
Farel dan Cansu kemudian Kembali ke tempat resepsi, setelah menyelesaikan kebutuhan mereka. "Kalian dari mana saja? Dari tadi anakmu nangis terus cari mamahnya!" ucap ibu tirinya Farel. Menyerahkan Putra mereka kepada Cansu.
"Maaf Mah tadi ada kebutuhan mendesak!" ucapan sambil tersenyum.
"Alah kayak Mama tidak kenal kamu saja!" sengit ibu tirinya sambil berlalu dari hadapan mereka.
"Ah gara-gara kau Mama jadi marah kan?" protes Cansu yang kini sibuk mendiamkan putranya. Farel hanya meringis saja mendapatkan protest dari sang istri.
Putra mereka diam akhirnya Farel mengambil alih dan cansu kembali sibuk melayani tamu-tamu yang terus banyak berdatangan.
Sementara itu Reynaldi dan Arini sudah masuk ke kamar mereka. Walaupun para tamu masih banyak yang belum pulang. Tetapi mereka sudah kelelahan dan memilih untuk istirahat di kamarnya.
"Hari yang paling melelahkan sepanjang hidupku!" ucap Arini sambil berbaring di samping Reynaldi.
"Mari aku bantu membukakan gaunmu pasti berat sekali kan?" tanya Reynaldi sambil mendekati istrinya.
"Iya sangat berat dan sangat panas. Aku menderita seharian gara-gara gaun ini!" keluh Arini kepada Reynaldi.
"Aku bantu kau untuk melepaskannya!" ucap Reynaldi. Dengan cekatan Reynaldi pun membantu untuk membuka gaun tersebut. Reynaldi tampak kesulitan menelan salivanya begitu melihat kulit Arini yang terbuka lebar di depan matanya.
"Kulitmu sangat halus dan mulus!" ucap Reynaldi tampak gugup.
"Semuanya adalah milikmu!" ucap Arini.
"Apakah kau tidak berbohong, ketika mengatakan bahwa Bejo tidak pernah menyentuhmu?" tanya Reynaldi.
"Itu benar, karena dia lebih sibuk untuk menikmati kekayaan dan mengejar kesenangan di luar sana. Daripada untuk menikmatiku!" ucap hari ini sendu mengingat kembali masa pernikahannya bersama Bejo.
"Tapi aku merasa berterima kasih kepada Bejo, karena dia lebih menikmati harta daripada kamu. Kalau tidak, aku pasti akan merasa sangat cemburu!" ucap Reynaldi sambil mencium bahu Arini yang kini terbuka di depan matanya.
__ADS_1
Mata Arini terpejam, menikmati sentuhan dari suami yang selama ini dia cintai. Waktu yang dimiliki oleh Reynaldi dan Arini selama ini dalam mencintai satu sama lain, tidaklah sebentar. Banyak perjuangan mereka yang sudah dilewati.
"Mari kita salat Sunnah dulu!" ucap Reynaldi. Yang di setujui oleh Arini. Setelah sholat shunah, Reynaldi memijit tubuh Arini yang kelelahan selama sehari itu.
"Apakah sudah lebih baik?" tanya Reynaldi mulai gugup. Arini hanya mengangguk saja.
Saat ini Arini juga sangat gugup. Dalam menghadapi malam pertama mereka berdua.
Sewaktu pernikahan dirinya dengan Bejo dulu, dirinya tidak merasakan kegugupan seperti saat ini. Karena Bejo langsung meninggalkan Dirinya sendiri di hotel dan Bejo malah berpesta pora di clubing bersama teman-teman dia. Dan membiarkan Arini seorang diri di kamar hotelnya.
"Apakah kita langsung tidur saja?" tanya Reynaldi pada akhirnya, memecahkan kesunyian di antara mereka.
"Aku ingin hak aku, malam ini juga!" ucap Arini dengan gugup. Kemudian mendekati suaminya. Menatap lekat manik Reynaldi. Perlahan membuka pakaian tidurnya, sehingga membuat Reynaldi salah tingkah sendiri. Tanpa aba-aba, Reynaldi mematikan lampu kamarnya dan langsung mencium Arini. Reynaldi melakukan hal yang memang seharusnya dia lakukan pada malam pernikahan mereka berdua.
" Makasih ya, karena kamu sudah mau menjadi istriku!" ucap Reynaldi sambil mencium kening istrinya.
Reynaldi sangat bahagia, karena memang benar, Arini masih terjaga, walaupun dia pernah menikah dengan Bejo dulu.
