Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Orang Yang Di Cari


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Angkasa mencoba ingin menemui Yesha, tapi tak pernah menemukan gadis itu, bahkan ia sudah berkunjung ke kampus Yesha, tapi kata Yasmin sahabatnya Yesha sudah tiga hari ini tidak berangkat ke kampus. Bahkan biasanya gadis itu akan datang ke apartemen Nevan paling tidak dua hari sekali, tapi kali ini tidak.


"Adek Lo kemana Van?" tanya Angkasa yang baru saja masuk ke dalam apartemen Nevan dan mendapati pemuda itu sedang main game online di ponselnya.


"Tau, kata Tante udah tiga hari enggak keluar kamar, patah hati kali," jawab Nevan tanpa mengalihkan fokusnya dari ponsel.


Angkasa mengernyitkan dahi, patah hati? Emang Yesha punya kekasih, batinnya.


"Patah hati? Emang doi punya pacar?" tanyanya penasaran.


"Gue kira patah hati gara-gara Lo," ucap Nevan asal.


"Enteng banget Lo ngomong," Angkasa menghempaskan tubuhnya di samping Nevan. "Samperin yok Van, gue kangen," celetuknya.


Benar saja kedua pemuda itu pun datang ke rumah Yesha, seperti yang di katakan oleh Nevan, Yesha terlihat tidak baik-baik saja. Sebelumnya Tante Nayla mengatakan jika Yesha mengurung diri di kamar selama tiga hari ini. Tapi saat tahu ada Nevan, gadis itu pun menemuinya, tersenyum seperti biasa namun Angkasa dan Nevan bisa melihat raut kesedihan di wajah gadis itu.


Saat di tanya oleh Nevan, Yesha hanya menjawab lagi tak enak badan mungkin karena kecapean, seperti itu alasan yang dia berikan. Tapi ke dua pemuda itu tidak percaya begitu saja dengan ucapan Yesha.


🌻🌻🌻


Di tempat lain, setelah mata kuliahnya usai hari ini, Alisha sengaja ingin berkunjung ke rumah sang Tante, karena sejak kemarin Yesha tak bisa di hubungi, entah apa yang terjadi dengan sepupunya itu. Ia merasa khawatir dengan keadaan Yesha, ia juga ingin memberitahu masalah Perjodohan nya dengan Adnan. Ia yakin Yesha akan sangat bahagia mendengar ceritanya nanti.


"Ma, aku ke rumah Tante dulu ya, mau ketemu sama Kak Yesha, aku cuma sebentar, kita belajar masaknya nanti sorean ya," ucap Alisha ketika berbicara dengan Mamanya lewat telfon.


Saat ini hati Alisha sedang berbunga-bunga, bahkan dari kampus menuju rumah Tante Nayla seakan hanya ia lewati dengan waktu lima menit saja, padahal nyatanya ia harus menempuh waktu setengah jam lebih hingga sampai di rumah sang Tante. Seperti biasa, mobil Alisha lolos begitu saja masuk melewati gerbang, karena petugas keamanan begitu hafal dengan mobil sport berwarna hitam mengkilat itu.


Alisha mengernyitkan dahi saat melihat ada dua motor sport terparkir di halaman rumah Tante Nayla, ia tidak tahu sedang ada tamu siapa, ia juga tidak mau menebak lebih baik masuk ke dalam rumah supaya bisa memastikan siapa yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Seperti biasa gadis itu masuk ke dalam rumah Tante tanpa mengucapkan salam, bahkan menyelonong seperti di rumah sendiri.


"Eh, ada tamu ya, kalo gitu gue permisi masuk ya," ucap Alisha sedikit canggung, karena ada dua pemuda yang sangat dia kenali sedang duduk berdampingan sedangkan Yesha duduk di single sofa, mereka sedang asyik berbicara, entah apa yang mereka bicarakan.


"Ikut gabung aja Sha, biar tambah rame," celetuk Yesha. Ia berusaha untuk terlihat baik-baik saja di hadapan Alisha meski sebenarnya hatinya hancur, mengingat orang yang ia cintai lebih memilih Alisha dari pada dirinya.


"Enggak deh, gue masuk aja," tolak Alisha, ia pun berlalu meninggalkan tiga orang tersebut. Alisha tidak mau mengganggu Yesha dengan Angkasa padahal di sana ada Nevan, tapi entahlah Alisha merasa tidak enak jika harus duduk bersama mereka, terlebih menurut Adnan, Angkasa sudah tahu semuanya, jadi dia merasa malu, mungkin.


Alisha memilih untuk merebahkan diri di atas tempat tidur, menunggu Yesha. Tak lama pintu kamar terbuka, ia sudah menebak jika itu Yesha.


"Mereka udah pulang?" tanya Alisha tanpa melihat siapa yang datang.


