Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Final Honeymoon


__ADS_3

"Pasar? Ngapain?" Alisha terkejut saat Adnan menghentikan mobilnya di parkiran sebuah pasar tradisional.


"Kamu pasti enggak pernah ke pasar kaya gini, kan? Ini salah satu pasar yang paling terkenal di Bali, jadi kalau ke Bali enggak mampir pasar ini rasanya kurang," Adnan membuka seatbelt nya, lalu membuka pintu mobil.


Ya, setelah perdebatan mereka tadi, mereka pun memutuskan untuk ke luar mencari suasana baru. Saat di tanya oleh Adnan, mau ke mana, Alisha hanya menjawab terserah. Akhirnya di sini lah mereka, di sebuah pasar tradisional, yang menjual berbagai kreasi anak Indonesia terutama Bali karena ini di kota Bali.


"Ayo turun," ajak Adnan, karena Alisha hanya diam tak mengubah posisi duduknya sedikit pun.


Dengan malas-malasan Alisha ke luar dari mobil, ia tidak membayangkan sama sekali jika akan di ajak ke pasar, padahal tadi bayangannya Adnan akan mengajaknya ke tempat yang menyejukkan mata, tapi ternyata kenyataan tak sesuai hayalan.


Brak


Alisha menutup pintu mobil dengan sekuat tenaga, ia tidak memperdulikan Adnan yang menatapnya tak suka, akibat perbuatannya itu banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Adnan hanya menggelengkan kepala, lalu menyusul Alisha yang sudah berjalan lebih dahulu.


"Ngapain pegang-pegang?" Alisha mencoba menghempaskan tangan Adnan yang menggandeng tangannya, tapi Adnan tetap kukuh tak mau melepaskan.


"Nanti kalau kamu ilang aku yang repot," timpal Adnan, ia terus melangkah sambil menggandeng tangan Alisha.


Alisha menghentikan langkah, otomatis Adnan pun ikut berhenti, "Emang aku anak kecil apa? Enggak usah sok romantis deh," ucapnya, terus mencoba melepaskan genggaman tangan Adnan.


"Bukan sok romantis, aku cuma enggak mau kamu ilang aja, udah ayo mau masuk enggak? Kita sekalian beli oleh-oleh, katanya besok mau pulang,"


Alisha berdecak malas, tapi ia tetap menuruti Adnan. Dalam hati kecilnya sebenarnya ia sangat bahagia mendapatkan perlakuan seperti itu dari Adnan yang notabene adalah suaminya, tapi sebagian hatinya menolak, ia tidak mau baper dengan sikap Adnan, karena ia tahu hati suaminya belum bisa ia kuasai. Ibarat kata, ia hanya memiliki raganya saja, sedangkan hati suaminya milik orang lain, menyedihkan sekali memang. Mungkin jika bukan karena memikirkan perasaan orang tuanya, ia akan menyerah saja, tapi melihat sikap Adnan yang selalu baik padanya membuatnya memiliki harapan meski hanya beberapa persen saja.


"Mau beli apa?" tanya Adnan entah sudah berapa kali, dan jawaban Alisha selalu sama.


"Terserah,"


Akhirnya Adnan menyerah, ia tidak lagi bertanya pada Alisha dan langsung membeli beberapa barang yang menurutnya menarik dan cocok untuk oleh-oleh.


🌻🌻🌻

__ADS_1


"Gimana kalau kita lihat sunset, sambil makan malam, aku tahu tempat yang pas buat liat sunset sambil menikmati makan malam," ucap Adnan. Mereka kini sudah berada di dalam mobil, setelah tadi berkeliling di pasar membeli banyak oleh-oleh, mereka bahkan makan siang di daerah pasar tersebut.


"Boleh," jawab Alisha tak bersemangat. Sebenarnya ia sudah lelah, ingin sekali menenggelamkan kepalanya di atas bantal, tapi ia juga penasaran ingin melihat sunset di tempat itu yang katanya sangat bagus.


"Kita sholat asar dulu ya, baru ke pantai," Adnan membelokkan mobilnya ke arah masjid, kebetulan mereka melewati depan masjid.


Setelah sholat, mereka pun menuju ke tempat tujuan selanjutnya yaitu tepi pantai, saat sampai di pantai tersebut hari masih sedikit terang membuat Alisha ingin berjalan-jalan mengelilingi pantai terlebih dahulu dan Adnan pun menyetujuinya.


Jika kalian membayangkan mereka akan bergandengan tangan dan bermesraan saat mengelilingi pantai, maka kalian salah. Mereka bahkan berjalan berjauhan, Alisha berada di depan dengan langkah lebarnya, sambil sesekali ber swafoto, sedangkan Adnan berjalan santai mengamati tingkah Alisha, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana.


"Shasa!" teriakan seseorang membuat ke duanya menoleh, dari arah belakang ada empat gadis sedang berlari menyusul Alisha.


"Kalian di sini juga? Mana yang lain?" tanya Alisha pada empat temannya itu.


