
Reynaldi di sekap oleh Papahnya agar tidak kabur dari rumahnya. Semua pintu dan jendela mendapatkan pengawasan yang super ketat. Para bodyguard keluarga Bramantyo ditempatkan di setiap sudut kediaman mereka.
"Sial! Papa selalu saja memaksakan kehendak!" umpat Reynaldi frustasi. Reynaldi menatap ke luar jendela, dimana para bodyguard tengah berjaga. Nyaris tidak ada celah sama sekali. Reynaldi kehilangan akal untuk bisa melepaskan diri dari kurungan Ayahnya.
"Apakah aku memang harus melepaskan kesempatan untuk bisa bersama dengan Arini?" tanya Reynaldi kepada dirinya sendiri. Reynaldi menarik nafas dalam-dalam.
Tidak lama kemudian terdengar suara knop pintu di putar dari luar, masuk seorang pelayan yang membawa setelan untuk acara pertunangan besok.
"Tuan muda, ini setelannya, mohon dicoba, supaya bisa di perbaiki kalau ada kesalahan." ucap pelayan itu. Kemudian dia bersiap untuk pergi, sebelum dia keluar, Reynaldi sudah memukul tengkuknya, dan menjatuhkan wanita itu hingga pingsan. "Ah, akhirnya aku ada ide!" dengan cekatan, Reynaldi mencopot pakaian pelyan tersebut, dan menggantinya dengan pakaian milik dirinya, lalu dibaringkan di kasur. Reynaldi kemudian menggunakan seragam pelayan tersebut. Ah, tinggal masalah kepala. Rambut Reynaldi pendek, jadi tidak bisa menyerupai pelayan yang berambut panjang itu.
Reynaldi berputar-putar di kamarnya, memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk menyempurnakan penyamaran dirinya. Seketika Reynaldi memiliki ide untuk menggunakan hijab, di obrak abrik seisi lemarinya, mencari kain yang sekiranya bisa dia gunakan untuk hijab, agar kepalanya tidak kentara. Bahwa dirinya adalah seorang lelaki.
Reynaldi menemukan sebuah syal, "Ah, sial! Cuma ada ini, apa yang harus aku lakukan, ya? Sudahlah! Aku bisa gunakan ini untuk menutupi kepalaku!" Reynaldi lalu mulai beraksi dengan make up dan syal yang tadi dia ketemuan, Setelah merasa puas dengan hasil karyanya, Reynaldi mencoba untuk membuka pintu kamarnya.
"Tampaknya sedang ada pergantian shif, aku bisa memanfaatkan momentum ini, untuk kabur dari rumah ini. Biasanya Papah dan Mamah sedang ada di luar pada jam segini. Aku harus bergegas keluar sebelum mereka kembali berjaga-jaga.
__ADS_1
Reynaldi mengambil setelan jas yang akan dia jadikan sebagai alibi untuk bisa keluar rumah. Dengan santai, Reynaldi melangkah ke pintu depan, suasana tampak sepi, 'Mereka pasti sedang makan siang, aku harus bergegas!' bathin Reynaldi. Jantungnya bergemuruh kencang, khawatir penyamaran dirinya diketahui.
"Kamu mau kemana?" tiba-tiba seorang bodyguard baru menyapa Reynaldi, dengan membungkukkan badannya, Reynaldi menjawabnya, "Tuan muda meminta saya untuk memperbaiki setelan ini, terlalu besar, jadi akan saya bawa ke butik tempat pemesanan, Tuan!" ucap Reynaldi dengan suara khas perempuan yang halus dan lembut.
"Ya sudah, kamu minta di antara oleh supir! Harus sudah kembali dalam waktu satu jam! Paham?" ucap bodyguard tersebut, Reynaldi mengangguk-angguk mengerti.
"Baiklah, Tuan. Bisa minta tolong, untuk menugaskan sopir yang akan mengantarkan saya? Saya takut, kalau supir itu tidak mau mengantarkan saya Tuan!" ucapnya di buat semerdu mungkin. Wajah Reynaldi yang sudah di permak dengan make up tebal, sehingga menjadi seorang wanita yang cantik, sehingga membuat bodyguard tersebut ketar-ketir, mendapatkan godaan dari gadis cantik tersebut.
"Baiklah, ayo Abang antar ke carport, biar Abang yang minta supir itu untuk mengantarkan kamu ke butik!" Reynaldi lalu menggamit lengan bodyguard yang lumayan tampan dan berotot itu.
