
Wiliam dan Renata masih bermesraan di ruangan William. Mereka baru saja berhenti ketika seseorang mengetuk pintu dari luar. Saat ini, penampilan Renata tidak serapi saat dia pertama kali tiba di kantor William. Setiap orang yang melihat penampilan Renata saat ini pasti tahu apa yang terjadi antara William dan Renata. Tapi tidak ada yang berani mengatakan apapun kepada William.
William sangat kesal karena orang lain mengganggu aktivitasnya bersama Renata. Dia benar-benar melupakan kondisinya yang memiliki seorang istri. William tak segan-segan berciuman panas dengan Renata. Jika Zoya mengetahui apa yang dilakukan William, niscaya hal itu akan berdampak negatif pada hubungan mereka. Sayangnya, William yang diliputi amarah dan kecemburuan mengubah Renata menjadi pelampiasan untuk membalas Zoya.
William marah pada orang yang baru saja mengetuk pintunya. "Masuk!" William membentak siapa saja yang berani mengganggu kesenangannya bersama Renata.
"Maafkan saya, Pak. Saya hanya ingin mengantarkan minuman yang Anda pesan tadi, kata petugas dengan suara gemetar. Tangannya bahkan gemetar karena begitu takut dengan kemurkaan William.
"Cepat letakkan minumannya dan keluar dari ruanganku sekarang juga!" William memerintahkan pegawai yang mengantarkan minuman untuk mereka.
"Ya, Pak. Maafkan saya." Tanpa menunggu respon dari William, petugas tersebut langsung meninggalkan ruangan William, tidak ingin membuat William semakin marah, yang bisa menyebabkan dia kehilangan pekerjaannya.
"Sudahlah Liam. Kamu tidak perlu marah-marah hanya karena ulah karyawan itu. Lagi pula, apa yang kita lakukan tidak boleh terjadi seperti ini di kantormu. Karena seharusnya kamu sudah mengerjakan semua dokumen itu. Aku akan meneleponmu ketika aku sampai di rumah. Sekarang aku harus segera kembali, ”kata Renata dengan nada yang sangat manja, Renata juga dengan cepat memperbaiki penampilannya.
"Tidak bisakah kamu bersama denganku sedikit lebih lama? Kita bisa menghabiskan waktu menikmati kopi bersama. Kita juga bisa makan siang bersama jika kamu mau. Aku masih ingin bersamamu sekarang. Tidak bisakah kamu tinggal di sini, Renata?" William bertanya pada Renata. Sangat sulit bagi William untuk melepaskan Renata sekarang.
__ADS_1
“Liam, tolong jangan mempersulit hubungan kita. Aku tahu kamu memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sekarang. Karena aku bisa melihat begitu banyak dokumen sekarang. Kita bisa membuat janji untuk bertemu lagi. Aku tidak akan mengabaikanmu atau meninggalkanmu seperti dulu. Kamu bisa mempercayaiku, Sayang. Aku mohon kamu untuk mempercayaiku sekali lagi. Renata juga merasa enggan berpisah dengan William. Hanya saja, Renata belum bisa memunculkan gosip buruk bagi keduanya. Renata diam-diam ingin merebut William. Maka dia tidak akan membiarkan istri William memperhatikan gerakannya saat ini. Karena belum waktunya istri William mencari tahu tentang dirinya.
“Oke, aku percaya kata-katamu sekali lagi. Tetapi jika kamu berbohong kepadaku, aku tidak akan pernah ingin ada hubungannya denganmu lagi. Karena aku telah memiliki kesabaran untuk menunggumu selama hampir dua tahun. Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan padamu." William tidak akan membiarkan Renata memainkannya kembali seperti dulu. Oleh karena itu, William memberikan ancaman ringan kepada Renata.
"Aku tahu. Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan segera menghubungimu lagi. Kuharap kamu bisa meluangkan waktu untuk kita. Karena aku sangat merindukanmu." Renata menyatukan bibir mereka lagi untuk menikmati rasa bibir William yang selama ini diidam-idamkan Renata karena menurutnya semua itu benar-benar membuat Renata ketagihan.
William sama sekali tidak menolak apa yang dilakukan Renata padanya. Kkarena perasaan masa lalunya. William masih menganggap cintanya pada Renata begitu besar. Jadi tidak mungkin William menolak Renata. Karena jauh di lubuk hatinya, William masih sangat menginginkan Renata. William juga tidak tahu bagaimana mendefinisikan perasaannya pada Renata saat ini. Karena William memiliki sedikit keraguan di hatinya bahwa dia bisa menerima Renata sepenuhnya.
