Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Cemburu


__ADS_3

Sampai di lantai bawah tepatnya di cafe yang ada di hotel tersebut, Alisha melihat sekeliling, tapi tak mendapati Adnan, ia masih terus mencari hingga di menemukan seseorang yang ia kenali, duduk hanya berdua dengan seorang wanita. Bahkan terlihat sangat akrab, entah apa yang mereka bicarakan, bahkan tak canggung sesekali mereka tertawa, membuat Alisha kesal. Ia pun memilih kembali ke kamar, akan menunggu Adnan sampai pemuda itu kembali, ia akan mengintrogasi.


"Bilangnya cuma beli kopi, ternyata beneran ketemuan sama perempuan, cantik lagi, pantesan lupa kalo udah punya istri," gerutu Alisha sambil berjalan. Bahkan sepanjang jalan dari kafe sampai ke kamar gadis itu terus menggerutu, tak menghiraukan tatapan orang-orang yang berpapasan dengannya.


Hampir saja Alisha membanting pintu kamar hotel, untung saja ia masih ingat jika saat ini mereka berada di hotel bukan di rumah. Ia menghempaskan diri di atas sofa, sambil melipat kedua tangan di depan dada. Masih menggerutu tidak jelas, raut wajahnya terlihat kesal, bahkan seperti ingin makan orang saja.


Tak lama kemudian pintu terbuka, Adnan masuk ke dalam kamar hotel dengan dahi mengkerut, "Kok belum tidur? Baru keluar?" Adnan menunjuk jaket yang melekat di tubuh Alisha.


Gadis itu terkejut mendengar pertanyaan dari Adnan, ia tidak menyadari saat Adnan masuk ke dalam kamar tadi, lebih terkejut saat mendapati jaketnya masih melekat di tubuh, bisa-bisa Adnan tahu kalau dia baru saja keluar.


"Kok lama banget sih, kami dari mana?" bukannya menjawab Alisha justru balik bertanya.


"Ya seperti yang aku katakan tadi, ngopi," jawab Adnan santai.


"Ngopi terus ketemu sama wanita, iya kan? Makanya lama," Alisha mencibir, ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


"Kamu tahu dari mana? Jangan-jangan kamu ngikutin aku diam-diam ya? Hayo ngaku?"


"Enggak, ngapain juga ngikutin kamu, kaya enggak ada kerjaan lain aja," kilah Alisha.

__ADS_1


"Syukurlah kalo gitu," Adnan meninggalkan Alisha yang masih duduk termenung di sofa.


"Maksudnya apa?" Alisha mengikuti langkah Adnan yang berjalan ke arah balkon.


"Enggak ada maksud apa-apa," Adnan berdiri di sisi pembatas balkon sambil melihat pemandangan sekitar hotel.


"Berarti bener, kan? Kamu ketemu sama cewek?" Alisha masih pura-pura tak tahu, padahal ia sudah merasa kesal sekali, apalagi Adnan tidak mau jujur malah seperti menghindari pertanyaannya.


"Bisa di bilang iya, bisa juga di bilang tidak sih, kenapa? Kami cemburu ya?" Adnan menatap Alisha sambil tersenyum penuh arti.


"Siapa yang cemburu? Masa kamu tega ninggalin istri di kamar sendirian, sedangkan kamu malah asyik ngobrol sama perempuan, istri mana yang enggak marah coba?" Ia melipat kedua tangannya di depan dada, sambil menatap Adnan penuh selidik.


"Bukannya merasa bersalah malah tertawa. Dahlah terserah kamu, aku mau tidur," Alisha masuk ke dalam kamar, tapi sebelum gadis itu benar-benar masuk, Adnan lebih dulu menarik tangannya, hingga Alisha menghentikan langkah dan menghadap ke arah Adnan.


