Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Luka Lama


__ADS_3

Adnan memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana, tapi terlihat paling bagus diantara rumah yang lainnya. Membuka pintu mobil bersamaan dengan Alisha. Keduanya sama-sama melangkah memasuki halaman rumah tersebut. Mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


Pintu terbuka dan nampaklah seorang gadis kecil usia sekitar sepuluh sampai sebelas tahun. Gadis itu nampak terkejut melihat kedatangan Adnan dan Alisha.


"Mau cari siapa ya?" tanya gadis kecil itu.


"Apa benar ini rumah Ibu Siska?" bukannya menjawab Adnan justru balik bertanya.


"Iya benar, saya anaknya. Tapi Ibu tidak ada di rumah, belum pulang," jawab gadis kecil itu.


"Siapa Rin?" terdengar suara seseorang dari arah sebuah kamar.


"Itu siapa?" tanya Adnan, sebenarnya ia sudah menebak jika yang berbicara adalah Nenek Mayang.


"Itu Nenek, dia sedang sakit,"


"Kita boleh bertemu sama Nenek?" tanya Adnan.


Gadis kecil itu nampak berfikir, sambil meneliti penampilan Adnan dan Alisha, lalu melirik ke arah luar melihat mobil Adnan yang terparkir di sana. Sepertinya sedang menyelidiki apakah mereka berdua orang baik atau bukan? Setelah yakin gadis kecil itu pun mengangguk.


"Boleh Kak, silahkan masuk," gadis itu mempersilakan kedua orang itu masuk.


Adnan dengan langkah pasti penuh keyakinan masuk ke dalam rumah tersebut, mengikuti langkah gadis kecil itu sambil menggandeng tangan sang istri.


"Siapa Rin?" tanya Nenek pada gadis kecil tersebut saat melihat Adnan dan Alisha.


Gadis kecil yang di panggil Rin oleh Nene Mayang hanya menggelengkan kepalanya, karena memang belum tahu siapa Adnan dan Alisha.


"Selamat siang Nek," sapa Adnan, lalu menyalami tangan renta milik Nenek Mayang, Nenek yang tidak pernah menganggap ia ada. Tapi Adnan masih berbesar hati, mengingat jika anak nenek tersebut yang telah membesarkannya.

__ADS_1


"Siang, kalian siapa ya?" tanya sang Nenek.


"Nenek lupa sama aku?" tanya Adnan.


Nenek memperhatikan Adnan dengan saksama, setelahnya ia menggeleng karena memang tidak tahu atau tepatnya lupa dengan Adnan.


Adnan tersenyum, ia sudah bisa menebak jika nenek pasti lupa, karena sudah belasan tahun lamanya mereka tidak berjumpa.


"Aku Ad, eh aku Bintang Nek," ucap Adnan, ia hampir saja memperkenalkan diri dengan nama Adnan, tentu saja Nenek tidak akan mengetahuinya.


Nenek terkejut mendengar jawaban Adnan, ia yang tadinya tiduran, kini bangkit dengan susah payah, lalu memeluk Adnan dengan erat. Sambil terisak, dan mengucapkan kata maaf berkali-kali.


Adnan membalas pelukan nenek, tanpa terasa air matanya pun menetes saat mendengar nenek mengucapkan kata maaf dan menangis dalam pelukannya.


Alisha pun ikut terharu, ia tidak menyangka jika pertemuan Adnan dengan nenek Mayang akan mengharukan seperti ini, karena tadinya ia mengira jika Nenek tidak akan menerima Adnan seperti keluarga Bunda. Ia mengusap air matanya saat nenek dan cucu yang terpisah begitu lama itu melepaskan pelukannya.


"Kenalin Nek, dia istriku, namanya Alisha," Adnan memperkenalkan Alisha pada nenek Mayang.


Alisha pun membalas pelukan nenek Mayang.


"Kamu kemana aja selama ini Nak? Nenek sama Tante mu datang ke panti tapi kamu sudah tidak ada dan pihak panti tidak mau memberitahu alamat rumah kamu, Nenek merasa bersalah sama kamu, karena sudah memisahkan kamu sama orang tuamu, nenek menyesal, benar-benar menyesal," nenek kembali menangis, mengingat perbuatan lahnatnya dahulu.


