
Setelah perundingan alot yang mereka jalani, akhirnya wanita yang ingin mengadopsi Cantika mengalah, meski sepertinya belum ikhlas merelakan Cantika di adopsi oleh Alisha dan Adnan, terlihat jelas dari sorot mata wanita itu saat meninggalkan panti asuhan, tapi Alisha tidak perduli, toh mereka tidak saling mengenal. Cantika juga tidak mau dengan orang itu, jadi ia tidak merasa bersalah atau apa.
"Mulai sekarang, Cantika panggil Om sama Kak Alisha dengan sebutan Papa sama Mama ya, kan Cantika udah jadi anak kita," ucap Adnan saat mereka sedang makan siang di kafe.
"Iya Om, em Papa, Mama," ucap gadis kecil itu penuh semangat.
Setelah kepergian calon orang tua asuh Cantika, Alisha membereskan semua barang-barang milik gadis kecil itu di bantu oleh ibu panti, karena Cantika akan langsung tinggal di rumah Alisha dan Adnan mulai hari ini. Untuk persyaratan bisa menyusul. Karena Alisha tidak mau Cantika jatuh ke tangan orang lain.
Cantika lebih dahulu berpamitan dengan teman-temannya di sana, seakan mereka tidak rela jika Cantika pergi. Tapi ucapan Alisha membuat anak-anak itu bahagia. "Kakak janji, akan ke sini sama Cantika tiap Minggu,"
"Harus janji ya kak," celetuk salah satu teman Cantika.
Dan setelah keluar dari panti, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah itu mereka berencana untuk membeli keperluan Cantika.
"Cantika nanti kamarnya sebelah sini, tapi untuk sementara di kamar Papa dan Mama dulu ya, karena kamar ini belum di bersihkan, nanti juga di isi dengan meja belajar dan lain-lain," Alisha menunjuk sebuh kamar di sebelah kamarnya. Sebenarnya kamar itu sudah rapi, tapi nuansanya masih klasik, belum di rubah ke suasana kamar anak-anak, dan Adnan sudah memanggil tukang untuk merubah kamar itu menjadi kamar anak-anak. Mereka akan mengerjakan semua itu mulai besok pagi, dan di jadwalkan sehari jadi.
"Hore! Aku punya kamar sendiri, makasih Ma, Pa," ucap Cantika sambil memeluk Alisha dan Adnan secara bergantian.
Tanpa terasa air mata Alisha menetes, air mata bahagia melihat gadis kecil itu bahagia. Sekarang ia yakin akan menjadi ibu yang terbaik untuk Cantika, meskipun ia belum pernah merasakan seperti apa menjadi seorang ibu. Ia juga berencana untuk mencari pengasuh Cantika, karena tidak mungkin jika Cantika ikut dengannya ke kampus.
"Keponakan Bibik ada Non, dia katanya mau kerja buat hidup kedua anaknya. Dia baru aja pisah dari suaminya, Non," beritahu Bik Ana ketika ia meminta di carikan pengasuh untuk Cantika.
__ADS_1
"Coba aja hubungi dia ya Bik, siapa tahu dia mau kerja di sini. Tapi kalau dia kerja anaknya gimana Bik?" tanya Alisha, heran.
"Sama Neneknya Non, telatnya Kakak saya. Ya seperti itulah kehidupan di desa Non, anak-anak di tinggal kerja cari duit sama ibunya, mending ini masih di negara sendiri, banyak lho yang kerja di luar negeri, ninggalin anak dan suami, tapi yang nyeseknya itu pas pulang, ibunya udah bawa bapak baru, amit, amit." Bik Ana menggelengkan kepala, mungkin mengingat bagaimana kelakuan tetangganya yang bekerja di luar negeri
"Ngeri juga ya Bik," timpal Alisha, "Yaudah hubungi keponakan Bibik, kalah bisa Minggu ini sudah sampai sini ya Bik," tambahnya.
Benar saja, dua hari kemudian. Wanita muda keponakan Bik Ana sudah berada di rumahnya ketika ia pulang dari kampus.
"Embaknya keponakan Bik Ana?" tanyanya pada wanita muda yang duduk di ruang tamu, sendirian, sepertinya baru saja datang.
