
"Ayah juga setuju dengan ibumu. Kenapa kau bisa menjadi orang bodoh seperti ini Herman? Kau melepaskan seorang gadis baik seperti Amanda demi seorang perempuan yang seperti dia. Yang bahkan mau kau sentuh sebelum resmi menikah! Dia bukan garis baik-baik yang bisa dijadikan sebagai istri Herman. Ayah tidak akan Merestui Pernikahan kalian!" ucap ayahnya Herman memberikan pendapatnya sehingga menambah kepusingan yang ada di kepala putranya.
"Sebaiknya ayah dan ibu pulang saja!" ucap Herman.
"Kau mengusir ibu dan Ayahmu Herman? Ya Tuhan! Kau betul-betul anak durhaka!" ucap ibunya Herman sambil memukul putranya saking kesalnya dia saat ini.
"Bukan begitu Bu! Hanya saja kalian dari tadi bikin saya tambah pusing. Bisa nggak sih kalian ngomongin yang lain Saja? Nggak usah ngomongin Amanda terus!" ucap Herman sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah kepada orang tuanya yang saat ini sedang mengkhawatirkan keadaannya.
"Ya sudah kalau begitu Bapak mau salat Ashar dulu di masjid rumah sakit kamu bisa istirahat syukur-syukur kita bisa pulang hari ini jadi Bapak dan Ibu tidak perlu mencicipi untuk menginap di rumah sakit!" ucap ayahnya Herman kemudian dia mengajak istrinya untuk salat bersama di masjid rumah sakit.
Tanpa mereka semua ketahui, bahwa saat ini sebenarnya Ayu tidak sedang tidur. Tetapi dia hanya pura-pura tidur.
Ayu Sebenarnya tadi ingin Yang bangun ketika melihat orang tuanya Herman datang tetapi dia mengurungkan niatnya untuk membuka matanya karena dia ingin mendengarkan pembicaraan mereka tentang dirinya dan juga Amanda.
' Jadi mereka berpikir kalau aku ini hanya sebuah batu kali yang tidak berharga yang tidak layak untuk menjadi menantu mereka Apakah sehina itu aku di mata mereka?' Fatin Ayu sambil terus meneteskan air matanya.
Setelah mengetahui bahwa kedua orang tuanya Firman sudah meninggalkan ruangan itu. Dengan secara perlahan Ayu pura-pura baru bangun tidur. Kemudian Dia mendekati Firman yang tampak sedang menutup matanya karena saat ini Firman memang sedang sakit kepalanya.
"Aku tidak tahu kalau selama ini kamu berpikir kalau aku itu adalah perempuan murahan Padahal aku begitu mencintaimu Aku memberikan segalanya Atas Nama Cinta tapi ternyata kau tidak menghargainya menghinakan cintaku!" ucap Ayu dengan berderai air mata kemudian Ayu memutuskan untuk meninggalkan Herman di rumah sakit tanpa berpamitan kepadanya.
__ADS_1
Tanpa Ayu ketahui sebenarnya Herman tidak benar-benar tidur. Dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ayu. Tetapi dia hanya terdiam saja karena sedang malas untuk berdebat dengan siapapun.
Setelah memastikan bahwa Ayu sudah meninggalkan ruangannya. Barulah Firman membuka matanya dan melihat ke sekeliling. Ternyata semuanya sudah meninggalkannya.
"Sekarang dalam keadaan seperti ini. Semua orang meninggalkanku. Bahkan Amanda pun sebentar lagi akan meninggalkanku. Aku sungguh tidak berguna. Bagaimana mungkin aku membuang hubunganku bersama Amanda selama 5 tahun hanya karena nafsu birahi yang sebenarnta tidak ada artinya!" ucap Firman menyesali segala kebodohannya di masa lalu yang akhirnya menghasilkan dirinya kehilangan Amanda untuk selamanya.
Sekitar setengah jam kemudian. Orang tuanya Firman masuk ke dalam ruangannya dan membawa makanan untuk mereka bertiga.
"Ke mana perempuan itu?" tanya ibunya Herman merasa heran karena tidak melihat Ayu di sofa lagi.
"Dia pulang Bu! Tampaknya dia tadi sudah mendengarkan semua percakapan kita. Tadi dia pergi dengan menangis terisak-isak!" ucap Firman memberitahukan tentang Ayu yang menangis ketika meninggalkan ruangannya.
