
"Kamu harus berhenti berpikir yang aneh-aneh! Jangan merusak hatimu untuk hal yang tidak berguna! Udah, ayo habiskan makananmu. Lalu kita kembali ke kediaman Bramantyo! Aku sudah rindu dengan Kakek dan ibuku!" ucap Reynaldi sambil mengelus kepala Arini yang masih cemberut karena cemburu.
"Betul kau tidak menyesal? Karena sudah menolak perempuan cantik tadi sebagai calon istrimu?" tanya Arini.
"Kan aku sudah bilang berkali-kali! Aku gak menyesal sama sekali! Aku cuma suka dan aku cuma cinta sama kamu! Udah cukup! Ayo, cepat! Habiskan makanannya atau aku tinggal kau disini!" ancam Reynaldi tanpa memperdulikan Arini, yang saat ini sedang cemberut. Karena merasa cemburu dengan mantan tunangannya Renaldi yang sangat cantik itu.
"Aku nggak bisa berkata-kata, melihat kecantikan Natalia yang luar biasa! Tiba-tiba aku merasa insecure tahu enggak sih?" ucap Arini.
"Di mataku, kamu itu adalah wanita yang tercantik! Udah cukup! Oke? Gak usah bahas lagi masalah Natalia! Aku nggak peduli soal dia!" Reynaldi mulai kesal juga dengan Arini yang gak mau berhenti membahas soal Natalia.
"Natalia tuh cantik banget wajahnya! Dia tuh, mirip banget sama artis Turki! Yang itu loh, yang main film Sol Yamin, yang menjadi Serra! Kamu tahu nggak sih? Itu loh, yang jadi pacarnya Salim!" ucap Arini masih heboh membahas tentang Natalia. Reynaldi memutar bola mata malasnya.
"Tampaknya di sini malah kamu, yang jatuh cinta sama Natalia! Bukan aku loh!" ucap Reynaldi sengit.
" Ih kamu bicara sembarangan! Masa iya, aku perempuan jatuh cinta sama perempuan? Aku tuh, cuman kagum aja sama kecantikan dia! Persis banget seperti artis idolaku!" ucap Arini lagi.
"Ya udah sih, nggak usah berlebihan! Biasa aja bagiku! Dia nggak lebih cantik daripada kamu. Tetaplah, di hatiku, cuma kamu seorang yang lebih cantik!" demi mendengar gombalan receh dari Renaldi seketika pipi Arini bersemu merah karena sangking malunya.
__ADS_1
"Ih! Sejak kapan kamu belajar gombal kayak gitu? Rasanya aneh denger itu dari kamu!" ucap Arini menatap tajam Reynaldi. Reynaldi hanya tersenyum.
"Di duniaku, wanita seperti Natalia itu banyak! Bahkan mungkin, tidak bisa dihitung! Setiap hari, aku bisa melihat dan menemukan mereka di manapun juga! Kamu tahu kan? Dunia bisnis yang aku geluti selama ini. Itu seperti apa? Kemanapun aku melangkah, pasti banyak datang perempuan semacam itu. Tetapi di hatiku hanya ada kamu. Hatiku sudah terkunci. Jadi, kamu nggak usah takut kalau aku akan berpaling kepada siapapun. Oke? Udah, sekarang kamu habiskan makanan kamu! Karena waktuku sudah sedikit Ini! Dari tadi, Mamahku Teleponin aku terus nih! Ingin aku segera pulang kembali ke kediaman Bramantyo.
Akhirnya mereka berdua fokus untuk menghabiskan makan siang mereka. Kemudian Arini mengantarkan Reynaldi untuk pulang kembali ke kediaman Bramantyo.
"Kamu nggak masuk dulu? Untuk bertemu dengan kedua orang tuaku?" tanya Renaldi ketika melihat hari ini sudah bersiap untuk pulang. Arini menggelengkan kepalanya lalu tersenyum menatap kekasihnya.
"Aku nggak mau ganggu quality time keluarga kalian! Pasti Mama dan Papa Kamu, lagi merindukan kamu! Setelah kamu kabur dari rumah selama 3 bulan lebih. Jadilah anak yang baik! Bahagiakan kedua orang tua kamu, ya? Kan aku sudah seharian sama kamu, aku pulang sekarang saja! Assalamualaikum!" ucap Arini lalu berpamitan kepada Reynaldi. Reynaldi hanya bisa menatap kepergian hari ini di tempatnya berdiri saat ini.
