
Malam ini tidak seperti malam-malam lainnya. Karena sudah jelas William menjaga jarak dari Zoya. William bahkan seperti tersesat dalam angannya. Tidak mempedulikan apapun yang ada disekitarnya. William sekarang berada di dunianya sendiri. Membuat Zoya merasa hubungan keduanya semakin renggang.
Zoya melihat William yang masih memegang ponselnya. Terlihat jelas bahwa William sedang menunggu pesan dari seseorang. Semua ini mengingatkan Zoya pada dering ponsel William di tengah malam. Mereka juga bertengkar hari ini hanya karena Zoya mengangkat telepon yang masuk ke ponsel William tanpa seizin William. Itu membuat Zoya bertanya-tanya siapa yang ingin dihubungi William.
Zoya hanya bisa diam menatap William yang tampak gelisah. Sebab penyebab kegelisahan William kali ini di luar kendali Zoya. Sikap William membuat Zoya muak. William bertingkah seperti laki-laki menunggu kekasihnya mengabarinya.
“Apa yang membuatmu gelisah seperti ini? Bukankah kau bilang ingin istirahat sekarang? Kenapa kau bersikap seperti ini? Apakah kau berencana untuk begadang semalaman dengan ponsel di tangan?" tanya Zoya yang tak tahan mengungkapkan rasa penasarannya. Itu sebabnya Zoya langsung bertanya pada William, karena Zoya juga ingin tahu, siapakah orang yang membuat suaminya bersikap tidak wajar seperti ini.
"Itu bukan urusanmu. Lebih baik kamu urus urusanmu sendiri. Lagi pula aku mengharapkan telepon penting. Ini semua tidak ada hubungannya denganmu. Akan lebih baik jika kamu tidur sekarang dan tidak mengganggu apa yang sedang aku lakukan." William sangat tidak suka mendengar pertanyaan Zoya. Juga nada suara Zoya jelas sangat sarkastik dan dingin seperti dulu.
“Aku hanya bertanya padamu, mengapa kamu begitu marah? Aku juga tidak tahu apa yang kamu lakukan setiap hari? Bukankah pertanyaanku adalah pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh seorang istri kepada suaminya? Jika aku tidak boleh tahu apa-apa tentangmu, apa gunanya pernikahan ini?" keluh Zoya.
“Apakah kamu benar-benar suka berkelahi di tengah malam seperti ini? Apakah kamu harus ikut campur dalam semua urusanku, dengan dalih hubungan suami istri. Mengapa kamu tidak bertindak seperti istri lain, percaya pada suami tanpa bertanya terlalu banyak tentang apa yang dilakukan suamimu. Banyak istri mitra bisnisku yang berperilaku seperti ini. Mengapa kamu tidak bisa mengikuti mereka, agar tidak akan ada pertengkaran di antara kita berdua?" William yang mulai merasa tersudutkan merasa kesal.
__ADS_1
“Apakah kamu benar-benar menyukai wanita seperti itu sebagai istrimu? Jika kamu benar-benar menginginkannya, mulai sekarang aku tidak akan pernah memberikan perhatian khusus kepadamu. Aku juga tidak akan ikut campur dalam setiap apapun yang kamu lakukan, tetapi kamu harus memberiku kebebasan yang sama." Zoya dengan tegas menantang William. Apakah William bersedia melakukan apa yang dikatakan Zoya?
William lagi-lagi tidak menyangka Zoya akan mengatakan itu terhadapnya. Padahal selama ini dia selalu menuruti kata-kata William. William tidak menyukai syarat yang diberikan oleh Zoya. Tidak, jika William setuju, itu berarti William akan membiarkan Zoya berhubungan dengan pria mana pun. Bagaimana mungkin William bisa menyetujui semua ini?
“Apa maksudmu dengan mengatakan hal seperti itu? Apakah kamu benar-benar berniat menjalin hubungan dengan pria lain? Apakah kamu tidak menyadari statusmu sebagai seorang istri? Kamu jelas sudah memiliki hubungan denganku, lalu mengapa kamu meminta saya untuk memberimu kebebasan? Apa tujuanmu yang sebenarnya? Apakah kamu berencana untuk kembali dengan pria dari masa lalumu?" tanya William yang kini mencengkeram lengan Zoya dengan sangat erat. Itu membuat Zoya merasa sakit karenanya.
