itu Arini yang saat ini sedang menjalani bulan madu bersama Reynaldi. Tengah asik berlayar menggunakan kapal pesiar milik Reynaldi.
"Wah tempat ini sangat indah sekali. Apakah kau mendapatkan ikan banyak hari ini?" tanya hari ini kepada Reynaldi yang sedang sibuk dan asik memancing.
"Lumayan banyak. Kau pasti akan suka dan kekenyangan memakan ikan-ikan itu!" ucap Renaldi sambil tersenyum ke arah Arini sang istri tercinta.
Arini tampak tertawa sangat bahagia, ketika dia mendengarkan ucapan Reynaldi. hari ini kemudian mendekati Reynaldi dan menaruh kepalanya di bahu sang suami.
Suasana romantis pun tercipta. Reynaldi mengalungkan tangannya dipinggang Arini dan mereka merasakan degup jantung mereka berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Aku tidak ingin saat saat bahagia ini berlalu dari kehidupan kita. Apakah kita bisa seperti ini selamanya? Hidup dengan penuh cinta dan kasih sayang!" ucap Arini sambil tersenyum kalah Reynaldi.
"Kita tidak mungkin bisa hidup seperti ini selamanya. Kedua orang tua kita pasti akan membunuh kita berdua. Apalagi aku yang mempunyai tanggung jawab di perusahaan. Kasihan Kak Farel kalau harus sendirian saja menghandle itu semua!" ucap Reynaldi menjelaskan semuanya kepada sang istri.
__ADS_1
"Mungkin kita bisa seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali. Untuk melakukan perjalanan yang dekat-dekat saja barangkali, menggunakan kapal pesiar ini!" ucap Riyanti sambil menatap wajah sang suami dengan penuh kasih sayang.
Reynaldi menatap wajah hari ini yang begitu cerah dan ceria. "Aku senang kalau kau juga memiliki hobi sepertiku. Akupun paling senang bepergian menggunakan kapal ini. Oleh karena itu, aku sampai rela untuk mengurus semua tabunganku agar bisa memilikinya." ucap reynaldi sambil mengelus rambut Arini yang beterbangan dan berserakan bertiup oleh angin laut.
"Aku juga menyukai kapal ini dan semua perjalanan kita berdua. Selama itu bersamamu, semuanya tampak begitu indah bagiku." ucap Arini kepada Reynaldi.
"Ah akhirnya aku menangkap ikan. Awas dulu, jangan di situ. Aku akan menarik kailnya, semoga saja ikannya besar dan kita bisa memanggangnya nanti!" ucap renaldi begitu bahagia ketika mendapatkan seekor ikan besar di dalam mata kail pancing nya.
Arini pun tersenyum kegirangan, ketika melihat ikan yang begitu besar, ikan betutu, hal itu yang sangat menyenangkan dalam seni memancing. Yaitu ketika kail yang kita lemparkan berhasil ditangkap oleh ikan yang ada di sana.
"Wah, ikan yang sangat besar. Ini pasti sangat manis kalau kita membakarnya. Aku sangat senang sekali!" tidak ada habis-habisnya Arini terus bersorak dalam merayakan mata kail milik Reynaldi yang mendapatkan seekor ikan yang sangat besar.
Reynaldy kemudian membereskan alat-alat pancingnya. Dia berniat untuk menyelesaikan acara memancingnya hari ini. Dan kemudian masuk ke dalam kapal, bersama sang istri. Kembali lagi mereka mengolah seekor ikan yang tadi didapatkan oleh Reynaldi.
"Kau beristirahatlah biarkan aku yang bertugas kali ini!" ucap Arini dengan penuh semangat kepada suaminya.
"Tidak bisa, aku ingin membantumu. Aku akan membersihkan ikan ini dan kau persiapkanlah bumbu-bumbunya. Agar kita bisa menyantap ikan ini untuk makan malam kita berdua!" ucap Reynaldi sampai menatap wajah sang istri.
"Baiklah, aku setuju! Sekarang juga, kau bisa mengerjakan tugasmu. Dan aku juga akan mengerjakan bagianku. Kita akan bekerja sama dalam mengeksekusi ikan ini dan kemudian kita akan makan dengan bahagia!" ucap Arini bersorak begitu bahagia.
Reynaldi hanya mengangguk menanggapi ucapan Arini. Kemudian mereka pun fokus mengerti akan tugas mereka masing-masing.
Setelah beres, mereka pun memasak dan kemudian memakannya, dengan perasaan bahagia. Karena bersama dengan orang yang kita cintai.
__ADS_1