
Kalau part kemarin buat kalian bingung, udah aku kasih tulisan flasback, karena memang kemarin itu kejadian sebelum Adnan datang ke rumah Alisha. Sekarang juga masih lanjut Flashback yah, aku kelarin cerita Yesha, karena setelah ini akan banyak cerita Alisha.
Kenapa aku menceritakan mereka bergantian, itu ada tujuannya, supaya kalian tidak bingung dan bertanya-tanya. Dan terimakasih buat yang udah ngasih saran dan kritikan๐๐
_____________
.
.
"Kakak mau bicara apa? Tadi katanya penting," gadis itu yang tak lain adalah Ayesha, tidak sabar jika harus berdiam diri apalagi waktu sudah hampir sore, ia harus segera kembali sebelum senja menghampiri.
Adnan mencoba menguatkan dirinya, menahan gejolak dalam dada, mau tidak mau itu yang harus ia lakukan saat ini, meskipun akan membuat gadis di hadapannya terluka atau bahkan bisa membencinya.
"Ehem, aku sudah tahu semuanya, tentang kamu dan Alisha," ucapnya dengan yakin. Ia bisa melihat raut wajah Yesha yang terlihat tegang, bahkan gadis itu kini telah menundukkan wajahnya.
"Kamu tahu, meskipun kamu menggantikan dia, aku akan tetap menikah dengannya, karena aku tidak akan pernah mengecewakan Bunda," Adnan sengaja tidak mengatakan jika dirinya juga bernasib sama, sebagai pengganti karena ia tidak mau membuat citra buruk Angkasa di mata Yesha.
Mendengar perkataan Adnan, Yesha pun menegakkan kepalanya, ia tidak percaya Adnan akan melakukan hal itu.
"Tapi Alisha pasti akan menolak, karena ini kemauan dia," ucap Yesha.
"Ya, dia akan menolak karena setahu Alisha, bukan aku yang akan di jodohkan dengan dia, tapi adikku, dan dia pasti mengira kamu selama ini bertemu dengan adiku," Ya, Adnan bisa menebak alasan Alisha yang sebenarnya, dia tidak mau di jodohkan dengan adiknya Angkasa, karena mereka saling mengenal apalagi memiliki hobi yang sama seperti yang Angkasa katakan.
"Jadi please jangan bilang sama Alisha kalau sebenarnya yang kamu temui itu aku, bukan adikku. Karena aku tidak mau perjodohan ini berakhir begitu saja, soal cinta, akan hadir seiring berjalannya waktu, maaf dan terimakasih untuk waktu yang kamu habiskan bersamaku, anggap saja ini hukuman buat kamu karena sudah berbohong denganku tentang masalah ini. Hanya itu yang mau aku katakan, sekarang aku permisi," Adnan mencoba untuk kuat di hadapan Yesha, tapi sebenarnya ia tak tega, apalagi saat melihat bola mata penuh cahaya milik Yesha berkaca-kaca dan hampir memecahkan kaca tersebut. Ia segera beranjak dari duduknya, meninggalkan Yesha penuh luka, entah akan seperti apa jadinya gadis itu nanti.
Setelah menemui Yesha, benar saja Bunda mengatakan jika ia yang akan menggantikan Angkasa, meski sebenarnya Bunda tak tega, tapi ia justru meyakinkan jika dirinya tidak masalah dan mau menerima perjodohan itu, ia juga mengatakan jika sudah mengenal Alisha meski hanya bertemu beberapa kali. Ia juga berpesan suapaya Bunda tidak mengatakan jika dirinya hanya pengganti, ia akan menjelaskannya sendiri dengan Alisha, tentu saja supaya meyakinkan Alisha.
Dua hari setelah itu, Adnan di beri tahu oleh sang Bunda, jika mereka akan berkunjung ke rumah Alisha untuk membahas lebih lanjut tentang perjodohan itu, tentu saja Adnan menyetujuinya.
__ADS_1
.
.
Flashback Off
๐ป๐ป๐ป
Alisha senyum-senyum sendiri, setelah kepergian keluarga Om Faris. Ia tidak menyangka, ternyata pemuda yang ia sangka Bintang ternyata orang yang di jodohkan oleh keluarga Om Faris, bukan Angkasa seperti yang ia ketahui. Ia masih teringat ucapan Adnan tadi di taman.
"Sebenarnya, memang Angkasa yang akan di jodohkan dengan kamu, dia juga tahu kalau kamu itu yang akan di jodohkan dengannya, tapi waktu pertemuan kalian, kenapa orang lain yang datang? Dan Angkasa mengikuti permainan kalian, apalagi Angkasa mengatakan jika dia sudah jatuh hati pada pandangan pertama, ya akhirnya dia memintaku untuk menggantikannya, menikah dengan kamu," Adnan memang berbohong di sini, ia melakukan itu semata-mata untuk Angkasa dan demi Angkasa.
