Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Tidak Akan Memaafkan Kamu


__ADS_3

Terimakasih buat yang masih setia membaca, terimakasih atas dukungan kalian semua😘😘😘. Semoga Allah yang membalas dengan kebaikan berkali lipat.


Next Ya.


.


.


.


.


Setelah kepergian orang tua mereka. Alisha memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi. Mungkin dengan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin akan sedikit melegakan hatinya yang sedang patah, bahkan bisa di katakan patah sepatah patahnya. Baru pertama merasakan cinta, tapi ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, bahkan lelaki yang ia cintai kini sudah menjadi suaminya, tapi sepertinya hati sang suami saat ini bukan untuknya, entahlah Alisha juga belum tahu pasti.


Meskipun malam hari, gadis itu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin, seakan tidak merasa kedinginan sedikit pun. Lama Alisha berdiri di bawah guyuran shower, pikirannya melayang menerawang jauh tepat beberapa waktu lalu. Mengingat semua kejadian yang ia lewati bersama saudara sepupunya, banyak kenangan yang mereka lewati. Jika saja ia tahu sepupunya itu mencintai lelaki yang kini menjadi suaminya sebelum mereka menikah, sudah pasti Alisha akan mengalah, membiarkan mereka bahagia. Mengingat itu, ia jadi benci dengan Adnan. Benci sekali kenapa lelaki itu mempermainkan dua gadis sekaligus, bahkan mereka masih saudara. Sungguh tidak punya hati.


Tok tok tok


Gedoran di pintu menyadarkan Alisha dari lamunannya, entah sudah berapa lama ia di dalam kamar mandi. Bahkan setelah tersadar rubuhnya mulai merasakan hawa dingin yang menelusup.


"Alisha! Kamu baik-baik aja, kan?" suara lelaki yang tadi pagi merubah statusnya menjadi seorang istri.

__ADS_1


Alisha sengaja tak menjawab perkataan Adnan, ia lebih memilih mematikan shower, suapaya Adnan tahu jika dirinya baik-baik saja, meski hantunya tidak. Terbukti Adnan tak lagi mengetuk pintu, bahkan terdengar suara langkah sepatu menjauh dari pintu kamar mandi.


Setelah menyelesaikan acara mandinya yang entah berapa lama, Alisha ke luar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian lengkap. Duduk di depan cermin, mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Setelah itu ia naik ke atas ranjang, sedikit pun tak memperdulikan Adnan, ia masih enggan untuk berbicara dengan suaminya itu. Menyembunyikan seluruh tubuhnya ke dalam selimut, mencoba untuk memejamkan mata, tapi rasa khawatir membuat ia tak bisa memejamkan mata, justru tampak gelisah.


"Sebenarnya gue sedikit kecewa juga sama Kak Yesha, tapi tetep kalo dia dalam bahaya gue khawatir, moga aja dia baik-baik aja lah," gumamnya sudah membuka selimut yang menutup wajahnya. Menghembuskan nafas kasar, saat mengingat kenapa Yesha tidak mau jujur sama dirinya, kenapa justru menuruti ucapan Adnan? Ah entahlah, Alisha mendadak pusing.


Tak berapa lama Adnan sudah keluar dari kamar mandi, sudah memakai pakaian lengkap. Alisha yang melihat itu, kembali menutup wajahnya dengan selimut, ia masih enggan untuk berbicara dengan Adnan.


Alisha merasakan jika ada seseorang yang naik ke atas tempat tidur, ia sudah bisa menebak siapa dia yang pasti Adnan bukan orang lain, karena di dalam kamar itu hanya ada mereka berdua.


"Alis, aku tau kamu belum tidur, aku mau bicara," ucap pemuda itu yang sudah duduk di sisi tempat tidur.


"Aku ngantuk, kalau mau bicara besok saja," timpal Alisha tanpa mau membuka selimutnya.


"Kamu tahu alasannya kenapa aku melakukan ini, karena saking sayangnya sama adikku Angkasa, dia orang yang membawa ku ke dalam kehidupan yang lebih baik, bahkan bisa seperti sekarang ini, jika tidak ada Angkasa, entah kehidupanku akan seperti apa," Adnan menerawang jauh mengingat masa kecilnya bersama Angkasa.


