
Dua orang gadis baru saja keluar dari ruang kelas, yup siapa lagi jika bukan Yesha dan sahabatnya Yasmin. Seperti biasa setelah keputusan Adnan waktu itu, Yesha selalu menghindari pemuda yang berstatus sebagai dosen di kampusnya, bahkan ia sengaja memutar jalan pulang supaya tidak berpapasan dengan pemuda itu, karena letak gedung fakultas nya yang harus melewati gedung fakultas di mana Adnan menjadi dosen.
Ia menyipitkan mata saat melihat seseorang yang ia hindari berada di parkiran bersama seorang pemuda yang ia kenal pula. Ya, Adnan berada di parkiran bersama Angkasa, entah sedang melakukan apa Angkasa berada di kampusnya, ia menarik Yasmin supaya menjauh lebih dulu dari parkiran karena tak ingin bertemu dengan dosen tampan itu.
Ah iya hampir lupa, jika Angkasa adalah adiknya Adnan dan ia sekarang sudah tahu alasan Adnan lebih memilih Alisha, karena Alisha sendirilah yang mengatakannya waktu itu. Ia menghembuskan nafas kasar. Haruskan ia membenci Angkasa? Tapi kenapa harus membenci? Kalau perbuatan Adnan padanya atas permintaan Angkasa, mungkin ia pantas membenci Angkasa, tapi jika itu atas kemauan Adnan sendiri, apa iya Angkasa pantas di benci? Ia jadi bingung sendiri akan hal itu.
"Kenapa Lo Yes? Kaya orang bingung gitu?" tanya Yasmin saat melihat Yesha tiba-tiba menggelengkan kepala.
"Ah, enggak," jawabnya.
Mereka kini bersembunyi di parkiran, agak jauh dari tempat Angkasa dan Adnan, karena untuk menuju mobil Yesha mereka harus melewati dua pemuda itu.
"Yes, Pak Dosen ganteng kang pehape emang siapanya Mas-mas itu ya?" tanya Yasmin, karena setahu gadis itu Angkasa adalah teman dari Nevan Kakak sepupu Yesha.
"Tau, tapi katanya sih adiknya gitu, gue belum tanya langsung sih," jawab Yesha asal.
"Kok bisa ya? Mereka enggak ada mirip-miripnya sama sekali padahal," celetuk Yasmin.
Yesha mengabaikan kebingungan Yasmin, tapi yang di katakan Yasmin benar juga sih. Ia pernah bertemu dengan Tante Ayu, menurutnya sih Angkasa ada mirip-miripnya dengan Tante Ayu, tapi Adnan, tidak ada mirip-miripnya sama sekali. Mungkin mirip suaminya Tante Ayu, pikirnya.
"Ayo Yes, Pak Dosen ganteng tapi kang pehape udah pergi," Yasmin menarik Yesha keluar dari persembunyian saat Adnan sudah berjalan menjauh dari parkiran.
Yasmin sudah mengetahui perihal tentang kandasnya percintaan Yesha dengan Adnan, tentu saja karena Yasmin memaksa Yesha untuk bercerita. Ia yakin Yesha sedang memiliki masalah apalagi selalu menghindari Adnan saat di kampus dan itu membuat Yasmin makin penasaran.
"Dek, apa kita bisa bicara?" tanya Angkasa saat melihat Yesha dan Yasmin mendekatinya. Angkasa sengaja menunggu Yesha di dekat mobil gadis itu, karena ia tidak mau kehilangan jejak Yesha.
__ADS_1
Yesha berfikir sejenak, akhirnya ia mengangguk, mungkin ia akan mencari tahu tentang Adnan pada Angkasa, apakah dugaannya benar atau salah, ia harus buktikan sendiri.
"Boleh Kak," jawabnya.
"Naik motorku aja ya," pinta Angkasa.
Yesha menggeleng, "Kita bawa mobil sendiri-sendiri aja," Yesha menolak permintaan Angkasa, bukan tanpa alasan, ia tidak mau meninggalkan mobilnya di kampus.
"Yaudah gue duluan ya Yes, hati-hati kalian, bye," Yasmin melambaikan tangan meninggalkan Yesha dan Angkasa.
Setelah kepergian Yasmin, ke duanya pun menaiki kendaraan masing-masing, Angkasa memilih untuk mengalah, karena ini adalah kesempatan yang ia tunggu-tunggu sejak lama, untuk bisa berbicara berdua saja dengan Yesha.
