
William merasa familiar dengan suara itu, segera menoleh ke belakang. Ketika William melihat Zoya di sana, William merasa darahnya membeku saat itu juga. William tidak bisa mengatakan apa-apa, William hanya terus menatap ke arah Zoya dengan wajahnya yang pucat, seolah-olah William telah melihat hantu di siang hari. Membuat Willi merasa seluruh tubuhnya begitu dingin, jangan ketakutan yang terlintas di benaknya.
Renata yang merasa tubuh William sedikit menegang, juga menoleh ke arah yang dilihat oleh William. Di sana Renata melihat seorang wanita yang berpenampilan cukup cantik, sedang membawa dua kotak makan di tangannya. Renata tidak mengenal wanita itu, tetapi Renata juga merasa bahwa wajah wanita itu pernah dilihat olehnya. Renata mencoba untuk berpikir lebih keras, agar bisa mengingat wajah perempuan yang ada di hadapannya saat ini. Setelah beberapa saat, berlebihan sadar juga perempuan itu adalah istri William.
Zoya hanya bisa menggenggam pegangan kotak bekal di tangannya dengan begitu erat. Mencoba menahan gejolak hatinya yang saat ini membara karena amarah yang timbul di sana. Karena Zoya bisa melihat dengan jelas bagaimana William yang terus memeluk wanita itu di hadapannya. Rasanya Zoya ingin menertawakan dirinya sendiri sekarang. Karena Zoya terlalu muda untuk luluh memaafkan William, ternyata kesenangan yang dirasakannya semalam hanyalah kebahagiaan semu yang ditawarkan oleh William. Kenapa Zoya bisa begitu naif?
Melihat wajah kekecewaan Zoya, membuat William merasakan sakit di hatinya. William tidak pernah berharap Zoya akan menunjukkan emosi seperti itu di depannya. Apalagi William sadar, jika saat ini Zoya baru saja memberikannya kesempatan kedua. William juga masih ingat dengan jelas kesepakatan yang mereka buat, sebelum Zoya memaafkannya. Itu sebabnya William tidak boleh melakukan kesalahan yang tidak bisa Zoya memaafkan lagi.
Ketika William merasakan ada pergerakan di dalam pelukannya, William baru menyadari jika dirinya masih terus memeluk Renata sejak tadi. Secara refleks, Willia. segera mendorong Renata, dan mengurai pelukan di antara mereka. William tidak bisa membiarkan Zoya melihat William sebagai orang yang bersalah. Karena William tidak mau kehilangan Zoya. Hidupnya akan terasa sangat mengerikan, jika tidak ada Zoya di sisinya. William sudah merasakannya selama beberapa hari terakhir ini, William tidak mau semua itu terulang kembali.
“Sayang, sejak kapan kau ada di sana? Kenapa aku tidak menyadari kehadiranmu, Sayang?” tanya William dengan suara sedikit bergetar sebagai tanda bahwa William sedang gugup sekarang.
“Aku berada di sini cukup lama. Awalnya aku ingin mengatakan kepadamu mengenai kedatanganku, tetapi saat aku menghubungi ponselmu, kau tidak menjawabnya sama sekali. Itu sebabnya aku memilih untuk langsung datang ke sini. Siapa sangka kalau aku akan melihat pertunjukan yang sangat bagus, tepat di depan mataku.” Zoya menjawab pertanyaan William sembari berjalan ke arah William. Membuat William semakin gugup karenanya. Zoya hanya bisa tersenyum, ketika menyaksikan betapa takutnya William melihat kehadirannya.
“Sayanh, aku bisa menjelaskan semuanya padamu, semua ini tidak seperti yang kau lihat. Jadi tolong dengarkan penjelasanku dulu sebelum kau menyimpulkan apa yang kau lihat saat ini. Tolong jangan berpikiran buruk tentangku, Karena aku berani bersumpah, bahwa apa yang kau lihat saat ini tidak seperti yang kau pikirkan.” William mengabaikan Renata, dan menghampiri Zoya. Mencoba menjelaskan semuanya sembari menggenggam tangan Zoya.
