Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Kecewa Lagi


__ADS_3

Alisha menghembuskan nafas berkali-kali, bahkan raut wajahnya terlihat murung tak seperti pertama masuk panti. Dia masing teringat ucapan Ibu panti tadi, ketika dia datang dan ingin tahu siapa orang yang mengunjungi panti setelah dirinya kemarin.


"Maaf Mbak Alisha, pihak panti tidak mengijinkan siapa pun untuk mengetahui data pengunjung panti, meskipun itu Mbak Alisha yang sering datang ke sini, karena itu sudah menjadi peraturan panti, Mbak," ucap Ibu panti.


"Namanya aja Buk, boleh ya," Alisha mengiba, dia ingin sekali mengetahui siapa nama pemuda yang dia lihat kemarin.


Bu panti menggeleng, membuat Alisha kembali menelan kekecewaan untuk kesekian kalinya.


"Yaudah deh Buk, kalau emang enggak boleh, saya permisi mau nemuin Cantika dulu ya," ucapnya lalu pamit menemui Yesha dan Cantika, karena Yesha memang tidak ikut menemui Ibu panti karena lebih dulu di tarik oleh Cantika.


"Kenapa Sha?" tanya Yesha, dia duduk di sisi sepupunya itu, setelah lelah menemani Cantika dan anak panti lainnya bermain.


Alisha menghembuskan nafas kasar, "Ternyata enggak semudah itu cari seseorang di kota ini, udah di depan mata aja masih lolos dengan mudah," ucap Alisha ambigu.


Yesha tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Alisha, karena Alisha tidak mengatakan alasannya datang ke panti untuk apa, jadi Yesha tidak mengerti.


"Maksudnya apa Sha?" tanya Yesha karena memang tidak mengetahui apa pun.


Alisha kembali menghela nafas, kali ini ia menatap sepupunya sebelum menjawab, "Kemarin gue ketemu sama cowok itu, karena keburu jadi enggak sempet berbicara sama dia, tadinya ke sini mau minta info tentang cowok itu, tapi ternyata pihak panti tidak mau memberikan informasi apapun,"


Yesha bisa melihat raut kekecewaan di wajah sepupunya itu. Dia jadi ikut prihatin, tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak.


"Yang sabar, suatu saat kalian pasti bertemu dan bisa ngobrol banyak, percaya deh," Yesha menepuk pundak Alisha beberapa kali, "Mungkin sekarang belum waktunya kalian bertemu," tambahnya.


Alisha mengangguk, senyumnya kembali berkembang setelah mendengar ucapan Yesha, "Kakak memang paling mengerti, terimakasih ya Kak," dia memeluk sepupunya itu. Merasa bersyukur karena memiliki saudara seperti Yesha, selalu mendukung keputusannya tanpa protes dan bisa di bilang, Yesha lah yang paling mengerti keadaannya.


Yesha mengangguk, dia pun membalas pelukan Alisha.


"Kakak cantik ayo main lagi," pelukan terpaksa terlepas karena Cantika menarik-narik dress yang di pakai oleh Yesha.

__ADS_1


"Kak Alisha juga ayo ikut main, tadi kan belum ikutan,"


Akhirnya kedua gadis itu pun memilih untuk menemani anak-anak bermain. Menghilangkan rasa kekecewaan yang baru saja ia dapat, meski hanya sekejap tapi bisa membuat ia tersenyum, apalagi melihat anak-anak panti bahagia.


Sore hari, saat anak-anak panti sedang melaksanakan sholat asar bersama pengasuh, Alisha memilih untuk duduk di dekat taman, karena dia memang sedang berhalangan, sedangkan Yesha ikut melaksanakan sholat asar.


"Mbak Alisha mau tahu kemarin siapa yang datang ke sini?" tiba-tiba seseorang duduk di sisinya.


Mendengar pertanyaan orang itu, dia langsung menoleh, seakan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui apa yang dia ingin ketahui. Dengan gerakan cepat ia pun mengangguk tanpa berfikir panjang.


"Sebenarnya memang tidak boleh di bocorkan sih Mbak, tapi saya mau kasih tahu sesuatu aja," ucap pengasuh panti, wanita yang terlihat lebih muda dari Mamanya ini terlihat serius. Dia bukan Ibu panti yang di temuinya tadi.