"Aku akan menunggu telepon darimu. Hati-hati di jalan. Aku pasti akan meluangkan waktu untuk kita berdua. Aku akan menantikan pertemuan kita lagi, sampai jumpa, Renata." William akhirnya menyerah membiarkan Renata keluar dari ruangannya, karena William juga sadar bahwa hari ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Saat melihat pesan Zoya, William merasa sangat bersalah terhadap istrinya. Dari apa yang dia dan Renata lakukan sebelumnya, William sudah tahu bahwa itu adalah tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Meskipun William tidak bercinta dengan Renata, dia menikmati ciuman mereka. William bahkan bersikap agresif terhadap Renata. Semua ini cukup untuk disebut masalah. Saat pikiran ini terlintas di benak William, saat itulah William menyadari bahwa dia sudah kelewatan.
Namun saat William mengingat pertemuan Zoya dan Damar, rasa bersalah yang baru saja William rasakan sirna. Karena menurut William, Zoya-lah yang memulai perseteruan di antara mereka. Jika Zoya bisa bertemu pria dari masa lalunya, mengapa William tidak bisa bertemu Renata? William menggunakan itu sebagai alasan untuk membenarkan apa yang dia dan Renata lakukan. Agar William tidak harus disiksa rasa bersalah terhadap Zoya.
“Bukan aku yang memulai semuanya, tapi kamu yang memulai perselisihan ini. Jadi jangan pernah salahkan aku jika aku melakukan ini padamu, Zoya.” William menatap foto Zoya di ponselnya dengan amarah yang masih menggerogoti hatinya.
__ADS_1
***
Renata kembali ke kediaman keluarganya dengan hati yang sangat bahagia. Renata tidak pernah menyangka William akan menerimanya dengan baik. Padahal Renata sudah mempersiapkan mental dirinya untuk menerima semua kemurkaan William. Namun, apa yang membuat Renata khawatir tidak terjadi. Sepertinya Renata terlalu banyak berpikir, tidak menyadari seberapa dalam perasaan William terhadapnya.
Saat ibu tirinya melihat Renata kembali dengan wajah gembira, tentu dia sudah bisa menebak apa yang terjadi. Renata pasti berhasil mengalahkan William. Dengan begitu, rencana yang disusun mereka akan berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Renata adalah yang terbaik untuk melakukan semua tugas sulit seperti ini. William yang dikenal sebagai pria berhati dingin, dengan mudah takluk pada pesona Renata.
"Sayang, kamu sudah kembali? Bagaimana pertemuanmu dengan William hari ini? Aku melihat kamu terlihat sangat bahagia, apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?" Dila bertanya sambil mencoba menggoda putri tirinya yang tampak tersipu.
“Iya bu. Aku merasa sangat senang, karena William bisa menerimaku dengan baik, bahkan William banyak berkata manis kepadaku. Seperti yang kupikirkan selama ini, William akan selalu memikirkanku dan merindukanku. Tidak peduli siapa yang ada di samping dia sekarang, karena aku selalu ada di hati William.” Renata mulai menceritakan semua yang dia dan William lalui hari ini.
“Ibu sudah tahu bahwa William adalah pria yang sangat setia. Bukankah apa yang kamu khawatirkan sepanjang waktu tidak terjadi? Kamu terlalu takut untuk sesuatu yang mungkin tidak terjadi. Kamu seharusnya menyadari betapa William sangat mencintaimu selama ini. Tidak mudah bagi William untuk melupakan kisah cinta kalian berdua, buktinya dia selalu menentang orang tuanya untukmu. Kamu bisa memulai kembali dengan William, karena kamu harus mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu." Dila kembali memengaruhi Renata untuk merebut William dari Zoya.
“Bu, Willian dan aku baru saja bertemu, aku tentu tidak bisa meminta William untuk segera menceraikan istrinya. Aku khawatir William tidak akan merasa nyaman jika aku memaksanya seperti itu. Bagaimanapun, kita masih punya waktu untuk menikmati hari bahagia bersama lagi. William bahkan berjanji padaku bahwa dia akan menyediakan waktu untuk kami berdua. Ini semua hanya masalah waktu, jika William akan kembali padaku, aku pasti akan memintanya untuk berpisah dengan istrinya. Karena posisi itu hanya pantas untukku."
"Aku percaya padamu, ya kamu pasti akan melakukan yang terbaik. Ibu hanya mengkhawatirkanmu. Aku tidak ingin melihatmu menderita ketika melihat William pergi dengan wanita lain. Meskipun mereka sudah menikah, pernikahan itu terjadi karena paksaan dari orang tua William. Kamu pasti tahu betapa William menderita akibat kawin paksa seperti itu. Jadi kamu harus memikirkan cara terbaik untuk membebaskan William dari ikatan perkawinan yang selama ini menyiksanya dan lagi hanya kamu yang berhak atas semuanya." Dila menggunakan cara tersebut untuk memperkuat tekad Renata untuk merebut William dari Zoya.
__ADS_1
“Aku tidak akan membiarkan William melanjutkan pernikahan ini lebih lama lagi. Terima kasih karena ibu selalu mendukungku selama ini." Renata memeluk Dila dengan hati bahagia.