
Setelah sampai ke apartemen, Zoya segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Zoya menumpahkan setiap air mata yang sejak tadi ditahan olehnya. Zoya tidak pernah menyangka jika William bisa melakukan semua ini kepadanya. Setiap perjuangan yang Zoya lakukan, sudah berakhir sia-sia. Seharusnya sejak awal Zoya menyadari, jika posisinya saat ini hanyalah pengganti Renata. Zoya tidak perlu menyetujui pembatalan kontrak perjanjian sebelum pernikahan yang pernah mereka tandatangani bersama. Jika pada akhirnya, Zoy tetap harus merelakan William kembali bersama Renata.
Jika memang William tidak pernah bisa mencintainya, kenapa William harus memberikan harapan padanya? William juga pernah berlutut di hadapannya, hanya untuk membujuk Zoya agar mau memberikan Willia. kesempatan kedua. Tetapi, William sendiri yang sudah mengingkari janjinya, lalu, apa alasan Zoya untuk tetap bersama dengan William sekarang? Semuanya memang sudah berakhir. Tidak ada lagi harapan untuk rumah tangga mereka berdua. Zoya memutuskan untuk menunggu William, agar bisa membicarakan semuanya.
Sedangkan William kembali ke perusahaannya, dengan perasaan yang bahagia, rasanya, sudah lama sekali William tidak merasa sangat bahagia seperti ini. Karena dia dan Renata memutuskan untuk kembali menjalin hubungan. William tahu jika cara yang dilakukannya ini salah. Namun hanya dengan begini, William bisa tetap memiliki Zoya dan Renata di sisinya. William tidak ingin memikirkan akibat perbuatannya ini, selagi William bisa berhati-hati, maka Zoya pasti tidak akan tahu apa yang sudah terjadi di antara William dan Renata.
William. kembali fokus pada pekerjaannya. Karena hari ini, William sudah menghabiskan waktunya bersama Renata. William baru kembali ke perusahaan pada sore hari. Tentu saja William harus mengerjakan pekerjaannya sekarang. William lebih memilih untuk lembur di kantor, daripada pulang dan menemani Zoya untuk makan malam bersama.
***
William baru kembali ke apartemen tepat pada tengah malam. Saat itu Willia. cukup terkejut karena melihat Zoya yang sedang menunggunya saat ini. William tidak menyangka kalau Zoya masih belum tertidur, sebab biasanya Zoya akan tidur lebih cepat, agar bisa bangun lebih awal untuk memasak sarapan bagi mereka berdua. William hanya tersenyum melihat Zoya, dan segera mengajaknya untuk tidur di kamar mereka.
“Kau masih belum tidur, Zoya? Apa kau sengaja menungguku malam ini? Sebaiknya sekarang kita cepat tidur, agar kau tidak terlambat untuk melakukan aktivitasmu besok.” William segera berjalan menuju kamar mereka, tanpa menoleh ke arah Zoya, sehingga William tidak tahu bahwa saat ini Zoya menatapnya dengan penuh kekecewaan.
“Aku memang sengaja menunggumu malam ini. Sudah lama sekali kita tidak mau mengobrol dan menghabiskan waktu bersama. Aku sedikit merindukan momen itu. Inilah alasan aku menunggumu malam ini. Apa kau keberatan untuk mengobrol denganku, William?” tanya Zoya yang masih berpura tidak tahu tentang apa yang William lakukan di belakangnya selama ini.
“Zoya, bukannya aku tidak ingin menemanimu mengobrol malam ini, akan tetapi tubuhku terasa sangat lelah sekarang. Aku ingin segera mandi agar bisa beristirahat. Bisakah kita membicarakan semuanya besok? Aku janji akan pulang lebih awal, agar aku bisa menikmati makan malam bersamamu. Bagaimana, apa kau setuju dengan saran yang aku berikan?” ucap William yang mencoba menolak keinginan Zoya secara halus. Karena William sungguh ingin segera beristirahat sekarang.
__ADS_1
“Aku masih ingat, jika kau juga pernah mengatakan hal ini padaku tiga hari yang lalu. Tetapi kau terus pulang di saat waktu tengah malam. Aku bahkan terkadang tertidur ketika menunggumu. Hari ini kau juga mengatakan hal yang sama. Sebenarnya apa yang kau kerjakan, sehingga aku tidak memiliki waktu untukku?” protes Zoya pada William. Zoya kembali mengingat apa yang dilihatnya siang ini. Hatinya kembali merasakan sakit.
“Zoya, aku sangat lelah malam ini. Haruskah kamu mengungkit kesalahanku beberapa hari yang lalu? Bukankah kau tahu jika aku memiliki banyak pekerjaan. Ini adalah risiko untukmu, karena kamu menikah dengan pebisnis seperti aku. Aku harus mengutamakan perusahaan dibandingkan kehidupan pribadiku sendiri. Jadi tolong jangan mengajakku bertengkar hari ini. Karena aku hanya ingin istirahat dengan tenang malam ini. Bisakah kamu memberi pengertianmu padaku, Zoya?” ucap William yang kini mulai terpancing emosi, sebab Zoya mengungkit kesalahannya beberapa hari yang lalu.
Zoya hanya bisa memejamkan matanya, dan menggigit bibirnya dengan kuat, agar bisa meredam kesedihan dan amarah yang berkumpul di hatinya. Zoya harus bisa menerima kenyataan, jika memang William sudah berubah sekarang. William hanya memiliki waktu untuk Renata, dan tidak lagi memberikan prioritasnya pada Zoya. Meskipun Zoya sudah mencoba untuk menerima semuanya, entah kenapa hatinya masih merasa sakit.