Reynaldi yang melihat kedatangan Mamanya, langsung memeluk Mamanya tersebut. Ada rasa rindu yang bergejolak di hatinya, selama selama 3 bulan dia kabur dari kediaman Bramantyo.
"Kamu anak nakal! Main kabur-kabur dari rumah! Cuman gara-gara perempuan! Ah, kamu bikin Mama jadi menangis setiap hari mikirin kamu! Jangan ulangi lagi perbuatan kamu ini, oke?" mata Renaldi sudah berderai air mata merasa terharu dengan penyambutan sang Mama yang tampak begitu menyayanginya.
"Rey hanya tidak mau menjalani pernikahan tanpa cinta, Mah! Rry pasti akan berjuang untuk mempertahankan cinta Rey sama Arini! Mamah harus dukung Rey, kalau memang sayang sama Rey!" ucap Reynaldi terdekat di tenggorokan. Mamanya hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung harus mengatakan apa.
"Mama hanya ngikuti keputusan Papa sama Kakek kamu aja Rey! Mama ini nggak punya kuasa di rumah Ini! Kan, kamu tahu sendiri, status Mama di rumah ini seperti apa!" ucap Mamanya, lalu menarik Reynaldi untuk masuk ke dalam rumah. Papanya Renaldi dan Kakeknya, masih berada di kantor, karena memang kebiasaan mereka adalah pulang ketika jam 08.00 malam, sementara sekarang ini, baru sekitar jam 1 siang.
__ADS_1
"Kamu udah makan belum, Sayang?" tanya mamanya Renaldi kepada Putra kesayangannya tersebut.
"Tadi Rey, sudah makan siang sama Arini, Mah! Bolehkah Rey masuk ke kamar Rey? Rasanya sudah rindu dengan kamar, Rey!" ucap Reynaldi memohon.
"Baiklah, sayang! Lakukan apapun yang kamu mau! Mama akan mempersiapkan untuk makan siang ya? Papa sama Kakek kamu, oke? Sana kau masuk kamarmu! Istirahat dan lepaskan rasa rindumu dengan kamarmu itu!" Reynaldi langsung lari naik ke lantai 3 menuju kamarnya berada.
"Wah! Aku rindu sekali dengan kamarku! Akhirnya bisa juga tidur di kasur ini!" Reynaldi tampak excited banget, kembali lagi ke kamarnya yang sudah selama 3 bulan dia tinggalkan, gara-gara kabur dari rumah, untuk menghindari pertunangannya bersama Natalia.
Sejenak Reynaldi terdiam, mengingat kembali kejadian tadi siang di cafe, ketika dirinya bertemu dengan Natalia. Pipi Reynaldi bersemu merah, merasa malu ketika mengingat hal itu.
Sejujurnya, itu adalah pertemuan Reynaldi yang pertama dengan Natalia. Keluarganya pernah mengatur kencan buta bersama Natalia selama beberapa kali. Tetapi Reynaldi tidak pernah menghadiri kencan buta tersebut.
"Apa yang akan terjadi ya? Kalau waktu itu, aku mau menghadiri kencan buta itu? Apakah aku tidak akan kabur dari pertengahan bertunanganku bersama Nathalia?" tiba-tiba Reynaldi mengatakan hal itu. Sontak membuat dirinya sendiri kaget dan terkejut.
"Halo Reynadi! Jangan berbuat gila! Hidup kamu tuh cuma mencintai Arini! Lupakan masalah Natalia! Lagi pula, pertunangan kamu sama dia itu sudah dibatalkan secara resmi. Sekarang kamu harus menghadapi masa depan kamu bersama Arini! Setelah perjuangannya begitu panjang! Akhirnya ini berhasil! Jangan goyah lagi hanya karena melihat Natalia!" Reinaldy terus memberikan sugesti positif ke dalam pikirannya, untuk tidak goyah lagi dan fokus terhadap hubungannya bersama Arini.
"Kamu tuh, udah lama banget! Memperjuangkan hubungan kamu bersama Arini. Jangan tergoda hanya karena seorang Natalia! Semua pengorbanan kamu selama ini, akan jadi sia-sia! Jangan bodoh kamu, Rey!" sisi lain Renaldi terus saja memperingatkan dirinya untuk tidak tergoda dengan kehadiran sosok Natalia mantan tunangannya tersebut.
__ADS_1