Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Memantapkan Hati


__ADS_3

Adnan tenggelam dalam pikirannya, masih teringat jelas dalam rekaman memory, semua yang di ceritakan oleh nenek. Ia sempat marah, ingin memaki-maki nenek dan Tante, tapi itu semua tidak akan mengubah keadaan, justru akan menambah masalah dan akan menjauhkannya dari Nenek kandungnya sendiri.


Berkali-kali Adnan menghembuskan nafas kasar tatkala mengingat semua cerita masa lalunya. Ia sebenarnya mau menceritakan tentang Cantika, tapi urung karena sudah tak sanggup mendengar semua kejahatan yang telah nenek dan anak-anaknya perbuat terhadap dirinya dan kedua orang tuanya, memilih berpamitan untuk menenangkan diri dan pasti akan kembali lagi karena ia tidak setega itu untuk membiarkan Nenek terbaring lemah di ats tempat tidur tanpa memberikan pengobatan yang layak. Tujuannya saat ini adalah makam kedua orang tuanya, ia ingin menceritakan semuanya di hadapan pusaran Papa dan Mamanya, ingin melepas rindu yang telah lama terpendam karena selama ini ia jarang sekali datang ke makam.


"Sabar Mas, istighfar, serahkan semua sama Allah. Lagian Nenek sama Tante juga sudah menyesali semua perbuatannya di masa lalu." Alisha mengelus pundak sang suami.


Adnan menoleh ke arah Alisha sekilas sambil tersenyum, ia sampai lupa jika di dalam mobil tidak sendirian melainkan bersama istri tercinta, "Makasih sayang, aku akan berusaha untuk menerima semuanya, meskipun berat dan sangat berat, karena mereka yang telah sengaja memisahkan ku dengan kedua orang tuaku, meskipun itu semua adalah takdir," ucapnya, tanpa terasa meneteskan air mata saat mengingat kedua orang tuanya, yang ia anggap sebagai orang tua angkat.


Alisha terus mengelus pundak sang suami, tak lupa mengusap air mata yang masih tersisa di kedua pipi mulus Adnan, "aku yakin kamu pasti bisa menghadapi kenyataan ini," ucapnya.


Adnan meraih salah satu tangan Alisha yang masih berada di pipinya, lalu mengecup sekilas tangan tersebut, ia bersyukur di saat seperti ini ada Alisha yang menguatkannya, apalagi saat ini di perut sang istri ada buah cintanya dengan Alisha dan itu membuatnya bersemangat terus berbuat baik, karena ia tak ingin kehidupan masa lalunya menimpa anaknya kelak. Maka dari itu ia tak ingin membalas kejahatan dengan kejahatan pula, semoga ia bisa melakukan semua ini.


Tak lama mobil yang Adnan kendarai berhenti di sebuah makam tengah kota. Adnan menggandeng tangan sang istri saat memasuki area pemakaman, sudah lama sekali ia tak berkunjung ke tempat ini, sepertinya terahir kali ketika dirinya kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.


Ia di buat terkejut saat melihat makam kedua orang tuanya terlihat bersih dan terawat, sepertinya baru saja di perbaiki, ia hanya menerka-nerka siapa yang melakukan semua itu.


Keduanya berjongkok diantara dua makan Papa dan Mama Adnan, air mata Adnan kembali menetes saat menatap satu persatu pusaran kedua orang tuanya. Ia tak kuasa menahan air mata, lalu menenggelamkan wajahnya di sisi pembatas makam.

__ADS_1


Alisha pun ikut menitikan air mata, ia sadar tak boleh ikut larut dalam kesedihan yang mendalam, ia harus bisa menyemangati sang suami supaya tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Alisha mengelus punggung Adnan, menguatkan dan memberi semangat lewat sentuhan yang ia lakukan. Ia mendengarkan semua apa yang Adnan ceritakan di depan makam kedua orang tuanya sambil terus terisak dan kadang kala mengusap air mata tersebut menggunakan tisu yang Alisha berikan.


