Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
76. Kemarahan Bejo


__ADS_3

Dengan emosi yang membuncah di dadanya. Bejo pun kemudian mengikuti sekretarisnya untuk pergi perusahaan yang sudah lama tidak dia kunjungi.


"Karena Tuan tidak pernah datang ke perusahaan lagi, jadinya para dewan direksi itu selalu berbuat sekehendak mereka. Seakan tidak ada yang mengekang perbuatan mereka lagi!" ucap sekretarisnya Bejo sambil meneteskan air matanya.


"Kenapa baru kau katakan sekarang padaku? Apa saja yang kau lakukan dari dulu hah? Bukankah aku sudah bilang padamu, untuk melaporkan kepadaku apapun yang terjadi di perusahaan?" tanya Bejo dengan emosi yang kini memuncak.


"Maafkan saya Tuan! Bukankah anda sudah mengatakan kepada saya berkali-kali, agar saya tidak mengganggu anda, kalau bukan urusan yang benar-benar penting?" ucap sekretarisnya Bejo dengan wajah penuh kesedihan.


Bejo mendesah frustasi, karena merasa jengkel dengan apa yang dikatakan oleh sekretarisnya tadi.


"Kau adalah sekretaris terburuk yang pernah saya lihat kau selalu mempunyai jawaban untuk setiap kesalahan yang kulakukan!" ucap Bejo sambil melirik kesal kepada sekretarisnya itu.


" Maafkan saya tuan!" ucapnya dengan suara gemetar.


Bagaimana dia tidak ketakutan? Selama dia bekerja dengan Bejo. Baru kali ini dia melihat Atasannya itu begitu marah terhadap dirinya.


"Pak! Cepatlah kau mau mengemudikan mobil ini atau kau akan membuat para karyawanku habis dipecati oleh para tua bangga itu!" ucap Bejo dengan suara kesal.


"Maafkan saya Tuan! Ini sudah yang tercepat yang bisa saya lakukan. Saya tidak ingin membawa anda ke perusahaan dalam keadaan mati, karena saya mengebut!" ucap sopir yang sudah selama 2 tahun mengabdi kepada Bejo.


"Kenapa saya memiliki bawahan seperti kalian semua? Semuanya membangkang dengan perintah saya!" ucap Bejo.

__ADS_1


Walaupun di mulut Bejo tampak seperti yang marah-marah, tetapi di dalam hatinya dia memuji karyawannya yang saat ini sedang ketakutan terhadap dirinya. Karena mereka berani mengatakan apa yang ada di dalam hati mereka, tanpa merasa canggung terhadap atasan mereka.


Tidak lama kemudian. Bejo pun sampai di perusahaannya dan dia melihat banyak karyawannya yang sedang demo di depan gedung perusahaan yang sudah dirintis selama 5 tahun lamanya.


"Tuan sebaiknya kita lewat pintu belakang saja! Mereka saat ini semuanya sedang pada panas hatinya. Karena banyak teman-teman mereka yang sudah dipecat oleh dewan direksi!" ucap sekretarisnya Bejo, sambil berbisik di telinga Bejo.


Bejo mengurutkan keningnya lalu melirik sekilas kepada sekretarisnya itu.


"Aku tidak melakukan kesalahan terhadap mereka! Lalu, kenapa aku harus takut pada mereka? Aku datang ke perusahaan untuk menyelamatkan mereka semua. Kalau mereka sampai menyerangku, itu artinya mereka tidak sayang terhadap diri mereka sendiri!" ucap Bejo dengan tegas dan keras.


Sekretarisnya Bejo akhirnya diam dia sudah tidak berani lagi berkata apapun kepada Bejo. Yang saat ini memang sedang marah luar biasa. Gara-gara tingkah para dewan direksi perusahannya yang berbuat sesuka hati mereka tanpa berdiskusi dengan dirinya.


Bejo langsung berdiri dengan gagah di depan para karyawannya yang sedang demo di perusahaan yang dia pimpin.


"Siapa Anda? Sehingga berani bicara di hadapan kami kami ingin bicara dengan pemilik perusahaan ini!" ucap salah seorang pendemo dengan suara lantang.


"Dia adalah Bejo Praja! Pemilik dari perusahaan ini! Kalian bisa tidak? Untuk bersikap sopan terhadapnya?" ucap sekretarisnya Bejo sambil menata tajam kepada mereka semua karena dia sangat marah melihat atasannya tidak dihormati oleh para pendemo itu.


