
Setelah pulang kuliah, sesuai rencana Alisha benar-benar pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado buat Lyra. Karena pesta ulang tahun Lyra akan di laksanakan malam nanti, mau tidak mau ia dan teman-temannya harus mencari kado sekarang juga.
"Makan yuk, gue laper," Alisha mengajak teman-temannya untuk makan siang, setelah menemukan kado yang pas untuk Lyra.
"Entar deh, gue masih pengen belanja," celetuk salah satu teman cewek Alisha, gadis itu sudah bisa menebak jika teman-temannya masih ingin menghabiskan uang orang tuanya untuk belanja.
Alisha hanya berdecak malas, "Hey, para cowok makan yuk, biarin mereka belanja, kita tunggu di kafe," kini Alisha mengajak para lelaki untuk makan dan mereka mengiyakan ajakan Alisha, karena jujur mereka juga malas mengikuti cewek-cewek berbelanja, capek.
🌻🌻🌻
Sore hari Alisha baru saja sampai rumah, ia melihat mobil Adnan sudah berada di halaman depan, tumben masih sore Adnan sudah pulang dari kantor, padahal biasanya menjelang petang suaminya itu baru akan pulang.
"Makasih Dan, masuk enggak?" tanya Alisha. Ya, ia pulang di antar oleh Dani seperti biasa.
"Makasih, entar malem gue jemput ya,"
Alisha mengangguk, lalu ia masuk ke dalam rumah, rindu juga dengan suaminya itu apalagi saat membayangkan kejadian tadi pagi, membuatnya tersenyum dan malu-malu sendiri.
"Pulang sama siapa?" pertanyaan Adnan membuat Alisha berhenti di tengah-tengah tangga, ia menoleh ke bawah di mana Adnan berada.
"Biasa, sama Dani," jawab Alisha, lalu ia kembali melangkah menaiki anak tangga, sedangkan Adnan menyusulnya.
"Kaya bahagia banget, masuk rumah senyam-senyum enggak jelas gitu, jadi curiga," ucap Adnan karena ia tadi melihat Alisha tersenyum.
"Gue senyum karena inget kejadian tadi pagi," ucap Alisha dalam hati, tidak mungkin ia akan mengatakan langsung, terlalu memalukan.
"Emang lagi seneng," ucapnya.
"Seneng jalan berdua sama cowok lain, suaminya di anggurin di rumah sendiri," timpal Adnan, entah kenapa ia merasa cemburu saat melihat Alisha pulang di antar oleh Dani, apalagi gadis itu terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Alisha berdecak, "Enggak jelas banget sih kamu, Mas. Dah lah, aku mau mandi," ia merasa Adnan terlalu berlebihan dan ia malas untuk meladeninya.
Malam harinya, Alisha sudah bersiap untuk datang ke pesta ulang tahun Lyra, gadis itu berpenampilan berbeda dar biasanya. Meskipun tidak memakai pakaian pesta, tapi Alisha terlihat cantik dan cocok dengan pakaian yang ia kenakan saat ini.
"Sama siapa perginya?" tanya Adnan saat melihat Alisha baru saja ke luar dari ruang ganti.
"Biasa di jemput Dani," ucapnya santai.
"Kaya enggak ada orang lain aja, apa-apa Dani, apa-apa dia lagi," protes Adnan, "Biar aku antar," ucapnya.
"Enggak usah, aku udah janjian sama Dani, enggak enak dong,"
"Aku ikut aja kalo gitu," Adnan memberi keputusan tanpa persetujuan, padahal pemuda itu tadi di tawari untuk ikut dia tidak mau, karena pekerjaannya banyak, dan harus selesai malam ini juga.
"Katanya sibuk, gimana sih enggak konsisten banget," protes Alisha, "Enggak usah deh, kamu kerja aja," tambahnya.
Setelah kepergian Alisha, Adnan benar-benar mengerjakan pekerjaan yang seharian ini ia tinggal karena ia harus mengisi mata kuliah sampai sore, dan tidak sempat ke kantor.