"Belum, mereka sedang makan siang, Tante sengaja nyuruh mereka makan di sini," ternyata sang Tante yang datang.


"Eh, aku kira Kak Yesha," Alisha bangkit dari tidurnya, duduk di sisi ranjang berdampingan dengan Tante Nayla yang sudah lebih dulu duduk.


"Kenapa Tan? Kok seperti ada yang Tante pikirkan?" tanya Alisha saat melihat wajah Tante seperti memikirkan sesuatu.


"Kira-kira kamu tahu kenapa Yesha seperti itu?" tanya Tante. "Ah melihat ekspresi wajah kamu, sepertinya Tante tahu jawabannya," sebelum Alisha menjawab, Tante bisa menebak apa yang akan Alisha katakan.


"Coba, nanti kamu tanya sama dia. Karena kamu tahu sendiri kan, seperti apa Yesha, dia tidak mau cerita masalahnya sama Tante sebelum dia merasa baik-baik saja, dia pasti cerita dulu sama kamu, seperti biasanya,"


"Iya Tan, nanti aku tanyain. Kebetulan aku ke sini juga karena ingin tahu keadaan Kak Yesha, udah dua hari ini dia enggak bisa di hubungi,"


Setelah itu Tante memilih ke luar dari kamar Yesha, Tante juga menawarkan makan siang tapi Alisha menolak karena dia memang sudah makan tadi di kampus.


Tak lama Yesha pun masuk ke dalam kamar, sepertinya dua pemuda itu sudah pulang, karena Alisha mendengar ada suara motor keluar dari halaman rumah Tante.

__ADS_1


"Enggak makan siang Sha?" tanya Yesha setelah memasuki kamar.


"Udah Kak," jawabnya. "Duduk sini deh Kak, gue mau tanya," Alisha menepuk tempat kosong di sampingnya.


"Mau ngomong apa? Serius amat deh kayaknya," Yesha pun ikut duduk di sisi Alisha.


"Lo kenapa sih dua hari ini susah banget di hubungi?" tanya Alisha tanpa basa basi, karena gadis itu memang tidak suka basa-basi.


"Lagi enggak enak badan aja, sengaja hapenya gue matiin," jawab Yesha.


"Jangan bohong deh, kata Tante Lo kaya lagi ada masalah,"


"Serius, gue baik-baik aja, ya cuma enggak enak badan, enggak ada hal lain," jawabnya mantap, "Ngapain cari gue? Ada masalah?" ia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tapi gue lihat tadi ada kertas sobekan di tempat sampah, kaya foto gitu, foto siapa? Apa dia yang buat Kakak patah hati, eh tapi bukannya Angkasa dari sini ya, apa Angkasa nyakitin Lo Kak?" Alisha tidak menjawab pertanyaan Yesha, karena ia masih ingin membahas masalah Yesha.


Yesha terlihat mengerutkan dahi, ia bingung dengan ucapan Alisha tentang Angkasa, apa maksudnya, pikirnya.


"Kalo iya, biar gue kasih pelajaran si Angkasa," Alisha terlihat geram saat mengatakan itu.


"Kok jadi Kak Angkasa sih? Maksudnya apa ya?" tanya Yesha bingung.


"Santai aja Kak, Angkasa sudah tahu kalau kita itu dulu pernah tukeran, dan dia enggak masalah dengan hal itu, dia justru minta Kakaknya yang di jodohin sama gue, karena Angkasa cinta sama Lo Kak, dia enggak mau kalian pisah," Alisha tersenyum saat mengatakan hal itu.


Sedangkan Yesha, memikirkan ucapan Alisha, ia masih sedikit bingung di sini. Tapi mendengar penuturan Alisha tadi ia bisa menyimpulkan jika Adnan itu saudaranya Angkasa, tapi kenapa Adnan mengatakan hal itu, kenapa Adnan harus berbohong sama Alisha. Apa dia tidak mau kalau Alisha tahu jika yang menjalin hubungan selama ini adalah dirinya dengan Adnan bukan dengan Angkasa. Ah sudah pasti seperti itu. Tapi kenapa Adnan harus bilang kalau Angkasa cinta sama dia? Apa mungkin Adnan melakukan itu semua karena Angkasa, ah entahlah. Pikiran Yesha melebar kemana-mana setelah mendengar ucapan Alisha tadi.


"Dan, Lo tau enggak Kak, Kakaknya Angkasa itu ternyata orang yang gue cari, dia yang nolongin gue, mungkin emang kita jodoh ya," Alisha tidak tahu jika ada hati yang perih mendengar penuturannya.

__ADS_1


_________


Yang mau tahu kapan aku up dan kapan enggak up, yuk follow IG ku @Abil_rahma


__ADS_2