Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 21


__ADS_3

“Tapi, Tante, aku sungguh tidak yakin dengan semua yang, Tante katakan. Bukan berarti aku tidak percaya dengan semua cerita, Tante ini, tetapi aku merasa semua ini terasa tidak masuk akal. Karena, Tante berpikir aku bisa menolong putra, Tante. Semua ini terdengar begitu mustahil bagiku, bagaimana caraku menolong putra, Tante?” Zoya semakin bingung karena Wulan terus menaruh harapan yang begitu besar padanya. Orang yang bahkan tidak mengerti bagaimana cara menghadapi seseorang yang depresi seperti Liam.


“Tentu ada hubungannya, karena kamu bukanlah seorang psikiater, ketika kamu bisa mendekati Liam, maka kamu akan bisa mengetahui apa yang dia rasakan. Dia akan lebih leluasa untuk membuka dirinya padamu. Belum lagi bila kalian menikah, tidak akan ada beban perasaan di hati Liam jika amu menyentuhnya. Karena kalian sudah saling memiliki. Kamu tahu, Zoya bahwa liam sudah berusaha bunuh diri beberapa kali. Hanya karena dia merasa begitu kesepian dan depresi. Dia merasa dunianya begitu hancur karena kondisinya saat ini. Karena itu Tante berpikir untuk memberikan seorang teman, agar bisa menemani Liam menghadapi hari-hari kelamnya. Dan orang yang paling tepat adalah dirimu. Dengan adanya teman hidup, Liam pasti bisa menghadapi semuanya. Sebab ada orang yang selalu mendukungnya.


Selama ini dia selalu berpikir orang yang mendekatinya, pasti ada tujuan tertentu, sedangkan para perawat, hanya mengurusnya sebab mereka dibayar. Liam pasti berpikir tidak ada orang yang begitu tulus untuk menemaninya. Karena itu Tante meminta kamu untuk menikah dengannya. Agar William memiliki teman untuk berbagi cerita. tolong pikirkan semua ini sekali lagi, Zoya. Tante benar-benar takut kehilangan putra Tante.” Wulan berharap, kali ini Zoya benar-benar tergoyahkan keyakinannya untuk menolak Wulan. Karena Zoya saat ini hanya diam dan tampak merenungkan sesuatu.

__ADS_1


Zoya yang mendengarkan penjelasan mengenai kondisi Liam dari Wualn, sekarang mulai merasa kasihan. Keyakinannya mulai goyah, dia ingin mengabaikannya, tetapi di dalam hatinya dia juga ingin menolongnya. Apalagi dirinya yang memang memiliki banyak hutang budi pada Wulan dan suaminya. Sebab bagaimanapun juga, keluarga Sandjaja sudah banyak penolongnya ketika dia tertimpa musibah.


Tentu sesuatu hal yang sangat wajar, jika Wulan juga mengharapkan dukungannya untuk musibah yang keluarga mereka hadapi. Yaitu dengan menjaga anaknya dengan baik. Mungkin terkesan perbuatan Wulan ini seperti orang yang tidak tulus, tapi Zoya juga tahu, bagaimana ketulusan Wulan dan suaminya saat menolong Zoya dulu. Mungkin jika semua hal ini tidak terjadi, Wulan tidak akan pernah mengungkit semua itu lagi.


Jika Zoya berada di posisi Wulan, dia juga pasti akan melakukan hal yang sama, karena dia seorang ibu. Orang yang akan melakukan apa saja untuk anaknya. Jadi sangat wajar, kalau Wulan akan memintanya melakukan semua ini. Zoya tidak akan menyalahkannya sama sekali. Tetapi amanah yang di berikan padanya sangat besar. Zoya yang takut tidak mampu untuk menjalankannya dengan baik.

__ADS_1


Tetapi Ziya juga masih begitu ragu, apakah harus menerima tawaran Wulan atau tidak. Karena dia juga tidak pernah mengenal atau dekat dengan seorang pria selama ini. Hanya Damar yang saat ini dekat dengannya. Tetapi Zoya juga belum memiliki perasaan cinta untuknya. Jadi bisa di pastikan, jika Zoya menikah dengan Liam, hatinya juga masih kosong tanpa cinta.


Wulan yang melihat Zoya sedang memikirkan ucapannya, sangat yakin, kalau sekarang Zoya pasti dilema. Itu artinya dia berhasil mempengaruhi Zoya untuk mau menikah dengan Liam. Hal ini tentu sesuatu yang sangat bagus untuknya. Walaupun dia tahu caranya ini juga tidak bisa dibenarkan, tetapi dia harus melakukan segala cara demi kebahagiaan anaknya.


“Tante, apa Tante benar-benar yakin untuk menikahkan aku dengan Liam? Maksudku, tidakkah ini terlalu cepat bagi dirinya untuk menikah? Sedangkan dia masih mencibtai kekasihnya. Apakah menikahkan kami berdua bukan tindakan yang gegabah? Apalagi kami bukan orang yang saling mengenal atau dekat sebelumnya. Jadi aku merasa, kalau, Tante juga tidak tahu pasti bagaimana perasaan Liam saat ini. Karena itu, apa Tante tidak ingin memikirkan solusi ini terlebih dahulu?” Zoya merasa kalau solusi ini terlalu terburu-buru. Bisa saja hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Jika mereka salah langkah, bukankah itu hanya akan menimbulkan akibat yang lebih buruk pada kesehatan Liam.

__ADS_1


"Tante sudah memikirkan semuanya, Zoya. Harus bagaimana lagi Tante memohon padamu? Tolong.... Tante mohon, tolong bantu Tante. Tolong menikahlah dengan William. Tante mohon, Zoya. Ini permintaan pertama dan terakhir Tante padamu, Tante mohon...!" Wulan turun dari sofa, melipat kedua lututnya di lantai, berlutut di hadapan Zoya yang dibuat syok karenanya.


"Tante...."


__ADS_2