“Apakah selama ini menurutmu aku kurang perhatian dan mengerti dirimu, William? Pernahkah aku menuntut banyak hal padamu? Aku hanya menginginkan sedikit waktumu untukku, apakah permintaanku yang kecil ini, begitu berat untuk kau penuhi?” tanya Zoya dengan suara yang begitu lirih. Zoya bahkan hampir tidak bisa menahan air matanya lagi.
“Tentu aku ingin memberikan apa yang kau minta, seandainya aku memang memilikinya. Sayangnya aku tidak memiliki waktu luang yang banyak beberapa hari ini. Jadi, meskipun apa yang kau katakan ini adalah sesuatu hal yang kecil. Jika aku tidak memilikinya, itu juga bisa menjadi sebuah masalah besar, Zoya. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu hari ini, tetapi kau membuat aku merasa sangat kesal sekarang. Bukankah seharusnya kau membiarkan aku beristirahat, bukannya malah mengeluh di tengah malam seperti ini.” William mulai membentak Zoya, karena tidak bisa menahan emosi lagi.
“Jadi menurutmu saat ini aku hanya bisa mengeluh? Aku tidak berhak untuk mengungkapkan isi hatiku? Kenapa kau harus membentakku seperti ini? Tidak bisakah kau bicara baik-baik padaku? Aku hanya ingin sedikit waktumu. Sekarang aku sudah mendapatkannya. Terima kasih karena sudah mau meluangkan waktumu untuk mengobrol denganku. Aku tidak akan mengganggumu lagi.” Zoya egera berjalan dengan cepat menuju ke kamar mereka. Karena Zoya sudah bulat dengan keputusannya, kalau Zoya akan mundur dari kehidupan William selamanya.
***
Setelah mereka tidak pernah berkomunikasi selama seminggu lamanya, akhirnya Zoya merasa jika dirinya sudah mendapatkan waktu yang tepat untuk membicarakan semua ini dengan Willia.. Karena saat ini, William terlihat sedang bersantai di ruang tamu. Jarang sekali William terlihat memiliki waktu luang seperti ini, oleh karena itu, Zoya harus memanfaatkan semua ini dengan sebaik-baiknya.
“William, apa aku bisa mengobrol denganmu sebentar? Sebab ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu sekarang.” Zoya memilih duduk di hadapan William, tidak seperti dulu, karena Zoya biasanya akan duduk di samping William.
__ADS_1
“Iya, Kebetulan aku memang memiliki waktu luang sekarang. Apa yang ingin kau bicarakan denganku? Katakan ke intinya saja, aku pasti akan mendengarkanmu dengan baik.” William sama sekali tidak mempermasalahkan posisi duduk Zoya yang tidak biasa. Mungkin selama ini William sudah terlalu terlena dengan hubungan asmaranya bersama Renata.
Sebelum Zoya sempat mengatakan apa yang ingin disampaikannya, tiba-tiba ponsel William berdering. Saat melihat siapa yang meneleponnya, William langsung mengangkat telepon tersebut. “Tunggu sebentar, aku harus mengangkat telepon ini terlebih dahulu. Setelah itu baru kita membicarakan apa yang ingin kau sampaikan.” William mengambil keputusan sendiri, tanpa meminta pendapat Zoya.
Setelah berbicara beberapa kalimat, tiba-tiba William tampak berdiri dengan terburu-buru. Wajahnya juga terlihat sedikit panik. Tentu saja Zoya bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya? Karena tidak biasanya Zoya melihat wajah William yang panik seperti ini.
“Apa yang terjadi, William? Siapa yang meneleponmu? Kenapa kau terlihat sangat panik seperti ini?” tanya Zoya yang sangat penasaran dengan orang yang menghubungi William, sehingga bisa membuat William. kehilangan pengendalian dirinya.
“Ada sesuatu hal yang penting dan mendesak saat ini. Aku akan segera kembali, jika memang kondisi di sana sudah membaik. Setelah itu baru kita membicarakan apa yang ingin kau katakan.” William tidak mungkin mengatakan kepada Zoya bahwa orang yang meneleponnya adalah Renata. William masih bisa berpikir jernih sekarang.
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi, sebelum kamu mengatakan siapa orang yang menghubungimu. Jadi, tolong katakan padaku apa yang terjadi? Mungkin aku bisa mempertimbangkan keputusan yang akan aku ambil.” Zoya tidak membiarkan William pergi kali ini. Karena Zoya sangat yakin juga orang yang menghubungi William adalah Renata.
“Tolong jangan membuang waktuku seperti ini, Zoya Karena aku harus pergi sekarang.” William segera membentak Zoya, karena menghalangi jalannya.
“Orang yang menghubungiku adalah Renata, dan Renata mengatakan jika saat ini kondisinya tidak baik-baik saja. Sebagai temannya aku ingin melihat kondisinya sekarang. Karena Renata tinggal sendirian di apartemennya yang baru. Apa sekarang kau bisa membiarkan aku pergi, Zoya?” tanya William penuh penekanan.
“Jika aku tidak mengizinkanmu pergi, apa kau akan tetap pergi, William? Anggap ini sebagai permintaan terakhirku.” Zoya hanya butuh satu jawaban terakhir dari William yang dia butuhkan untuk menentukan kelanjutan hubungan mereka.
__ADS_1
“Maafkan aku Zoya, tapi aku harus pergi melihat kondisi Renata sekarang.”
Setelah mendapatkan jawaban William tersebut, Zoya menangapi tersenyum sembari mengatakan, “Baiklah, pergilah. Aku menyiapkan hadiah untukmu saat kau pulang nanti. Semoga kau suka dengan hadiah dariku, William. Pergilah! Aku tidak akan menghalangi jalanmu lagi," ucap Zoya tersenyum melambaikan tangannya.