Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Kekacauan


__ADS_3

Setelah selesai acara sungkem, kedua mempelai duduk berdampingan di atas pelaminan. Keduanya bak raja dan ratu, terlihat serasi. Bahkan senyum di bibir keduanya tak pernah luntur, terutama Alisha. Ia terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya, senyum tulus terpancar dari bibir mungilnya. Lain hal dengan Adnan, meski ia terkadang larut dalam suasana bahagia, namun ia masih memikirkan seseorang yang jelas-jelas haram ia simpan dalam hati dan pikirannya. Sejak pertama melihat gadis itu, sampai saat ini Adnan tak melihatnya lagi, entah kemana perginya gadis itu, ia sempat berfikir buruk tentang gadis itu, hingga pikirannya kini melayang jauh entah kemana. Meskipun raganya ada di atas pelaminan, namun jiwanya melayang mencari keberadaan gadis itu.


Siang hari ini adalah acara resepsi untuk para kolega dan rekan bisnis. Sedangkan untuk teman-teman Alisha dan Adnan akan di laksanakan nanti malam. Acara pernikahan mereka tampak meriah, terkesan mewah. Mungkin jika di masukkan dalam daftar pernikahan termegah sepanjang tahun, pernikahan keduanya menduduki nomor tiga setelah pernikahan antara artis terkenal dalam negeri dengan seorang pengusaha kaya raya dan pernikahan putri dari seorang pengusaha rokok terkaya di negara ini.


"Selamat buat kalian berdua Mbak Alisha dan Mas Adnan, ternyata kalian berjodoh ya, semoga langgeng sampai maut memisahkan," ucapan selamat dari ibu panti, membuat Adnan mengernyitkan dahi. Baru saja ia akan bertanya, tapi tamu selanjutnya sudah menunggu giliran bersalaman dengan mereka. Alhasil Adnan dan Alisha hanya mengucapkan terimakasih.


Tentu saja, Adnan tidak mengetahui jika Alisha juga mengenal Ibu panti itu. Sebaliknya dengan Alisha, karena ia sudah mengetahui jika Adnan mengenal Ibu panti, karena ia sempat melihat Adnan di panti waktu itu.


Setelah di rasa semua tamu sudah bersalam dengan ke dua pengantin baru, mereka pun melakukan sesi foto. Dari foto berdua hingga foto bersama keluarga dan teman-teman mereka yang pagi itu ikut hadir, terutama teman dekat.


Setelah sesi foto selesai, kedua mempelai di persilahkan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan acara nanti malam. Waktu memang sudah hampir senja, lelah seharian harus berdiri menyalami tamu, tapi sangat membahagiakan untuk Alisha. Gadis yang sudah merubah statusnya menjadi seorang istri itu memang terlihat lelah, tapi aura bahagia yang terpancar membuat dirinya masih terlihat cantik bahkan tak ada perubahan signifikan dari make up yang di oleskan tadi pagi, masih utuh tak ada goresan bekas keringat sedikitpun.


Alisha melepaskan gaun yang ia kenakan di bantu oleh petugas MUA. Sedangkan Adnan lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi, ia tidak sabar ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Lelah seharian kini berubah menjadi lebih segar setelah menyelesaikan ritual mandinya. Pemuda itu ke luar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian santai lengkap, melihat Alisha yang duduk di sisi ranjang memainkan ponselnya. Gadis itu mendongak lalu tersenyum saat mengetahui Adnan sudah ke luar dari kamar mandi, ia meletakkan ponselnya lalu bergantian masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa membawa pakaian ganti dan juga handuk.


Alisha terlihat canggung, ia tidak mengatakan apapun saat sebelum masuk ke dalam kamar mandi, karena jujur ia bingung harus mengatakan apa pada Adnan sedangkan pemuda yang baru beberapa jam lalu telah resmi menjadi suaminya itu tampak membisu, entah apa yang sedang di fikirkan oleh Adnan, Alisha bisa membaca dari sorot mata pemuda itu, tapi ia bersikap seolah tidak mengetahui apa pun.


Selesai mandi, Alisha ke luar dari kamar mandi sudah memakai pakaian santai lengkap. Gadis itu sengaja tidak membasuh rambutnya. Ia tidak mendapati Adnan di dalam kamar, entah kemana perginya suaminya itu. Baru saja Alisha akan menghubungi Adnan, terdengar suara pintu terbuka, ia bisa menebak jika itu Adnan. Dan benar saja, Adnan datang dengan dengan membawa nampan berisi makanan, ah iya Alisha sampai lupa jika mereka belum makan sejak tadi pagi, tapi entah kenapa perutnya tidak merasakan lapar sedikit pun.

