
Leila mendekat pada Liam yang sudah berdiri di samping pintu. Bukan untuk keluar dari sana, melainkan mendorong kursi roda Liam kembali masuk ke dalam kamar, lalu mengunci pintu kamar Liam.
"Dengarkan dulu penjelasan saya, Tuan. Tuan tidak akan menyesal. Percayalah saya berpihak pada Tuan Liam, Anda jelas tahu itu," ucap Leila mulai memainkan perannya.
Amarah Liam yang siap meledak seketika meredup setelah mendengar ucapan Leila. Apa yang Leila katakan, Liam sadari itu semua benar, sebab selama hidupnya Leila selalu melakukan yang terbaik untuknya bukan hanya karena Leila pelayan di sana, melainkan Liam tahu semua yang Leila lakukan tulus untuknya.
"Anda mau mendengarkan rencana saya?" ucap Leila lagi kembali mendekat pada Liam setelah di rasa aman.
"Katakan! Tapi jika yang kamu katakan sama saja dengan mama yang memintaku menikahi Zoya, maka maaf aku tidak akan melakukannya. Aku akan kecewa padamu jika kamu melakukan hal yang sama padaku, Leila!" Liam berkata dengan penuh penekanan menatap tajam pada Leila yang mulai merasa ragu sendiri dengan rencananya, tetapi mengingat janjinya pada Wulan, Leila kembali berusaha tenang dan melanjutkan rencananya.
"Apa yang membuat Anda tidak mau menikahi Zoya?" tanya Leila membuat Liam jengah.
"Kamu jelas tahu jawabannya," ucapnya.
__ADS_1
"Selain karena tidak mencintainya, apa ada alasan lainnya?" tanya Leila lagi.
"Dia licik. Dia wanita ular yang hanya berpura-pura baik, kenapa kalian semua mudah sekali tertipu olehnya, sangat jelas jika dia terlihat baik di depan kalian karena dia mengincar harta keluarga Sandjaja," jawab Liam memberi cela untuk rencana Leila.
"Karena itulah saya mengatakan ini akan menguntungkan Anda," ucap Leila justru membuat Liam bingung.
"Apanya yang menguntungkan untukku?" tanyanya kesal.
"Jadi maksudmu aku harus menikahi dia?" tanya Liam ragu, yang ditanggapi Leila dengan anggukkan kepala.
"Bukankah itu bagus? Anda bisa memanfaatkannya sembari membuka kedok Zoya. Dia pasti akan berusaha melayani Anda sebaik mungkin agar semakin dapat membuat nyonya dan tuan besar percaya jika dia wanita yang baik dan tulus, tetapi di balik itu dia pasti akan menyerah melayani Anda, dia pasti bosan dan lelah hingga akhirnya menunjukan wajah aslinya dan saat itu juga Anda bisa membuka kedok Zoya serta menjauhkan Zoya dari keluarga Sandjaja," jawab Leila semakin terlihat seakan Leila membenci Zoya dan berpihak pada Liam, padahal kenyataannya Leila sama seperti Wulan yang menyayangi Zoya.
Liam terdiam mencoba mencerna semua ucapan Leila, apa yang Leila katakan ada benarnya dan itu perlahan membuat senyum di wajah Liam terlihat.
__ADS_1
"Bagaimana jika dia–"
"Dia apa?" tanya Leila, sebab Liam tidak menyelesaikan ucapannya.
"Tidak ada. Aku akan memikirkannya nanti, sepertinya apa yang kamu katakan ada benarnya," ucap Liam membuat Leila tersenyum mendengarnya.
"Itu bagus, tapi pastikan hanya Anda dan saya yang tahu semua ini, Tuan. Ini hanya rahasia diantara kita," ucap Leila untuk semakin meyakinkan Liam.
"Aku setuju padamu. Ini rahasia kita," ucap Liam.
Setelah membahas rencana yang Leila katakan hanya diketahui oleh mereka berdua itu, Leila keluar dari kamar William dengan wajah yang terlihat jauh lebih cerah dari sebelum dia masuk ke dalam kamar William. Hal itu jelas membuat Wulan dan semua yang melihatnya jadi bertanya-tanya.
"Ada apa denganmu?" tanya Wulan menghentikan Leila.
__ADS_1