"Nenek mencari kamu karena ingin memberi tahu tentang rahasia yang selama ini kami simpan, nenek tidak akan tenang jika belum memberi tahu yang sebenarnya. Dan sekarang saat yang tepat, karena mungkin Nenek sebentar lagi akan pergi,"


"Jangan ngomong gitu Nek," Adnan menggenggam tangan Nenek.


Nenek menggeleng kan kepala, lalu menatap Adnan dengan intens, "Sebelumnya Nenek minta maaf sama kamu, setelah nenek mengatakan semuanya kamu mau marah atau mau benci sama Nenek tidak apa-apa, yang terpenting Nenek sudah mengatakan semuanya," ucap Nenek.


"Sebenarnya...." Ucapan Nenek terpotong saat seseorang masuk ke dalam kamar dengan tergesa.

__ADS_1


Wanita yang baru sama masuk ke dalam kamar Nenek tampak terkejut melihat ada dua orang asing di sana, "Siapa kalian?" tanya wanita itu.


"Dia keponakan kamu, dia Bintang yang selama ini kita cari Nak," jawab Nenek.


Tante Siska terkejut mendengar penuturan Nenek, setelah itu ia justru bersujud di depan kaki Adnan sambil terisak dan mengucapkan kata maaf berkali-kali.


"Sudah Tan, jangan begini. Ayo bangun Tan." Adnan membantu Tante Siska untuk bangun. Lalu Tante Siska memeluknya dengan erat dan ia pun membalasnya.


Keharuan masih menyelimuti kamar tersebut, bahkan seorang gadis kecil yang tidak tahu apa-apa juga ikut menangis sambil bersandar di depan pintu. Alisha yang melihatnya, langsung menuntun gadis kecil tersebut untuk bergabung duduk di dalam kamar tersebut.


"Nenek akan menceritakan sebuah rahasia yang harus kamu ketahui," ucap Nenek.


"Sebelum orang tua kamu meninggal, Papa kamu sempat sadar saat di rumah sakit, dan dia menceritakan semuanya tentang kamu sama Nenek," Nenek menatap wajah Adnan lalu mengusap salah satu pipi Adnan.


"Kalau ternyata kamu itu anak kandung mereka, Papa kamu sengaja menaruh kamu di panti setelah lahir, dan dua hari setelah itu mengambilnya kembali, dan mengakui jika itu anak angkatnya, berbohong dengan kami semua jika anak yang di lahirkan isterinya meninggal. Alasannya karena untuk keselamatan kamu, kamu terancam karena lahir sebagai cucu pertama laki-laki. Saat itu semua saudara Papa kamu, termasuk Siska, gila harta. Itu juga salah Nenek," Nenek menceritakan hal itu sambil terisak. Sesak di dada kala mengingat ia dulu juga sama gilanya dengan sang anak, sama-sama gila harta.


Adnan yang mengetahui kenyataan tersebut, bukannya murka terhadap nenek tapi ia justru memeluk nenek kembali dengan erat. Pantas saja ia ingin sekali bertemu dengan nenek, meski dulu tak pernah di anggap ternyata inilah, bahwa ia adalah cucu kandung sang nenek.


"Kenapa nenek mengembalikan kamu ke panti, karena Nenek tidak terima jika kamu adalah pewaris harta kekayaan kakek kamu, apalagi kamu lahir dari wanita yang tidak jelas asal usulnya. Nenek tidak terima itu dulu, maafkan nenek ya, nenek menyesal," ucap Nenek melanjutkan ceritanya.


Adnan mengangguk, masih terus memeluk sang Nenek.


"Tentang kecelakaan orang tua mu, itu semua mantan suami Tante mu yang merencanakannya, Nenek sempat marah dan memaki-maki dia saat tahu kalau dia yang melakukan itu, tapi Nenek tidak bisa berbuat apa-apa karena dia mengancam Nenek, akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus tersebut, dan menganggap itu murni kecelakaan. Nenek minta maaf, banyak sekali kesalahan yang nenek perbuat sama kamu, nenek minta maaf, nenek menyesal,"


Nenek melepaskan pelukannya saat tidak mendapatkan respon apa pun dari Adnan. Ia menatap Adnan penuh penyesalan. Adnan juga menatap nenek dengan tatapan tak bisa diartikan.


.


.

__ADS_1


**Maaf kalau terlalu belibet, tapi aku mau buka semuanya sebelum Tamat, biar jelas dan terang benderang siapa orang tua Adnan dan siapa orang tua Cantika. Makasih yang udah baca😍😍


__ADS_2