Yesha mengendarai mobilnya mengikuti kemana pun motor Angkasa. Beberapa menit berlalu mereka pun sampai di sebuah kafe. Bukan seperti kafe pada umumnya, karena ini terletak sedikit jauh dari pusat kota. Sebuah kafe dengan nuansa alam. Kafe itu terletak di tengah pohon pinus. Ada yang menyajikan area outdoor dengan pemandangan hutan Pinus yang asri.
"Kamu pernah ke sini?" tanya Angkasa basa-basi, setelah keduanya masuk ke dalam kafe tersebut.
"Ini baru buka sebulan lalu, bisa ngebayangin enggak? Sebulan aja pemiliknya udah bisa buat kafe ini luar biasa, udah pasti duit yang di keluarin banyak banget," entah kenapa Angkasa justru membahas tentang pembuatan kafe tersebut.
Yesha hanya tersenyum menanggapi.
"Mau di dalam atau di luar?" tanya Angkasa
"Di luar lebih enak kayaknya deh." Yesha menunjuk salah satu meja yang masih kosong, pas sekali, meja paling ujung hingga mereka bisa menikmati sejuknya duduk di bawah pohon Pinus.
Mereka berdua duduk di tempat tersebut, Yesha hanya memesan beberapa cemilan dan juga minuman karena ia belum lapar, alasannya tadi saat di tanya Angkasa.
__ADS_1
"Kakak mau bicara apa? Sepertinya ada yang penting," Yesha masih tetap sama, menganggap pemuda di hadapannya ini sebagai seorang Kaka tidak kurang dan tidak lebih.
"Cuma pengen ngobrol aja sama kamu, mau tahu aja kenapa beberapa hari ini kayak ngilang gitu, terahir bertemu kita kan, waktu aku ke rumah kamu,"
"Lagi males kemana-kemana Kak, pengennya ngumpet di rumah," kilah Yesha.
"Baru putus dari pacar? Etapi, kapan kamu punya pacar ya? Kakak kok enggak pernah liat? Apa jangan-jangan cowok yang sering nemuin kamu di arena balapan motor itu? Si Max," Angkasa sengaja mengatakan hal tersebut, ia ingin tahu apakah benar Yesha sedang patah hati seperti yang dikatakan Nevan atau sebaliknya?
"Ngaco deh Kakak, siapa juga yang patah hati, lagian ketemu sama Max aja aku takut, apalagi jadian," jawab Yesha santai, ia sambil menyeruput jus jeruknya memakai sedotan.
Yesha memikirkan ucapan Angkasa, ia sekarang tahu jika di sini Angkasa tidak bersalah akan kandasnya hubungan dia dengan Adnan, buktinya Angkasa berkata seperti itu. Fix berarti ini keinginan Adnan sendiri, ah sudahlah, lupakan Pak Dosen ganteng kang pehape itu. Keren juga ternyata julukan yang diberikan oleh Yasmin.
"Siapa tahu kan? Tapi kenapa kaya orang patah hati gitu?" Angkasa masih penasaran, ia sebenarnya bisa membaca jika Yesha memang sedang patah hati.
"Siapa yang patah hati sih Kak? Aku baik-baik aja, i'm fine Kak Angkasa yang baik hati," Yesha tersenyum saat mengatakan hal itu. Satu hal yang baru ia sadari saat ini, sepertinya Angkasa memang benar memiliki rasa padanya. Apa benar karena alasan itu, Adnan lebih memilih Alisha? Ah kenapa sih lagi-lagi si Kang pehape itu yang muncul di kepala.
Terlihat Angkasa membalas senyumnya, "Tadi aku liat Kakak sama dosen di kampusku, apa hubungannya dengan Kakak ya?" Yesha sengaja bertanya seperti itu, ia akan pura-pura tak mengenal Adnan.
"Oh, Kak Adnan? Dia Kakakku," jawab Angkasa. "Dia sebentar lagi mau nikah, bukannya nikahnya sama sepupu kamu ya Dek? Mereka kan di jodohkan," tambahnya.
"Owalah, dia ternyata yang mau nikah sama sepupuku, aku emang belum pernah bertemu dengan calon suaminya," kilah Yesha. Ia sengaja berbohong di sini, untuk mengorek informasi dari Angkasa.
__________
Tadinya aku mau hilangin gitu aja Yesha dan Angkasa, tapi kayaknya lucu gitu, jadi aku sengaja buat part mereka. Tunggu ya, nanti Alisha pasti akan tahu tentang Adnan dan Yesha, tapi nanti ya. Angkasa juga akan tahu pastinya. Tunggu aja, belum saatnya sekarang.
__ADS_1
Yang mau tahu kapan novel ini update, yuk follow IG ku @abil_rahma