Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Berkunjung Ke Panti Asuhan


__ADS_3

"Kamu cantik banget pake itu," Adnan mengomentari penampilan Alisha, gadis itu baru saja ke luar dari ruang ganti.


Alisha menoleh, meneliti penampilannya, seperti biasa tidak ada yang aneh, tapi kenapa Adnan berkomentar seperti itu? Ah ia jadi salah tingkah sendiri, tapi itu tak berlangsung lama.


"Tapi kalau pakenya di rumah aja," ucap Adnan kembali.


Alisha mengernyitkan dahinya, "Emang ada yang salah?" tanyanya.


"Kamu mau pake kaya gitu, buat kumpul-kumpul bareng temen-temen cowok kamu itu, yakin?" Adnan mengatakan itu karena Alisha mengenakan atasan berupa tanktop berwarna hitam dan melekat di tubuhnya.


"Kan pake jaket," Alisha pun mengambil jaket hitam kebanggaannya.


"Tetep aja enggak enak di lihat, ganti atau enggak pergi!" ucap Adnan tak terbantahkan.


"Biasanya juga gini, Mama enggak pernah protes kaya kamu," Alisha cemberut, gadis itu masih enggan untuk mengganti pakaiannya.


"Yaudah, di rumah aja kalo gitu," ucap Adnan santai, seakan-akan ia tidak bersalah sama sekali. Memang Adnan tidak bersalah bukan? Dia cuma tidak mau Alisha mengenakan pakaian terbuka di luar sana, ya meskipun tertutup oleh jaket, tapi tetap saja, kan? Siapa tau Alisha nanti melepas jaketnya tanpa sadar. Waktu itu ia juga melihat, teman-teman perempuan Alisha melepas jaketnya, dan dalaman jaket itu hanya tanktop, mungkin bagi sebagian orang itu wajar, tapi menurutnya itu tidak sehat apalagi jika di lihat oleh pandangan mata laki-laki.


Alisha berdecak, ia menuruti ucapan Adnan, mengganti pakaiannya dengan kaos kebesaran yang selalu ia pakai.


"Udah," ucap Alisha setelah ke luar dari ruang ganti. Ia sudah mengganti tanktop nya dengan kaos kebesaran berwarna putih, kaos kebanggaannya.


"Nah itu lebih baik," ucap Adnan. "Satu lagi." Adnan bangkit dari duduknya lalu mendekati Alisha. Pemuda itu menarik ikat rambut Alisha yang masih baru karena setiap berangkat ke kampus Adnan selalu melepaskan ikat rambutnya. Melepar ikat rambut itu ke dalam tong sampah.


"Di bilangin masih aja bandel," celetuk Adnan tanpa dosa, sedangkan si pemilik ikat rambut hanya bisa berdecak, ia sudah menduga Adnan akan membuang ikat rambutnya lagi.


"Apa masalahnya sih? Kalau gini gerah tau enggak?" Alisha menggerutu, ia tidak terima ikat rambutnya di buang.

__ADS_1


"Nanti kamu bakalan tahu sendiri,"


Alisha pun berpamitan dengan Adnan. Meski sedikit kesal karena terlalu di atur, tapi Alisha tetap menghargai Adnan. Ia sebenarnya bingung, kenapa juga Adnan melarangnya mengikat rambut saat ke luar rumah? Padahal kalau di rumah Adnan tak pernah protes, membuatnya bingung sendiri karena tidak tahu maksudnya apa.


Alisha melajukan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan, karena teman-temannya sudah menunggu di sana. Ya, mereka hari ini akan membelanjakan uang hasil kompetisi balap motor milik Alisha, di tambah sumbangan dari yang lain dan akan di bawa ke panti. Sudah lama juga Alisha tidak ke panti, kira-kira setelah menikah ia belum ke panti, Cantika pasti sudah uring-uringan karena Alisha jarang ke sana. Ia juga sudah rindu dengan gadis cantik itu.


Banyak barang yang mereka beli di mall, makanan dan juga jajanan untuk anak-anak juga ada, dan komplit. Setelah belanja mereka pun meluncur ke panti asuhan. Para cewek ikut dengan mobil Alisha sedangkan para cowok mengendarai motor mereka masing-masing.


🌻🌻🌻


Baru saja turun dari mobil, Alisha sudah di sambut oleh Cantika, gadis kecil itu berlari ke arah Alisha, tersenyum bahagia karena bertemu dengan seseorang yang ia sayang. Gadis kecil itu, sedang bermain di halaman panti dan langsung berlari ke arah mobil yang datang saat tahu mobil itu milik Alisha.


"Kakak! Kenapa lama banget enggak ke sini, aku kangen tau," ucap gadis kecil itu sambil memeluk erat tubuh Alisha.