"Iya Buk, perkenalkan nama saya Anita," wanita muda yang kira-kira usianya sekitar dua puluh lima tahun ke atas itu mengulurkan tangan ke hadapan Alisha, dengan senang hati Alisha pun menerima jabatan tangan wanita itu.
"Baik Buk,"
Satu menit kemudian, Bik Ana muncul dengan membawa nampan berisi air minum, di susul Cantika di belakangnya, menggendong boneka little ponny berwarna ungu, yang dulu di belikan Alisha saat masih di panti.
"Mama!" teriak Cantika ketika mendapati Alisha sudah pulang, gadis kecil itu berlari ke arah Alisha langsung memeluk tubuh Alisha dengan sayang.
"Gimana sekolahnya tadi? Seru, kan?" tanya Alisha sambil mengelus puncak kepala Cantika dengan sayang.
Sudah menjadi kebiasaan Alisha dari beberapa hari yang lalu sejak ada Cantika di rumahnya. Ia selalu menanyakan keadaan sekolah baru Cantika, karena gadis kecil itu sengaja di pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumah Alisha, supaya memudahkan untuk mengantar jemput.
__ADS_1
"Embak Nita, perkenalkan ini Cantika anak saya, tugas embak salah satunya mengurus Cantika selama saya kuliah, karena Bik Ana pasti kesulitan kalau di suruh ngurus rumah sama ngurusin Cantika," Alisha memperkenalkan Cantika pada Anita.
"Salim sama Embaknya dulu sayang," pinta Alisha pada Cantika dan gadis kecil itu menurut.
🌻🌻🌻
Alisha merasa benar-benar jadi seorang ibu saat ini, mengurus Cantika bermain dengan gadis kecil itu harus ia lakukan setiap hari bahkan di malam hari sekali pun, tapi ia tak pernah mengabaikan perannya sebagai seorang istri. Hanya saja ia tidak bisa kumpul-kumpul dengan teman-temannya seperti dulu lagi, terkadang membuatnya merasa tidak enak hati karena sering menolak.
Siang ini, ia tak bisa menolak ajakan temannya u tuk bergabung di tempat biasa mereka kumpul, karena teman-teman Alisha berencana akan mengadakan touring keliling pulau Jawa selama kurang lebih satu Minggu, dan mau tidak mau ia datang ke tempat itu, lebih dahulu ijin pada sang suami lalu memberitahu Cantika jika ia akan pulang terlambat.
"Beneran Lo enggak mau ikut? Padahal dulu cita-cita Lo bisa keliling Indonesia naik motor, kan? Kenapa pas ada kesempatan malah di tolak?" tanya salah satu teman Alisha, mengingatkan jika Alisha dulu pernah berkeinginan keliling Indonesia dengan naik motor.
Ia menggeleng, "Kasian anak gue, apalagi suami gue, waktu itu gue tinggal aja masuk rumah sakit, gimana kalau terjadi lagi, enggak enggak." Alisha menggelengkan kepala, ia benar-benar tidak mau ikut touring itu, meskipun dulu pernah berkeinginan tapi sekarang berbeda karena ada Cantika tentunya.
"Dasar bucin!" ucap salah satu teman yang lain. Tapi Alisha tidak memperdulikan ucapan itu. Setelah puas bercanda dengan teman-temannya, Alisha pun pamit undur diri, kasian Cantika menunggu kedatangannya.
"Papa udah pulang ya?" tanyanya pada Cantika yang sedang asik bermain di ruang keluarga. Mengecup puncak kepala Cantika sekilas, sebelum melanjutkan perjalanannya menuju kamar.
"Udah Ma," jawab Cantika singkat karena sedang asik bermain dengan boneka-bonekanya, di susul kedatangan Nita yang baru saja dari dapur membawa makanan untuk Cantika. Tapi Alisha terus melangkahkan kaki menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya.
Masuk ke dalam kamar, tapi tak mendapati suaminya di dalam sana. Tapi pintu balkon terbuka, ia bisa menebak jika Adnan sedang berada di balkon. Ia bermaksud untuk menyusul Adnan, saat akan memanggil suaminya itu, ia urungkan saat melihat Adnan sedang berbicara sendiri sambil memegang selembar foto.
__ADS_1