__ADS_1


"Kamu pasti lapar, kan? Aku pun iya, makanya aku sengaja bawa makanan ke kamar," ucap Adnan lalu ia meletakkan makanan itu di atas meja.


"Makasih Mas," timpal Alisha sungkan. Ia ikut duduk di sofa dekat dengan Adnan. Meraih piring yang sudah terisi nasi dan juga lauk pauk. Satu hal yang membuat Alisha mengembangkan senyumnya, ia melihat segelas jus alpukat di atas nampan tersebut, ia sudah percaya diri, ternyata Adnan mengetahui minuman kesukaannya.


Dia masih banget sih, aku jadi tidak bisa untuk tidak jatuh cinta dengannya, pikir Alisha.


Tapi senyumnya langsung memudar kala Adnan berucap. "Tadi Mama yang buatin jus itu, katanya kamu suka sama jus alpukat, apalagi saat kelelahan, tadinya aku bawa jus jeruk sama dengan milikku," ucap Adnan di sela-sela mengunyahnya.


Tak urung Alisha mengangguk, meski sempat kecewa karena kenyataanya tak sesuai ekspektasi nya. "Mama memang selalu seperti itu, sayang sama semua anaknya, meskipun aku selalu bandel," timpal Alisha, wajah gadis itu terlihat murung mana kala mengingat kejadian yang ia lakukan sampa membuat sang Mama emosi.


"Sudah, tidak usah di fikirkan. Mama pasti sudah memaafkan semua kesalahan kamu di masa lalu," Adnan seakan mengerti akan kesedihan yang baru saja hadir di hati Alisha.


🌻🌻🌻


Waktu telah berlalu, ke dua pengantin baru itu kini sudah kembali ke atas pelaminan, kali ini acara untuk teman-teman mereka. Terlihat lebih santai di bandingkan acara tadi siang, riasan di wajah Alisha pun terlihat lebih natural tak seribet tadi siang, karena itu permintaan dari Alisha sendiri.


Banyak teman-teman mereka yang hadir, ke dua pengantin itu bergantian menemui rekan-rekannya. Mereka berdua saat ini tidak di pajang di atas pelaminan lagi, melainkan berkeliling membaur dengan semua teman-tan yang hadir. Alisha sedang berbincang dengan Dani dan teman-temannya, saat ada kegaduhan dari arah belakang. Ia langsung mendekat saat mendapati sang suami sedang dalam kesulitan, karena cekalan seseorang di kerah jasnya.

__ADS_1


"Ga! Kenapa rusuh di acara gue? Apa masalah Lo Ga? Lepasin Mas Adnan Ga!" Alisha menarik paksa tangan Arga yang mencekal leher Adnan.


ABG memang seperti itu, selalu menyelesaikan masalah dengan emosi bahkan otot tanpa menggunakan pikiran jernih, apalagi saat menyangkut orang yang mereka sayangi.


Aufa yang baru saja datang, langsung menarik ABG itu menjauh. Alisha yang merasa penasaran mengikuti arah kemana kedua pemuda itu pergi, dan ternyata Adnan juga mengekori mereka. Ia berpamitan pada teman-temannya, ingin menyelesaikan ke salahfahaman ini, katanya.


Ternyata tak hanya dua pengantin itu yang mengekori Aufa dan Arga, tapi ada Nevan dan juga Angkasa yang tadi ikut mencegah perbuatan Arga.


"Apa mau kamu Ga? Masih banyak tamu, kalau kamu mau rusuh nanti saat tamu sudah pada bubar," Aufa mendorong tubuh Arga hingga pemuda itu terhuyung ke belakang, untung saja ia bisa mencegah suapaya tidak jatuh.


"Gue harus kasih pelajaran sama dia Bang, gara-gara dia Kakak gue hilang!" Arga masih terlihat emosi, terlihat dari raut wajah yang memerah serta kepalan tangannya.


"Apa maksudnya Ga?" tanya Alisha yang baru saja datang.


Arga tersenyum sinis, apalagi saat mendapati Adnan ada di belakang Alisha. "Lo itu cuma di permainkan sama dia." Arga menunjuk Adnan dengan ekor matanya. "Tanya aja sama suami Lo yang sok ganteng itu," tambahnya.


Alisha masih tidak mengerti dengan ucapan Arga.

__ADS_1


"Yesha beneran ilang Ga?" pertanyaan lain terlontar dari mulut Nevan, ia menjadi khawatir, pantas saja sejak tadi tak melihat Yesha sedikit pun.


__ADS_2