
William hanya bisa menatap cincin pernikahan yang sudah dilepaskan Zoya dari jarinya, selain itu, William juga melihat selembar surat perceraian yang sudah ditandatangani oleh Zoya. Pada saat itu, William baru mengingat perbuatannya selama beberapa bulan ini kepada Zoya. William mengabaikan Zoya selama dua bulan terakhir, dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Renata.
Namun William lupa untuk meluangkan waktunya bersama dengan Zoya. William hanya mengandalkan kepercayaan Zoya kepadanya, William sengaja memanfaatkan kepercayaan Zoya demi kepentingan dirinya sendiri. Hingga akhirnya William dengan mudah mengkhianati pernikahan mereka. Sekarang, tidak ada lagi kesempatan yang akan diberikan Zoya padanya. Karena William mengatakan dengan jelas kepada Zoya bahwa dia akan pergi menemui Renata.
William melupakan momen penting bagi mereka berdua. William tidak tahu harus mengatakan apa kepada kedua orang tuanya, jika mereka tahu bahwa Zoya menggugat cerai dirinya, akibat perbuatan William yang secara sengaja mengabaikan Zoya begitu saja. William kehilangan semangatnya sekarang. William melihat ke arah lemari pakaian mereka, membuka lemari tersebut dengan terburu-buru, saat itulah William menyadari jika Zoya telah pergi meninggalkan rumah.
Setelah bisa sedikit menenangkan dirinya sendiri, William segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Zoya. William tidak bisa membiarkan hubungannya dengan Zoya berakhir begitu saja. William harus bisa membujuk Zoya, agar bersedia membatalkan gugatan cerai untuknya. Willam benar-benar tidak ingin kehilangan Zoya. Bagi William, Zoya adalah cahaya keberuntungan dalam hidupnya.
Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, William sudah mengetahui lokasi Zoya saat ini. William tentu saja tidak akan membuang waktunya untuk bertemu dengan Zoya. William segera menuju ke tempat Zoya berharap Zoya bersedia memaafkan dan kembali pulang bersama William. Meskipun terdengar mustahil, tetapi William masih ingin mengupayakan segala usaha untuk mendapatkan Zoya kembali.
Ketika mendengar ketukan pintu, Zoya segera melihat dan membuka pintu ketika Ivy melihat William yang ada di depannya, Zoya sempat tertegun untuk sejenak, tetapi segera mempersilahkan William untuk masuk.
“Masuklah, aku tahu ada yang ingin kau bicarakan denganku,” ajak Zoya pada William yang masih berdiri di depan pintu.
“Sayang, apa maksud hadiah yang kau berikan padaku? Kau pasti bercanda dengan rencanamu itu. Katakan padaku, Zoya, kenapa kau melakukan itu padaku?” tanya William pada Zoya, setelah Zoya duduk di salah satu sofa.
“Bukankah semuanya sudah sangat jelas, William. Kenapa kamu masih bertanya alasan aku melakukan itu padamu? Kenapa kau tidak pernah bertanya pada dirimu sendiri, apa alasan kau memperlakukan aku seperti itu? Apa kau pikir, aku tidak akan berani untuk mengajakmu berpisah hanya karena aku mencintaimu?” tanya Zoya yang tidak berniat untuk menjelaskan kepada William alasan dirinya menggugat cerai William.
__ADS_1
“Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan besar padamu, karena aku sudah melupakan hari penting bagi kita berdua. Tetapi aku melakukannya bukanlah dengan sengaja, begitu banyak pekerjaan dan masalah yang terjadi belakangan ini. Sehingga aku tidak bisa mengingat dengan baik momen penting untuk kita. Tetapi apakah harus menghadiahkan aku dengan sebuah perceraian? Kita sudah menjalani pernikahan ini 2 tahun lamanya, aku tidak pernah berpikir untuk menceraikanmu, tetapi kenapa kau sangat ingin berpisah denganku?” William terus menuntut jawaban dari Zoya. Meskipun pertanyaan William ini terdengar tidak tahu malu, tetapi, asalkan bisa mempertahankan hubungannya dengan Zoya maka William rela melakukan apa saja.