"Meskipun saat ini aku belum mencintai kamu, tapi aku yakin aku akan bisa suka dan sayang sama kamu, seiring berjalannya waktu, makanya aku menerima perjodohan ini. Untung saja hubunganku dengan Yesha masih belum terlalu jauh, jadi aku yakin dia juga pasti akan menerima semua ini, meskipun aku tahu ini sulit,"


"Sekali lagi aku minta maaf, kamu boleh menghukum ku tapi aku minta untuk bertahan denganku untuk saat ini, aku tidak mau mengecewakan Bunda dan Ayah. Kamu juga pasti tidak ingin mengecewakan Papa dan Mama, kan?"


Alisha diam, ia masih mendengarkan semua ucapan Adnan, tapi enggan untuk menyanggah. Memang yang dikatakan Adnan benar, ia tidak mau melihat ke dua orang tuanya kecewa, tapi apakah ia bisa menjalani pernikahan ini, jika Adnan saja tidak memiliki rasa apapun terhadap dirinya? Apa mungkin Adnan akan mencintainya suatu hari nanti, entahlah tapi ia berharap seperti itu.

__ADS_1


"Percayalah sama aku Lis, aku akan melupakan Yesha dan membuka hati untuk kamu, istriku," Adnan mengatakan itu, karena merasa jika Alisha tidak mempercayai ucapannya atas membisunya gadis itu.


Alisha tersenyum sangat tipis, setelah mendengar ucapan Adnan yang terahir. Tapi kemudian ia merubah senyumnya menjadi raut ke khawatiran.


"Tapi aku tidak akan memaafkan kamu kalau terjadi sesuatu sama Kak Yesha," akhirnya Alisha bersuara meski masih di dalam selimut.


Adnan mengangguk, "Iya, aku akan terima semuanya karena itu memang salahku," ucapnya.


"Sekali lagi aku minta maaf ya, mari kita belajar saling menerima satu sama lain, saat ini kita sudah menikah dan mungkin memang kita berjodoh, jika saja kamu tahu semua ini saat belum menikah, aku yakin kamu akan membatalkan pernikahan ini," tambahnya.


Alisha membenarkan perkataan Adnan yang terahir ini. Tapi hatinya saat ini masih sakit, mendapati suaminya belum mencintainya. Ia jadi ingat ucapan Mama jika dulu Mama dan Papanya juga menikah tanpa cinta, tapi lihatlah kehidupan mereka saat ini, di penuhi oleh kasih sayang yang melimpah bahkan ia tak pernah mendengar kedua orang tuanya terlibat cekcok berlebihan.


"Yaudah selamat malam, selamat tidur," akhirnya Adnan mengucapkan itu. Karena Alisha masih saja membisu, tapi ia yakin istrinya itu mendengarkan semua ucapannya.


🌻🌻🌻


Di tempat lain, Angkasa dan teman-temannya sudah menemukan di mana Yesha sesuai petunjuk dari teman Aufa yang melacak keberadaan Yesha menggunakan nomer ponselnya. Bahkan teman Aufa itu di seret untuk ikut mencari Yesha. Mereka mendatangi sebuah kafe, dan benar mobil Yesha terparkir di depan kafe tersebut, tapi tunggu ada yang aneh, kafe terlihat sudah sepi, sepertinya sudah di tutup.


Arga yang memang membawa motor, ia segera memarkirkan motornya ke sembarang arah, lalu berlari ke arah pintu kafe dan benar saja tulisan di kafe tersebut 'close' tapi sepertinya masih ada seseorang di dalam cafe. Arga menggedor pintu cafe yang ternyata sudah di kunci dari dalam, terlihat seseorang mendekat ke arah pintu, lalu membukanya.


"Maaf Kak, cafenya udah tutup. Bisa kembali lagi besok," ucap pegawai cafe sopan.

__ADS_1


"Maaf Mbak, saya mau mencari Kakak saya, pemilik mobil itu, apa masih ada di dalam?" tanya Arga yang juga dengan nada sopan.


"Maaf, di dalam sudah tidak ada siapa-siapa," ucapan pegawai cafe tersebut membuat Arga dan yang lainnya melongo.


__ADS_2