
Malam semakin larut, Alisha baru saja ke luar dari kamar Cantika, hal yang biasa ia lakukan sebelum Cantika tidur, membacakan cerita. Tapi malam ini berbeda, karena justru Cantika lah yang terus berceloteh, menceritakan tentang temannya yang baru saja pulang berlibur.
"Ma, aku pengen ke kebun stroberi kaya Kiara ya, mau ambil stroberi yang buanyaak." Cantikan memperagakan tangannya membentuk sebuah gunung tinggi.
"Aku juga mau nonton putri Elsa ya, aku mau cantik kaya putri Elsa Ma," kali ini gadis kecil itu menunjuk gambar Frozen yang terpampang di dinding.
"Iya, kalau Cantika liburan, nanti kita ke kebun stroberi terus nonton Frozen ya, tapi sekarang Cantika bobok dulu, udah malam sayang," Alisha mencoba mencegah Cantika supaya berhenti bercerita, karena malam semakin larut. Dan untung saja Cantika menurut ucapan Alisha.
Alisha menghembuskan nafas panjang, ia sedikit menyesal sebenarnya karena selama beberapa bulan Cantika berada di rumahnya belum sekali pun mengajak putri kecilnya itu berlibur, tentu saja karena kesibukan Adnan. Ia jadi teringat sesuatu, saat pertama masuk kamar dan mendapati sang suami yang sudah berada di atas tempat tidur, duduk bersandar di kelapa ranjang sambil bermain ponsel. Sepertinya sudah lama menunggu ia masuk ke kamar.
Alisha pun ikut naik ke atas ranjang, menyandarkan kepala di atas pundak sang suami.
"Mas," ucapnya lembut. Karena Adnan tidak terganggu sedikit pun dengan apa yang ia lakukan.
"HM, kenapa sayang?" tanya Adnan, lalu meletakkan ponsel di atas nakas, ia tahu sang istri sedang membutuhkan sesuatu.
"Kita jahat enggak sih? Selama Cantika berada di sini, kita belum pernah lho ngajakin dia liburan," ucap Alisha sambil menatap sang suami yang juga menatapnya.
"Tadi dia cerita banyak tentang temannya yang baru pulang liburan, dia keliatan antusias banget, dia juga bilang sama aku, katanya mau liburan juga kaya temennya itu," tambahnya.
Adnan tampak berfikir mendengar ucapan sang istri, tanpa sepatah kata pun ia meraih ponsel yang tadi di letakkan di tas nakas, lalu membukanya.
Sikap Adnan itu tak luput dari pandangan mata Alisha, "Mas, di ajak ngomong malah main hape, di cuekin lagi, sebel. Udah ah, aku mau tidur," ketus Alisha, ia merasa di abaikan oleh Adnan.
"Bentar sayang, aku lagi liat jadwal. Kapan kita bisa liburan." Adnan meraih tubuh sang istri yang sudah berbaring, memindahkan kepalanya supaya berbantalan pahanya.
"Sabtu besok aku free, jadi kita bisa pergi hari Sabtu, gimana? Atau Jumat sore, biar liburannya dua hari full," ucap Adnan setelah melihat jadwal kerjanya. Mengecup sekilas pipi sang istri yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Serius?" tanya Alisha sambil tersenyum menatap wajah Adnan. Alasan sebenarnya selain Cantika, juga karena dirinya ingin berlibur.
"Serius dong, sekarang yang dekat aja enggak apa-apa, kan? Nanti kalau Cantika libur sekolah, boleh deh yang jauh. Aku akan minta cuti,"
Alisha berbinar mendengar ucapan sang suami, dengan refleks ia pun mengecup bibir Adnan sekilas. "Makasih Mas," ucapnya, senyuman tak lepas dari bibir Alisha.
Adnan membalas senyuman sang istri, "Enggak usah bilang terima kasih, itu udah jadi kewajiban aku buat membahagiakan istri dan anak-anak," ucapnya.
"Udah sekarang tidur, udah malam juga,"
Setelah itu mereka pun tertidur, mengingat waktu sudah larut tidak baik juga untuk ibu hamil jika begadang.
🌻🌻🌻
"Asik! Aku mau ke kebun stroberi ya Pa, Ma," Cantika girang sekali mendengar ucapan Alisha jika besok mereka akan pergi berlibur ke puncak. Tentu saja Cantika sangat bahagia, mengingat ia sudah lama sekali tidak pernah berlibur, mungkin setelah masuk panti, sebelum orang tua kandungnya meninggal dunia.
