
William tidak pernah menyangka suatu saat dia akan melakukan yang begitu kasar pada Zoya, William bahkan tidak peduli dengan teriakan dan penolakan Zoya. William mengabaikan air mata Zoya yang mengalir karena perbuatannya. Seperti itu adalah sesuatu yang biasa dilihat William dari Zoya. Emosinya membuat William tidak bisa berpikir logis jika apa yang dilakukannya telah menyakiti Zoya.
William terus mengabaikan setiap permohonan Zoya, karena baginya yang terpenting saat ini adalah mencapai puncak kenikmatan yang sedang dia rasaka. Setelah berhubungan intim lebih dari dua kali pelepasan, William baru menghentikan permainannya. William merasa sangat puas setelah melampiaskan semua amarahnya pada tubuh Zoya.
Berbeda dengan William yang sangat menikmati, Zoya justru merasa seluruh tubuhnya hancur sekarang, **** ************* juga sangat sakit, karena Kenzo telah melakukannya dengan sangat kasar malam ini. Zoya bertanya-tanya apakah William melihatnya tidak lebih dari seorang wanita ******. Zoya tidak pernah membayangkan suatu hari William akan melecehkannya seperti ini. William tega menyakiti fisik dan hati Zoya.
Meski sudah menikah, William tidak berhak memaksa Zoya apalagi William sengaja bercinta dengannya dalam keadaan marah. Sehingga setiap sentuhan menyakiti tubuh dan hati Zoya. Namun sebagai seorang wanita, Zoya tidak memiliki cukup tenaga untuk menolak William, sehingga Zoya hanya bisa menerima setiap sentuhan William di tubuhnya yang tak berdaya.
Bahkan sebelum Zoya kehilangan kesadarannya, Zoya berusaha mengungkapkan kekecewaannya pada William malam ini. "Aku benci kamu. Aku benci kamu." Hanya itu yang bisa dikatakan Zoya sebelum semuanya menjadi gelap di depan matanya, dan Zoya tidak bisa mendengar atau mengingat apa yang terjadi setelah itu.
William sempat tertegun sejenak ketika mendengar kata-kata penuh kebencian dari Zoya, sampai saat ini William memperhatikan seluruh tubuh Zoya penuh dengan tanda-tanda cinta darinya, hampir setiap jengkal tubuh Zoya terdapat bintik-bintik merah akibat ulah William. Beberapa bahkan memiliki warna agak keunguan. William juga merasa sedih saat melihatnya, namun William juga merasa sangat bangga saat menyadari bahwa setiap tanda di tubuh Zoya berasal darinya. William seakan tidak lagi peduli dengan kebencian Zoya padanya.
“Aku tidak peduli jika kamu ingin membenciku, Zoya, karena yang terpenting saat ini adalah kamu adalah milikku, dan tidak ada pria yang dapat memilikimu selain aku. Selamat malam sayang, tidurlah yang nyenyak, karena aku tahu kamu sangat lelah malam ini." William membisikkan semua kata itu di telinga Zoya, sayangnya Zoya tidak bisa mendengar semua yang dikatakan William padanya.
__ADS_1
Setelah puas dengan tubuh Zoya, William langsung melepaskan Zoya. Karena William sangat lelah setelah lama berhubungan intim dengan Zoya. Di balik wajahnya yang lelah, kepuasan terlihat jelas di sana. Karena malam ini William sangat senang melampiaskan nafsu dan amarahnya. Hingga akhirnya William tidur pulas setelahnya.
***
Pagi ini William bangun sebelum Zoya, tapi William tidak peduli kalau Zoya telat bangun, karena ini semua terjadi akibat ulahnya. William memilih untuk menatap wajah Zoya yang terlihat begitu damai saat sedang tidur. Meski ada rasa bersalah di hatinya, tapi itu tidak cukup besar untuk kepuasan yang dia rasakan dalam romansa mereka tadi malam.