__ADS_1
"Aku tidak suka kau menyentuhku setelah menyentuh wanita lain," ucap Zoya berbisik menepis tangan William.
Melihat tingkah William yang tidak biasa seperti ini, justru membuat Zoya semakin kecewa. Sebab Willia seperti seorang pria yang ketahuan selingkuh oleh pasangannya. Membuat hati Zoya semakin sakit ketika memikirkannya. “Memangnya apa yang sedang aku pikirkan sekarang, Sayang? Kenapa kamu terlihat begitu tegang seperti ini? Kau juga mulai berkeringat. Padahal aku rasa pendingin ruangan di tempat yang cukup baik. Ada Apa denganmu?” tanya Zoya seraya mengusap keringat yang ada di kening William.
“Aku tapi jika kau akan berpikir kalau aku sedang menghianatimu. Semua ini tidak seperti yang kau pikirkan, lagi pula aku bisa menjelaskan semua peristiwa yang terjadi dari awal hingga akhir. Agar kau bisa menyimpulkan dengan lebih baik tentang apa yang kau lihat saat ini. Aku akan memperkenalkan wanita ini padamu. Ini Renata, mantan tunanganku yang sudah lama menghilang. Renata, perkenalkan, ini adalah Zoya, wanita yang sudah aku nikahi hampir dua tahun lamanya dan yang sangat aku cintai.” William segera memperkenalkan Renata dan Zoya. Berharap jika mereka berdua bisa berteman dengan baik.
Zoya kembali memperhatikan wanita yang sebelumnya berada di dalam pelukan William. Harus Zoya terima, jika Renata memiliki wajah yang cantik. Tidak heran jika William begitu mencintainya. “Halo, Renata, senang berkenalan denganmu. Maafkan aku karena aku tidak mengenalimu sebelumnya. Sebab aku memang tidak pernah melihat wajahmu selama ini. Sekarang aku bisa berkenalan denganmu secara langsung, kan aku sudah lama penasaran dengan wanita yang ada di masa lalu William. Aku harap kau juga senang berkenalan denganku saat ini.”
“Iya, senang berkenalan denganmu juga, Zoya. Terima kasih karena kau sudah mendampingi William selama aku tidak ada di sisinya.” Renata hanya bisa mengatakan semua omong kosong itu kepada Zoya. Karena Renaya juga tidak tahu bagaimana harus memperlakukan Zoya sekarang. Jika saja Zoya bertingkah sama seperti wanita lainnya, tentu akan lebih mudah bagi Renata untuk merebut William darinya. Lalu bagaimana cara Renata menghadapi wanita yang menunjukkan kebaikan yang tulus di depannya saat ini? Renata juga merasakan sikap dingin Zoya meski terlihat lembut, dan itu membuat nyalinya sedikit berkurang.
Zoya bukanlah wanita yang bodoh, yang akan dengan mudah ditindas oleh wanita lain. Meskipun Renata sudah mengenal William lebih dulu. Tetapi perjanjian yang sudah Zoya dan William sepakati sebelumnya sudah berakhir. William juga sudah menyatakan perasaannya kepada Zoya, bagaimana bisa Zoya melepaskan orang yang dicintainya begitu saja, tanpa mencoba untuk memperjuangkan haknya sebagai seorang istri.
Renata juga bisa memahami makna dari setiap kalimat yang Zoya katakan padanya. Zoya jelas meminta Renata untuk menjaga sikapnya ketika berhadapan dengan William. Karena sekarang status William jelas sudah berubah. Renata tidak berhak meminta William kembali, hanya karena Renata adalah calon istri William sebelumnya. Tetapi, Renata merasa berhak untuk memperjuangkan cintanya kembali. Sehingga Renata tidak akan mematuhi Zoya dengan begitu mudah. Karena semuanya dibenarkan dalam perang dan cinta.