Sopir dan Bodyguard tersebut merasa terkejut, melihat aksi pelayan yang tadi hendak diantarkan pergi ke butik. Mereka seketika sadar, bahwa mereka telah kena jebakan dari Reynaldi, Tuan Muda yang sedang mereka jaga.
"Ahh, gawat! Tuan muda kabur! Cepat! Perintahkan anak buah yang lain untuk mengejar Tuan Muda!" perintah sopir tersebut, mengingatkan Bodyguard yang tadi telah kena tipu oleh Reynaldi. Bodyguard tersebut Seketika wajahnya memerah, mengingat bagaimana dirinya tadi begitu genit menggoda pelayan yang ternyata adalah Tuan Muda rumah tersebut. "Ah, sial!" desahnya frustasi.
Bodyguard tersebut akhirnya langsung mencari teman-temannya, untuk mengejar mobil Reynaldi, yang tampaknya sudah lari jauh. Karena tadi menggunakan kecepatan yang tinggi untuk lari dari rumah tersebut.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa membedakan laki-laki dan perempuan? Hah? Kau ini, sudah berapa tahun bekerja sebagai Bodyguard? Cobalah kau gunakan otakmu sedikit! Bisa-bisanya kau dikelabui oleh Tuan Muda Reynaldi, kau benar-benar membuat malu kesatuan tugas kita!" pimpinannya memarahi Bodyguard tersebut, sehingga dia tidak bisa berkata apa-apa. Karena hal itu memang adalah sebuah kenyataan, bahwa dirinya telah membuat kesalahan dengan mudahnya terkecoh oleh Reynaldi.
"Maafkan saya Tuan, ini memang kesalahan saya! Saya janji saya akan memperbaikinya! Saya akan bawa kembali tuan muda Renaldy ke rumah ini. Tolong berikan saya kesempatan!" pinta bodyguard tersebut.
"Tentu saja kau harus membawa kembali Tuan Muda Reynaldi ke rumah ini! Atau kau akan kehilangan pekerjaanmu! Apa kau tahu? Tuan besar Bramantyo itu sangat keras orangnya dan tidak suka adanya kesalahan bodoh semacam ini!" pimpinan mereka sudah sangat naik darah kemarahan besar di dalam dirinya sudah tidak bisa ditahan lagi. Kemudian dia memerintahkan semua anak buahnya untuk melakukan pengejaran terhadap Reynaldi.
Sementara itu, Reynaldi yang sudah berhasil lari dari rumahnya, kini sedang berada di sebuah hotel kecil dipinggiran kota. Reynaldi meminta tolong kepada resepsionis di sana, untuk meminjam sebuah telepon untuk bisa menghubungi Ariani.
"Arini, aku saat ini ada di hotel Dharmawangsa di xxxx , bisakah kamu kesini, jangan lupa untuk membawa uang ya, aku pinjam dulu! Aku kabur dari rumahku, kedua orang tuaku memaksa aku untuk bertunangan dengan Nathalie, tolong aku, Ok?" ucap Reynaldi panik.
Resepsionis yang mendengarkan ucapan Renaldi tampak terpukau, dengan ketampanan seorang Reynaldi yang kini sedang berada di hadapannya.
"Ya Tuhan! Apakah aku saat ini, ada di dalam sebuah novel drama percintaan? Yang mana novelnya berksah, di mana seorang laki-laki dipaksa bertunangan oleh pihak keluarganya dan sekarang dia sedang diselamatkan oleh kekasih yang dia cinta? Oh Tuhanku! So sweet banget!" demi mendengar ucapan resepsionis tersebut Renaldi sampai salah tingkah.
"Terimakasih, Mba! Saya akan menunggu kekasih saya datang. Oh ya, tolong saya untuk menyembunyikan mobil saya, dan satu lagi, nanti kalau ada pengawal ayah saya, yang mencari saya, tolong katakan kalau Mba tidak tahu, ok?" ucap Reynaldi dengan memasang wajah semanis mungkin. Membuat resepsionis tersebut melelah hatinya.
__ADS_1
"Tuan tenang saja! keberadaan Tuan di sini, 100% aman! Saya pasti akan membantu Tuan untuk lepas dari para pengawal ayahnya Tuan. Tuan bisa bersama dengan kekasih Tuan! Saya merasa senang sekali masuk di dalam drama percintaan ini!" Reynaldi tertawa mendengar ucapan resepsionis yang baik hati itu.