Setelah bersiap-siap, William langsung berangkat ke kantor pagi-pagi sekali, karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleb William. William pun memilih untuk sarapan di kantor, karena tidak ada yang memasak untuk mereka pagi ini. William tiba dengan wajah yang lebih cerah dari sebelumnya. William bahkan menyelesaikan pekerjaannya pagi ini tanpa masalah.
William asyik dengan pekerjaannya. William bahkan tidak ingat pernah bermasalah dengan Renata sebelumnya. Karena saat bekerja, William akan memfokuskan seluruh pikirannya untuk bekerja.
***
“Ibu, apakah ibu yakin rencana yang kita buat kemarin akan berhasil? Aku merasa sedikit cemas hari ini, Karena William tidak mengirimkan pesan apapun untuk membujukku. Apa menurut Ibu William akan mengabaikanku begitu saja? "Renata bertanya pada ibu tirinya karena selama ini Renata selalu menuruti perkataan ibu tirinya.
__ADS_1
"Tenang sayang. Mungkin William sedang sibuk sekarang. Kamu juga tahu kalau William adalah pemimpin sebuah perusahaan besar. Bagaimana mungkin William punya banyak waktu luang? Itu sebabnya William belum mengirimimu pesan. Tapi Ibu yakin William akan segera mengirimimu pesan.” Dila juga tidak tahu kenapa William tidak begitu antusias membujuk Renata kali ini. Sangat berbeda dengan William yang dulu Renata kenal.
“Tapi bagaimana jika William pada akhirnya tidak mengingatku? Dan malah sibuk bermain dengan wanita lain? Apa yang harus aku lakukan jika semua itu terjadi, Bu? Aku tidak ingin kehilangan William. Aku membutuhkannya. Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan William dimiliki oleh wanita lain?" kata Renata yang saat itu merasa sangat ketakutan.
“Seperti yang kita rencanakan sebelumnya, kamu harus bersabar. Jika dalam tiga hari William tidak membujukmu, kamu bisa pergi ke kantor William untuk membujuknya. Apakah tidak ada yang sulit dalam hal ini? Kamu harus menggunakan akalmu dengan baik, Renata," ucap Dila.
“Oke, kali ini aku akan mengikuti saran ibu. Aku harap ide yang Ibu berikan tidak mengecewakanku. Jika tidak, aku tidak tahu lagi harus meminta pendapat kepada siapa," kata Renata sebelum meninggalkan Dila.
***
Zoya saat ini tampak termenung di kamar lain yang ada di rumah William, Sebab Zoya masih mengingat kejadian menyakitkan yang dialaminya semalam. Zoya bahkan bisa merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan area pribadinya. Semua itu menunjukkan betapa kasarnya William menyentuhnya sama. Tentu saja ini membawa trauma tersendiri bagi Zoya. Rasanya, Zoya idak akan pernah sanggup untuk bertemu dengan William lagi. Sayangnya, Zoya bodoh, dia juga ragu dan tidak berdaya untuk meninggalkan William.
Zoya mencoba untuk memahami apa yang terjadi akhir-akhir ini. Mungkin saja semua ini terjadi memang karena kesalahannya. Zoya juga tidak bisa menyalahkan segala sesuatu kepada William. Sebab Zoya juga menyadari jika perbuatannya semalam memang bisa memicu amarah William. Namun, Zoya tetap tidak bisa membenarkan perbuatan William padanya. Itu sebabnya, Zoya memilih untuk menenangkan dirinya sendiri, sebelum berusaha menyelesaikan masalahnya. Zoya butuh teman bicara dan yang akan menjadi teman bicaranya ada seseorang yang nanti ya juga akan membantunya.
__ADS_1
Jari-jemari Zoya mulai bermain di ponselnya, mencari kontak teman semasa sekolahnya yang sekarang sukses sebagai pengacara terkenal. "Setidaknya dia akan menjadi orang yang tepat untuk membahas semua ini," gumam Zoya.