"Sudah! Ayo kita makan tidak usah dipikirkan perempuan itu tidak penting sama sekali!" ucap ibunya Herman kemudian dia menyuapi putranya makanan yang tadi dia bawa.
Herman makan dengan tenang dengan disuapi oleh ibunya sementara ayahnya Herman juga makan makanan yang tadi mereka beli di warung makan yang dekat dengan rumah sakit.
Setelah selesai makan ibunya Herman kemudian membereskan barang-barang yang tadi mereka bawa dari rumah. Tidak terlalu banyak karena mereka berniat besok pagi sudah keluar dari rumah sakit.
"Kita harus melaporkan perbuatan ini ke kantor polisi. Jangan sampai nanti terulang lagi pokoknya Ibu tidak rela ada orang yang memukuli kamu Herman!" ucap ibunya Herman dengan geram dan kemarahan yang memuncak di dadanya bagaimanapun dia tidak terima putranya dihajar oleh orang lain.
__ADS_1
"Sudahlah Bu! Jangan cari perkara dengan orang-orang hebat seperti mereka. Kita ini orang-orang kecil dipites oleh mereka sedikit saja sudah hancur!" ucap ayahnya Herman berusaha membujuk istrinya untuk tidak usah mencari masalah dengan mereka.
"Yang kita lawan ini bukan orang sembarangan bu! Kalau ibu tahu, calon suaminya Amanda itu adalah dari keluarga Suganda. Keluarga orang hebat, konglomerat Bu! Mereka itu bukan lawannya kita!" ayahnya Herman berusaha untuk membujuk istrinya untuk tidak usah mencari perkara dengan mereka.
"Tapi Ibu tidak terima Putra kita dihajar seperti ini sampai masuk rumah sakit Pak!" ucap ibunya Herman dengan geram sambil menatap tajam kepada ayahnya Herman.
"Sudahlah Bu! Enggak usah dipikirkan lagi. Tolonglah! Herman ingin istirahat pusing sekali kepala saya saat ini!" Pinta Herman kepada ibunya untuk diam jangan ribut terus.
"Ya sudah Pak! Ayo kita pulang saja. Toh Herman juga tidak membutuhkan kita dia merasa pusing dengan kehadiran kita!" siap ibunya Herman misuh-misuh merasa marah dengan apa yang dikatakan oleh Herman.
"Bukan begitu maksud Herman Bu. Tetapi Herman hanya ingin ketenangan. Bisakah kalian kalau ingin berdebat di luar saja? Herman betul-betul membutuhkan suasana yang kondusif untuk bisa istirahat. Supaya besok kita bisa pulang dari rumah sakit!" pinta Herman kepada ibunya.
" Ya sudah Bu Ayo kita pulang saja biarkan Herman untuk beristirahat dan merenungkan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya semoga Kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk dia selalu mawas diri dan tidak berbuat sesuka hatinya serta melanggar norma-norma agama! Ayah cuma berharap agar Ayu tidak hamil anakmu karena Ayah tidak sedih untuk memiliki keturunan yang lahir di luar nikah!" ucap ayahnya Herman kemudian dia meninggalkan anaknya sendirian di rumah sakit.
"Pak Ibu tidak tega membiarkan Herman sendirian saja di rumah sakit. Kalau bapak mau pulang, pulang saja Ndak apa-apa. Biar Ibu menemani Herman di sini. Kasihan dia kalau butuh apa-apa tidak ada yang menolong!" ucap ibunya Herman merasa tidak tega kepada putranya. Tetapi suaminya melarang untuk dia melakukan hal itu.
"Bu karena ibu yang selalu memanjakan Herman. Makanya dia menjadi pribadi seperti itu. Dia tidak bisa bertanggung jawab dengan dirinya sendiri. Apalagi terhadap orang lain. Lepaskanlah anakmu agar dia bisa berpikir lebih bebas dan tahu mana yang benar dan salah!" ucap suaminya memberikan nasehat kepada sang istri yang dia cintai.
Wanita sederhana yang selalu setia menemaninya selama lebih dari 30 tahun ini dan dia sangat menghargai istrinya itu.
__ADS_1
Akan tetapi saat ini dia tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh istrinya yang selalu memanjakan Putra mereka. Sehingga akhirnya sekarang Herman terjerumus dalam pergaulan bebas yang berakibat fatal untuk masa depannya saat ini.