"Kamu salah paham, dia itu sudah punya suami, dan suaminya juga di sana, mereka temenku waktu kuliah dulu. Mungkin pas kamu lihat aku hanya berdua dengan wanita itu, karena suaminya sedang menerima telefon penting," ucap Adnan, seakan ia bisa membaca pikiran Alisha.


"Kenapa kamu enggak samperin kita aja tadi? Coba kamu ikut gabung, kan enggak salah paham gini," tambahnya.


"Aku kebetulan ketemu sama mereka, katanya mereka baru saja ada pertemuan dengan klien di hotel ini, dan sekalian mampir ke kafe buat ngopi juga," Adnan belum melepaskan tangan Alisha, meski gadis itu berdiri agak jauh dari Adnan.

__ADS_1


"Udah enggak usah cemburu, aku bukan laki-laki yang suka mencari pelarian saat istriku sendiri menolak untuk di dekati," tambahnya, karena Alisha masih saja diam, entah kenapa? Mungkin dia malu atau apa, Adnan tidak tahu.


"Aku enggak cemburu, di bilangin ngeyel," Alisha menghempaskan tangan Adnan yang memegangi pergelangan tangannya, setelah terlepas ia pun masuk ke dalam kamar.


Malu sekali, karena Adnan tahu jika dirinya memata-matai suaminya itu. Lebih baik ia menyembunyikan wajahnya ke dalam selimut, dari pada terus berhadapan dengan Adnan.


Sedangkan Adnan, ia tahu jika Alisha merasa malu, akhirnya ia tidak menyusul Alisha, membiarkan gadis itu sendiri di dalam kamar. Setelah kepergian Alisha, ia kembali menatap suasana kota Bali di malam hari ini, gemerlap lampu di mana-mana membuat suasana malam menjadi lebih indah.


"Seneng aja liat kamu cemburu, ya meskipun hati ini belum terpaut denganmu, Alisha," gumam Adnan, tersenyum membayangkan tingkah Alisha tadi saat cemburu dengannya.


Adnan membuka ponselnya, ia melihat isi galeri. Di sana terdapat beberapa foto dirinya dengan Alisha waktu resepsi pernikahan, ada juga foto mereka berdua sebelum menikah, saat pergi bersama, sampai akhirnya ia menemukan salah satu foto seorang gadis yang sedang tertawa, sepertinya foto itu di ambil secara sembunyi-sembunyi, ia menghela nafas, lalu menekan tombol tong sampah, menghapus foto tersebut.


"Dengan begini, semoga aku bisa melupakan kamu, dan belajar mencintai wanita yang sudah aku nikahi, Alisha." Adnan menghela nafas, "Belajar yang baik di sana, aku akan bahagia saat melihat kamu berhasil nanti," gumam Adnan setelah menghapus foto tersebut, entah kenapa foto itu masih ada, padahal ia sudah menghapus semua foto gadis itu, bahkan kontak personnya saja sudah ia hapus.


Setelah itu, ia pun masuk ke dalam kamar, mendapati Alisha sudah tertidur pulas dengan selimut menutup tubuhnya hingga dada, ia pun ikut merebahkan diri di sisi Alisha.


🌻🌻🌻


Paginya Adnan terbangun lebih dahulu, ia merasakan tubuhnya seperti tertimpa sesuatu, dan benar saja salah satu kaki Alisha nangkring indah di atas perutnya, gadis itu tertidur dengan tidak beraturan, bahkan selimut yang tadi malam menutup tubuh Alisha kini sudah menghilang entah kemana. Adnan mencoba melepaskan diri dari Alisha, dengan pelan menurunkan kaki Alisha di perutnya, setelah itu ia pun turun dari ranjang, mengambil selimut yang tergorok di lantai, lalu menyelimuti tubuh Alisha.

__ADS_1


Melihat jam ternyata sebentar lagi subuh, ia pun memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi, mengambil air wudhu setelah itu melaksanakan sholat subuh, baru akan membangunkan Alisha yang masih menyelam di alam mimpi.


__ADS_2