“Kenapa kamu begitu egois, William? Ketika aku menginginkan hal yang sama darimu, kamu juga mengingatkan aku tentang status sebagai seorang istri. Bukankah itu berarti kamj juga menyadari bahwa apa yang kamu inginkan tidak pantas untuk seorang suami? Kapan aku pernah membuat skandal dengan seorang pria? Apa kamu melihat aku mencium orang lain di belakangmu? Hingga kamu membawa Damar dalam masalah kita? Bukankah aku sudah menjelaskan padamu tentang hubungan yang terjalin antara Damar dan aku, kenapa kamu bisa mempermasalahkanku dengannya dan menuduhku dengan tuduhan tak berdasar seperti ini? Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan dariku, William?" Zoya membentak William karena William sudah sangat kelewatan menurutnya.
"Cukup, Zoya. Apa sekarang kamu menuduhku berselingkuh? Apa kamu berani membentakku seperti itu juga? Wajar saja jika aku menyebut nama Brian dalam masalah ini, karena aku melihat dengan mata kepala sendiri seberapa dekat keduanya. kamu. Aku juga tidak buta mengetahui bahwa dia memiliki perasaan untukmu, kamu pasti sangat bangga bisa mendapatkan cinta dari pria luar biasa seperti Brian. Jadi kenapa kamu marah? Apa yang aku katakan adalah kebenaran, jadi apa selama ini kamu merasa terganggu dan tidak nyaman?” William balas membentak Zoya.
"Lepaskan aku, William! Kamu menyakitiku, kenapa kamu begitu kasar padaku? Sadarkah kamu bahwa sikapmu itu sangat egois, Willia? Aku lelah hidup bersamamu," ucap Zoya yang sudah tidak peduli lagi dengan rasa sakit di lengannya. Karena Zoya merasakan sakit yang lebih besar di hatinya.
“Ya, aku sangat egois, aku tidak akan pernah membiarkanmu bertindak semauku, kamu harus ingat bahwa kamu adalah milikku, Zoya. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi untuk pria lain. Jadi kamu harus bisa memahami perasaanku dengan baik sekarang, bukankah kita sudah cukup lama menikah, jadi kenapa kamu terus membuatku marah? Apakah kamu benar-benar ingin aku menghukum?" William sudah begitu terpancing emosinya, bahkan rasanya William sangat ingin mencekik Zoya saat ini, tapi William juga tidak ingin kehilangan Zoya.
__ADS_1
"Biarkan aku pergi, William
Lepaskan aku! Kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku. Siikapmu ini benar-benar membuatku sakit."
Apa yang William lakukan malam ini membuat Zoya merasa sangat terhina, bahkan William berani menuduhnya menjalin hubungan dengan pria lain. Walaupun William belum pernah melihatnya secara langsung, entah apa dasar yang membuat William berpikir demikian.
Melihat Zoya terus meronta di pelukannya membuat William semakin kesal padanya. Hingga akhirnya William memilih membungkam bibir Zoya dengan bibirnya sendiri. William bahkan dengan paksa melakukan semua itu pada Zoya, apalagi saat William mengingat betapa dekatnya Zoya dengan Damar, yang membuat William semakin marah. Oleh karena itu, William akan melakukan apapun yang dia mau dengan Zoya agar Zoya sadar siapa dia.
"Hentikan William! Kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku! Kamu tidak bisa membuatku melakukan apa yang tidak aku inginkan. Jangan menyiksaku seperti ini, William? Biarkan aku pergi sekarang," teriak Zoya masih berusaha menahan, memberontak di pelukan William, karena tidak bisa menerima tindakan William yang merendahkan harga dirinya seperti ini, tanpa Zoya sadari bahwa penolakannya terhadap William hanya membuat keadaan semakin buruk.
"Bagaimana jika aku tidak ingin berhenti? Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak menghentikan apa yang aku lakukan sekarang? Kamu harus ingat satu hal, Zoya. Jangan pernah membuatku marah, karena itu tidak akan berakhir dengan baik. Kamu milikku, itu artinya aku bebas untuk melakukan apa saja padamu! Jangan pernah berpikir bahwa kamu bisa pergi dariku, jika kamu berani melakukan semua itu, kamu akan merasakan konsekuensinya," ucap William yang terus melepas pakaian Zoya satu per satu. William bahkan sengaja merobek baju tidur yang dikenakan Zoya malam ini. Membuat William lebih leluasa menyentuh tubuh Zoya.
Malam ini, Zoya merasa dirinya sangat rendah di mata William, karena William sengaja melakukan hubungan suami istri dengan sangat kasar, William melakukan hal yang akan sangat sulit untuk Zoya lupakan.
__ADS_1
"Kamu jahat, William."