"Aku merasa beruntung dengan kebodohan dia. Sehingga aku bisa mempersembahkan diriku hanya untukmu!" ucap Arini dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa kau menangis?Bukankah ini adalah hari bahagia kita, hari pernikahan kita?" tanya Reynaldi. Arini mengggelengkan kepalanya.
"Aku bukan menangis sedih, tapi aku merasa sangat bahagia. Karena akhirnya cinta kita bersatu dalam ikatan suci pernikahan!" ucap Arini sangat bahagia.
"Semoga aku bisa memberikanmu kebahagiaan terus dan kita bisa memiliki putra-putri yang akan melengkapi Cinta Kita!" ucap Reynaldi. Arini hanya mengeratkan pelukannya di pinggang sang suami.
"Ayo kita tidur. Supaya besok kita lebih fresh lagi. Bukankah kita besok akan pergi untuk bulan madu? Ayahmu sudah memberikan tiket untuk kita pergi jalan-jalan ke Eropa!" ucap Reynaldi.
"Apakah kau suka?" tanya Arini.
__ADS_1
"Aku lebih senang sebetulnya kalau kita keliling Indonesia saja. Daripada harus menghabiskan uang ke luar negeri!" ucap Reynaldi dengan sendu.
"Tidak apa-apa. Ayah pasti sudah memikirkan semuanya. Kita tinggal menikmati saja bukan?" ucap Arini bahagia.
"Nanti kita berdua tinggal di apartemenku saja ya? Aku tidak mau kalau harus menggunakan fasilitas dari kedua orang tuamu untuk memulai kehidupan baru kita!" ucap Reynaldi tegas.
"Aku akan mengikuti. Kemanapun kau pergi. Kau jangan khawatir!" ucap Arini sambil tersenyum dengan manisnya.
"Aku senang mendengarnya. Ya udah ayo kita tidur. Supaya besok badan kita fresh lagi!" akhirnya pengantin baru itu pun tidur di kamar pengantin mereka.
Sebenarnya Ayahnya Arini menghadiahkan sebuah kamar hotel. Untuk mereka menjalani malam pernikahan mereka. Tetapi Reynaldi menolaknya dengan halus. Dia hanya ingin bisa menghabiskan waktu bersama Arini.
Bahkan besok acara honeymoon pun mereka akan menggunakan kapal pesiar milik Reynaldi dan mengelilingi dunia berdua saja.
Arini sangat excited banget dengan rencana itu. Dan dia sangat senang memikirkan akan berlayar berdua saja. Bersama sang suami yang tercinta.
Keesokan paginya. Mereka pun sudah bersiap untuk pergi berlayar, menggunakan kapal pesiar milik Reynaldi.
"Apa kalian yakin tidak akan menggunakan tiket untuk keliling Eropa? Sayang loh kalau nggak dipakai!" ayahnya Arini kepada mereka berdua. Arini tersenyum kemudian mengatakan kepada ayahnya.
"Buat Papa sama Mama aja. Anggap aja honeymood kedua kan?" ucapnya.
"Saya memiliki impian untuk keliling dunia menggunakan kapal pesiar saya. Ketika saya berhasil menikah dengan Arini!" ucap Reynaldi dengan senyum bahagia.
"Baiklah! Kalian bisa melakukan apapun yang kalian mau. Itu adalah honeymoon kalian dan kalian bisa menikmatinya. Papa sama Mama tidak akan memaksa kalian untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai!" ucap ayahnya Arini pada akhirnya mengalah.
"Semoga begitu kalian kembali dari honeymoon, akan ada berita baik ya? Papa sama Mama sudah tidak sabar untuk menimbang seorang cucu!" ucap ibunya Arini dengan senyum yang begitu bahagia.
Yah beliau adalah orang yang paling bahagia dengan pernikahan putrinya. Karena dia tahu bahwa sebelumnya putrinya tidak bahagia ketika menikah dengan Bejo. Pernikahan yang dipaksakan oleh suaminya yang salah paham. Pada akhirnya berakhir penderitaan dan perceraian bagi putrinya.
__ADS_1
" Amin Pah, mah! Doakan saja ya? Semua yang terbaik untuk kami dan kebahagiaan kami berdua!" ucap Arini dengan senyum bahagia dii wajahnya.
Melihat senyum Putri mereka. Mereka bisa melihat bahwa putrinya bahagia dengan pernikahannya kali ini. Sehingga mereka pun merasa tenang untuk melepaskan kepergian hari ini bersama Reynaldi.