"Maaf, Kakak sibuk, yang penting sekarang Kakak ke sini, kan?" Alisha mengangkat tubuh mungil gadis belia itu.


"Ayo masuk, kita makan dan main sama-sama," Alisha melangkah masuk ke dalam panti, di ikuti oleh teman-temannya.


Alisha berbincang-bincang dengan ibu panti sebentar, lalu masuk ke dalam panti bersama yang lainnya. Mereka mengajak anak-anak panti bermain, yang laki-laki ada yang main bola ada juga yang memainkan alat musik. Sedangkan yang perempuan bermain Barbie yang baru saja di bawa oleh Alisha dan teman-temannya, tapi ada juga yang antusias membuka mainan lainnya yang abru saja mereka bawa.


Mereka larut dalam kegiatan masing-masing, anak-anak perempuan yang umurnya sudah belasan sedang membuat kerajinan tangan, yaitu merajut, berbagai macam barang mereka buat.


"Nanti hasil rajutan mereka kita jual, hasilnya di bagi dua, separo untuk yang membuat dan wajib di tabung, dan separo masuk kas untuk membeli bahan lagi," ucap Ibu panti kala itu ketika Alisha bertanya.


"Tidak hanya merajut saja, kami juga mengajarkan yang lainnya, sebulan sekali ganti kegiatan biar mereka enggak bosen, tapi kami juga membebaskan mereka mau buat apa,kadang ada yang suka merajut aja," tambah Bu panti.


Alisha tersentak ketika ada seseorang menepuk pundaknya, ternyata ia melamun saat melihat para gadis kecil itu lihai memainkan jemarinya untuk membuat sebuah karya seni. Ia menoleh dan kembali terkejut mendapati siapa yang yang ada di sampingnya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Setelah kepergian Alisha, Adnan terlihat bosan di rumah, ia bingung mau melakukan apa? Karena rencananya hari ini ia akan mengajak Alisha pergi, tapi nyatanya gadis itu justru sudah berjanjian dengan teman-temannya, tentu saja ia tidak boleh egois, karena selama masuk kuliah Alisha tidak sebebas dulu bermain dengan teman-temannya karena ia selalu mengantar jemput Alisha ke kampus.


Setelah mandi dan bersiap, Adnan memutuskan untuk pergi ke suatu tempat, ia akan merasa terhibur di sana. Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menikmati alunan musik pop yang menemani perjalanannya. Satu jam berlalu, ia baru saja sampai di tempat tujuan, ia mengernyit saat melihat banyaknya motor terparkir di sana, lebih terkejut lagi saat mendapati mobil yang sangat ia kenali juga ada di sana.


"Kok bisa?" tanyanya lebih pada diri sendiri. Tentu saja tak mendapatkan jawaban, ia pun langsung masuk dan menemui Ibu panti yang kebetulan ada di kantor yang letaknya tepat di depan halaman.


Ya, Adnan pergi ke panti asuhan, sebenarnya ia ingin mengajak Alisha tapi lihatlah sekarang Alisha justru sudah ada di panti sebelum dirinya datang.


Adnan menyalami Ibu panti yang dulu pernah mengasuhnya, lalu duduk di sofa depan Ibu panti. Ibu panti menanyakan kabarnya dan sebaliknya, Adnan pun menanyakan kabar Bu panti dan juga anak-anak.


"Istri saya ada di sini, Bu?" tanyanya.


"Lho Ibu kira kalian sudah janjian," ibu panti terkejut, ia salah mengira.


"Saya malah enggak tahu kalau Alisha akan ke sini, dia bilangnya mau bertemu teman-temannya,"


"Mbak Alisha itu sering ke sini sama teman-temannya Mas," ucap Bu panti, lalu menceritakan semua tentang Alisha saat berkunjung ke panti tak lupa juga tentang Cantika.


"Kata temen-temennya, Mbak Alisha itu kalau habis menang balapan uangnya langsung di belanjakan buat anak-anak, tak lupa juga sebagian di sumbangkan ke sini," ucap Bu panti.


Adnan tidak pernah menyangka akan hal itu, ternyata di balik sikap gadis itu yang tomboy dan urakan, ia memiliki sifat mulia dan hanya sebagian orang yang mengetahuinya, mungkin ke dua orang tuanya pun tak mengetahui. Ia tersenyum bangga memiliki Alisha.


Ia kembali terkagum-kagum saat melihat Alisha bisa membuat anak-anak panti tersenyum bahagia, ia ikut tersenyum saat melihat kegiatan Alisha dari jauh. Lalu ia pun mendekati gadis itu, menepuk pundak Alisha yang sedang memperhatikan para gadis belia sedang merajut.


"Lho kamu di sini?" tanya Alisha terkejut mendapati dirinya berdiri di sisi Alisha, "Sejak kapan?" tanya Alisha.

__ADS_1


__ADS_2