"Biasa para cowok mager di villa, mereka sibuk nge game," jawab salah satu dari mereka.


"Di ajak liburan, eh malah betah rebahan di villa, kita-kita di suruh jalan sendiri," tambahnya.


"Jadi makan enggak?" tanya Adnan setelah berada di dekat para gadis itu.


Semuanya sontak menoleh ke arah sumber suara, Alisha menjawab dengan anggukan.


"Silakan kalau kalian mau makan malam, kami harus kembali sebelum makan malam di mulai," ucap salah satu teman Alisha.


Adnan mengajak Alisha makan di salah satu kedai yang ada di sana, tidak jauh dari pantai sambil menikmati semilirnya angin pantai yang menerpa kulit dengan pencahayaan matahari yang hampir tenggelam, membuat suasana makin romantis sebenarnya, namun dua sejoli ini tak sedikit pun menampakkan keromantisan mereka, tentu kalian tahu alasannya.


Setelah selesai makan, mereka pun memutuskan untuk pulang karena waktu Maghrib hampir habis, takut jika ketinggalan sholat Maghrib.


Adnan membuka dompetnya saat akan membayar makanan mereka, "Alis, kamu ada uang cash enggak? Masih kurang ini, ternyata uang cash ku habis, lupa ambil tadi," ucapnya, sebenarnya ia malu mengatakan hal itu, tapi mau bagaimana lagi? Dari pada hutang lebih baik minta Alisha dengan terpaksa.


"Ada," tapi gadis itu ternyata tidak mempermasalahkan kegelisahan Adnan, buktinya Alisha biasa saja. Ia mengeluarkan dompetnya, lalu mengambil beberapa uang cash yang tersimpan di sana, tapi saat ia mengambil uang bersamaan dengan itu sebuah foto jatuh ke atas meja.

__ADS_1


"Foto siapa? Coba liat," Adnan menyodorkan tangannya, penasaran dengan foto yang di simpan Alisha.


"Enggak boleh, ini fotoku dengan sahabatku waktu kecil," Alisha segera menyimpan foto usang yang selalu ia bawa tersebut, membuat Adnan berdecak, sebal.


"Kalau enggak di bolehin gitu makin penasaran, kan jadinya, coba deh liat, atau aku curi nanti," Adnan sedikit memaksa, ia penasaran juga dengan foto lama tersebut.


"Awas aja kalau sampai kamu curi, aku akan marah selama satu tahun sama kamu," ancam Alisha.


"Yaudah enggak jadi," Adnan mengalah, ia berfikir mungkin saat ini Alisha masih enggan memperlihatkan rahasianya, tapi suatu saat pasti akan di ceritakan juga. "Ayo pulang, Maghrib udah hampir habis," Adnan lebih dulu beranjak dari duduknya, di susul oleh Alisha.


Alisha menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan, ia jadi teringat dengan teman masa kecilnya. Di manakah dia sekarang? Apakah mereka masih bisa bertemu? Apakah harapan Alisha untuk dekat dengan teman kecilnya itu akan terlaksana? Mengingat dirinya sudah menikah sekarang, tapi ia berharap akan bertemu dengan teman kecilnya itu meskipun dia sudah menikah yang penting mereka kembali di pertemukan dengan status sebagai sahabat.


🌻🌻🌻


Ke esokan harinya, mereka benar-benar pulang ke ibu kota. Mau apa lagi bertahan di tempat asing tapi justru membosankan? Lebih baik di rumah sendiri, meskipun membosankan setidaknya ada kegiatan yang lebih bermanfaat dari pada rebahan di kamar hotel. Mereka pulang tanpa memberitahu keluarga, mereka sengaja merahasiakan ini karena tidak mau mengecewakan orang tua mereka.


Penerbangan pagi dari Bali membuat mereka masih memiliki banyak waktu untuk menghabiskan hari ini di rumah. Setelah sampai rumah, Alisha memilih untuk tidur, sedangkan Adnan memilih untuk bersantai di gazebo sambil mengerjakan pekerjaannya yang sudah menunggu untuk di kerjakan.


"Bik, sini saya mau bicara," Adnan memanggil Bik Ana yang kebetulan lewat area kolam renang.


"Iya, Den," Bik Ana mendekat ke arah Adnan.


"Duduk Bik, saya mau ngobrol sama Bibik, tentang Alisha. Bibik pasti tau apa kebiasaan Alisha, apa yang di sukai dan tidak di sukai Alisha, ceritakan semuanya karena saya sama sekali belum tau, Bik" ucap Adnan tanpa basa-basi. "Mumpung dia lagi tidur," tambahnya.


"Baik Den, Bibik akan cerita semuanya," Bibik pun duduk di depan Adnan.


__________________________________________


Yang mau tahu kapan aku up kapan tidak up, boleh follow Ig ku ya, supaya enggak tengak-tengok NT tapi kecewa. Akan aku kasih info di sana.


IG : @abil_rahma

__ADS_1


__ADS_2