Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
97. pembicaraan yang gagal


__ADS_3

Tampak Suganda seperti merasa putus asa mendengarkan ancaman dari ayahnya.


"Baiklah Pah! aku akan menerima Perjodohan ini tapi Papa harus menjamin keselamatan dan hidup dari wanita yang kucintai beserta dengan anakku!" ucap Suganda dengan mata berlinang air mata kesedihan karena dia akan berpisah dengan wanita yang dia cintai dan mungkin akan kehilangan calon anaknya yang saat ini ada di dalam rahim kekasihnya.


"Kau percaya saja pada papa memangnya papamu ini pernah menipumu?" ucap ayahnya Suganda sambil mengulas senyum kepada putranya yang akhirnya menyerah untuk menuruti keinginannya.


"Baiklah Papa bisa menentukan pernikahan kami berdua!" ucap Suganda kemudian dia meninggalkan ayahnya sendiri di dalam ruangan kerjanya.


Rekaman off

__ADS_1


Tampak Prawira yang seakan merasa bahwa dunianya runtuh seketika. ketika dia melihat sendiri video CCTV yang ditunjukkan oleh Amanda kepadanya.


"Dari mana kau mendapatkan rekaman bodoh itu huh? Apa kau pikir bahwa aku akan mempercayainya?" tanya Prawira dengan tatapannya nyalang seakan tidak percaya dengan isi rekaman yang ternyata sangat bertolak belakang dengan kepercayaannya selama ini tentang ayah kandungnya.


'Tidak mungkin hal seperti itu terjadi Ibu bercerita bahwa Ayahku meninggalkannya karena tidak mencintainya sama sekali! Bagaimana mungkin setelah lebih dari 20 tahun akan muncul rekaman ini yang mengatakan bahwa Ayahku sangat mencintai Ibuku dan dia meninggalkan ibuku untuk melindunginya dan juga melindungiku!' batin Prawira sambil terus menatap rekaman yang terus berulang-ulang sejak tadi.


"Aku tidak percaya dengan rekaman itu aku pergi dan jangan pernah sekalipun kau menemuiku lagi! karena aku sangat membencimu dan juga suamimu!" ucap Prawira kemudian meninggalkan Amanda seorang diri di ruangan Bejo.


"Ini benar-benar suatu yang sangat mengejutkan!" ucap Bejo sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyangka kalau ada skandal segini besar di kediaman Suganda. Ya Tuhan aku mengira keluarga mereka adalah keluarga yang sempurna nyaris tanpa cacat?" ucap Bejo seakan bingung, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar pada hari ini.


Setelah Bejo melihat bahwa Prawira sudah meninggalkan ruangannya dia pun kemudian keluar dari ruang rapat dan kembali menemui Amanda di dalam ruangannya.


"Bagaimana apakah urusan kalian sudah selesai?" tanya Bejo ingin mengkonfirmasi segalanya yang tadi dia lihat dan dia dengar di CCTV yang ada di ruangannya.


"Ayolah Bejo kau tidak usah bersandiwara aku tahu kalau kau sudah mengetahui rahasia keluarga kami! Aku mohon kepadamu untuk bisa merahasiakannya dari publik Karena itu adalah aib Keluarga kami yang sangat besar!" ucap Amanda sambil bangkit dari tempat duduknya dan bersiap untuk meninggalkan kantor milik Bejo yang dulu dirintis oleh suaminya ketika Dulu mereka berjuang dan merangkak untuk bisa menjadi seperti sekarang ini.


"Tenanglah aku pasti akan merahasiakan semua yang terjadi hari ini percayalah padaku aku bukanlah seorang yang berkhianat!" ucap Bejo memberikan jaminan kepada Amanda bahwa dia tidak akan pernah melakukan sifat khianat terhadap Amanda.

__ADS_1


"Baiklah aku percaya padamu. Aku pulang ya? Terima kasih karena kau sudah meminjamkan ruangan ini supaya aku bisa berbicara dengan leluasa bersama dengan Prawira!" ucap Amanda sambil mengulas senyum kepada David kemudian dia langsung berpamitan untuk segera kembali ke kantornya sendiri.


__ADS_2