"Jadi, kamu enggak usah khawatir, bukan aku yang selama ini bertemu dengan sepupumu," jelas Adnan. Ia sudah menyusun matang-matang semua kata-kata itu, supaya tidak salah saat mengucapkannya nanti, karena jujur dia sebenarnya tidak enak hati harus membohongi dua gadis sekalian.
Alisha tersenyum, ia mengangguk mengerti semua penjelasan Adnan.
Alisha kembali mengangguk, sepertinya baru kali ini ia tersipu malu akan perbuatan seorang laki-laki. Wajahnya bertambah merona ketika Adnan meraih salah satu tangannya.
"Terimakasih, masalah cinta pasti akan datang seiring berjalannya waktu, apalagi nanti saat kita sudah menikah, karena pepatah Jawa mengatakan 'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' alias cinta itu bisa datang karena seringnya kita bertemu, jadi mari kita sama-sama membuka hati dan mengisi hati itu dengan nama kita," ucap Adnan, masih setia menggenggam salah satu tangan Alisha.
"Iya Mas," hanya itu yang bisa Alisha katakan, karena jujur ia sangat malu tapi juga bahagia tentunya.
Krekk
Suara pintu terbuka, membuyarkan lamunan Alisha, bahkan gadis itu senyam-senyum sendiri dan sang Mama yang baru saja memasuki kamarnya, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Alisha.
"Anak Mama kayaknya bahagia banget setelah bertemu dengan calon suami," celetuk sang Mama, lalu ikut duduk di sisi tempat tidur Alisha.
"Ah, Mama bisa aja," Alisha tersipu, karena telah kepergok oleh sang Mama.
__ADS_1
"Enggak apa-apa Sha, sebentar lagi dia jadi suamimu, karena pernikahan kalian akan segera di laksanakan, Tante Ayu dan keluarga menyetujui menikahkan kalian bulan depan, saat kamu libur semester, dan juga Adnan karena dia kan dosen," jelas sang Mama.
Alisha terkejut mendengar penuturan sang Mama, "Mama serius, Mas Adnan Dosen? Di mana Ma?" tanya Alisha. Tadinya Mama mengira Alisha akan terkejut karena pernikahannya akan di laksanakan sebulan lagi, tapi nyatanya Mama salah, Alisha justru terkejut mendengar profesi Adnan.
"Di kampus tempat Yesha kuliah, emang dia enggak cerita sama kamu?" kini Mama balik bertanya.
Alisha menggeleng, "Coba aja di kampusku ya Ma," ucapnya.
Mama terkekeh mendengar ucapan Alisha, ia bisa menebak jika putrinya sudah menaruh hati pada Adnan, apalagi pemuda itu terlihat gagah dan berkarisma.
"Mama kok malah ketawa sih?" Alisha cemberut melihat Mama yang justru tertawa saat mendengar ucapannya.
"Mama seneng liat kamu seperti ini, kamu terlihat seperti para gadis pada umumnya," ucap Mama sambil tersenyum.
"Mama, emang aku biasanya apa? Gadis jadi-jadian gitu?" Alisha cemberut, kenapa Mama seperti itu.
"Iya emang kamu biasanya gadis jadi-jadian,gadis tapi kelakuannya kaya laki-laki. Tapi sekarang kamu terlihat lebih manis dan semoga saja ini bertahan selamanya," Mama mengelus puncak kepala Alisha.
"Ayo, mulai sekarang kamu harus belajar memasak, supaya nanti kalau sudah menikah bisa memasak untuk suami, mulai besok ya setelah ulang kuliah Mama akan ajari kamu masak, setiap hari," Mama tidak mau anaknya nanti mengecewakan mertua atau suaminya karena tidak bisa masak.
"Siap Ma,"
Mama bertambah bahagia setelah mendengar jawaban Alisha, karena biasanya gadis itu akan menolak mentah-mentah saat di ajak belajar memasak, tapi lihatlah sekarang gadis itu begitu antusias, bahkan sepertinya jika Mama meminta Alisha untuk belajar malam ini juga, gadis itu tidak akan menolaknya.
Alisha sekarang terlihat bahagia, tapi apakah kebahagiaannya akan terus terpancar ketika tahu jika pemuda yang akan menikah dengannya adalah pemuda yang di cintai oleh sepupunya sendiri, apakah Alisha akan setega itu untuk bahagia di atas penderitaan Yesha? Kita lihat saja nanti.
_______
Buat kalian yang mau tahu kapan aku update dan enggak, bisa check di Ig. @abil_rahma. Suapaya enggak nungguin waktu aku tidak update.
__ADS_1