“Aku sangat menantikan undanganmu, Zoya. Aku juga bisa merekomendasikan beberapa makanan kesukaan William padamu. Apalagi makanan di restoran hijau, kami sering menghabiskan waktu untuk makan di sana. Dan menu kambing guling, adalah makanan yang selalu dipesan William untukku, karena William tahu kalau aku sangat menyukai. Kita bisa menghabiskan waktu untuk makan bersama di sana. Aku harap kau tidak akan keberatan dengan undanganku ini, Zoya." Renata menunjukkan kepada Zoya betapa banyak kenangan yang diciptakan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Mendengar menu makanan yang dikatakan oleh Renata, hati Zoya terasa teriris saat mendengarnya. Karena William juga selalu memesankan makanan itu untuknya. Apakah William melakukan hal ini, sebab William mengingat Renata dalam setiap kencan mereka? “Tentu saja aku tidak akan keberatan, kita bisa menikmati makanan di restoran hijau pada akhir pekan nanti. Karena biasanya aku dan William akan berkencan setiap akhir pekan.”
“Zoya, aku memesankan Renata kambing guling yang ada di restoran Botin, karena itu merupakan salah satu menu andalan yang ada di restoran tersebut. Itu sebabnya aku juga merekomendasikan itu padamu. Tidak ada yang spesial dengan menu makanan itu. Jika mereka memiliki menu unggulan lainnya, aku juga pasti akan memesankan itu untukmu, sayang,” William segera memotong pembicaraan mereka, sebelum Renata mengatakan sesuatu hal yang tidak ingin William dengar. William tidak mau Zoya berpikiran aneh tentangnya.
Renata merasa cukup kecewa ketika Willi mengatakan hal itu kepada Zoya. Renata mulai berpikir, apakah William sudah benar-benar jatuh cinta pada Zoya? Sehingga William harus mengoreksi ucapan Renata sebelumnya. Seolah takut jika Zoya akan salah paham setelah mendengar perkataan Renata. Padahal Renata melakukan ini hanya untuk menunjukkan kepada Zoya, betapa William begitu perhatian padanya. Sebab William selalu memperlakukannya secara spesial.
“Benarkah? Aku sempat takut jika kau memesan menu makanan itu karena alasan lain. Sebentar lagi akan masuk jam makan siang. Bagaimana jika kita mengundang Renata untuk makan bersama kita? Kita bisa memerintahkan salah satu karyawanmu untuk membeli makanan bagi Renata. Sebab aku tidak membawa makanan lebih hari ini. Apa kau bersedia untuk makan bersama kami siang ini, Renata?” tanya Zoya yang sengaja memancing amarah Renata. Mana mungkin Renata bersedia makan bersama mereka.
“Aku sudah memiliki janji dengan ibuku siang ini. Jadi aku tidak bisa makan bersama kalian kali ini. Mungkin kita bisa mengatur waktu pertemuan kita lain kali. Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa, William.” Renata segera meninggalkan tempat itu, setelah mengatakan semua yang ingin disampaikannya kepada Zoya.
Setelah melihat kepergian Renata, Zoya merasa sangat puas, karena akhirnya wanita itu sadar untuk pergi sendiri. Jika tidak, Zoya akan memaksanya untuk pergi. “Aku rasa, kau tidak perlu memecat para karyawanmu, karena mereka hanya melakukan tugas yang diberikan oleh Ayah. Lagi pula semua ini hanya kesalahpahaman. Aku ingin kau lebih fokus pada pekerjaanmu dan kariermu, William. Karena kau adalah pemimpin yang harus dicontoh oleh banyak orang. Aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi ke depannya,” ucap Zoya yang meminta William untuk membatalkan keputusan William sebelumnya.
“Baiklah, aku akan melakukan semuanya seperti yang kau inginkan. Kalian semua bisa pergi dan melanjutkan pekerjaan kalian sekarang!” perintah William pada beberapa karyawan yang masih berada di lobi.
__ADS_1