Waktu semakin malam, tapi Alisha tak kunjung kembali, membuat Adnan berdecak berkali-kali, ia khawatir juga dengan istrinya itu, takut kenapa-kenapa. Baru saja ia akan menelfon Alisha, sebuah pesan lebih dahulu masuk, ia pun segera membuka pesan tersebut, terkejut begitu melihat pesan yang berisi beberapa foto, ia langsung memasukkan ponselnya kedalam saku, lalu mencari kunci mobil. Meninggalkan pekerjaan yang belum selesai, padahal ia ada pertemuan dengan klien esok hari, tapi karena foto itu ia mengenyampingkan pekerjaannya.
Tak butuh waktu lama Adnan sudah berada di tempat yang ia tuju, ia masuk ke dalam gedung tersebut. Bertanya pada resepsionis, lalu menuju tempat yang ia tuju.
"Ehem," ia berdehem setelah menemukan dua orang yang sedang duduk sambil sesekali tertawa, ya dua orang itu yang tadi ada di dalam foto.
"Kamu nyusulin aku?" tanya salah satu orang tersebut.
"Udah selesai kan acaranya, ayo pulang," Adnan tidak menjawab pertanyaan orang tersebut, ia langsung menarik oral itu supaya berdiri.
"Belum selesai Mas, bentar lagi, kamu minum dulu apa ngapain gitu," ucap orang itu yang tak lain adalah Alisha. Ya, Adnan tadi mendapatkan foto Alisha yang sedang asyik mengobrol dengan Dani, bahkan ada sebuah foto yang memperlihatkan Alisha sedang menyuapi Dani, entah apa maksudnya itu. Membuat dirinya cemburu saja.
__ADS_1
Adnan tadi mendapatkan pesan dari Angkasa, karena pemuda itu juga hadir di acara ulang tahun Lyra. Bisa sampai di ballroom hotel juga mendapatkan alamat dari Angkasa.
"Pulang sekarang atau enggak aku ijinin keluar rumah lagi?"
"Jangan gitu dong, bener kata Alisha, kamu minum dulu lah bang," Dani menimpali, seakan ia tak rela Alisha pulang lebih dulu. "Duduk lagi Sha." Menarik tangan Alisha supaya duduk kembali.
Adnan tak menghiraukan ucapan Dani, ia justru menatap wajah Alisha penuh selidik. Tapi yang di lakukan Alisha hanya memutar bola mata, malas. Menurut juga dengan perintah Adnan karena ia kembali berdiri.
"Gue cabut dulu," ucapnya lalu meninggalkan Adnan, lebih memilih berpamitan dengan Lyra dan orang tuanya.
Acara ulang tahun sekaligus acara tunangan untuk Lyra itu memang belum benar-benar selesai, karena acara tiup lilin belum di lakukan.
Dengan berat hati Lyra mempersilahkan Alisha pulang, apalagi saat mendapati Adnan berada di belakang Alisha, yang sepertinya sedang menahan amarah, entah pada siapa.
Brak
Alisha membanting pintu mobil, ia kesal tentu saja karena Adnan mengganggunya. Ia masih ingin bersama teman-temannya sampai akhir acara karena akhir-akhir ini ia jarang kumpul bareng teman-temannya.
Mereka membisu selama perjalanan, baik Alisha maupun Adnan sepertinya enggan untuk membuka suara hingga mobil berhenti di halaman rumah.
Brak
Alisha kembali menutup pintu dengan kasar, lalu ia masuk ke dalam rumah tanpa menuggu Adnan, bahkan sapaan dari Bik Ana tak ia hiraukan.
Masuk ke dalam kamar lalu masuk ke dalam kamr mandi, mencuci muka dan mengganti pakaian. Setelah itu ia naik ke atas ranjang dan tidak menghiraukan Adnan yang sejak tadi mengikutinya bahkan saat ke kamar mandi pemuda itu menunggu Alisha di depan pintu.
"Apa?" tanya Alisha sewot, saat Adnan juga ikut naik ke atas ranjang.
"Ada hubungan apa kamu sama Dani?" tanya Adnan, entah kenapa pemuda itu begitu cemburu, apalagi saat melihat foto yang tadi di kirim oleh Angkasa.
__ADS_1