Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan
Rasa Penasaran


__ADS_3

Angkasa bergegas menuju tempat di mana mobil Yesha berada. Sebelumnya dia lebih dahulu menghubungi bengkel kepercayaannya. Sesampainya di sana ternyata dua orang dari bengkel sedang berusaha mengganti ban mobil Yesha. Membiarkan mereka mengganti ban mobil milik Yesha. Sedangkan dirinya berusaha menghubungi Nevan, bahkan sudah tiga kali panggilan, Nevan tidak juga menjawab telfonnya.


"Kemana si Nevan?" kesal Angkasa, dia pun kembali menghubungi Nevan, kali ini panggilannya di jawab oleh Nevan.


"Ngapain aja, gue telfon dari tadi enggak di jawab?" tanya Angkasa sedikit kesal.


'Lo itu gangguin orang tidur aja, ada apa?'


"Lo dateng ke jalan Anggrek, mobil adik Lo di sini, bannya kempes, gue dah janji bakal bawa ke kampusnya, cepetan gue tunggu," setelah mengatakan itu Angkasa mengakhiri panggilannya tanpa mau mendengarkan Nevan protes, karena dia tahu Nevan pasti akan protes.


FYI, Nevan itu anak dari Omnya Yesha. Lebih tepatnya Kakak dari Mami Nayla, karena sejak perceraian Mama dan Papanya, Nevan sering tinggal bersama Mami Nayla, membuat Yesha menganggap Nevan seperti Kakaknya sendiri. Bahkan setelah Papa Nevan memiliki istri lagi, Nevan masih sering tinggal di rumah Yesha, apalagi setelah menikah Papanya Nevan tinggal di Jakarta bukan di Yogyakarta lagi sampai sekarang.


Hampir satu jam Angkasa menunggu kedatangan Nevan, tapi pemuda itu belum terlihat batang hidungnya, membuat Angkasa mengumpat berkali-kali. Akhrinya dia memutuskan untuk mengantar mobil Yesha tanpa bantuan Nevan, baru saja membuka pintu mobil, terlihat motor yang sangat di kenalinya berhenti di depan mobil Yesha. Tampaklah dua orang pemuda yang sama-sama mengenakan helm full face.


"Sialan, ngapain aja sih Lo?" tanya Angkasa pada orang itu yang tak lain adalah Nevan dan Naga. Karena Naga semalam menginap di apartemen Nevan.


"Berisik banget, udah jalan, mana kunci motor Lo," Nevan mengulurkan tangannya meminta kunci motor Angkasa.


Mereka bertiga pun beriringan menuju kampus Yesha. Karena gadis itu masih di dalam ruangan, akhirnya mereka bertiga memilih untuk menunggu, karena tidak mungkin meninggalkan mobil Yesha karena Yesha tak membawa kunci mobil. Akan percuma saja bukan?


"Bisa pas banget gini, padahal gue belum beraksi," celetuk Nevan setelah mendengar cerita dari Angkasa saat pagi tadi.


"Tadinya gue kira kerjaan Lo. Mungkin emang sudah takdir, kalo pagi ini gue bakalan berangkat bareng dia," timpal Angkasa percaya diri.


Nevan dan Naga hanya memutar bola matanya malas, mendengar celetukan Angkasa.


"Maaf ya, kalian harus nungguin aku," tiba-tiba suara yang terdengar sangat lembut di telinga Angkasa memecahkan obrolan mereka bertiga.

__ADS_1


Sepontan tiga pemuda itu menoleh ke arah sumber suara, di mana ada dua gadis cantik, berdiri di belakang mereka. Salah satunya mereka bertiga sangat mengenalinya bahkan sudah hafal siapa dia jika bukan Ayesha, tapi salah satu gadis itu mereka tidak mengenal bahkan baru pertama melihatnya.


"Kamu enggak di apa-apain sama Angkasa, kan Dek?" Nevan tak menghiraukan ucapan Yesha, dia justru menanyakan hal lain. Mendekat ke arah Yesha lalu menyerahkan kunci mobil milik gadis itu. "Masalahnya dia ganas," tambahnya.


Angkasa berdecak sebal, dia menatap Nevan tajam.


Ayesha tersenyum, lalu menggeleng, "Kak Angkasa baik kok," Yesha menerima kunci tersebut, "Makasih Kak, kalau gitu aku kembali ya, bentar lagi ada kelas," tambahnya.