"Mau nonton putri Elsa, Pa," jawab Cantika, penuh semangat.
"Selain itu mau kemana lagi?" Adnan melempar pertanyaan lagi, ia begitu gemas mendengar ucapan Cantika.
Gadis kecil itu tampak berfikir sejenak, "Mau liat ikan yang bisa joget Pa," Cantika menjawab lagi-lagi dengan antusias yang tinggi.
"Oke, besok ya kita pergi,"
Pagi ini mereka sedang berada di ruang makan untuk sarapan, Cantika duduk di sisi Adnan. Sedangkan Alisha mondar-mandir mempersiapkan sarapan mereka. Alisha tersenyum bahagia melihat keantusiasan Cantika dan juga sang suami yang terlihat bahagia.
Selama seharian Cantika selalu membahas tentang rencana liburan mereka, gadis kecil itu terlihat lebih bersemangat. Bahkan malam harinya Cantika mempersiapkan sendiri barang-barang yang akan dia bawa, sudah menjadi kebiasaanya saat di panti, hidup mandiri tanpa bantuan orang tua, membuat Cantika tidak begitu merepotkan Anita sang pengasuh, maupun Alisha.
__ADS_1
Alisha bersyukur sekaligus terharu melihat gadis sekecil Cantika sudah bisa memilih barang-barang yang akan di bawa berlibur, mulai dari sepatu, pakaian sampai boneka kerropi kesayangannya sudah masuk ke dalam tas, meskipun sedikit berantakan tapi Alisha tetap bangga.
Sore hari setelah Adnan pulang dari kantor, mereka benar-benar berangkat ke puncak. Meskipun kondisi Adnan dalam keadaan lelah, namun sirna saat melihat wajah ceria Cantika dan sang istri, ia kembali bersemangat mengingat ini adalah liburan pertamanya dengan Cantika.
Selama perjalanan Cantika terus berceloteh, kadang juga menyanyikan lagu anak-anak bersama Anita di kursi belakang. Sampai satu jam kemudian Cantika tertidur, mungkin karena merasa lelah.
Setelah isya mereka baru sampai di villa milik keluarga Adnan. Rasa lelah, kantuk dan lapar menyertai kedatangan mereka, untung saja di sana sudah di sediakan makanan untuk makan malam, karena sebelumnya Adnan sudah terlebih dahulu menghubungi penjaga villa. Setelah makan malam mereka beristirahat, terutama Cantika yang sepertinya merasa kelelahan.
🌻🌻🌻
Pagi hari mood Alisha benar-benar membaik, apalagi saat merasakan hawa sejuk di sekitar villa. Seketika ia memiliki sebuah ide. Setelah membangunkan sang suami untuk sholat subuh, Alisha benar-benar merealisasikan idenya, tentu saja tanpa sepengetahuan sang suami, mungkin jika Adnan tahu tidak akan mengijinkan idenya tersebut. Dengan perasaan riang, ia pun mulai melakukan kegiatan yang ia rencanakan.
"Pagi Pak Joko, liat istri saya enggak ya?" tanya Adnan pada penjaga villa.
"Tadi pinjam sepeda Mas, mungkin dia mau keliling naik sepeda," jawab Pak Joko yang sedang menyirami tanaman.
Adnan terkejut mendengar ucapan penjaga villa tersebut, pasalnya Alisha sedang hamil, tentu saja ia khawatir terjadi sesuatu pada sang istri.
"Pak Joko liat dia perginya ke arah mana?" tanya Adnan terlihat panik.
"Maaf Mas, saya enggak lihat. Cuma lihat waktu ke luar dari belakang menuntun sepeda," jawab Pak Joko.
Setelah mengucapkan terimakasih, Adnan kembali masuk ke dalam kamar, mencari ponsel untuk menghubungi Alisha. Pada saat ia menelfon, terkejut saat mendapati nada dering ponsel yang tidak asing.
"Kebiasaan banget pasti lupa bawa hape, mau cari kemana kalo udah gini? Tungguin di sini aja perasaan enggak enak, mau di susul enggak tahu gimana, jadi serba salah kan," gumam Adnan yang terlihat frustasi.
.
__ADS_1
.