"Mas yang kemarin datang ke sini, dia itu dulunya anak panti ini juga Mbak, dia beruntung mendapatkan orang tua asuh yang sangat baik,"


"Saya cuma bisa ngasih tahu info itu aja Mbak, selebihnya saya tidak berani,"


Bu pengasuh itu menggeleng, "Maaf Mbak, sebenarnya sih boleh saja, tapi album foto dan semua berkas yang kami miliki sudah lenyap Mbak, akibat banjir beberapa tahun lalu, dan semuanya tidak terselamatkan,"


Alisha kembali mendung, dia jadi teringat akan ucapan Yesha, mungkin memang belum saatnya dia bertemu dengan pemuda itu, dan dia yakin suatu saat pasti akan bertemu lagi dengan pemuda yang dia harapkan tersebut.


🌻🌻🌻


Sore hari menjelang senja, keduanya harus undur diri. Tidak mau terlalu mengganggu belajar anak-anak panti, selain itu mereka juga sudah terlihat lelah karena seharian kegiatan di luar. Baru beberapa meter mobil merah Yesha keluar dari panti, keduanya terusik dengan suara ponsel.


"Kenapa enggak di angkat telfonnya Sha?" tanya Yesha, karena sejak tadi ponsel yang dia kiri milik Alisha itu terus berbunyi.


"Bukan ponsel gue Kak," Alisha juga ikut heran karena dia mengira ponsel yang sejak tadi berbunyi tersebut milik Yesha ternyata bukan.


"Terus ponsel siapa?" Yesha mencari keberadaan ponsel yang sejak tadi berdering, ketemu, ternyata berada di dasbor tertutup oleh tisyu.

__ADS_1


"Hape siapa sih?" tanyanya entah pada siapa.


"Coba angkat aja," saran Alisha.


Yesha pun menjawab panggilan dari ponsel tersebut, nama si penelfon terlihat aneh, bukan nama orang. Tapi dia mengabaikan itu, lebih memilih menerima panggilan.


"Halo," Yesha terlihat menyimak orang yang sedang berbicara di seberang sana.


"Oke Kak, maaf ya, dari tadi aku ada kegiatan jadi enggak tahu kalo Kakak telfon, belum sempet buka hape juga,"


"Oh, hoodie warna putih itu ya, siap, siap. Tunggu ya," Yesha meletakkan ponsel tersebut setelah panggilan terputus.


"Siapa?" tanya Alisha.


"Itu, Kak Angkasa, hape dia ternyata. Kita anterin bentar ya Sha, kasian dia nyariin hapenya dari tadi pagi, ternyata ketinggalan di mobilku," jelas Yesha.


Alisha hanya mengangguk, dia tidak berniat menanyakan kenapa bisa ponsel Angkasa ada dalam mobil Yesha? Tentunya dia berfikir jika Yesha dengan Angkasa sedang dekat karena rencananya, dia tidak berfikir hal lain. Entahlah, dia orangnya terlalu cuek dan tidak mau ikut campur urusan orang lain. Tapi satu hal yang dia lupa, jika Angkasa itu ternyata sahabatnya Nevan, Kakak sepupu Yesha.


Yesha membelokkan mobilnya ke sebuah kafe, di mana dia janjian dengan Angkasa. Karena Angkasa dan teman-temannya sedang makan malam di kafe tersebut.


"Gue tunggu sini aja Kak," ucap Alisha, dia enggan untuk bertemu dengan Angkasa, takut jika rahasianya terbongkar tentunya.


"Enggak sekalian makan malam aja Sha?" tanya Yesha yang baru saja akan membuka pintu mobil.


Alisha menggeleng, "Makan malam di rumah aja," jawabnya malas.


"Yaudah, aku ke luar dulu," Yesha meraih Hoodie di jok belakang sebelum benar-benar keluar dari mobil. Baru saja akan masuk ke dalam kafe, terlihat Angkasa berjalan ke luar dan menghampirinya.


Alisha bisa melihat jelas dua manusia berbeda jenis itu saling melempar senyum, dia bisa menebak kedekatan keduanya. Tentu saja dia berfikir kedekatan mereka karena campur tangannya, tapi kenyataanya Alisha salah besar, karena mereka sudah dekat sejak dulu sebelum adanya perjodohan itu.

__ADS_1


__ADS_2