"Oh jadi kamu pemilik perusahaan ini? Kamu harus tahu bahwa para dewan direksimu sudah banyak memecat rekan-rekan kami!" ucap perwakilan dari mereka dengan penuh emosi ketika melihat Bejo.


Mereka menilai bahwa Bejo sama sekali merasa tidak bersalah dengan aksi pemecatan sewenang-wenang oleh dewan direksi perusahaannya.

__ADS_1


"Dengarkan saya! Saya adalah pemilik perusahaan ini. Saya pasti akan menjamin kesejahteraan kalian semua. Kalian harus percaya kepada saya. Sekarang kalian semua kembali ke pos kalian masing-masing dan dengarkan instruksi saya. Kalian yang tidak kembali ke pos kalian dan kembali bekerja, akan saya pastikan bahwa kalian akan dipecat tanpa pesangon sepeserpun dari perusahaan!" ucap Bejo dengan lantang kemudian dia meninggalkan mereka semua.


"Kamu pastikan mereka semua kembali ke pos mereka. Catat siapa saja dari mereka semua yang membangkang dan langsung pecat saja! Aku tidak butuh para pegawai yang tidak menuruti perintahku!" perintah Bejo kepada sekretarisnya.


Tampaknya Bejo merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki tadi. Sehingga sekarang dia melampiaskan semua kemarahannya kepada para pembangkang di perusahaannya.


Dengan langkah lebar, Bejo langsung masuk ke perusahaannya dan dia langsung memerintahkan kepada semua dewan direksi yang ada di perusahaannya untuk segera kumpul di ruang rapat.


Setelah mereka semua kini sudah ada di hadapan Bejo. Bejo langsung melabrak meja yang ada di hadapannya. Sehingga semua orang yang hadir di rapat itu ketakutan melihat kemarahan Bejo yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


"Kalian semua sungguh lancang sekali karena telah mengambil keputusan tanpa berdiskusi denganku. Apa kalian sudah tidak menganggapku sebagai pemilik dari perusahaan ini, huh? Kalian jangan lupa bahwa kalian hanyalah orang-orang yang bekerja di perusahaan ini dan aku yang menggaji kalian semua!" mata Bejo menyapu seisi ruangan di mana orang-orang kini menunduk tidak berani menghadapinya.


"Bagi kalian Para dewan direksi yang memiliki saham di perusahaan. Apabila kalian mau menjual saham kalian pada saya. Katakan pada saya. Saya pasti akan membelinya dengan harga yang pantas dan silahkan kalian angkat kaki dari perusahaan ini. Saya tidak membutuhkan dewan direksi seperti kalian yang bukannya mengembangkan perusahaan. Tapi kalian sedang berusaha untuk menghancurkan perusahaan ini!" ucap Bejo dengan penuh kemarahan. Bejo menyisir semua orang yang hadir di ruangan ralat itu. Sambil menatap tajam kepada mereka semua yang sekarang menatapnya dengan penuh ketakutan.


"Tuan, Anda selama ini tidak pernah masuk ke kantor. Dan tidak pernah memperdulikan, apakah perusahaan ini bekerja secara maksimal ataukah tidak. Sekarang di sini anda marah-marah kepada kami. Apakah itu pantas?" tiba-tiba seorang pemuda bangkit dari kursinya.


"Setiap hari kami yang ada di perusahaan ini, berjuang mati-matian dan berusaha untuk memberikan hasil kepada perusahaan. Kami kebingungan, karena nahkoda kami tidak ada. Karena anda sibuk dengan masalah anda sendiri dan melupakan kami semua yang juga membutuhkan anda!" ucap pemuda itu lagi yang Bejo tidak tahu siapa namanya.


"Siapa kamu? Kenapa kamu berani sekali mengatakan hal yang tidak sopan kepadaku?" ucap Bejo sambil menatap tajam kepada pemuda itu yang tampaknya tidak merasa takut sedikitpun terhadap dirinya.


"Dia adalah tuan Prawira!" ucap salah seorang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"Apa posisimu di perusahaan ini, sehingga kau begitu berani menantang kuasaku?" tanya Bejo sambil menatap tajam kepada laki-laki yang bernama Prawira itu.


__ADS_2