"Dek, kenalin temennya dong," seloroh Naga yang baru saja membuka mulut.


Semua teman Nevan memang memanggil Yesha dengan sebutan 'Dek' seperti yang Nevan lakukan, jadi Yesha tidak pernah tahu jika Angkasa memiliki rasa lebih dari seorang adik. Karena memang selama ini Angkasa tidak menunjukkan rasa sukanya di hadapan Yesha. Sering di puji cantik, pintar memasak dan sebagainya, semua Tan Nevan sering mengatakan itu, bukan hanya Angkasa bahkan Naga dan Rian pun melakukan hal yang sama. Jadi jangan salahkan Yesha yang tidak peka dengan keadaan.


"Kenalan sendiri Kak," Yesha melirik Yasmin yang tersenyum malu-malu di sampingnya. "Tapi kapan-kapan ya, karena ini udah mepet," Yesha menarik lengan Yasmin yang masih malu-malu, dia tidak mau terlambat masuk kelas gara-gara tiga pemuda itu.


"Yah," Yesha masih mendengar Naga mengeluh karena dia menarik paksa Yasmin. Biarkan saja, karena ini bukan waktunya untuk basa-basi


"Ck, namanya cowok ya ganteng Yas,"


"Kenalin dong, biar gue punya cerita cinta," Yasmin terkekeh saat mengatakan hal itu, apalagi selama ini dia tidak pernah dekat dengan laki-laki selain Papanya.


"Iya, entar gampang, mau kenalan sama yang mana? Mau semuanya juga boleh,"


Pluk


Yasmin menimpuk kepala Yesha dengan bolpoin, "Sialan Lo, emang gue cewek apaan?" Yasmin pura-pura tidak terima dengan ucapan Yesha, karena dia tahu Yesha hanya bercanda.


"Duuh, sakit Yas," Yesha mengeluh kesakitan, karena timpukan Yasmin benar-benar keras dan menimbulkan rasa sakit di kepalanya.

__ADS_1


Yasmin justru tertawa melihat Yesha mengaduh, tapi tawanya seketika terhenti saat dosen masuk ke dalam ruangan.


🌻🌻🌻


Siang hari seperti biasa, selama mengenal Adnan dia sering sekali makan siang dengan pemuda yang berstatus sebagai dosen di kampusnya itu. Tapi kali ini Yesha menolak dengan halus ajakan Adnan karena dia sudah ada janji dengan Alisha, sepupunya, mau menjemput Alisha di kampus dan akan mengantarnya ke suatu tempat.


"Yaudah, besok kita makan siang bareng ya," akhirnya Adnan menyetujui permintaan Yesha.


"Maaf ya Kak, aku duluan kalau gitu," Yesha pamit pada Adnan, lalu dia masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan Adnan yang masih berdiri melihat kepergiannya, hingga mobil yang di kendarai Yesha tenggelam dalam belokan.


Ternyata Alisha sudah menunggunya, saat mengetahui Yesha datang, Alisha langsung masuk ke dalam mobil Yesha tanpa ba bi bu.


"Mau kemana Sha?' tanya Yesha, setelah mereka meninggalkan area kampus.


"Makan dulu Kak, gue laper. Lo belum makan kan?" tanya Alisha.


"Belum, gue juga laper sih. Kafe biasa ya,"


Alisha mengangguk.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di sebuah kafe langganannya. Memesan makanan dan minuman, mereka makan dengan santai dan sesekali bercerita tentang kampus, terutama Alisha yang paling sering berceloteh ketika mereka berdua duduk bersama.


"Setelah ini anter gue ke Panti ya, Kak," ucap Alisha saat mereka sudah menghabiskan makanan di hadapan masing-masing.


"Boleh deh, sekalian gue juga kangen sama Cantika, udah lama enggak ke sana," Yesha jelas menyetujui untuk berkunjung ke panti, karena dia juga merindukan Cantika yang menggemaskan itu


"Yaudah, gue bayar dulu," Alisha membayar semua makanan mereka berdua, setelah itu keduanya pun meluncur ke panti asuhan, tapi sebelum itu mereka mampir ke toko oleh-oleh dan membeli beberapa makanan untuk di bawa ke panti.

__ADS_1


Alisha sudah tidak sabar ingin tahu siapa pemuda yang datang ke panti, kemarin saat dia akan pulang. Semoga saja Ibu panti mau memberinya informasi.


__ADS_2