“Kau tahu William, sikapmu yang seperti ini, benar-benar membuat aku semakin enggan mempertahankan hubungan kita. Kau selalu bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa. Kau memainkan peran sebagai suami jujur di hadapanku. Tetapi kau akan berubah menjadi suami yang begitu tidak bermoral ketika berada di belakangku. Apakah aku harus mengatakan semua kesalahanmu secara gamblang? Apa kau yakin telingamu akan mampu mendengar semuanya?” ungkap Zoya yang kini menjadi sangat muak pada William. Sebab sikap William ini benar-benar tidak tahu malu.
“Zoya, aku dan Renata tidak memiliki hubungan khusus. Kami berdua memutuskan untuk menjadi sahabat. Apa salahnya jika aku mengunjungi sahabatku sendiri? Apakah kau juga tidak bisa memaklumi pertemanan kami? Lagi pula aku juga jarang bertemu dengan Renata. Tetapi kenapa kau selalu saja memandangku dengan tatapan penuh selidik seperti sekarang ini?” William sama sekali tidak ingin mengakui kesalahan yang sudah dilakukannya. Karena itu sama saja artinya, bahwa William sudah mengakui pengkhianatan yang dilakukannya di belakang Zoya.
“Aku tidak menyangka jika aku telah menikahi pria tidak tahu malu dan pendusta sepertimu. Apakah kau benar-benar ingin mendengar cerita yang sebenarnya dariku, William? Apa kau berpikir jika aku tidak tahu apa-apa? Jangan mencoba membodohiku, William. Aku diam bukan bearti aku tidak tahu, aku mengalah bukan bearti aku bodoh, semua itu alu lakukan sebagai bentuk perjuangan dan pengorbananku untuk pernikahan kita. Namun semua percuma, kesabaranku sudah habis.
Seharusnya kamu mengatakan semua kesalahanmu dengan jelas di depanku, lalu meminta maaf atas semua dosa yang sudah kau perbuat di belakangku. Tetapi kau justru memasang wajah tidak berdosa, seolah-olah kau tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Padahal kesalahanmu itu sangat besar dan berakibat fatal. Pernahkah kamu memikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, William?”
“Sayang, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau katakan sekarang. Aku selalu berusaha untuk membahagiakan. Aku juga memenuhi segala kebutuhanmu. Aku tidak pernah memberikan tuntutan yang begitu besar padamu. Hanya karena aku berteman dengan mantan kekasihku, lalu kau mengajukan surat gugatan cerai untukku. Apakah kau tidak pernah berpikir apa yang terjadi jika kita berpisah? Aku tidak bisa kehilanganmu, Zoya. aku mohon kembalilah padaku, dan ayo ikut aku pulang ke rumah kita,” bujuk William pada Zoya, berharap agar Zoya bersedia kembali pada William.
“Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan mau berpisah denganmu. Kau adalah istriku, selamanya akan seperti itu. Aku hanya lupa dengan tanggal ulang tahun pernikahan kita. Aku juga hanya sedikit meluangkan waktuku untuk melihat keadaan Renata. Tetapi kenapa kau bersikap begitu kejam kepadaku, Zoya? Padahal aku mencintaimu dengan setulus hati. Tidakkah kau bisa melihat cinta yang besar di mataku untukmu?” ujar William yang tidak menutupi perasaan cintanya pada Zoya. William hanya berharap, Zoya bisa merasakan cinta mereka berdua seperti beberapa bulan yang lalu.
“Cinta, apakah kau masih ingin mengatakan omong kosong mengenai cinta kepadaku? Sedangkan aku melihat sendiri bagaimana kau mencintai aku. Jadi bagaimana bisa aku mempercayai arti cinta yang kau katakan itu? Karena cintamu tidak pernah tulus untukku. Kau bahkan menghianati kepercayaanku dengan mudahnya. Lalu sekarang, cinta seperti apa yang kau maksud itu, William?” tanya Zoya yang sudah habis kesabaran menghadapi William.