"Maaf sayang, aku melupakanmu," ucap Adnan setelah menyelesaikan cerita panjang lebarnya.


Alisha hanya tersenyum manis menandakan ia baik-baik saja.


"Pa, Ma, perkenalkan ini istriku, dia cantik, baik mekipun terkadang menjengkelkan karena tingkahnya, tapi aku sayang sama dia," ucap Adnan sambil tersenyum ke arah Alisha.


Setelah itu mereka berdua mendoakan kedua orang tua Adnan, lalu meninggalkan makam tersebut karena senja hampir tiba. Mereka harus sampai rumah sebelum makan malam karena sudah berjanji dengan Cantika. Alisha melupakan keinginannya untuk pergi ke mall, mungkin lain waktu.


🌻🌻🌻


"Semua yang telah terjadi adalah takdir, jadi jangan pernah kita menyalahkan yang sudah terjadi, meskipun itu sangat menyakitkan buat kita. Karena di balik semua pasti ada hikmah yang akan kita terima, serahkan semua sama penguasa Alam Semesta ini, maafkan mereka semua karena Allah juga pasti sudah memaafkannya," ucapan Mama mertuanya yang masih terngiang di telinga. Mama mertuanya itu selalu saja bisa membuat ia lebih bersemangat lagi setelah mendengar nasehat-nasehatnya.


Dan ucapan Bunda, "Kamu harus bersyukur karena dulu di kirim ke panti asuhan, kamu pasti bisa bayangkan seperti apa kehidupan kamu saat ini ketika dulu tidak di kirim ke panti? Mungkin itu salah satu hikmah dari semua kejadian di masa lalu," ucap Bunda kala itu.


Dan saat ini ia mengajak sang istri dan juga Cantika untuk berkunjung kembali ke rumah Tante Siska, ia sudah memantapkan dirinya, dan pasti akan menceritakan semua tentang Cantika serta akan membawa nenek untuk berobat ke rumah sakit saat ini juga. Ia juga sudah menghubungi pihak rumah sakit beserta dokter yang ia percaya untuk menangani nenek nantinya.

__ADS_1


"Kita mau ke mana sih Ma? Kok jalannya masuk ke kampung kaya mau ke panti? Tapi ini bukan ke panti," tanya Cantika ketika mereka memasuki perkampungan.


"Kita mau bertemu Nenek, karena Nenek rumahnya di daerah sini, sayang," jawab Alisha.


"Kasian nenek, pasti kesepian," ucap Cantika sendu.


Alisha menoleh ke belakang setelah mendengar ucapan Cantika, gadis kecil itu menampakkan wajah sendu, belum tahu saja jika nenek tersebut juka neneknya yang sudah lama tak berjumpa.


"Nenek ada temannya kok sayang, jadi enggak kesepian," ucapnya sambil tersenyum ke arah Cantika.


"Siapa Ma?" tanya Cantika.


Belum juga Alisha menjawab, Adnan sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Tante Siska, membuat Alisha tak jadi menjawab pertanyaan Cantika, lebih memilih mengajak Cantika ke luar dari mobil karena sang suami juga sudah ke luar dari dalam mobil.


Belum juga mereka mengetuk pintu, seseorang sudah lebih dahulu membuka pintu, tersenyum menatap mereka bertiga karena merekalah yang dinanti sejak kejadian tiga hari yang lalu.


"Tante percaya kamu orang baik dan pasti akan memaafkan semua kesalahan kami di masa lalu," ucap orang tersebut yang tak lain adalah Tante Siska.

__ADS_1


Adnan dan Alisha hanya menanggapi dengan senyuman.


"Ayo masuk, nenek sudah menunggu kalian. Beliau pasti senang sekali melihat kamu datang lagi," ucap Tante sambil mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam rumah.


__ADS_2