William tentu saja merasa terkejut, karena Zoya sama sekali tidak menghargai cinta yang diberikan William untuknya. Padahal William memberikan perasaan yang sangat tulus kepada Zoya. Tetapi yang dia dapatkan saat ini adalah surat gugatan cerai dari Zoya. Bagaimana bisa William dapat menerima semua itu? William tidak akan pernah menandatangani surat gugatan cerai yang Zoya berikan padanya.
__ADS_1
“Apa kau meragukan cintaku padamu, Zoya? Tidak bisakah kau melihat ketulusan di mataku untukmu? Sehingga kau bersikap begitu dingin padaku? Memangnya kesalahan besar apa yang sudah aku perbuat sehingga kau merasa aku layak untuk mendapatkan surat gugatan cerai darimu?” William menahan marahnya, ketika Zoya menghina cintanya begitu saja.
Zoya tersenyum masam melihat William. Zoya tidak pernah tahu jika ternyata William memiliki wajah yang sangat tebal seperti ini. Sehingga dia tidak lagi bisa merasakan rasa malu. Zoya sengaja tidak mengatakan kesalahannya di hadapan William saat ini, hanya karena Zoya menghargainya sebagai mantan suami. Siapa yang menyangka jika William justru terus memojokkannya. Membuat Zoya tidak tahan lagi, dan berpikir untuk mengatakan semuanya sekarang.
“Apakah dengan berselingkuh di belakangku, adalah caramu untuk menunjukkan rasa cintamu yang tulus padaku, William? Apa sekarang aku harus merasa bahagia, ketika menyadari jika suamiku tidur dengan wanita lain. Kau bahkan tidak malu mengumbar kemesraanmu di depan umum. Lalu, setelah aku mengambil keputusan ini, kau merasa tidak melakukan dosa yang besar di belakangku, William? Kau sangat luar biasa?” ucap Zoya begitu sarkasme. Zoya tidak ingin bersikap lemah lembut lagi di hadapan William.
"Bekas kecupan di lehermu bahkan sangat jelas terlihat. Bukankah itu bekas bibir kekasihmu itu?" ucap Zoya lagi tersenyum menatap leher William.
William merasa sangat terkejut, ketika menyadari jika Zoya mengetahui semua yang dilakukannya di belakang Zoya. William ingin membantah ucapan Zoya tersebut, tetapi William juga tidak tahu bagaimana cara membantahnya sekarang. Karena semua yang dikatakan Zoya adalah sebuah kebenaran. Tapi tetap William tidak ingin menyerah begitu saja. Bagaimanapun perasaan cintanya kepada Zoya layak untuk diperjuangkan.
“Sayang semua yang kau lihat atau kau dengar, belum tentu sesuai dengan apa yang kau pikirkan. Jika memang kamu mengetahui aku berselingkuh dengan Renata, kenapa kau tidak pernah mengatakan apa-apa? Kau bahkan selalu bersikap tenang di hadapanku selama ini. Lalu bagaimana bisa kau mengatakan semua ini begitu mudahnya. Aku benar-benar mencintaimu, bukan karena kau adalah wanita yang pernah berjasa untuk hidupku, semua itu hanya karena kau adalah Zoya, wanita yang aku nikahi 2 tahun yang lalu. Aku ....”
“Hentikan semua sandiwaramu, William. Aku merasa sangat muak. Kita akan bertemu di pengadilan beberapa hari lagi. Meskipun kau tidak menandatangani surat perceraian itu, aku jelas memiliki bukti-bukti yang sangat kuat untuk membuat perpisahan kita terjadi. Jadi simpan cintamu, karena aku tidak akan pernah mempercayainya lagi, William. Pergilah, kekasihmu sedang menunggumu!" ucap Zoya.
__ADS_1
**Tangan dah kebas, mata dah perih nulis dari subuh. Bantu like, komen, vote, dan berikan hadiah ya guys, biar aku makin semangat nulis buku yang sepi dukungan ini. Dukungan dari kalian tu penawar rasa lelah nulis, tapi kadang sedih juga lihat tulisan yang udah begitu panjang, tapi sepi. 😰
Terima kasih juga untuk yang selalu mendukung tulisanku. 🙏**